Posts

Showing posts from October, 2016

Iman?

Image
Surti, hampir menangis ketika pria dengan wajah teduh datang membawa beras 5 liter. Pria itu berpesan agar besok besok kalau dia tidak ada beras untuk di tanak , datang ke tempatnya. Sambil  memberi tahu alamat. Betapa haru dia, karena sudah dua hari suaminya menanti upah mingguan yang belum di bayar oleh juragan kebun. Alasannya perusahaan lagi sulit dan pembayaran upah biasa tertunda. Selama upah belum di bayar Surti bersama anaknya makan umbian yang di tanam di belakang rumah. Namun setelah pulang, beras 5 liter itu di buang semua oleh suaminya. Hanya karena yang memberi beras itu seorang misionaris yang tidak seiman.  Surti  tidak mengemis. Dia manusia biasa yang di datangi orang dengan cinta, untuk memberi. Saya bisa memaklumi sikap tegas dari suami Surti yang melarang istrinya menerima bantuan orang yang tak seiman. Kawatir aqidah tergadaikan hanya karena perut lapar. Masalahnya bagaimana menjelaskan kepada seorang ibu yang dapurnya tidak ngebul sementara anak menangis lapar

Nasionalisme?

Image
Pria belia, usia 20 tahun. Menghadap penghulu untuk menikahi seorang gadis usia 16 tahun. Pria muda itu, berdandan dengan pakaian jas, pentalon dan dasi. Sang penghulu ketika melihat pria itu, dengan lembut menasehati  “ Anak muda” Katanya. ”dasi adalah pakaian orang yang beragama Kristen… tidak sesuai dengan kebiasaan kita dalam agama Islam.” ”Sudah di perbaharui”. Pria itu membela diri.  “Pembaharuan itu hanya terbatas pada pantalon , dan jas buka” kata penghulu dengan nada membentak. ‘ Tak sudi “ Kata pria itu dengan tegas menyikapi suara keras dari penghulu“Biar Nabi sendiri sekalipun tak kan sanggup menyuruhku untuk menanggalkan dasi”. Sambungnya. Maka ia bangkit dari kursi dan mengancam membatalkan akad nikah, jika ia harus mencopot dasi. Ketika penghulu tak mau mundur, mempelai itu berkata: ”Persetan, tuan-tuan semua. Saya pemberontak dan saya akan selalu memberontak. Saya tak mau di dikte orang di hari perkawinan saya.” Suasana tegang.  Ada si Alim yang be

Kebersamaan..

Image
Saya akui takdir saya tidak di lahirkan sendirian di bumi ini. TIdak di lahirkan secara ekslusif. Apa yang ada pada saya juga ada pada orang lain. Karena itu Tuhan menjamin rezeki saya untuk memakmurkan bumi dengan cinta. itulah keadilan Tuhan yang saya imani tanpa pernah saya ragukan sedikitpun.Yang harus saya akui itu sebagai fitrah saya sebagai manusia. Mindset ini di tanamkan oleh kedua orang tua saya selama mendidik saya. Itu sebabnya dari 7 orang anaknya hanya dua yang menikah dengan orang satu suku padang, lainya menikah dengan suku jawa, banten. Kedua anak saya , yang putra menikah dengan wanita keturunan India dan Jawa Solo. Ayahnya asal India, dan ibunya asal Solo. Putri saya menikah dengan pria keturunan Arab-Solo. Ayahnya keturunan Arab dan ibunya keturuan dari keluarga Solo. Saya terima dengan suka cita sebagai bagian dari keluarga saya, dan bagian dari keyakinan akan fitrah manusia yang terlahir walau bersuku suku namun tidak membuat perbedaan itu berjarak. Kebersa

Memenangkan hati

Image
Dia bukan orang kaya. Dia hanyalah seorang dosen teknik di sebuah universitas. Hidupnya sederhana karena penghasilannya pun sederhana. Beda dengan Erdogan yang sebelum terpilih jadi gubernur dia seorang pengusaha. Dengan kesederhanaannya itu dia selalu hadir di setiap sholat subuh di masjid. Kegiatan rutinnya bukan berdakwah dari masjid ke masjid tapi menjadi Makmum sama seperti rakyat kebanyakan.Karena semua orang tahu dia seorang pahlawan revolusi menjatuhkan raja yang tiran , maka diapun menjadi tempat berkeluh kesah rakyat atas keadaan pemerintahan setelah revolusi . Rakyat mengeluhkan kurangnya rasa keadilan dan semakin jauhnya kemamkmuran karena sistem politik yang baru berdasarkan demokrasi membuat proses politik semakin lambat dan brengsek. Dia mendengar dengan seksama namun tak pernah sekalipun dia hanyut dalam diskusi menghujat para pemimpin. Dengan rendah hati, dia mengajak orang ramai untuk bersabar dan memberikan kesempatan pemimpin menyelesaikan janjinya. Semua s