Posts

Showing posts from July, 2022

Paradox

Image
  Teori ekonomi itu bagus. Hukum permintaan dan penawaran sangat ideal diatas asumsi yang juga ideal. Hukum hubungan antara pendapatan, konsumsi dan tabungan begitu apiknya dalam rumus persamaan keseimbangan. Lantas kemudian krisis ekonomi terjadi. Bukan hanya sekali tetapi berkali kali. Lucunya masih juga kembali lepada teori sebagai solusi.Hasilnya tetap aja krisis. Kalau dianalogikan. Ketika anda yakin semua akan baik baik saja karena teori maka saat itu anda sedang onani. Menikmati euforia karena halusinasi saja. Mungkin lebih separuh manusia di planet bumi penganut agama yang taat. Sebagian lagi tidak taat. Faktanya terjadinya perang dan kerusakan, pencurian, korupsi, palacuran dan lain sebagainya perbuatan amoral dilakukan oleh mereka yang beragama. Caranya semakin canggih dan vulgar. Tokoh agama engga malu pamer harta kekayaannya padahal hidupnya dari donasi. Lucunya, selalu solusinya kepada agama. Kalau anda yakin bahwa agama sebagai solusi, maka sebenarnya anda sedang euforia

Harapan ...

Image
  Tahun 2012. Usai rapat di bank, saya mendesak untuk menghadiri rapat disuatu hotel. Karena Jakarta memang ketika sore selalu macet maka saya memilih naik ojek yang berada dikawasan Benhil. Tukan Ojek itu belum terlalu tua namun nampak tua karena himpitan kehidupan keras dibelantara kota Jakarta. “ Kemana tujuannya , pak “ katanya dengan ramah “ Borobudur hotel” “ Baik, pak.” Katanya sambil menyerahkan helm untuk saya pakai. Ketika berbelok kearah sudirman , dalam kecepatan tidak begitu tinggi motor itu  menyentuh roda depan sebelah kiri kendaraan sedan mewah disampingnya. Seketika motor itu oleng. Saya bisa merasakan tukang ojek itu tak bisa lagi mengendalikan motornya dan terjatuh menabrak trotoar. Untunglah kami tidak ada yang luka. Hanya stang motor itu bengkok. Nampak wajah sedih tukang ojek itu memperhatikan keadaan motornya. Dalam situasi itu, pemilik kendaraan keluar dari mobil. “ Mau cari mati kamu. “ teriak pengendara mobil mewah itu seraya menarik kerah baju tukang ojek itu

Pemakan bangkai

Image
  Si Udin pedagang sempak. Pagi dia keluar rumah. Dagang di lapak kaki lima. berdagang dalam was was. Kawatir aparat pamongpraja datang menggaruk. Setiap hari dia dapat uang. Setiap hari uang habis untuk dimakan. Tidak ada yang ditabung. “ Itu semua kendaraan mewah yang ada di jalanan. Pemiliknya sama saja dengan aku. Apakah mereka merasakan was was seperti aku. Kalaulah, kaya itu dekat ke dosa, mungkin berdosa juga tidak buruk daripada setiap hari kawatir tidak makan” kata Udin dalam hati. Dia tidak mengeluh. Hanya bertanya soal keadilan sikapnya terhadap dirinya sendiri. Udin mulai tertarik membeli barang gelap. Barang selundupan namanya. Harga lebih murah dari harga toko. Omzet meningkat. Laba meningkat. Tabungan juga bertambah. Udin dirikan usaha resmi. Izin usaha diajukan kepada pemerintah. Udin tak lagi disebut pedagang informal. Dia sudah jadi formal. Mempunyai akses kepada sumber daya keuangan negara. Bank memberikan fasilitas kredit murah tapi dia tidak punya collateral. Udin

Keadilan sosial?

