Posts

Showing posts from February, 2015

Kebebasan...?

Image
Teman saya pernah bertanya mengapa kalau melihat wanita cantik pakai baju seksi saya tidak melirik dan perhatikan. Saya hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu.Mengapa? Karena saya kebanyakan bergaul di luar negeri di negara sekular. Bila summer , hampir setiap hari saya melihat wanita ditempat umum berpakaian setengah telanjang. Bahkan di spa center, kadang di steam dan sauna room, beberapa wanita dan pria campur. Anda yang tidak pernah berada disituasi ini tentu akan "panik. Tapi bagi saya keadaan itu biasa biasa saja. Juga bagi yang lain,biasa biasa saja. Tidak membuat syahwat bangkit. Mengapa? Budaya sekular berhasl mere-definisi sex. Definisi sex yang mereka yakini membentuk persepsi tentang sex bukan soal apa yang diliat. Bukan pada raga atau phisik. Bukan! Tapi tentang Cinta. Bahwa cinta tidak ada hubungan dengan raga. Love isn't something you find. Love is something that finds you . Ini tentang touching , charming, caring, attention. Dan ini berhubungan dengan jiwa.

Ahok, dan korupsi...

Image
Kalau kamu mau tahu bagaimana buruknya pengaruh dari Korupsi maka datanglah ke Jakarta. By process kota ini runtuh, pelan-pelan, dan air bah yang mengepungnya selama berhari-hari dengan mudah merusak yang sudah dibangun dengan susah payah. Kota ini jadi sebuah cerita tentang negeri yang dihabisi oleh kekuatan jahat yang tak tampak tapi ganas. Jika hujan,  tak punya lagi bukit dan hutan, jika curah air tak punya tempat yang menyerap dan menyimpannya, pasti ada kekuatan keji yang bekerja. Bidang bumi yang vital itu telah direbut oleh para developer real estate , dan segala aturan yang dibuat untuk mencegah perebutan itu dilanggar dengan jelas setiap hari, dengan terang, seperti ayam putih terbang siang. Maka jika kota ini runtuh, ia adalah sebuah kisah tentang para pejabat penjaga peraturan yang telah tidur selama bertahun-tahun, gubernur-gubernur yang tak bergerak karena kekenyangan suap, pejabat yang bodoh atau abai, tak melakukan apa-apa. Jika kota ini runtuh, saya tak tahu bagaiman

Utamakan jalan damai..

Image
Dulu Rasul memimpin peperangan melawan orang kafir dan juga para sahabatnya melakukan penaklukan ke seluruh jazirah Arab.  Orang kafir harus diperangi. Kita harus berjihad untuk meninggikan kalimat Allah. Karenanya halal darah orang kafir. Bunuh mereka semua. Bagi yang murtad , langsung penggal kepalanya. Singkatnya, yang berbeda atau bukan masuk dalam kelompoknya adalah kafir. Benarkah itu.? Demikian tanya putri saya. Saya harus menjawab dengan hati hati. Maklum karena putri saya bukan anak anak lagi. Dia mahasiswa dan juga aktivis muslimah di kampus. Apa yang ditanyanya kepada saya adalah sesuatu yang dia dengar diluar, ditengah pergaulan-nya. Dengan tersenyum saya katakan bahwa Rasul tidak pernah berperang dengan tujuan untuk memaksa orang pindah agama. Tidak pernah rasul memerintahkan perang karena ingin meluaskan wilayah taklukkan. Tidak pernah Rasul berperang karena ingin membalas dendamnya, ingin melampiaskan amarahnya kepada orang kafir. Tidak pernah! Mengapa perang harus te

Dalil...?

Image
Kemarin terjadi debat antar dua orang teman tentang sesuatu yang berhubungan dengan agama. Masing masing mengajukan dalilnya dan akhirnya terjadilah perang dalil. Saya yakin ini tidak akan ada titik temunya. Apalagi diskusi itu diliputi hawa nafsu: ego merasa paling benar dalilnya, yang lain salah.  Makanya saya tidak mau ikut terlibat dalam diskusi, dan hanya masalah waktu sayapun akan keluar dari diskusi itu. Mengapa ? Keduanya sebetulnya tidak ada yang salah karena keduanya bersumber dari Al Quran dan hadith. Namun ketika ia menjadi dasar keluarnya dalil untuk keyakinan bersikap maka terbelah lah pandangan. Bagaimana seharusnya? Jangan pegang dalil yang hanya menguntungkan kita tapi pegang dalil yang membuat kewajiban terlaksana dan orang lain merasa damai karena itu. Bahwa saya tahu dalil bagaimana seharusnya istri bersikap terhadap suami, dasarnya Firman Allah “ Ar rijaalu wqawwamuun ‘alaa nisaa -Q 4:34 – (Lelaki adalah pemimpin bagi kaum wanita) dan kemudian Hadis Nabi “ Lau k

Menjadi kuat..

Image
Saya naik taksi menuju pulang.'Dari arah Sarinah dipersimpangan lampu merah pasar tanah abang, polisi menghentikan taksi. Polisi itu memberitahu kesalahan supir bahwa dia melanggar lampu merah. Dengan lembut supir taksi menyangkal bahwa dia tidak menerobos lampu merah ( saya tahu supir itu tidak salah ) . Polisi mengambil SIM supir taksi itu dan minta supir taksi itu mengikutinya. Tidak berapa lama supir itu kembali dengan tersenyum. Terdengar supir itu berbcara lambat seperti berbisik namun saya bisa mendaengarnya.Dia berkata “alhamdulilah saya dizalimi oleh polisi. ya Allah beri kesabaran kepadaku menerima cobaan ini. Beri hidayah kepada polisi itu agar dia tahu mana yang halal dan mana yang haram ”  Ketika saya tanyakan mengapa dia memaafkan padahal polisi itu telah menzoliminya. Menurutnya itu sunnah Rasul . Dia m encintai Rasul dan dia harus tiru akhlak Rasul  bahwa maafkan orang yg mendzolimi sebelum orang itu me minta maaf dan doakan orang yang menzolimi agar Allah memberi