Wednesday, December 31, 2008

Waktu

Karena waktu sejarah ada. Karena waktu mentari tenggelam diperaduannya. Usia terpenggal dengan rambut memutih, mata memudar, tenaga berkurang. Namun hasrat tak pernah padam selagi hayat dikandung badan. Itulah waktu dan kita. Hasrat mengecilkan eksistensi sang waktu. Membuat hari tak akan berkesudahan. Melata untuk mendaki hasrat yang tak pernah habis habisnya untuk digapai. Makanya tak perlu terkejut bila semua orang tertawa dan ceria ketika menanti detik detik pergantian tahun .Keceriaan itu adalah puncak dari kebodohan manusia. Puncak meruginya manusia yang selalu alfa memaknai sang waktu sesungguhnya.

Para cerdik pandai menulis dibanyak media tentang makna pergantian tahun. Toresan tentang yang lalu dan yang akan datang diulas tuntas. Semuanya dengan nada hari esok masih ada dan tentu masih ada banyak harapan. Begitulah setiap pergantian tahun , harapan tak pernah henti dipanjatkan. Sesungguhnya manusia itu sangat tak berdaya berhadapan dengan sang waktu. Sedetik kedepan tak ada yang bisa menduganya kecuali setelah mengalaminya. Hari esok yang kita maknai hanyalah bayangan dari sinar kemarin dan kini. Hanyalah gambaran , bisa menyenangkan dan bisa bisa menyedihkan. Tak lebih. Karena sejatinya masa lalu berhubungan dengan masa kini dan masa kini menentukan masa depan. Lantas apakah manusia mampu merubah jalan yang sudah terbentuk selama setahun kemudian segera merubahnya dalam waktu singkat ? Manusia adalah makhluk social yang hanya bisa berevolusi. Tak ada proses short cut untuk masa kini menuju masa depan yang lebih baik. Selagi masa lalu sudah salah maka untuk merubahnya butuh waktu dan proses yang tidak mudah. Selama prose situ tak banyak orang siap.

Kata orang, rusak susu sebelanga karena nila setitik. Jauh jalan menyimpang bila berkelok seincipun langkah kita. Setetes kesalahan akan membuat hati kita kabur. Seinci aqidah terbelokan maka sesatlah itu orang. Makanya dalam islam orang dipaksa untuk meng up date dirinya bukannya setahun sekali tapi lima kali dalam sehari dan terus tiada henti selagi hajat dikandung badan. Dalam ritual sholat, manusia berjanji kepada Allah bahwa “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Tiada sekutu bagiNya. ...” Lima kali sehari kita berjanji bahwa shalat yang kita lakukan hanya untuk Allah. Bukan untuk inginkan sorga atau inginkan pahala. Bahwa ibadahku ( perbuatan baik dan soleh) hanya untuk dan karena Allah semata. Bukan untuk mendapatkan pujian, atau kehormatan atau pangkat. Hidupku hanya untuk Allah. Apapun yang kita lakukan dimuka bumi ini dalam posisi apapun , entah itu pejabat, rakyat jelata, maka semua karena Allah. Matiku, bahwa akhir dari segala harapan kita hanyalah kembali kepada Allah dan mati karena Allah.

Lima kali sehari dan tak pernah lekang oleh situasi apapun. Sholat harus ditegakkan. Bahkan Nabi ketika akan menjemput ajal, sholat adalah satu satunya yang diingatkan kepada manusia agar menjaganya. Dari sholat inilah sebetulnya manusia setiap hari setiap waktu secara systematis diminta agar memperbarui janjinya kepada Allah. Karena disela sela waktu sholat itu kadang manusia lupa akan janjinya.Makanya kembali diingatkan ketika masuk waktu sholat berikutnya. Inilah pembelajaran sejati bahwa manusia sangat lemah dihadapan waktu. Allah sebagai pencipta kita tahu betul bagaimana menjaga kesempurnaan kita , yaitu melalui perintah sholat.

Bila kita lupa satu jam dan kemudian berlanjut sampai jam berikutnya dan terus berlanjut Hari menuju minggu ,minggu menuju bulan dan akhirnya tahun berganti tanpa kita sadari. Sementara kita tetap dengan cara kita yang lupa dengan janji kita kepada Allah. Dan terus merasa bahagia disetiap berganti tahun dengan banyak harapan harapan. Sebetulnya harapan itu sudah hilang seiring kita kehilangan hubungan kepada Allah. Kita hanyalah kumpulan manusia yang tak lebih disamakan atau lebih rendah dari bunatang dihadapan Allah. Hidup kita didera oleh ilusi dan impian yang memabukan. Mudah sekali termakan bujukan manusia, mudah sekali di create oleh pemikiran orang lain. Mudah sekali memuja orang lain untuk harapan. Dan akhirnya membuat kita semakin jauh dari Allah..

Andai Sholat kita tegakan. Andai sholat sebagai repliksi keseharian kita. Maka semua kita sebetulnya telah berperan penuh untuk menciptakan kedamaian dibumi. Namun kita sholat tapi kita tidak memahami makna sholat. Akibatnya kita kehilangan indetitas kita sebagai rahmat bagi alam semesta. Bukannya menjaga bumi malah bumi meradang karena polusi. Bukannya menjaga alam malah alam hancur dimakan kerakusan. Bukannya menjaga kedamaian dimuka bumi malah menciptakan prahara demi prahara . Namun , sejarah selalu mencatat indah perjalanan waktu dengan tampilnya tokoh dibalik cerita para pemikir tapi sebetulnya itu hanyalah cara berilusi untuk sesuatu harapan yang sebetulnya sudah lama hilang. Yang ada hanyalah permainan waktu untuk membuat kita terus merugi dan merugi karena kita kehilangan Allah.

Kembalilah kepada Allah dan masuklah kedalam islam secara kaffah. Memang karena “waktu” kita sudah lama berpaling dari Allah tapi selagi hajat dikandung badan, Allah senantiasa menantikan kita untuk kembali kejalan dimana singgasana Allah bersemayam. “ Datanglah kepada ku wahai wajah yang bersih…” --Bukan karena pangkat, jabatan ,harta , pujian, pahala ,sorga--. Bukan.! Tapi wajah yang bersih itu adalah berangkat dari ketulusan untuk berbuat dan berbuat karena Allah. Inilah kunci kemuliaan manusia yang pantas menjadi khalifah dimuka bumi..tapi kadang kita lupa

Saturday, December 20, 2008

Kekuatan spiritual

Dalam berbagai banyak kunjungan diluar negeri dan beriteraksi dengan para professional asing, saya melihat bahwa etos kerja mereka sungguh luar biasa. Mereka serius, tekun dan disiplin tinggi dengan waktu. Tak ada hari kerja dalam canda. Semua berkerja dalam hirarki yang ketat untuk mencapai sasaran yang tepat. Kehebatan ekonomi China, Jepang ,Korea, Taiwan menjadi telaah para budayawan tentang kehebatan Tao , Budhisme, Kong Hu Chu sebagai kunci keberhasilan masyarakat Asia timur berkibar dikancah international dan disegani. Begitupula kehebatan Ekonomi barat dan AS diyakini oleh para budayawan sebagia akibat budaya plurarisme dan kebebasan berpikir . Hingga membuat bangsa Barat dan AS menjadi bangsa yang creative , innovative disegala bidang hingga menjadi acuan untuk menjadi sukses.

Semua hal yang berbau barat selalu dipuja. Dulu orang mendalami ilmu tentang sukses yang katanya berasal dari Intelligent Question (IQ). Maka beramai ramailah orang tua meminta anaknya ikut test IQ. Bahkan masuk kerjapun diharuskan ikut test IQ. Namun karena belakangan diketahui ternyata IQ tidak cukup untuk menjadikan orang “sukses”karena banyak yang IQ nya tinggi ternyata mati bunuh diri karena gagal.Banyak yang frustasi. Kalaupun berhasil dia berubah menjadi aninal. Cenderung indiviualistis, dam arogan. Kemudian , para ahli memandang bahwa IQ tidak cukup. Maka harus ada tambahan berupa emotion. Maka jadilah rumus sukses seseorang menjadi Emotion Question (EQ). Dari sini diharapkan orang pintar akan sukses apabila dia punya kemampuan mengendalikan emotionnya. Namun , apa yang terjadi? Pengendalian emotion yang tinggi ternyata tidak membuat orang damai. Terlalu banyak stress karena semua dipendam sendiri. Tidak ada pelampiasan. Akibatnya banyak orang sukses kesepian dan menyendiri. Kesuksesanpun tak lagi bernilai.

Para Ahlipun mulai lagi menganalisa bagaimana sebetulnya sukses itu ?. Mengapa kepintaran, pengendalian emosi tidak cukup membuat orang sukses dalam arti sesungguhnya. Mengapa jabatan dan ilmu tinggi tidak membuat orang bijak. Mengapa harta berlimpah membuat orang terus merasa kurang. Mengapa banyak makan obat supplement justru membuat orang semakin banyak penyakit. Mengapa begitu banyak tempat hiburan semakin banyak orang stress. Mengapa semua menjadi paradox ? Dari berbagai observasi tersebutlah akhirnya orang menemukan kesejatiannya yaitu perlunya spiritual dalam rangka mengendalikan emotion. Maka jadilah Emotion Spiritual Question ( ESQ). Dalam kaca mata ahli yang dimaksud spiritual adalah sesuatu yang universal dimana pada intinya manusia itu terlahir membawa nilai spiritual. Membawa manusia kealam spiritual adalah obat untuk menjaga keseimbangan emotion.

Dari ESQ inilah paradigma baru tentang sukses digelar. Konsep memberi dan menerima dengan tulus dikembangkan. Orang barat tergila gila dengan konsep baru ini. Namun tetap saja mereka tidak mengakui keberadaan Agama dan hari akhir sebagai inti dari kekuatan spiritual. Mereka mencoba menganalisa alam spiritual dengan otak sebelah kirinya. Perusahaan berlomba lomba membuat yayasan Amal , Para orang sukses berusaha menjadi pimpinan yayasan amal. Kegiatan yang bermuatan kasih sayang digelar luas. Senyum dibudayakan. Tapi semua itu barulah sebatas symbol. Akal manusia tidak akan mampu menyabarkan konsep spiritual tersebut kecuali berdasarkan ilmu yang sudah diajarkan oleh sang pencipta ( ALLAH ) kepada manusia. Mengapa ? semua hal yang menyangkut spiritual berujung kepada hal gaib , yang hanya mampu dicerna oleh otak sebelah kanan.

Tesis suskes membangun peradaban modern seperti China, Eropa, AS , Jepang oleh banyak budayawan kini terbukti hanyalah ilusi belaka. Menjadi terbalik ketika krisis global terjadi. Lihatlah betapa rentanya komunitas peradaban modern yang dibanggakan itu. Mereka nampak rapuh dan setiap hari berteriak memohon perlindungan dari penguasa untuk diselamatkan dari kemungkinan jatuh bangkrut. Bahkan mereka mengatakan “Tuhan sudah mati “. Ternyata bangsa Indonesia tak pernah gamang dengan situasi apapun. Walau kemiskinan menjerat. Walau harus antri BLT. Walau harus mati karena tak mampu beli obat. Walau harus berhenti sekolah karena sekolah mahal. Kita sebagai komunitas terlatih menerima kezoliman peradaban “modern” dengan kesabaran yang tinggi, tak tertandingi oleh peradaban manapun. Itu karena nilai nilai Islam yang menjadi mayoritas penduduk Indonesia.

Dari waktu ke waktu kita tak pernah sepi dari krisis. Semua itu karena ulah rezim yang brengsek. Tapi kita tetap kuat sebagai komunitas dan mudah digiring ke bilik pemilu walau janji elite politik tak pernah tunai. Seharusnya pihak Barat , China, Jepang, dan lainnya serta para pemikir orientalis mulai melihat kehebatan peradaban Indonesia ini untuk mendapatkan sukses dalam arti sesungguhnya. Dimana spiritual itu tak pernah menganggap bahwa dunia adalah akhir dari segala galanya. Dunia hanyalah persinggahan sementara untuk menuju kehidupan yang abadi. Dizolimin, kemiskinan, penderitaan bukanlah yang ditakuti tapi adalah bagian proses untuk meningkatkan nilai spiritual itu sendiri. Sementara orang yang mengagungkan dunia justru semakin kehilangan spiritualnya dan hanya hidup dari banyak symbol yang mudah hancur dimakan waktu.

Bahwa hanya ada satu pilihan bagi pihak Eropa, AS, Jepang, China, Jepang dan mereka yang berpikir orientalis untuk keluar dari krisis ,yaitu percayalah kepada Allah dan Rasul. Islam adalah satu satunya solusi untuk menciptakan peradaban yang damai. Dengan demikian maka keseimbangan akan terbentuk dan Komunitas Indonesia , termasuk dibelahan dunia lainnya yang selama ini dipinggirkan dari kerakusan peradaban “modern” akan bangkit untuk saling mengisi dan melengkapi. Namun bagaimana menanamkan keyakinan bahwa krisis sekarang ini terjadi akibat larinya mereka dari konsep Islam…? Hanya Allah yang berhak menanamkan keyakinan ( hidayah ) itu.Lagi lagi kita hanya bisa berserah diri kepada Allah. Itulah puncak spiritual yang memang sulit dipahami oleh akal..

Monday, December 08, 2008

Ka'bah...

Saya teringat empat tahun lalu ketika menunaikan Ibadah Haji. Saya terpesona melihat Ka’bah. Karena selama ini ketika sholat , Ka’bah hanya ada dalam imaginasi saya yang memang tak pernah melihat langsung. Saya tahu bahwa kita semua menghadap kearah kiblat bernama Ka’bah. Agungkah Ka’bah ? Inikah yang selama ini arah kiblat kita ? Mengapa semua orang mau berkorban dengan tenaga dan uang , hanya untuk datang ke tanah suci ini ? Itulah pertanyaan dasar saya ketika melihat Ka’bah. Ketika ritual Tawaf , Pertanyaan dibalik keterpesonaan itu, saya mulai merasakan sesuatu pesan yang justru mengecilkan keberadaan Ka’bah itu sendiri. Saya tak lagi melihat Ka’bah sebagai sesuatu keterpesonaan. Betapa tidak ? Ka’bah ada disebelah kiri saya ketika mengelilingi Ka’bah ( Tawaf).. Bukan disebelah kanan.

Kanan adalah lambang kemuliaan. Nabi menganjurkan agar melakukan segala sesuatu haruslah dengan tangan kanan. Melangkah dengan kaki kanan lebih dahulu. Quran sebagai wahyu ALlah dibaca dari kanan kekiri. Susunan DNA kita ternyata bergerak dari kanan kekiri. Berwudhupun harus dimulai dari yang kanan.Singkatnya semua serba kanan. Mengapa kanan ? Tentu anjuran ini berdasar. Karena tak mungkin Rasul menganjurkan tanpa dasar petunjuk dari allah. Kini kita dapat mengetahui ihwal tentang kanan dan kiri itu setelah adanya kemanjuan tekhnologi yang menyelidiki fungsi otak. Efektifitas dan efesiensi gerak tubuh kita sangat dipengaruhi oleh otak, dimana otak sendiri menurut para ahli terbagi dalam dua ; biasa menyebutnya dengan otak kiri dan otak kanan, masing-masing bagian dari otak ini mempunyai fungsi yang berbeda. Bagaimana itu bisa terjadi ?, Tentu adalah karena kekuasaan dari Allah SWT, yang maha dari segala. Sehingga bagaimanapun manusia berusaha mencoba berkreasi menduplikasi otak, dalam bentuk program, robotisasi dsb., tentu tidak bakal bisa menyamai kerja otak kita yang sesungguhnya.

Selain dibagi berdasarkan lobus, oleh para ahli, fungsi otak dibagi menjadi otak besar bagian kiri dan otak besar bagian kanan. Bagian kiri berfungsi sebagai pusat bahasa verbal atau berbuat karena hukum sebab akibat. Otak sebelah kanan, secara struktural sama dengan otak kiri, tetapi ada perbedaan fungsi. Diotak kanan ini pusat bahasa, berhitung, dan percakapan tidak ada. Otak kanan untuk bahasa nonverbal dan kemampuan berimaginasi untuk menghayati sesuatu diluar batas lagika. Akal kanan membuat orang menangis , tertawa, marah dan bahagia. Bahasa yang tidak bisa didengar tapi dapat dirasakan dalam bentuk gerak dan tingkah, isyarat. contohnya bahasa body language, gerakan mata.

Jadi otak kiri lebih kepada hal yang dapat dicerna dengan akal manusia yang serba terbatas. Ungkapan bahasa verbal dan bukan bahasa hati atau bahasa jiwa. Makanya sebab mengapa ritual tawaf menempatkan Ka’bah disebelah kiri. Karena Ka’bah hanya simbol nyata tentang gaip ( keimanan ), yang tak perlu disembah. Sama halnya dengan kecanggihan ilmu pengetahuan, harta dunia, pangkat /jabatan , kecantikan, keperkesaan harus ditempatkan disebelah kiri kita karena begitulah design kita sebagai manusia. Otak kanan adalah sunatullah untuk kita berbuat berdasarkan bahasa jiwa kita bukan bahasa akal kita. Bahasa jiwa itu tak lain adalah cinta dan kasih sayang untuk beribadah kepada Allah. Gunakanlah kemampuan otak kiri untuk berbuat karena kehendak otak kanan. Karena kalau kita lebih menurutkan otak kiri kita maka perbuatan kita jauh dari sikap ikhlas kecuali kepentingan keuntungan semata, serba bersyarat.

Haji adalah puncak ritual keimanan kepada Allah . Hanya bisa dipahami oleh bahasa non verbal yang tak pernah ternoda oleh energi yang berasal dari otak sebelah kiri. Karenanya kenalilah sikap kita , apakah kita berpikir dengan otak sebelah kiri atau sebelah kanan? Untuk mengetahuinya maka pahamilah keberadaan Allah dan sunah rasul serta gunakanlah sholat lima waktu, zakat, puasa, haji dan perbuatan mulia lainnya dengan otak sebelah kanan kita. Focuslah dengan otak kanan. Karena otak kanan kita terhubung dengan semua indra kita termasuk kepada ruh kita. Itulah keagungan Allah yang mendesign kita dengan segala standard operating procedure yang begitu sempurna.

Ibadah Haji adalah puncak ritual dalam berbagai symbol yang hanya dapat dipahami oleh otak sebelah kanan kita bukan sebelah kiri. Karena symbol symbol itu ( termasuk harta dunia dan jabatan ) tak lebih adalah repliksi kelemahan kita dihadapan Allah, yang tidak boleh kita sembah /puja dalam bentuk apapun,

Friday, December 05, 2008

Tekanan jiwa

Manusia hidup dalam situasi tertekan ( pressure ). Tekanan dapat hadir dari luar sebagai akibat orang lain. Dapat pula bersumber dari dalam akibat dorongan nafsu yang tak terkendali. Tekanan dari dalam maupun dari luar , keduanya berdampak luas terhadap jiwa kita bila kita tak bisa menahannya. Karena pressure ini berkaitan dengan jiwa maka efek dari pressure adalah jiwa kita sendiri. Tekanan dari luar mudah dideteksi namun tekanan dari dalam jiwa kita sulit dideteksi. Sifat sombong atau ingin dihormati, hidup berlebihan atau gemar menumpuk harta, sifat pendusta dan perbuatan yang merusak adalah sifat yang mengaburkan kebenaran ,kebaikan, keadilan. Sifat inilah sebagai pressure yang mengakibatkan jiwa tak pernah stabil. Sifat ini akan terus terpancing untuk bangkit akibat pangaruh budaya keseharian yang menyesatkan. Budaya keseharian itu hadir dalam kehidupan kita berupa “pujian, fitnah, ancaman”. Ketiga hal ini membuat kita tertekan.

Pujian adalah budaya yang hidup ditengah masyarakat. Karena pujian membuat orang menikmati kekuasan , kesuksesan dunia, kehormatan dunia, jabatan dan kekuasaan. Yang pintar bangga dengan kepintarannya. Yang berkuasa senang dengan kekuasannya. Yang berharta bangga dengan hartanya. Pujian yang terus ber taburan dalam kehidupan manusia membuat manusia sombong dan kikir. Sombong karna dia pantas dihormati dan dipuji. Kikir karena tak ingin kelebihannnya, kesuksesannya berkurang karena kawatir pujian akan berkurang. Yang senang dengan pujian menimbulkan iri bagi yang belum mendapatkan pujian. Akibatnya terjadi persaingan yang melelahkan antara yang belum dan yang sedang.. Saling menghormati, saling menjaga, tak akan ada lagi dalam ruang budaya ini. Manusia berjarak satu sama lain. Kelas terbentuk. Kecemasan menjadi keseharian.

Yang kedua adalah fitnah. Sengaja memfitnah orang lain untuk mencapai tujuannya. Atau fitnah itu dalam bentuk extrim adalah tidak peduli orang lain selagi kepentingan sendiri terpenuhi. Sikap fitnah ini terungkap dari budaya kesehariaan seperti ; Saling menjelekan satu sama lain. Saling tidak peduli satu sama lain. Saling ingin menang sendiri.. Yang kaya merasa pantas merendahkan yang miskin. Yang berilmu merasa wajar memperbodoh yang tolol. Bagi pengusaha merasa tak berdosa menzolimi pekerja dengan upah semaunya. Pemerintah merasa patut bila harus mengurangi beban social APBN daripada mengurangi beban bayar hutang luar negeri demi menjaga kesina mbungan rezim tanpa peduli nasip rakyat yang terkapar. Para politisi merasa tak berdosa bila janjinya tak ditunaikan demi pundi partai penuh. Semua pelaku yang memfitnah dan difitnah sama tertekan jiwanya. Hanya bedanya yang memfitnah tak pernah puas. Ia hidup dalam kegersangan jiwa untuk lebih dan lebih. Akhirnya jiwanya mati.

Yang ketiga adalah ancaman. Orang terancam kehilangan pekerjaan karena perusahaan terus merugi akibat krisis. Istri merasa terancam karena suami kawin lagi. Pengusaha merasa terancam karena penjualan menurun. Penghutang terancam karena dikejar debt collectior. Pejabat terancam karena adanya KPK. Ancaman seperti ini tidak berdampak luas dan namun jalan keluar mengatasi ancaman dapat menimbulkan anarkis. Kehidupan tak lagi damai. Kadang pengusaha harus mem PHK buruh. Kadang istri bunuh diri atau minta cerai. Kadang debt collector sampai membunuh debitur atau menghina debitur. Kadang pejabat dan politisi berkonspirasi menghilangkan ancama dari KPK dan akibatnya keadilan hanyalah bualan kosong.

Kehidupan kini tak lagi menentramkan karena budaya kita adalah budaya dalam tekanan nafsu... Keseharian kita sudah terjebak diperbudak nafsu. Begitu banyak penderitan, kekecewaan, air mata , stress , frustrasi terjadi dimuka bumi seiring dengan munculnya berbagai penyakit social seperti korupsi, rampok, perkosaan, perceraian, pemerasan , pelacuran, narkoba, penindasaan dan lain sebagainya. Semua kita berupaya mengatasi penyakit social itu tapi tak kunjung dapat mengatasinya. Kita lupa , bahwa kita tidak pernah melihat akar masalah penyebab dari penyakit social itu.

Semuanya akibat dari budaya hidup dalam tekanan. Sebetulnya antara yang tertekan dan yang menekan sama sama korban. Hanya saja masing masing tergantung kekuatannya menahan tekanan itu. Kekuatan menahan tekanan ( pressure ) bersumber dari kekuatan spiritual. Yaitu Sabar, ikhlas dan Rendah hati ( tawadhu), istiqamah. Semua kita , bila bersemayam dijiwanya akan sikap sabar , ikhlas , tawadhu,istiqamah maka segala pujian tak akan berhasil menyesatkannya. Segala fitnah dunia tak akan pernah mengaburkannya. Segala ancaman tak akan membuatnya terhina dan zolim. Dia kuat karena dia selalu mendekat kepada penciptanya melalui sholat yang berkesinambungan sebagai cara ALlah melatihnya untuk menjadi sempurna.

Monday, December 01, 2008

Bakrie

Abdul Bakrie adalah pengusaha pejuang. Dia disegani sebagai pengusaha pribumi yang sukses berkembang berdasarkan kekuatan potensi rakyat. Berawal dari pengumpul hasil pertanian dan kemudian menjualnya keluar negeri ( export) untuk mendatangkan devisa bagi negera. Dia dikenal sebagai sosok yang sederhana dan pekerja keras serta innovative. Tak banyak terlibat dalam kancah politik walau hartanya melimpah. Namun dia selalu bangga sebagai putra Indonesia dan menjadikan wiraswata sebagai caranya berbakti bagi bangsanya. Diapun mendidik anak anaknya dengan disiplin keras untuk menjadi petarung didunia business. Kini Abdul Bakrie telah tiada. Namun namanya tetap exist di usung oleh anak anaknya. Menjadi perusahaan berkalas dunia dan salah satu perusahaan yang unggul melewati krisis 98.

Bakrie tumbuh dan berkembang diatas arus gelombang perpolitikan dan business di Indonesia. Keluarga Bakrie memang terlahir sebagai darah pejuang yang gemar bekerja keras untuk menangkap segala peluang yang mungkin untuk bertahan dengan cara cara hero. Ketika gelombang krisis moneter tahun 98, banyak perusahaan konglomerat melempar handuk putih kepada pemerintah dan menyerah dalam kuridor BPPN, namun Bakrie tidak menyerah. Kepiawaian Keluarganya menggandeng konsorsium bank kreditur sebagai mitra mengatasi krisis hutang adalah bukti bahwa Bakrie bukan tipe pengusaha yang cengeng. Mereka first class dibidang business.

Dua tahun setelah tahun 1998 , Bakrie berhasil keluar dari jeratan pengambil alihan oleh BPPN. Walau akhirnya menempatkan keluarga Bakrie sebagai pemilik minoritas dan asing mayoritas namun itu adalah lebih baik daripada membebani negara dengan program bail out melalui BPPN. Atau bisa saja timbul pemikiran lain bahwa mungkin menyerahkan asset kepada negara adalah lebih buruk daripada menyerahkan asset kepada Asing. Karena dari Asing, Bakrie mendapatkan kekuatan suplai dana untuk berkembang dan sementara dari negara dia tidak akan mendapatkan apa apa. Apakah ini sikaf anti nasionalisme ? Tentu bukan masalah nasionalisme. Tapi lebih ketidak yakinan keluarga Bakrie dengan program BPPN tersebut sebagai cara mengatasi krisis moneter. Mereka tidak ingin perusahaan yang didirikan oleh orang tuanya pada akhirnya diobral kepada asing. Bakrie inginkan penyelesaian yang seimbang dan mereka berhasil menjadi model penyelesaian restruktur hutang terbaik ketika itu.

Selanjutnya kita semua menyaksikan bahwa para anak anak Bakrie memang first class dalam bidang business. Keluarga ini tampil percaya diri sebagai perusahaan nasional dengan memanfaatkan trend kenaikan harga komoditas pertanian ( CPO), Energy ( Batu bara ) , peroperty sebagai mesin pertumbuhan usahanya. Melalui pasar modal , mereka menarik dana tak terbilang sebagai cara memanfaatkan peluang dari pasar modal yang bergairah. Ketika itu pasar modal regional maupun international memang memanjakan sector Energy ,CPO dan Property. Akuisi internal antar anak perusahaan didalam holdingnya terjadi terus menerus sebagai strategy menjadikan keluarga Bakrie kembali menjadi pemegang saham mayoritas diantara mitranya. Dengan menempatkan saham saham yang sudah dikuasainya, mereka kembali menarik dana dari lembaga keuangan lewat hutang maupun REPO. Berbagai skema raising fund mewarnai perjalanan usaha keluarga Bakrie untuk menjadi usaha berkelas dunia. Hingga akhirnya majalah Forbes menempatkan keluarga Bakrie sebagai orang terkaya di Indonesia. Namun ketika krisis global dan semua bursa rontok, maka Bakrie pun kembali dihadapkan oleh krisis. Nilai asset perusahaan ini menurun drastic seiring dengan jatuhnya harga semua saham anak perusahaan Bakrie dibursa. Pihak otoritas melakukan suspend agar menjaga tidak semakin parahnya kejatuhan saham Bakrie.

Yang pasti apa yang kini terjadi dengan Bakrie tidak ada yang salah. Dan keluarga ini aman aman saja. Hanya public yang ribut. Apa yang dilakukan oleh Bakrie tidak ada yang melanggar hukum. Soal Saham yang jatuh itu adalah biasa dalam system pasar uang kapitalis. Naik dan jatuh sudah disadari oleh semua orang yang ingin mendulang laba di bursa. Soal Lapindo bukanlah kesalahan keluarga Bakrie karena mereka sudah mmenuhi semua procedure yang ditetapkan oleh UU. Soal Hutang Bakrie , juga adalah hal yang normative dalam business. Bakrie lakukan dengan timing (( januari sampai dengan juni 2008) )yang tepat untuk berhutang. Sebelum kejatuhan saham dibursa , Barkrie telah berhasil menarik dana pinjaman jangka pendek sebesar 40 kali lipat Semua hutangnya dijamin oleh saham perusahaan yang sedang hot dimarket.

Rumor berkembang dimasyarakat bahwa pemerintah ditekan untuk mem bail out hutang Bakrie dan sekaligus mem buy back saham Bakrie dibursa.
Data Hutang Bakrie memang luar biasa besar dan sebagian besar hutang itu kepada lembaga keuangan asing. Dan juga sebagian besar saham Bakrie yang dijual di Bursa dibeli oleh para politisi kaya raya , yang sebagian mereka ada yang jadi pimpinan partai. Kini pihak asing dan orang kaya baru diera reformasi mendulang masalah karena nilai saham Bakrie jatuh. Mereka inilah sebetulnya korban dari Bakrie tapi sebetulnya adalah korban dari system yang dari awal sudah salah. Dan Bakrie hanyalah peselancar yang piawai menari diatas gelombang business yang tinggi dan melaju kencang didorong angin politik… Jatuh atau terus kah Bakrie ? Kita lihat nanti.

Sunday, November 23, 2008

Structure

Structure dalam bahasa inggeris bisa berarti bentuk susunan ( formation) atau bisa pula berarti bentuk bangunan ( construction) atau bisa pengaturan yang baik ( organization ). Maka structure dapat diartikan adalah bentuk susunan untuk suatu bentuk yang diinginkan. Kalau dianalogikan dalam sebuah bangunan maka structure meliputi fondasi, penyangga ( tiang ) , dinding dan atap. Keempat unsur ini adalah system dari yang disebut structure. Salah satu lemah maka bangunan tidak akan kuat, atau bahkan hancur. Seorang insinyur bangunan merekayasa ( engineering ) bangunan harus memperhatikan tekstur tanah untuk menanamkan tiang pancang ( fondasi). Harus memperhatikan lingkungan agar dapat dirancang model bangunan yang sesuai dengan goegraphis dan tentu harus pula sesuai dengan kebutuhan.

Dalam pembangunan ekonomi suatu negara maka studi pembangunan tak jauh beda dengan insinyur yang akan membangun gedung. Pondasi yang dimaksud adalah kekuatan sector riel atau kekuatan rumah tangga ( public ) menghasilkan barang dan berkosumsi. Tiangnya ( penopangnya ) adalah sector moneter dan fiscal yang merupakan pengaturan perputaran uang dari rumah tangga kembali kenegara dalam bentuk pajak dan tabungan kemudian kembali lagi ke rumah tangga dalam bentuk layanan social dan subsidi. Atap dan dinding adalah keadilan dan hukum yang menjamin keberadaan pondasi dan tiang. Disinilah rancang structure menentukan kekuatan dan keindahan bangunan. Harus ada keseimbangan.

Bila tiang ( penyangga ) dibuat besar atau istilahnya dalam ekonomi adalah bubble ( menggelembung ) melalui regulasi moneter maka pondasi tidak akan kuat menahannya. Begitupula sebaliknya, pondasi atau sector riel yang terlalu kuat dengan penyangga yang kecil maka akan lahir ketidak efisienan dimana modal berputar hanya kesegilintir orang. Atap yang besar atau keadilan yang terlalu kaku tanpa memperhatikan pondasi ( sector riel) dan tiang ( moneter ) akan meredam kreatifitas. Dinding ( Hukum ) yang terlalu tipis akan modah dijebol oleh orang asing atau oleh criminal.. Makanya dinding bangunan haruslah kuat agar penghuni rumah selamat dari segala niat perampok untuk masuk menguasai harta didalam bangunan. Begitulah analogi sederhana tentang pembangunan rumah besar yang dihuni oleh jutaan rakyat dari sebuah republic.

Krisis global yang sekarang terjadi adalah sudah sampai pada krisis structure. Dimana kekuatan rancang bangun yang sudah ada oleng terancam roboh. Pasalnya Sektor riel sebagai pondasi terlalu kecil dibandingkan dengan tiang ( sector moneter ). Akibatnya pondasi retak. Makanya para perancang berusaha mengurangi beban tiang ( sector moneter ) melalui pengetatan likuiditas ( arus uang ). Karena bangunan sudah exist dan sudah menjadi concrete maka setiap pergeseran structure akan otomatis mengganggu yang lainya. Makanya setiap upaya mengurangi beban tiang ( moneter ) otomatis mengganggu formasi fondasi. Akibatnya pondasipun retak. Disisi lain, dinding ( hukum) pun ikut retak dan begitupula dengan atap ( keadilan ) ikut pula retak. Bangunan benar benar teracam hancur. Hanya masalah waktu. Semakin besar upaya untuk memperbaiki atau menggeser structure maka semakin cepat pula bangunan hancur.

Ditambah lagi memang dari awal bangunan dirancang sudah salah structure. Pertama, fondasi ( sector riel ) dibuat tanpa memperhatikan tekstur tanah. Yang menjadi dasar perhitungan membuat fondasi adalah tekstur tanah di negara lain. Akibatnya kekuatan pondasi tidak terkait dengan kekuatan tanah menopang. Artinya pembangunan sector riel tidak membumi dengan budaya masyarakat. System kapitalisme adalah tekstur tanah untuk orang asing yang individualism bukan untuk rakyat yang suka gotong royong seperti Indonesia. Makanya jangan kaget bila rakyat banyak hanya menjadi penonton saja dari kegiatan sector riel. Kedua, , Lingkungan kita adalah tropis yang hidup diempat musim. Dimana agriculture adalah keseharian dan budaya kita. Model bangunan ( ekonomi ) haruslah yang berlandaskan pada lingkungan yang ada pada kita. Bukannya meniru negeri yang hidup diempat musim…

Biang persoalan dari sebuah krisis adalah terjadi ketidak seimbangan ( inbalance ) antara sector riel dan moneter. Ini dipicu oleh dinding ( hukum ) rumah yang tipis dan atap ( keadilan ) yang tipis. Akibatnya , segelintir penghuni rumah bukannya menjaga rumah malah ikut menjadi maling didalam rumah. Para pemaling ( koruptor ) berusaha mengeluarkan ide untuk memperbesar tiang rumah. Agar nampak perkasa dan sekaligus bebas berpesta dirumah orang lain. Sementara penghuni lain yang mayoritas tetap didalam rumah yang kebingungan dengan tiang bangunan yang besar na mun dinding yang tipis dan bolong dimana mana serta atap (keadilan ) yang bolong hingga maling bisa membawa barang keluar rumah lewat atap..

Mengatasi keadaan sekarang haruslah dengan restorasi. Kita butuh keseimbangan structure sebuah rumah besar Indonesia. Itu hanya mungkin bila budaya dan agama sebagai dasar philosopy kita merancang.

Monday, November 17, 2008

Sunattullah..

” Ya muqallibal Qulub, sabits qolbi a’la deenik ”artinya “wahai yg membolak balikan hati, tetapkan hatiku pada agama Mu” Itulah doa yang diajarkan oleh Nabi kepada Abubakar Sidiq. Ini merupakan satu fakta tak terbantahkan bahwa Allah itu berhak untuk buat orang kafir atau beriman. Hidayah itu hak mutlak Allah. Tak ada satupun manusia bisa memaksakan hidayah kepada orang lain. Tak selamanya orang yang dinilai kafir akan mati dalam kekafiran. Tak selamanya orang yang sangat beriman mati dalam keimanannya. Makanya yang pertama tama yang harus kita curigai adalah keimanan kita sendiri, sebelum kita mengukur dosa dan kekafiran orang lain. Itu urusan Allah.

Memang diri kita sendirilah yang patut dicurigai. Bahkan jangan pernah percaya seratus persen terhadap diri kita sendiri. . Karena setiap ada masalah yang pertama kita curigai adalah akal kita. .Akal cenderung memberikan masukan menurut orang lain dan cenderung culas.Kemudian barulah nafsu kita sendiri. Nafsu cenderung memberikan masukan yang mudah dan culas. Bila mendapatkan kebahagiaan maka yang pertama kita curigai adalah nafsu kita. Nafsu suka memaksa kita untuk berlebihan dalam kenikmatan. Kemudian akal kita karena akal cenderung membenarkan apa kata nafsu tentang perlunya menikmati hidup berlebihan. Dari sikap curiga inilah nurani kita terus diuji untuk mengambil sikap diantara dorongan akal dan nafsu. Eksistensi kita adalah jiwa kita yang bersemayam dalam nurani kita. Sebagaimana firman Allah "Demi jiwa dan Dia yang menyempurnakannya dan memperkenalkannya kepadanya keburukannya dan kebaikannya. Sungguh beruntung orang yang dapat mensucikan jiwa itu, dan merugilah orang yang mengotorkannya (Qs 91: 7-10).

Hidup manusia dimuka bumi adalah fitrah manusia yang tak bisa menghindari sunatullah. Sunatullah itu berhubungan langsung dengan akal, nafsu dan nurani. Ia teraktualisasi dalam interaksi kita dengan sesama manusia dan alam sekitar untuk mencari rezeki Allah. Semua adalah proses sebagai bentuk lain dari cara kita beribadah kepada Allah. Sebagai mana firman Allah dalam surat al-Jum'ah ayat 10 " Apabila shalat sudah ditunaikan maka bertebaranlah di muka bumi dan carilah karunia Allah serta banyak-banyaklah mengingat Allah agar kalian menjadi orang yang beruntung. Artinya ada proses lain yang tak kurang dari sholat lima waktu. Yang waktunya begitu banyak atau 90% waktu yang tersedia dalam 24 jam adalah sunatullah.

Dalam proses ini setiap manusia menghadapi medan yang berbeda. Tergantung budaya, tempat dan takaran ilmunya. Setiap manusia berjalan diatas titian bagaikan rambut dibelah tujuh. Antara kebahagiaan dan penderitaan, antara kesehatan dan penyakit, antara kemenangan dan kekalahan, antara hidup dan mati, antara untung dan rugi , nikmat dan fitnah, begitu dekatnya. Setiap manusia dapat tergelincir kesalah satu sisi itu. Setiap saat manusia hidup dalam resiko. Ini pertarungan yang tak ada habis habisnya hingga keliang lahat.

Atas dasar itulah Allah memberikan Bashir..( kabar gembira) lewat rasul. ”Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. (QS 2: 119), Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (QS 34: 28), Sesungguhnya Kami mengutus kamu dengan membawa kebenaran sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan. Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan. (QS 35: 24), dan (Al Qur’an) yang membawa berita gembira dan yang membawa peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling (daripadanya); maka mereka tidak (mau) mendengarkan. (QS 41: 4).

Karenanya dalam keseharian kita yang lemah, sudah sepatutnya yang menjadi landasan bersikap adalah al Quran dan Hadith. Inilah keadilan Allah. Semua cara untuk melewati proses sunatullah itu disampaikan secara tinci dan gamplang , dan bahkan lengkap dengan contoh how to do lewat sunah rasul. Tapi kadang kita lupa. Lupa akan esensi sunatullah yang membutuhkan iktiar ( syariah) dalam derita untuk mempertebal kesabaran, dalam kenikmatan untuk mempertebal rasya sukur, dalam kesulitan untuk mempertebal istiqamah, dalam kemenangan untuk mempertebal sikap tawadhu. Semua orang bisa saja tergelincir dan Allah maha mengetahui lagi maha perkasa serta pengampun. Semua kita diharapkan kembali kepadaNya dalam keadaan sempurna walau kadang harus salah dan alfa. Karena proses sunatullah itu memang tidak mudah…makanya jangan pernah lupa barang sedetikpun kepada Allah.

Wednesday, November 12, 2008

Excuse

Dulu zaman Soeharto , para menteri bila ditanya soal kenaikan BBM atau beras, maka mereka akan menjawab “ Tidak ada kenaikan, yang ada hanya penyesuaian. “ . Kenyataannya public hanya tahu harga naik. Begitupula ketika IMF masuk terlibat menyelematkan negara yang terkena resesi ekonomi dan mereka mengatakan “ tidak ada perubahan berarti , hanya Structure Adjustment “ . Tapi public tahu bahwa negara tidak lagi berdaulat atas layanan public dan sumber daya alam.. Perampok tidak pernah ada pada istilah pejabat. Yang ada hanyalah koruptor. Padahal kenyataannya koruptor itu lebih jahat daripada perambok dan teroris. Begitulah manusia modern bersikap. Begitulah cara orang terdidik mengalihkan kesalahan untuk memperbodoh rakyat. Kekuasaan memang penuh dengan retorika yang membingungkan orang awam.

Dalam bahasa inggeris dikenal dengan istilah excuse atau berarti luas dari sikap bertahan dari kesalahan yang dibuat. Suatu jawaban yang sekaligus bernuansa “ reason “ (alasan ). Suatu sikap apologize “minta maaf” tapi meminta maklum untuk di adjustment ( disesuaikan). Karena para politisi adalah rata rata orang yang jenius maka apapun sikapnya selalu ada alasan untuk berkelit dari kesalahan dan kegagalan. Inilah yang dapat kita lihat bentuk lain dari yang namanya orang pintar dan berkuasa. Budaya terhormat seperti “harakiri” jepang yang memilih mati terhormat daripada hidup menanggung malu akibat kegagalan , tidak ada lagi. Atau sikap jujur dan kesatria mengakui kesalahan dan kegagalan ,sudah langka. Yang ada kini budaya culas dan tak tahu malu.

Begitulah yang kini kita lihat sekarang. Semua tahu bahwa kapitalisme sudah gagal menciptakan kemakmuran. Semua tahu bahwa demokrasi sudah gagal berbuat untuk kepentingan orang banyak. Semua tahu sejak kapitalisem dan kemudian noeliberalisme bergandengan tangan dengan paham demokrasi liberal telah mengakibat pasar tak lagi dapat dikendalikan oleh negara. Kekuatan media massa telah mengaburkan nilai nilai demokrasi, nilai nilai kapitalisme tentang kerja keras dan produktifitas. Dunia hidup dalam cengkraman para preman berdasi untuk merusak ruh keadilan social. Akhirnya philosophy ekonomi menjadi hablur. Tapi, tidak ada satupun pernyataan dari penguasa bahwa “ Kapitalisme telah gagal “. Tidak ada !. yang ada hanyalah istilah resesi, depresi, krisis. Semuanya punya formula untuk di atasi dan diselamatnya. Untuk itu mereka berkata “ Bersama kita bisa “, to gether we can, atau there is will, there is way…”

Berbagai program mengatasi krisis bermunculan seperti program stimulus perekonomian dalam bentuk expansi anggaran untuk mempertahankan pertumbuhan perekonomian. Mereka mengatakan stimulus. Padahal sejatinya adalah keluar dari system kapitalisme dan berpindah kepada sosialime, dimana negara tampil didepan menghilangkan rasa sakit akibat system kapitalisme. Tapi itu hanya mengobati rasa sakit. Tidak ada yang berani bersikap “ Tiggalkan kapitalisme! Tinggalkan demokrasi liberal !. Entah apa penyebab sehingga para orang terdidik yang berkuasa tidak berani berkata “ benar dan jujur”. Masalah terlihat dengan jelas didepan mata. Korban akibat kegagalan kapitalisme terbentang didepan mata.

China mengoreksi kapitalisme dengan memperkuat basis ekonomi petani dan buruh. Obama dalam jargon politiknya pada kampanye pemilihan president, berkali berkali mengejek system kapitalisme dan mengedepankan program sosialisme mengatasi pengangguran. Tapi, lagi lagi , kita tidak mendengar istilah “sosialisme”. Mungkin semua tahu bahwa sosialisme dan kapitalisme tak lagi cara terbaik untuk menghasilkan terbaik. Mereka juga tahu bahwa konsep islam adalah terbaik diantara yang baik. Sejaran sudah mencatat kehandalan konsep Islam. Karena Islam adalah konsep yang dibuat oleh Allah dan diajarkan langsung oleh utusan Allah, Muhammad. Berbagai excuse , adjustment dll tak lain diungkapkan karena hati mereka telah tertelan oleh iblis hingga kebenaran ( the truth ), kebaikan ( goodness ) , keadilan ( justice ) tak lagi sebagai landasan berpikir dan bertindak untuk menyelesaikan masalah…

Tuesday, November 11, 2008

Perkuat Barisan

Pada 6 November 2008 Obama telah menunjuk Rahm Israel Emanuel sebagai Kepala Staff Gedung Putih . Israel merupakan Pelobi ulung untuk kepentingan Israel.. Atas penunjukan ini , Jhon Boehner , Republican House Minority Leader mengatakan “ "Ini adalah sebuah ironis pilihan untuk presiden terpilih yang telah dijanjikan untuk mengubah Washington, membuat sipil dan politik lebih dari pemerintah pusat.". Juru bicara Komite Nasional Republik Alex Conant mengeluarkan pernyataan "Keputusan yang pertama diambil oleh Barack Obama sebagai president terpilih adalah mengingkari janjinya…'." . Tapi sikap Obama ini didukung penuh oleh Politisi Yahudi dan Zeonisme. Seperti ungkapan yang disampaikan oleh Senator Lindsay Graham, dari South Carolina “ "Ini merupakan pilihan bijak oleh presiden terpilih Obama. Dia Keras tapi adil - jujur, terbuka"

Dalam karirnya , pada Oktober 2002 Rahm Israel Emanuel pendukung keras dalam joint Congressional resolution untuk memberikan kekuasaan bagi George Bush untuk menyerang Irak. Dia juga sebagai pendiri dan the Co-Chair of the Congressional Serbian Caucus yang bertujuan menindas pemukiman Muslim diderah Balkan. Sikapnya terhadap Araba- Israel khususnya masalah Palestina selalu keras. Bahkan Rahm Israel Emanuel pernah dicatat sebagai sukarelawan perang Israel. Sikapnya pribadinya sangat temperamental dan sering menampilkan secara vulgar kebenciannya kepada siapapun yang menentang eksistensi Israel dan Zeonisme. Bahkan dia termasuk orang yang digaris depan memerangi sikap anti semit di AS.

Karirnya dibidang Investment banker tercatat sangat buruk. Pada tahun 1998 setelah meninggalkan posisi sebagai penasehat Clinton di Gedung Putih, dia bekerja di Dresdner Kleinwort ( satu lembaga vehicle Yahudi untuk raising fund ). Sampai dengan tahun 2000 tercatat dalam laporan Wassestein Parella , bahwa dia terlibat dalam 8 skandal transaksi yang bermasalah, termasuk diantaranya adalah pengambil alihan Commonwealth Edison dari Peco Energy, Pembelian GTCR Golder Rauner. Namun kasus itu tidak pernah dibawa kepengadilan. Justru Clinton mengangkatnya sebagai Dewan Direktur Federal Home Loan Mortgage Corporation ( Freddi Mac ) Dengan posisinya itu dia mendapatkan gaji sebesar USD 231.655 namun selama masa jabatannya dia terlibat skandal sumbangan kampanye Clinton dan penyimpangan Akuntasi. Akhirnya dia mengundurkan diri dan berkarir di Kongress.

Rahm Israel Emanual adalah sinyal negative bagi bangsa Palestina dengan dia ditunjuk sebagai orang terdekat Obama. Kedepan , sikap Obama tentu akan lebih buruk ketimbang Bush atau Clinton soal Penyelesaian Palestina. Tidak akan nampak sikap AS yang lebih objective , lebih realistis, lebih seimbang terhadap penyelesaian menyeluruh terhadap masalah Arab Israel. Umat Islam akan menghadapi kebijakan politik Washinton yang lebih buruk. Masalah komplik di Sudan, Pakistan, Afghanistan , Bosnia, Iran, Palestina, Irak, akan mempunyai warna tersendiri di Era Obama.

Kita sebagai umat islam menyadari bahwa kaum zeonism telah menempatkan corak perjuangan untuk menguasai dunia dalam bentuk lain. Warna kulit dan budaya telah menjadi bagian dari strategi mereka untuk mengaburkan existensi mereka. Pada akhirnya bukan lagi masalah perjuangan etnis atau ras, tapi lebih daripada itu adalah cara sekolompok orang untuk membuat lingkaran kekuasaan dimana saja untuk menjadi pengendali kekuatan : politik, ekonomi , dan Agama. Lewat kampanye yang didukung oleh imperium media massa , mereka mendengungkan tentang hal universal seperti perdamaian, kesetaraan, kebebasan , untuk menyulap pandangan public dan akhirnya menyesatkan.

Bagi umat Islam dimanapun berada keadaan ini harus disadari bahwa Israel dengan pahamnya Zeonis bukan lagi soal etnis yahudi tapi sudah ber metamorfosa menjadi kekuatan dari balik kegegelapan untuk menjadi penguasa tunggal dunia bagi semua etnis. Di jantung negara super power mereka bersemayam untuk menyesatkan peradaban umat manusia yang cinta damai. Dan Islam , disadari oleh mereka sebagai satu satunya agama yang mengenal betul sikap dan arah perjuangan mereka, yang harus dihancurkan…Umat Islam harus merapatkan barisan untuk melawan kekuatan dari balik kegegelapan ini. Caranya perkuat aqidah, perkuat iman, perbaiki Akhlak dan perbanyak pencerahan tentang keadilan, kebenaran, kebaikan untuk meninggikan kalimat Allah.

Saturday, November 01, 2008

Wanita

Satu peristiwa yang memilukan terjadi didepan saya. Ini kejadian belum lama ketika saya berada di suatu negara asing. Seorang ibu bersama anaknya yang berumur tidak lebih 4 tahun sedang duduk bersimpuh didepan tong sampah ditengah taman kota. Wanita itu menyuap makanan dari sekotak makanan bekas makan siang yang dibuang orang. Ini makanan sisa dan sudah bercampur dengan kotoran lain didalam tong sampah. Wanita itu menyuap makanan itu dan kemudian tak berapa lama , dia mengeluarkan makanan itu dari mulutnya untuk disuapkan kepada anaknya. Ini dilakukan dari mulut kemulut. Tahulah saya bahwa wanita ini hanya menggunakan mulutnya untuk mencuci makanan itu dari kotoran dan setelah bersih disuapkan keanaknya. Suatu pengorbanan yang sangat dahsyat ! makanan yang sudah didalam mulut dengan perut lapar dikeluarkan lagi hanya untuk menjaga sibuah hatinya tidak lapar. Sebuah pengorbanan untuk sebuah kehidupan!

Istilah takdir adalah sangat tepat untuk wanita yang tak bisa mengelak untuk terus berkorban. Dari tubuhnya yang lemah, didesign oleh Allah untuk menjadi protector all the time untuk sang anak ,sejak didalam kandungan hingga lahir kedunia. Air susu ibu yang dikeluarkan , kadar nutrisinya sama bagi semua ibu. Tak peduli apakah itu ibu dari bangsawan ataukah ibu dari gembel jalanan. Apabila si Ibu kurang gizi maka cadangan nutrisi yang tersimpan ditulang susumnya disedot untuk menghasilkan air susu yang sesuai standard. Makanya ibu yang melahirkan dan menyusui dalam keadaan kurang gizi akibat kemiskinan berwajah buram dan mudah terkena penyakit. Karena sebagian cadangan imun dan nutrisi didalam tubuhnya tersedot setiap hari demi menyusui bayinya. Lagi lagi ini adalah bentuk pengorban diri tak tertandingi !

Kemudian , awal pertama manusia didunia mengenal isyarat cinta adalah dari dekapan tulus si ibu ketika keluar dari rahimnya. Rasa sakit tak terbilang , tak membias sama sekali ketika anak dalam dekapannya. Seakan menyambut dengan tulus " Ibu ada bersamamu dan akan selalu bersamamu" Kekuatan bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai badai krisis dan bencana, dari satu rezim ke rezim berikutnya, adalah bersumber dari kekuatan para ibu. Ketika sang Ayah frustasi kehilangan pekerjaan, kehilangan jabatan , kehilangan harta, maka ibu akan selalu tampil digaris depan sebagai penyelamat keluarga dari kehancuran. Ibu akan melakukan apa saja , bahkan kadang kehormatannya dijual atau tergadaikan demi cintanya. Tidak ada konpensasi psikologis dari ibu kecuali untuk cintanya kepada seluruh anggota keluarga. Beda dengan sang ayah , yang mudah sekali "tergoda" ketika emosinya larut akibat kelebihan harta atau ketidak adaan harta.

Begitu tingginya kemuliaan cinta wanita ( ibu) makanya keadilan buat wanita dalam Islam sangat diperhatikan ." Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya." (QS Al-Baqarah : 228). Kelebihan itu adalah Qiwamah (pemeliharaan dan perlindungan). Hal ini merujuk pada perbedaan alami antara dua jenis kelamin yang mewajibkan jenis yang lebih lemah mendapatkan perlindungan. Hal ini tidak menyiratkan adanya superioritas atau kelebihan di mata hukum. Nanum peran kepemimpinan laki-laki dalam keluarganya tidak berarti seorang suami menjadi dictator atas isterinya. Islam menekankan pentingnya nasehat dan persetujaun bersama dalam diskusi keluarga. Al-Qur'an memberi kita contoh: "Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. " (QS Al-Baqarah : 233)

Di atas hak-hak dasar seorang isteri, ada hak yang ditekankan dalam Al-Qur'an dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah salallahu alaihi wasallam; perlakuan yang baik dan persahabatan. "Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS An-Nisa : 19). Juga keutamaan memelihara anak perempuan disebutkan dalam Hadith yang dirawikan oleh Aisyah r.a.”Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya, lalu berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.”

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam bersabda: "Yang paling baik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan saya adalah yang terbaik di antara kamu terhadap keluargaku." Dan "Mukmin terbaik adalah yang paling baik akhlaknya, dan yang paling baik di antara kamu adalah yang paling baik perlakuannya terhadap isterinya." (HR Ahmad no. 7396).. Bahkan dalam hadith juga disebutkan Barangsiapa ( pria) mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya syurga

Andai semua pria dimuka bumi ini menyadari akan kemuliaan derajat wanita dan keutamaan akhlak melindungi wanita maka tentu tidak akan ada ketidak adilan bagi wanita . Tidak akan ada wanita terjebak dibarak barak prostitusi untuk berjuang demi keluarga. Tidak akan ada TKW yang harus menggadaikan kehormatannya menjadi jongos dinegeri orang. Tidak akan ada para janda yang melata dipinggir jalan menjual diri. Tidak akan ada makhluk lemah phisik ini di exploitasi sebagai buruh tani, buruh perkebunan, buruh pabrik, penyapu jalan, pengemis. Tidak akan ada para ibu yang harus berjuang menghidupi anaknya karena suami pergi meninggalkannya. Tidak akan ada airmata di pengadilan perceraian. Seharusnya kehormatan kita sebagai pria dan bangsa adalah ketika kita menempatkan peran ibu pada tempat yang terhormat sesuai kondratnya. Bukankah dalam budaya kita , ibu adalah kedudukan yang sacral dan kita menyebut bangsa ini adalah Ibu Pertiwi sebagai perlambang sesuatu yang harus dibela sampai mati. Tapi kita lupa…

Saturday, October 18, 2008

Hak Politik

Menjelang pemilu partai sibuk loby sana loby sini. Tujuannya adalah menggalang kekuatan dalam bentuk koalisi. Melihat kondisi ini kita bertanya tanya , mengapa harus ada koalisi? Bukankah platform politik kita adalah presidential dan bukan parlementer. Artinya, kekuatan diparlement bukanlah lawan pemerintah yang berkuasa.Parlemen harus lepas dari kepentingan partai dan hanya bekerja untuk amanah yanga didapat dari rakyat sebagai pemilihnya. Tapi , ya sebuah reformasi telah membuat system politik menjadi abu abu. Anggota parlemen benar dipilih oleh rakyat namun tetap harus menghamba kepada Partai karena hak partai untuk merecall masih dipertahankan.

Itulah sebabnya, berbagai program pemerintah dari president terplih langsung oleh rakyat menjadi sulit diterapkan bila tak mendapat dukungan dari Parlemen. Padahal tujuan parlemen bukanlah melawan kekuatan pemerintah tapi sebagai mitra pemerintah. Kita tidak mengenal oposisi. Konsep politik kita berdasarkan UUD 45 adalah gotong royong dan mencari kesepakatan berdasarkan musyawarah. Dan lagi lagi konsep ini sudah lama dibuang ke tong sampah. Yang ada adalah budaya voting. Yang terbanyak yang menang. Maka jadilah setiap pembahasan UU untuk kepentingan rakyat sebagai cara untuk mendapatkan uang. Pasal Pasal dalam RUU diperdagangkan atau menjadi bargain position untuk kepentingan golongan.

Dalam tesisnya , tentang, “Presidentialism, Multipartism, and Democracy: The Difficult Combination”, Comparative Political Studies, Scott Mainwaring telah memperingatkan bahwa sistem presi­densial yang diterapkan dalam kontrsuksi multi partai, akan melahirkan ketidakstabilan peme­rintahan dan menghasilkan presiden minoritas dan pemerintah yang terbelah. Hal ini terbukti sudah dalam system politik kita. Tapi para elite sibuk mencoba mengatisipasi kelemahan dari multipartai itu. Caranya dikeluarkan aturan tentang ambang perolehan suara di pemilu (electoral threshold) dan penerapan ambang batas perolehan kursi di parlemen (parliamentary threshold) melalui pembagian daerah pemilihan (Dapil). Ini akan mendorong terciptanya secara alamiah system multipartai yang sederhana.

Hanya masalahnya proses menuju multipartai yang sederhana itu memakan waktu lama dan biaya yang mahal. Padahal ujungnya sudah diketahui akan menimbulkan masalah bagi kekuatan politik nasional. Lantas mengapa tetap juga dijalankan?. Yang pasti, Pemilu yang akan datang tetap akan menhasilkan dua kamar kekuasaan yang saling berseteru. Walau koalisi terbentuk di parlemen untuk mendukung president maka mindset politik yang berkata “ tidak ada teman sejati, yang ada hanyalah kepentingan “maka sehebat apapun koalisi dibangun, satu saat dia akan rontok dimakan politik kepentingan. Inilah yang membuat kekuatan unity bangsa ini sangat renta dipecah belah dan akibatnya lemah sebagai bangsa yang besar untuk menjawab masalah besar yang terus berkembang dari tahun ketahun.

Kita tidak mengatakan system demokrasi ala Orde Baru lebih baik untuk menopang persatuan atau lebih buruk karena terkesan dictator atau centralistic. Juga kita tidak bisa mengatakan sytem politik ala barat dan AS lebih baik. Dan system kita sekarang sudah final. Tidak.! Apapun system yang dibangun selagi hak politik rakyat tidak menyatu dalam nafas kekuatan politik formal di parlement atau dipemerintahan maka jangan berharap potensi 200 juta lebih rakyat akan menjadi symbol kebesaran bangsa kita. Selama aspirasi koloktive rakyat tidak terbangun maka konspirasi kepentingan golongan akan terus terjadi, dalam system apapun.

Terbangunnya aspirasi koloctive hanya mungkin bila dilakukan melalui pendekatan budaya local dengan menempatkan agama sebagai tulang punggung untuk mencerahkan rakyat tentang hak haknya dibidang politik, budaya, ekonomi maupun social. Dari sinilah akan lahir kepemimpinan yang berakar dengan komunitasnya. Apapun system politik yang diterapkan , dia akan hidup dan terlindungi karena dia dalam rahmat Allah, yang pantas melegitimasi dirinya sebagai “suara rakyat adalah suara tuhan.”

Friday, October 17, 2008

"Rating"

Rating adalah peringkat untuk menentukan kelas. Dalam dunia keuangan , kelas ditentukan oleh lembaga rating. Lembaga ini punya Standard Operating Procedure untuk menentukan rating suatu surat berharga pasar uang maupun pasar modal dan saham. Semakin tinggi reputasi suatu lembaga Rating semakin dipercaya rating yang dipublikasikan. Seperti dijepang ada , Rating & Investment (R&I), Japan Credit Rating Agency (JCRA),di AS ada A.M. Best , Dun & Bradstreet, Fitch Ratings, Moody's, Standard & Poors, di Autralia ada Baycorp Advantage. Di Kanada ada Dominion Bond Ratin Service dan di Indonesia ada lembaga Pemeringkat Efek.

Kemudian istilah Rating ini juga dipakai dalam berbagai kehidupan social. Berbagai Lembaga Rating dibentuk yang berkaitan dengan Pendidikan, LSM, Acara Telivisi dan sampai kapada Homepage didunia internet. Dibidang pendidikan, lembaga rating menjadi acuan mahasiswa atau pelajar untuk memilih universitas atau sekolah yang mereka inginkan. Begitu juga dengan Acara televise, rating sangat berpengaruh bagi pemasang iklan untuk membeli jam tayangnnya. Dunia internet juga, rating akan mempengaruhi jumlah pemasang iklan. Bahkan lembaga LSM akan mudah mendapatkan simpati dan bantuan dari masyarakat apabila ratingnya tinggi.

Dalam bentuk lain, Rating juga hadir dalam bentuk publikasi dari media massa yang berbobot. Seperti di AS Majalah Forbes , Fortune , Majalah SWA di Indonesia dan Koran Kompas. Media Massa walau bukan sebagai lembaga rating resmi namun publikasi yang disampaikannya telah menjadi sebuah pengakuan dan dipercaya oleh public sebagai rating. Bahkan media massa bersama lembaga polling ikut memberikan rating bagi kandidat president untuk dipercaya oleh public. Jadi, tidak ada lagi ruang social ,ekonomi dan budaya yang dapat menghindar dari rating.

Lembaga Rating bukanlah Government Body. Ini adalah lembaga swadaya masyarakat yang dikelola oleh para intelektual disegala bidang. Idealisme tentang lembaga pemantau untuk lahirnya objectivitas agar public tidak diperdaya oleh mekanisme pasar adalah tepat untuk kehadiran rating. Disamping tentunya agar system pasar bekerja secara efisent dan efektif. Namun perjalanan waktu, kepercayaan yang begitu tinggi terhadap keberadaan lembaga rating ini telah mengakibatkan lembaga rating sebagai lembaga business oriented. Maka konspirasi antara yang mendapatkan berkah dari rating dan pemberi rating terjadi dengan apik. Publikpun ditipu . Batas moral tentang kebenaran dan kebaikan terdeviasi.

Sebuah kenyataan yang meneyedihkan adalah lembaga rating telah merendahkan legitimasi negara dihadapan public.Berbagai surat hutang negara ditentukan kepercayaannya dari lembaga rating ini. Juga telah merendahkan lembaga agama dan budaya, terbukti jauh dari rating. Lembaga rating sudah tidak lagi seratus persen melihat data fundamental. Rating diangkat dari symbol symbol materialistis. Negara yang banyak berproduksi dan berkosumsi ratingnya tinggi. Perusahaan yang banyak beriklan , ratingnya tinggi. Sekolah atau kampus yang megah, ratingnya tinggil. Tayangan TV tak bermutu , ratingnya tinggi. LSM yang rajin mengadakan jumpa pers , ratingnya tinggi. Calon president yang rajin pasang iklan , ratingnya tinggi. Semua karena rating, orang melakukan apa saja untuk mendapatkan kepercayaan dari public dan mendulang untung dari itu.