Image
  Pada Pancasila tidak ada sila yang menjanjikan kemakmuran. Yang ada hanyalah keadilan sosial. Mari kita pahami bahasa. Kata Adil pada Pancasila ada dua. Satu, kemanusiaan yang adil dan beradab. Kedua, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Perhatikan. Kemanusiaan yang adil dan beradab itu, konteksnya adalah akhak yang melekat pada manusia. Ini menyangkut hak asasi yang dimiliki oleh rakyat, bukan hak pemberian dari negara. Jadi tugas negara yang harus melindungi hak itu. Nah gimana dengan “ keadilan sosial bagi seluruh rakyat”, itu adalah kewajiban yang harus diberikan oleh negara. Philosopi negara memang tidak menjanjikan hasil tapi mengajak rakyat berproses. Mengapa? Keadilan sosial itu bukan adil sama rata dan sama rasa. Tetapi keadilan proporsional. Jabatan OB kan engga mungkin sama gajinya dengan Manager. Driver Ojol kan engga mungkin sama dengan driver pesawat terbang. Jadi keadilan sosial itu keadilan sesuai dengan effort orang perorang. Sampai dini paham ya. Untuk men

Tanggung jawab anak laki laki

Image
  Kemarin di cafe saya milih duduk di luar yang bebas merokok. Sebelah saya ada pasangan sedang ngobrol. “ Pacar kamu jadi orang tuanya datang hari minggu ini? Kata pria. Saya tahu wanita itu bekerja di cafe ini dan pria itu bukan tamu cafe. Dia sengaja luangkan waktu bertemu pria itu di tengah kesibukannya. “ Ya mas.” “ Bisa engga tunda aja pacar kamu datang melamar. Aku belum ada uang untuk pernikahan. Kemarin utangku belum aku bayar di kantor untuk Anto masuk sekolah. Mau pinjam lagi engga enak” “ Mas, pacarku mau beri aku uang untuk acara itu. Sekalian itu silahturahmi hari ldul Adha” “ Jangan terima Dik. Nanti mas pulang dari Medan, mas dapat uang bonus dari kantor. Kita bisa sambut mereka. Mas janji akan selesaikan sampai kamu menikah. Yang sabar ya dik” Wanita itu menatap kosong ke luar.“ mas aku kangen Papa. Sejak papa tidak ada, mas harus mengorbankan kuliah dan kerja keras untuk aku dan dua adik. Bahkan mas, putus dengan pacarnya. Engga jadi nikah. “ Kata wanita itu dengan ai

Chaos Srilanka

Image
Apakah nasip Srilanka bisa juga terjadi pada Indonesia? tanya teman. Menurut saya. Bisa saja muncul people power.  Bukan hanya Indonesia, negara manapun pasti akan mengalami hal yang sama dengan Srilanka kalau mereka dianggap sebagai negara gagal. Rakyat itu sederhana saja. Kalau barang tersedia di pasar. harga berapapun mereka akan beli. Walau marah, engga akan mungkin terjadi Chaos. Tetapi kalau barang kebetuhan pokok seperti BBM, migor dan obat obatan tidak tersedia di pasar ya mereka marah, Chaos pasti terjadi. Orang lapar kan engga rasional. Sebenarnya masalah Srilanka itu sejak awal januari 2022, sudah ada titik temu antara negara kreditur dan investor untuk memberikan solusi atas krisis keuangan akibat Pandemi. China sudah setuju menjadwalkan hutang dan atau mengubah skema jadi B2B. Jadi beban kewajiban cicilan hutang tidak ada lagi, India sudah pula menawarkan SWAP settlement untuk keperluan Impor pangan dan BBM. IMF juga bersedia memberikan dukungan kepada Bank central Srilank

Tahu diri aja.

Image
  Waktu saya masih muda dibawah usia 40 tahun. Walau saya bergaul dengan kalangan bisnis dan bertemu dengan banyak wanita dari berbagai kalangan, tidak pernah saya dapatkan perhatian khusus dari mereka. Hubungan hanya sebagai sahabat. Itu bisa saya rasakan. Mereka tidak pernah merindukan saya. Dan kalaupun ada telp, dan ingin bertemu itu karena mereka butuh bantuan saya. Dan itu juga hanya sebatas bisnis.  Saya juga tahu diri. