Posts

Showing posts from August, 2019

Bagaimana mendapatkan network business

Image
Ketika saya memberikan pengetahuan financial engineering sebagian orang bertanya, oh itu gampang , yang susah dapatkan jaringan bisnis. Gimana dapatkan kepercayaan relasi. Gimana bisa tahu mereka. Gimana menjalaninya? Akan panjang sekali pertanyaan itu. Sepanjang jauhnya angan angannya ingin meraih segala sesuatu dengan mudah. Sekarang saya akan jawab dan jelaskan bagaimana menjawab pertanyaan tersebut. Kadang dibenak kita, investasi itu selalu yang berwujud berupa tanah, kendaraan, rumah. Ya segala sesuatu yang berwujud. Padahal ada investasi yang tak kalah penting dari yang berwujud itu, yaitu network. Mendapatkan nerwork dan akhirnya mendukung bisnis anda tidak bisa seperti gigit cabe langsung pedas. Anda butuh proses. Anda bisa saja mengenal orang di seminar, di acara pameran dagang, di sosial media, acara sosial atau dikenalkan dengan teman atau keluarga. Itu langkah awal. Selanjutnya anda harus mau investasi sosial terhadap mereka. Meluangkan waktu bertemu dengan mereka.

Meminta maaf

Image
“ Maaf pak. Saya sudah lancang bertemu dengan dia pak. Kalau bapak marah dan tersinggung, saya terima disalahkan. Maaf kan saya “. Saya tersenyum membaca WA dari sahabat saya itu. Mengapa ? saya tahu pasti itu bukan kesalahan yang harus dia minta maaf. Itu tanda kepedulian dia untuk membantu saya agar proses mendapatkan izin proyek dapat perhatian dari pejabat. Dia berusaha menggunakan pengaruh hubungan baiknya dengan pejabat untuk membantu saya. Namun dia tahu pribadi saya engga suka dengan cara seperti itu. Tetapi cara dia mengelola emosi antara persahabat dan realita, sangat bijak. Dia tidak merasa rendah bila meminta maaf kepada saya. Saya punya mitra bisnis dan sahabat beberapa orang jawa. Apa yang saya suka dengan Jawa. ? perasaan mereka sangat halus. Semakin lama bersahabat dengan orang Jawa semakin halus spiritual saya. Maklum saya orang sumatera yang terdidik serba rasional. Dulu waktu masih di jaman Bus penuh sesak. Sering saya mengalami, orang jawa dengan halus me

Memahami perbedaan

Image
Saya sering diledek oleh teman di China ketika sedang berpuasa. “ Bro, saya barusan dapat telp dari Tuhan, katanya kamu boleh makan sekarang? Ketika saya usai sholat, mereka berkata, “Tadi saya dapat telp dari Tuhan, bahwa dia sedang piknik. Engga ada waktu perhatikan kamu yang menyembahnya.”. Ada juga yang bertanya, kamu itu seperti kaum pagan. Menyembah Batu Hitam ( Ka’bah ). Yang disembah itu Tuhan. Tuhan itu ada di hati kita. Ketika saya menolak makan Babi, teman saya yang non islam, bilang. “ Babi itu enak dan itu Tuhan yang ciptakan. Mengapa kamu tolak. Engga bisa terimakasih sama Tuhan, ya”. Dengan sesama islam kadang saya juga diledek. Kata orang suni saya itu syiah. Kata orang syiah saya suni. Hanya karena mereka meliat cara saya beragama. Semua kata kata itu tidak pernah membuat saya tersinggung. Saya hadapi dengan senyum saja. Mengapa ? karena dia bicara soal praktek keagamaan. Yang jelas begitu persepsinya. Wajar aja. Dia engga paham soal agama saya. Namun yang menda

Pancasila dan Ormas Islam

Image
Saya termasuk pemerhati soal gerakan khilafah tetapi bukan berarti saya setuju dengan semua konsep khilafah. Mengapa? Khilafah itu dalam Islam masuk ranah ijtihadiyah ulama. Yang namanya ijtihadiyah bisa saja berbeda antar ulama. Terbukti sampai sekarang lebih banyak yang berbeda daripada setuju. Khilafah itu bukan tujuan tetapi metodelogi mencapai tujuan. Yang namanya metode ya bisa saja Ijtihad-ijtihad itu berbeda di setiap negeri ; bisa kerajaan, Republik ya sesuai kearifan lokal. Kalau Indonesia memilih Republik dengan philosopy Pancasila maka itu adalah itjihad ulama ketika menerima Republik Indonesia sebagai bentuk negara. Salahkah ulama yang ikut mendirikan negara ini? Tidak juga. Karena pengamalan Pancasila sudah sesuai dengan ajaran Al Qur’an ( Surat At-Taubah ayat 4). Jadi kalau ada upaya ingin mengganti Pancasila maka itu artinya dia sedang berupaya keluar dari konsesus berdirnya negeri ini. Seburuk buruknya akhlak adalah keluar dari konsesus dan komitmen. Padahal

Kebebasan berpikir

Image
Beberapa hari lalu BRIGADE MUSLIM INDONESIA melakukan tindakan sewenang-wenang dengan mendatangi Toko Buku Gramedia di Makassar langsung melakukan sweeping dan menyita buku-buku yang dituding mengajarkan Marxisme dan Leninisme. Tahun 2012 Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok melakukan sweeping terhadap buku "5 Kota Paling. Berpengaruh di Dunia" karangan Douglas James Wilson. Hal ini mengingatkan sejarah ketika China semasa revolusi kebudayaan. Dimana semua buku berbau kapitalis ann agama di sita dan pemiliknya di seret ke kamp kerja paksa untuk di budayakan. Tapi apakah China sekarang melarang buku Kapitalisme? tidak. Sejak reformasi ekonomi China, era Deng, kapitalisme diajarkan secara luas di sekolah ekonomi China. Tahun 1980an Mbah neoliberal, Milton Friedman pernah mengajar di kampus yang paling bergengsi dan tempat mencetak pemimpin di China. Bukan hanya buku kapitalisme bebas dipelajari tapi juga buku agama apapun bebas diperjual belikan dan dibaca. China tidak per