Kini, sebuah fakta terungkap dengan jelas. Lembaga Rating tidak lebih hanyalah penipu ulung. Berbagai rating berkatagori tinggi seperti AAA, AA, A, BBB yang dikeluarkan atas surat berharga , hancur karena gagal bayar. Saham ber rating "blue chip" dengan harga berlipat akhirnya terjun bebas.. LSM , yang ratingnya tinggi ternyata tidak lebih hidup dari pesanan pengusaha dan penguasa. Kampus dan sekolah yang ratingnya tinggi ternyata hanya menghasilkan gerombolan penipu di bursa dan pemerintahan. Televisi yang ratingnya tinggi ternyata hanya menghasilan acara sampah. Perusahaan yang ratingnya tinggi ternyata tempat bercokolnya orang orang penipu. Calon president yang ratingnya tinggi ternyata tidak lebih pengekor dan bukan pembaharu.

Pada akhirnya kita disadarkan bahwa krisis terjadi akibat sebuah system yang memang dari awal sudah salah. Karena semua pada akhirnya adalah kepentingan pasar yang bebas direkayasa untuk menipu. Dan kita semua tertipu dengan "rating" dan menjadi korban tanpa kita pernah menyadari itu semua, dengan terbukti kita lebih suka dengan semua yang bermerek terkenal dan tinggal ditempat high class agar rating social kita tinggi.

Tuesday, October 14, 2008

Kebodohan ?

Kebodohan itu sumber penyakit hati dan sumber segala kejahatan. Puncaknya adalah penderitaan ,keresahan ,kehinaan didunia dan akhirat. Allah mengingatkan dalam firmannya tentang orang yang hina dan bodoh karena lari dari kebenaran agama, dalam Alquran Surat Al- Furqon 44 “Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar dan memahami ?. Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak bahkan lebih sesat jalannya. “ Dan perumpamaan tentang binatang merupakan hilangnya interlektualitas dan moral , yang tentu lebih hina dari binatang. “Sesungguhnya (makhluk) yang paling jelek di sisi Allah adalah orang yang bisu dan tuli yang tidak mau mengerti apapun (tidak mau mendengar dan memahami kebenaran).” ( QS- Al-Anfal : 22).
***
Apakah kebodohan itu hanya dimiliki oleh orang yang tak pernah masuk perguruan tinggi ? Ini kalau diajukan pertanyaan secara ilmiah maka yang berlaku ada aksioma bahwa orang bodoh karena tidak ada pendidikan. Jawaban ini sekarang menjadi tidak lagi relevan kita lulusan terbaik universitas di AS menjadi penganguran akibat perusahaan tempatnya bernaung koleps. Ini menjadi tidak lagi relevan ketika ekonom Barclay membuat ekonomi Indonesia bangkrut ditahun 1998. Ini menjadi tidak relevan bila rezim reformasi sebagai koreksi rezim orde baru limbung? Sebuah relevansi akibat kebodohan memang tidak pernah dibahas.Yang ada hanyalah excuses bahwa itu adalah hukum dari sebuah kemungkinan.

Dari berbagai asumsi yang direkayasa , para pemodal menemukan pola bermain untuk mendulang untung dari sekelompok "orang bodoh"; Para akuntan lulusan terbaik universitas berkeja untuk membuat simulasi keuangan corporate agar manarik untuk dibeli sahamnya dengan harga berapapun. Financial analysis officer bekerja dengan kehandalannya merangkai index economic growth untuk memastikan masa depan obligasi dan saham akan naik. Para lawyer bekerja dengan gigihnya merangkai settlement dari satu regulasi keregulasi lainnya agar semua follow by rule. Para banker sibuk menyiapkan berbagai product untuk mendukung asumsi. Dan terakhir negara menyaksikan semua itu dengan diam sambil tersenyum “ system berjalan dengan baik”begitu katannya. Padahal sebuah konspirasi terbentuk antara yang mengawas dan diawasi. Sehingga pasar bergerak liar seakan tanpa kendali.

Waktu berlalu dan memenggal hari. Keadaan yang direkayasa dari sekelompok orang katanya pintar itu memang berhak menndapatkan acungan jempol. Harga saham melambung, indek naik, Para akuntan, lawyer, perbankan, financial analysis mendapatkan berkah dari situasi penuh rekayasa. Pemerintahpun boleh berbangga bahwa asumsi yang dibuat terbukti sudah. Rasio ekonomi yang diwakili oleh index saham dan arus modal , rendahnya NPL dan tingginya CAR adalah bukti bahwa fundamental ekonomi kuat. Rating penguasa naik seiring naiknya ratio tersebut. Rakyat miskin terpesona kebingungan karena harga bergerak cepat meninggalkan income buruh dan petani. "Orang bodoh " berhati batu dan semakin asik terlibat menanggapinya dengan positip. Bahkan ikut terlibat dalam permainan rekayasa itu. Disinilah kebodohan terjadi secara multiflier effect. Berputar di midle class. Mengapa ? apa yang bisa diperbuat dengan asumsi bila sesuai “pesanan ?

Pesanan siapa ? Tentu dari akumulator modal ,yang memang bertujuan menjadikan “let money working for us “ sebagai cara membuat orang semakin kaya tanpa kerja keras dengan menggunakan uangnya di pasar modal dan uang. Konsep ini dibangun menjadi trend baru di era millennium. Sudah jelas visinya. Bahwa tidak ada pabrik dan pertanian harus dibangun untuk mendapatkan yield. Tidak ada. Yang ada hanyalah memancing emosi untuk terlibat dalam bsinis ilusi. Sama seperti ungkapan salah satu fund manager yang menjadi korban PHK” Andai tidak ada penguasa yang korup. Andai tidak ada pengusaha yang malas berinvestasi real. Andai tidak ada sikap follower terhadap devisa dollar. Andai tidak ada greedy dan individulisme maka tidak akan ada banjir likuidias dipasar. Tidak akan ada rekayasa financial anylisis dan financial product. Semua terjadi karena semua percaya dari sebuah illusi bahwa
let the money working for you.

Kini sebuah system kebebasan pasar yang penuh illusi menjadi makian. Para follower menjadi pecundang. Negara, Lembaga , Individu , semua yang dimanjakan oleh asumsi indah penuh illusi terjerembab. Sementara pemain modal dan akumulator modal, sebelum krisis terjadi, sudah lebih dulu berkemas dan membungkus diri dalam rekening off balance sheet. Mereka menanti untuk kembali beraksi bila semua sudah reda oleh kekuatan loyalis intelektual yang ada di parlemen dan dipemerintahan. Ada banyak pengamat ekonom loyalis dan hidup dari pesanan pemodal untuk terus meniupkan perlunya intevensi negara mengatasi krisis ini. Juga tak ketinggalan para lembaga Multilateral dibidang keuangan ikut meniupkan intervensi negara untuk kembali berhutang mengatasi krisis.

Kini tidak ada lagi hiruk pikuk tawa dan canda di financial club mewah dari para eksekutif muda dan komunitas middle class yang manja. Yang ada hanyalah menanti uluran tangan pemerintah untuk melindungi mereka dari kehancuran. Dan untuk itu kembali anggaran untuk pembangunan rakyat miskin harus dikorban lewat buy back saham yang anjlok, menggunakan dana APBN untuk mengamankan likuiditas perbankan dll.. Agar kelangsungan rezim ilusi ini tetap berjalan dalam bentuk dan cara lain. Satu fakta bahwa kebodohan yang bisa dijual dan menghasilkan yield adalah bila itu kebodohan para lulusan universitas.Walau untuk itu semakin mengikis empati kepada mereka yang miskin ilmu dan harta.

Thursday, October 09, 2008

Idiologi negara ?

Didunia kini ada tiga idiologi negara yaitu kapitalisme , Sosialisme dan Islam. Dari ketiga idiologi yang mempunyai formula yang jelas dan disepakati oleh komunitasnya adalah Kapitalisme dan Sosialisme. Sementara Islam sebagai idiologi negara masih menjadi silang sengketa diantara komunitasnya. Memang Islam membutuhkan kekuasaan yang bernama negara tapi bukan berarti menjadi negara islam ? Imam Al Ghazali dalam kitabnya Al Iqtishad fil I'tiqad berkata : ?Karena itu, dikatakanlah bahwa agama dan kekuasaan adalah dua saudara kembar. Dikatakan pula bahwa agama adalah pondasi (asas) dan kekuasaan adalah penjaganya. Segala sesuatu yang tidak berpondasi niscaya akan roboh dan segala sesuatu yang yang tidak berpenjaga niscaya akan hilang lenyap.?

Konsep negara dan system pemerintahan Islam sendiri memang tidak pernah ada secara kelembagaan. Ketika Nabi wafat, para sahabat sibuk untuk menentukan siapa pengganti Nabi sebagai pemimpin. Karena memang Rasul tidak pernah menentukan system suksesi sebagai model pemerintahan dan kekuasaan. Hanya ada pesan khusus bahwa apabila terjadi silang sengketa maka umat sepeninggalnya harus kembali kepada AL Quran dan Hadith. Namun dalam perjalanannya, justru itu menjadi silang sengketa tak berujung karena menyangkut pemahaman (tafsir ) yang berbeda. Islam apabila sudah dibawa dalam satu kelembagaan seperti Partai, Negara maka dia akan menjadi lembaga birokrasi sama seperti kelembagaan dalam sosialisme dan kapitalisme. Yang ada hanyalah politik kepentingan golongan yang berkuasa.

Para pejuang Islam kebanyakan terjebak dengan cara berpikir kelembagaan dan bukan ruh Islam sebagai rahmatan lilalamin. Akibatnya akan disikapi oleh musuh islam secara kelembagaan juga. Maka yang mengemuka adalah perasangka negative satu sama lain dan akibatnya menjauhkan eksistensi islam sendiri sebagai agama yang damai dan pemberi solusi menyeluruh terhadap segala aspek kehidupan manusia. Sejak berakhirnya Kehalifahan para sahabat Nabi, memang terjadi pergeseran memaknai cara berjuang meninggikan kalimat Allah itu. Islam menjadi cara untuk berkuasa dan menguasai. Kekuasaan dibangun dan akhirnya menimbulkan fitnah dan kemunafikan. Akhirnya jatuh dengan sendirinya dan menjadi catatan mengharukan sampai kini.

Sebagaimana system sosialisme yang tak pernah hentinya dikoreksi dalam perjalanan sejarahnya.Begitupula dengan system Kapitalisme. Karena kedua system ini semakin hari semakin menunjukan bukti kegagalan mencapai tujuan idealnya. Harusnya pada moment inilah pejuang islam tampil untuk mencerahkan. Tidak semua sosialisme itu buruk dan tidak pula semua kapitalisme itu jelek dan suka tidak suka keduanya hadir karena akal pemberian Allah. Tentu ada hikmah terjadinya pemahaman ini. Keduanya hanya dibutuhkan koreksi dan Islam harus tampil melakukan koreksi ini secara substantial akidah dan syariat yang ditetapkan oleh Al Quran dan hadith dan bukan justru menciptakan blok Idiologi baru yang bernama Negara Islam.

Idioliogi negara adalah cara bersiasat untuk mengurus dunia. Sama seperti pejuang mujahid dimedan tempur melawan kelompok murtad dan penguasa zalim, yang membutuhkan siasat menjadi pemenang. Soal siasat ini Nabi sendiri mengungkapkan “ soal urusan dunia kamu lebih tahu “. Namun sehebat apapun siasat perang itu maka harus tunduk kepada etika Islam. Yaitu jangan membunuh orang lemah, anak anak, wanita wanita dan jangan merusak tanaman serta tempat ibadah umat walau berbeda agama. Inilah keindahan ruh Islam yang diajarkan oleh Rasul. Semua dijabarkan secara detail dari hal terkecil cara menyuap makanan sampai soal urusan besar menyangkut negara dan melawan kezoliman.

Jadi, bagi kapitalisme dan sosialisme tidak akan kehilangan symbolnya bila kedua idiologi ini menempatkan ruh ajaran Islam sebagai dasar untuk mereformasi dirinya. Samahalnya dengan Idiologi negara kita.Pancasila tidak akan kehilangan symbol sebagai idiologi selagi dasar berpijaknya adalah Syariat Islam. Namun ternyata dalam perjalanannya Pancasila lebih memilih Sosialis ( Era Soekarno ) dan kemudian kapitalis ( Era Soeharto dan sampai sekarang ) sebagai landasannya. Sementara Islam dicurigai oleh penguasa. Muhamad Natsir pernah berkata dalam debat di konstituante tahun 1957 :''Kita berkeyakinan yang tak kunjung kering, di atas tanah dan dalam iklim Islamiyah Pancasila akan hidup subur. “ Artinya tidak ada satu silapun yang bertentangan dengan ajaran Islam. Namun yang pasti Pancasila bukanlah Islam. Karenanya perlunya dasar negara bersyariat menggunakan ajaran Islam dan tidak penting model pemerintahan dalam bentuk apapun, apakah Republik atau Monarkhi.

Natsir hanya menginginkan dasar negara adalah syariat Islam sebagaimana yang tertuang dalam piagam Jakarta, tanpa menghilangkan keberadaan Pancasila sebagai cara bersiasat mengurus negara. Itu samahalnya dengan idiologi kapitalisme dan sosialisme yang tak digugat sepanjang menerima Islam sebagai syariat dalam menegakkan aturan dalam menjalankan kekuasaan negara. Selagi paham sosialis, kapitalis dan Pancasila mengabaikan syariat Islam maka selama itupula the truth, goodness, justice menjadi subjective. Dan dunia akan selalu dalam ketidak seimbangan dan masyarakat terjebak dengan kelelahan akalnya untuk mencapai kemakmuran dan kedamainan dimuka bumi.

Islam menginginkan agama sebagai jalan hidup dan bukan sebagai lembaga. Islam tidak berjalan diatas symbol symbol kasat mata. Islam ada dihati umat dan teraktual dalam interaksinya dengan alam dan lingkungannya. Karena itupula , Islam tidak akan bertentangan dengan idiologi apapun sepanjang mengedepankan kebenaran absolute ( The truth) , kebaikan sejati ( goodness ) dan keadilan ( Justice). Hanya masalahnya kebenaran sejati ,kebaikan, dan keadilan itu bukanlah hal yang mudah hingga dapat diurai oleh tesis secular (Kapitalis dan sosialis ) yang hanya bertumpu pada akal. Ini membutuhkan pemahaman ( Keimanan dan ketakwaan ) yang dalam tentang alam ruh dan hakikat manusia tercipta. Karenanya yang menjalankannya haruslah pula orang yang memahami Islam secara utuh dan teruji keimanan dan ketakwaannya.

Yang pasti andaikan semua orang didunia ini menentang Islam dan murtad, kekuasaan Allah tidak akan berkurang. Dan tidak ada satupun manusia didunia ini (termasuk Rasul ) yang bisa memaksakan hidayah kepada hati manusia kecuali Allah. Tugas umat islam adalah teruslah berjihad meninggikan kalimat Allah sebagai syiar untuk tegaknya Islam disemua aspek kehidupan..

Wallahualam

Tuesday, October 07, 2008

Moral dan spiritual

“ We are now facing more than just a financial mess; almost every other major institution is under threat. The political system is adrift; public schools are failing; the borders are porous; the intelligence agencies are dysfunctional; the inner cities are infested with drugs and gangs; the family is broken; and millions are fleeing their churches. In most of our institutions there is poor leadership. A survey by Harvard's Center for Public Leadership revealed 77 percent of Americans believe the country faces a leadership crisis; this is prevalent across 12 different institutions and leadership groupings. In the survey, Congress, the executive branch, the business community and the media ranked in the lower echelons. Democratic capitalism is based on widespread social trust - especially, trust in leaders. Without this confidence, the whole system threatens to unravel. The solution is not more government regulation; it is moral and spiritual renewal. “ ini adalah komentar dari Jeffrey T. Kuhner is a columnist at The Washington Times sehubungan dengan adanya credit crisis dan dilanjutkan dengan bail out oleh pemerintah sebesar USD 700 billion.

Ungkapan tersebut diatas ingin menyadarkan public AS bahwa krisis terjadi harus disikapi secara fundamental terhadap akar masalah. Dana talangan tidak akan menjamin perbaikan ekonomi AS. Ini hanya mengobati rasa sakit tapi tidak menghilangkan sumber penyakit. Biang penyakit sebenarnya adalah ada pada kemorosotan moral para pemimpin AS. The solution is not more government regulation; it is moral and spiritual renewal. Saya terhenyak membaca komentar oleh kolumnis yang disegani di AS ini. Padahal sebelumnya para pemimpin AS begitu bangganya mengeksport paham kapitalisme dan demokrasi kepada seluruh dunia. Mereka memaksakan agenda demokrasi dan kapitalisme , neo liberal disemua sector tapi mereka lupa satu hal bahwa apapun ideology haruslah didukung oleh kepercayaan public terhadap pemimpinnya. Dan itu hanya mungkin bila pemimpinnya mempunyai moral spiritual yang tinggi.

Di AS para politisi berusaha menghilangkan ruang agama dalam setiap pembahasan regulasi. Kampanye hidup bebas dan individualisme telah membuat banyak gereja kosong dan bahkan ada yang dilelang. Namun , Islam tumbuh dan berkembang secara significant di AS. Kedatangan Islam di AS menjawab semua kebutuhan spiritual masyarakat AS yang mulai gamang dengan masa depannya. Lambat tapi pasti, Islam mulai menjadi agama yang diperhitungkan. Keagungan peradaban Islam tempo dulu ,kini mulai diulas oleh berbagai seminar. Spiritual Islam dan kehebatan sejarah peradaban islam , banyak digunakan oleh perusahaan Raksasa AS sebagai cara memotivasi karyawan untuk tumbuh dan berkembang ditengah arus globalisasi. Mereka sadar globalisasi bukan seperti yang kuat memakan yang lemah tapi globalisasi seperti ketika Islam menguasai dunia, dimana kemakmuran dan keadilan , perdamaian mewarnai seluruh pelosok bumi.

Sementara itu, kalangan politisi AS terus meniupkan kebencian terhadap pengaruh Islam diseluruh dunia. Bahkan negara yang mendukung kekuatan gerakan islam akan menuai kesulitan untuk memperoleh dukungan pendanaan dari lembaga multilateral. Ulah AS terhadap Afghanistan, Pakistan, Irak , Sudan adalah bukti betapa rendahnya moral politikus AS dan selama ini hanya ditonton saja oleh public AS. Namun , dengan kejatuhan wallstreet dan mega scandal dibidang keuangan, maka public AS baru sadar bahwa musuh mereka sebenarnya bukanlah Islam tapi diri mereka sendiri. Dan islam selama ini berjuang tidak lebih hanya untuk mengingatkan umat manusia agar kembali kepada hakikat diciptakan oleh Allah bahwa manusia itu harus menegakan kebajikan dengan menjujung tinggi the truth, goodness dan justice. Dan itulah moral sebenarnya yang membuat semua fondasi social kokoh sepanjang masa.

Tapi akankah ini dapat dipahami oleh para politikus AS ? Keliatannya masih jauh sebagaimana ungkapan dari Jeffrey T. Kuhner “Don't expect to hear any of this from Sen. Barack Obama or Sen. John McCain. They are our leaders, after all. “Sangat menyedihkan dan keliatannya krisis ini tidak disikapi sebagai peringatan Allah. Mereka masih meremehkan situasi…Bagaimana dengan kita ?

Friday, October 03, 2008

Perang tiada akhir

Baik dan buruk selalu bersanding dalam kehidupan ini. Inilah fitrah manusia. Melawan keburukan adalah perang tidak akhir. Nafsu yang bersemayam dalam diri kita menjadi pelengkap dari kehadiran nurani ( Basirah ). Setan menjadi pelengkap dari kehadiran malaikat yang suci. Dalam keseharian kita berjalan diatas titian yang teramat tipis. Kabaikan dan keburukan terlalu tipis jaraknya. Bagaikan rambut dibelah tujuh. Sehingga begitu banyak orang beriman dan berilmu tergelincir kepada syrik dan jatuh kelembah maksiat. Itulah sebabnya Rasul berkata agar perangilah musuh sesungguhnya. Dan itu ada pada diri kita sendiri.

Setan dan Nafsu tercipta sebagai takdir yang melengkapi perjalanan hidup kita. Nafsu, yang senantiasa mengajak kepada keburukan ( QS Yusuf (12): 53), sementara setan , piawai meyesatkan manusia ( QS Al A’raf (7) : 16-17) sehingga menjadi musuh abadi anak manusia sepanjang masa. ( QS Yusuf (12):5). Hebatnya diantara keduanya mempunyai cara berbeda untuk menjerumuskan manusia. Nafsu , keinginan tanpa batas dan tanpa kompromi. Ia diibaratkan seperti anak kecil dan tidak rasional. Dan setan mempunyai cara tersendiri untuk menyesatkan. Strategi setan penuh tipu daya. Terkesan berkompromi dan universal namun menyeret kepada kufur dan syirik. Tentu strategi itu tergantung dari tingkat keimanan manusia ( QS Al Naas (114):4-5).

Diantara strategi Setan adalah pertama , selalu membisikan bahaya kemiskinan. Akibatnya manusia menjadi kikir dan rakus tanpa empati ( QS- AL Baqarah (2): 68). Kedua, membisikan rasa tidak aman sehingga menimbulkan permusuhan dan kebencian terhadap orang lain ( AL Maidah (5) : 91). Tidak ada teman sejati , juga tidak ada musuh abadi. Yang ada hanyalah kepentingan. Tidak ada ketulusan. Ketiga , Meniupkan imaginasi atau angan angan kosong. ( QS AL Nisa (4): 120). Sehingga manusia malas bekerja keras dan beramal soleh karena terbuai oleh hayalan.

Dengan hal tersebut diatas, maka disadari bahwa manusia senantiasa dihadapkan pada pilihan baik dan buruk. Itu sebabnya manusia disebut sebagai mahkluk moral. Sebagai makhluk moral manusia tidak hanya dapat berpihak pada kebenaran, tetap juga dapat terjerumus pada keburukan dan kejahatan, Firman Allah SWT “ Allah Swt, mengilhamkan kepada jiwa manusia kefasikan dan ketakwaan ( QS- AL Syams (91): 8). Makanya Ibadah puasa yang baru saja kita lewati adalah sarana Training Center ( TC) a gar orang beriman mampu mengalahkan godaan nafsu dan saitan. Pemenang sejati dalam kehidupan ini adalah yang mampu mengalahkan nafsu dan saitan. Caranya sudah Allah ajarkan dengan menjadi orang bertak lewat ritual Puasa.

Namun puncak dari ketakwaan adalah sikap tawadhu dan sadar akan fitrah kita yang tak bisa mengabaikan hubungan antar manusia. Ketika usai ramadhan, para manusia yang sukses melewati sytem pelatihan melawan kekuatan nafsu dan saitan, kembali kepada fitrahnya untuk menerima kenyataan sebagai mahluk moral. Dan karenanya "Minal aidin wal faizin terungkap indah diantara mereka untuk saling bermaafan sebagia ujud cinta dan kasih sayang. Bukankah hakikat Islam adalah cinta dan kasih sayang sesama mahluk ciptaan Allah. Sifat kasih sayang ini tidak lain adalah sikaf persaudaraan, saling memaafkan, saling mendukung untuk kebaikan dan penuh kasih dalam kesabaran. Itu hanya mungkin apabila manusia mampu menjadi pemenang terhadap musuh sejatinya : Nafsu dan Saitan.

Taqabbal Allahu minnaa wa minkum

Saturday, September 27, 2008

Menuju kehancuran system

’Ekonomi kita sekarang dalam bahaya” Demikian Bush berbicara didepan televisi. Tentu tujuannya agar menekan Kongress untuk secepatnya menyetujui pencairan dana talangan sebesar USD 700 Miliar. Dalam proposal pemeritah AS kepada kongress akan mengabil alih surat hutang lembaga keuangan yang terancam macet akibat kredit property dan ditukar dengan obligasi pemerintah AS. Dengan demikian resiko kredit ada ditangan pemerintah untuk dikelola. Sementara lembaga keuangan terhindar dari kerugian dan bahkan mendapatkan kepastian bunga obligasi tersebut. Dengan cara ini komitmen bank terhadap deposan tetap terjaga dan tingkat kepercayaan bank akan kembali bangkit. Cara ini percis sama dengan Indonesia ketika dibentuk BPPN untuk mengabil alih NPL bank yang ditukar dengan Obligasi rekap. Namun proposal ini masih menunggu keputusan dari Kongress AS

Masalah tersebut diatas tidak akan menyelesaikan masalah.Karena sifatnya adalah situasional. Ini hanya membela kepentingan pemodal dan menyuburkan atitude berinvestasi disektor financial. Padahal inti persoalan ekonomi AS adalah lemahnya dukungan sektor riel serta tingginya konsumsi tanpa diikuti oleh tingkat tabungan masyarakat serta gelombang investasi financial instrument yang di dominasi asing begitu tingginya. Inilah prinsip dari kapitalisme yang selalu membela kepentingan pemodal, tidak peduli itu berasal dari asing atau lokal. Akibatnya ketika masalah mengancam eksitensi dan legitimasi negara melindungi rakyat maka kembali kebijakan dibuat untuk membela kepentingan pemodal. Asumsi yang dibuat adalah apabila pemodal percaya maka kesempatan berhutang akan semakin besar untuk menutupi depisit. Sementara rakyat harus menanggung kebijakan ini lewat pajak dan inflasi.

Sementara negara negara dibawah sytem sosialis yang tingkat produktifitas sektor realnya tinggi seperti China, India, dalam posisi teracam karena krisis financial AS akan menurunkan tingkat konsumsi AS. Tentu ini akan berakibat luas terhadap export negara tersebut ke AS dan menurunnya nilai asset US dollar yang mereka pegang sebagai cadangan devisanya. Akhirnya mengancam pertumbuhan ekonomi . Ini menjadi sangat serius. Karena dapat mengancam perekonomian global, khususnya china.Banyak hal dapat terjadi dalam situasi ini. Bayangan ancaman pengangguran akibat melemahnya pertumbuhan ekonomi sudah didepan mata.

Dari masalah tersebut diatas kita melihat dua hal akibat krisis ini . Pertama, AS yang teracam krisis sektor financial akibat system kapitalis yang gemar memupuk asset dan berkonsumsi. Kedua, China dan India yang gemar berproduksi namun terancam melemahnya daya serap pasar utama ( AS) untuk memupuk devisa. Maka kita dapat melihat suatu kenyataan yang ada sekarang bahwa kapitalis dan sosialis saling melengkapi namun tetap saja menzolimi.Siapa yang dizolimi ? ya rakyat. Negara dalam system kapitalis menyelesaikan masalah dengan berhutang dan membebankannya kepada rakyat melalui pajak . Negara sosialis menyelesaikan masalah dengan memacu produksi dan menekan upah buruh untuk mengumpulkan devisa membeli surat hutang AS.

Sejak kejayaan khilafah Islam tumbang dan berjayanya ekonomi sekuler, kini kita menyaksikan fakta bahwa system sosialis dan kapitalis gagal sebagai konsep menciptakan kemakmuran. Padahal cara ideal itu sudah diatur dalam islam dan terbukti mampu bertahan selama hampir 13 abad menciptakan stabilitas dunia disemua sektor. Namun untuk membuat orang sadar akan syariat islam maka kedua system ini harus hancur dulu secara systematis. Sekarang ini proses kehancuran itu sedang berlangsung. Bagi Indonesia tahun depan adalah tahun tersuram karena negara kita gagal menjadi sosialis maupun kapitalis kecuali pengekor buta dan melempar jauh konsep syariat islam , tentu akan lebih cepat hancur…

Semoga krisis ini dapat menyadarkan kita untuk menerapkan system pembangunan ekonomi yang dekat kepada syariat Islam, yaitu koperasi. Sebuah system yang bisa disebut neososialisme untuk terbentuknya keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Inilah yang harus dipertimbangkan sebagai solusi menyeluruh , apalagi ditengah kegagalan system kapitalis dan sosialis..

Wednesday, September 17, 2008

Masyarakat Resiko

Bangsa AS memang menggunakan masa depan sebagai permainan angka angka dan asumsi. Hebatnya asumsi mengabaikan masa depan itu sendiri dengan lahirnya produk imajiner bernama future option. Ada resiko dan begitulah bahwa tidak ada kapitalis tanpa resiko. Hari ini bukan masa lalu dan who care about the future selagi modal dapat mengalir bebas menangkap apapun peluang didepan. System dibangun untuk terbentuknya great canal bagi arus modal. Ada yang menjamin , ada yang menilai, ada yang memasarkan dan juga ada mengatur lalu lintas itu , tapi tidak ada pengendali kebebasan modal. Dari semua itu pertumbuhan ekonomi terangkat dan daya beli meningkat , pasarpun semakin rakus melahap semua produk import. Produktifitas tak penting lagi karena liquiditas selalu tersedia untuk berhutang dan berkonsumsi. Maka who care about the future ?

AS percaya kehebatan kendali system moneter mereka yang no risk. Percaya dengan kekuatan kendali system pertahanan security dalam negeri. Dipusat kepongahan patung liberty, keamanan menjadi ilusi ketika gedung kembar WTC New York rubuh olek aksi teror. Dipusat jantung system kapitalis , Wall street pun tersungkur dilanda crisis credit. Lantas dimanakah kendali yang dibanggakan itu. Jawabnya tidak ada! Karena setiap kendali dalam system kapitalis kehilangan nyali dihadapan modal, dan bahkan banci bersikap. Keperkasaan AS sebagai pengendali kekuatan dunia tidak berlaku didalam negeri. Negeri ini kehilangan darah heroik untuk berhadapan dengan segelintir orang yang mengontrol uang beredar. Tak nampak garang seperti di Irak atau Afghanistan.

Yang pasti kini bagi AS , masa depan yang dulu dibayangkann dalam angka angka asumsi economic growth ternyata adalah wilayah beresiko. Keperkasaan memperdaya waktu dan kekinian dalam asumsi , sirna sudah. Bahkan asumsi dari lulusan Harvard Business School bidang financial Analysis yang berkarir di Wall Street ,kini menjadi jobless karena tempat dia berkarir dengan kehebatan matematika derivative product money market terjerembab. Ada 28 ,000 manusia first class dibidang keuangan masuk dalam daftar penganggur baru untuk bergabung dengan 6% populasi pengangguran yang sudah ada di AS. Itulah dampak dari crisis credit subpreme yang membuat Lehman Brothers sebagai investment banker berusia lebih seratus tahun tersungkur dalam hitungan jam. Masalah selesai ? inikah masadepan itu ?

Kemudian mereka berkata “Kita hidup dalam masyarakat resiko “. Masa depan dunia bukan lagi tempat yang aman bagi semua. Ancaman ; global warming , krisis pangan dan energy, dan terror bangkitnya kekuatan islam. Mereka paranoia diatas kekalahan melawan dirinya sendiri. Mereka bicara tentang akibat tapi tidak berani bicara tentang sebab. Senyatanya akar masalah sebab musabab itu adalah hilangnya control pasar. Padahal control itu adalah cara untuk mengelola ketidak pastian masa depan. Ibarat Nafsu adalah hal tanpa batas tapi nurani mengontrol agar nafsu tidak mengabaikan akal sehat. Masyarat resiko adalah masarakat kehilangan akal sehat karena memperturutkan hawa nafsu. Yang terlalu yakin mempermainkan sang waktu padahal tidak ada satupun manusia berdaya terhadap sang waktu.

AS bisa saja berkata dengan gagah untuk siap mengambil resiko, tapi dengan cerdik pula akhirnya akan mencoba menguasai “ketidak terdugaan “ dengan menyalahkan orang lain. Sama seperti Hitler yang mengirim kaum Yahudi kekamar gas beracun karena gagal mengelola ekonomi dan mengurangi pengangguran. Juga tidak jauh beda dengan AS yang menyalahkah Al Qaeda sebagai biang dibalik kejatuhan Ekonomi AS. Video amatir yang 7 tahun tersimpan di pentagon kini kembali diputar. Rekaman berisi tentang pernyataan dari Osama Bin laden pada bulan desember 2001“ Jika ekonomi mereka ( AS) hancur, mereka akan sangat sibuk dengan masalah mereka sendiri dan akhirnya membuat mereka lemah. Ini sangat penting untuk kita selanjutnya memfokuskan perhatian untuk memukul ekonomi AS dengan semua cara yang mungkin.” Selanjutnya ada pula kata kata dari wakil Osama Bin Laden , Ayman Al _Zawahiri “Kami juga akan meneruskan upaya, jika diizinkan Allah untuk menghancurkan ekonomi AS.

Padahal terbentuknya “masyarakat resiko “ lahir karena sikap yang menolak hadirnya sang penguasa seluruh alam semesta. Selagi manusia tidak percaya akan sang penguasa sejati maka selama itupula manusia tidak akan pernah menyadari bahwa masa lalu berhubungan dengan masa kini dan masa kini menentukan masa depan. Dimasa depan semua manusia akan mati. Itulah yang pasti. Selebihnya tidak ada yang pasti. Karenanya menyadari “masyarakat resiko “ adalah kesadaran keimanan kepada Allah, dalam bentuk kesederhanaan, kejujuran, keikhlasan, kebersamaan sebagai ujud ketidak berdayaan menghadapi sang waktu. Inilah yang dilupakan oleh AS untuk akrap dengan resiko dan sekaligus mengendalikannya dengan bijak.

Thursday, September 11, 2008

Gus Dur dan PKB

Sebuah tontonan politik memilukan hati kita. Seorang yang ditokohkan , yang dibela nama baiknya dan ditempatkan sebagai President hasil kesepaktan poros tengah. Kini dipermalukan didepan public. Mungkin kita bertanya tanya ada apa didalam tubuh PKB. Gus Dur, ada apa dengan tokoh pro demokrasi yang kiyai ini. Mengapa murid dan bahkan ponakan tersayangnya berseberangan dengannya. Inikah nilai demokrasi yang selama ini diperjuangkan oleh Gus Dur, hanya menghasilkan pertikaian untuk saling menghujat lewat pengadilan.?

Keberadan PKB tidak bisa dilepaskan dari ke tokohan seorang Gus Dur. Seorang ulama intelektual, budayawan , negarawan dan juga seniman. Memahami Gus Dur bukanlah hal yang mudah apalagi orang yang berpikir sektoral. Dia seorang universal dalam melihat persoalan dinamika kehidupan abad yang brengsek ini. Dari dirinya muncul berbagai pandangan yang pro dan kontra. Diapun dipuji dan juga dimaki. Tapi begitulah eksistensi seorang tokoh yang tak lepas dari suka dan tidak suka. Gus Dur paham betul akan langkahnya. Dia melintas batas atau mungkin bataslah yang melintasi dia.Ke kiyaiannya tidak dalam bentuk symbol sarungan walau basisnya adalah organisasi Islam yang berbau tradisional atau sarungan.

Memahami PKB tidak bisa disamakan seperti memahami Qur’an dan hadith. Tidak bisa dibawa kepada pemahaman secara kaku tentang firman Allah pada Surat Al-Nisa : 4: 59, bahwa mentaati Allah dan rasul juga haruslah mentaatin pemimpin. Silang sengketa terjadi maka semua harus dikembalikan kepada Al Qur-an dan hadith. Tidak bisa. Masalah ini sudah final dan tidak perlu diperdebatkan. Pertikaian justru terjadi karena pemahaman luas dari Surat Al – Nisa itu sendiri. Masing masing punya pandangan sendiri sendiri. Dari semua itu , tentu kembali lagi kepada posisi sentral dari seorang Gus Dur.

PKB bukanlah Hizbullah yang didirikan oleh Khomeini dan bertarung melawan imperialis Zeonis. Kita tidak akan mendengar Hisbullah bertikai secara internal. Bahkan tak ada satupun pihak luar yang bisa masuk , apalagi memprovokasi Hizbullah. Kelompok Islam melawan zeonisme , Gus Dur mendukung Israel. Maka PKB Gus Gur menciptakan warna tersendiri, sebuah bendera Islam yang mengakui pluralisme kebangasaan. Sesutu yang memang selalu berseberangan dengan kelompok lainnya. Masalah ini tentu sudah dipahami oleh Gus Dur dan dia berbuat dengan caranya yang berbeda dan selalu berbeda , yang sectoral menjadi universal dan begitu sebaliknya. Tak akan pernah sampai wawasan kita untuk memahami seorang Gus Dur dengan project PKB nya sebagai visi masa depannya, visi kebangsaannya.

Pertikaian ditubuh PKB bukan pula cermin dari sebuah citra islam yang universal. Bukan pula Citra budaya Indonesia yang suka bermusyawarah mufakat “ untuk menentukan kata sepakat. Pertaikain ini lahir dari sikap “demokrasi ala Gus Dur” , yang menciptakan kader untuk loyal kepada kekuasaan mutlak dari sebuah Dewan Syuro. Sebatas ini adalah benar sebagai dasar syariat Islam menjaga barisan lurus ( Ashaff ) umat. Namun menjadi lain hasilnya bila visi syariat islam dikaburkan oleh semangat pluralism. Maka kebenaran menjadi subjective dan ruang bertikai terbuka lebar. Disaat itulah kekuatan lawan masuk untuk membubarkan barisan lewat kader bermental petualang.

Tapi kita yang berada diluar , merindukan sebuah visi religius yang sejuk. Bahwa apapun alasannya pertikaian itu tidak boleh terjadi. Orang mukmin adalah bersaudara satu sama lain dan saling menjaga. Keburukan satu pihak tidak boleh diketahui pihak luar. Berdialohg dalam kesabaran adalah kunci untuk memenang akal sehat yang bersumber dari hati nurani terdalam. Inilah yang universal untuk dipahami bila kita ingin berjuang untuk menciptakan kehidupan yang madaniah. Ya, kita hanya bisa mengelus dada, karena sebuah tontotan politik menjadi tidak lagi edukasi untuk menjadi teladan bagi anak anak kita.

Tidak bisa bersyukur..

  Ketika masuk cafe saya lihat Yuni, Esther, Wenny duduk di table yang sama. Saya temui mereka. Bicara sebentar. Saya keluar cafe untuk mero...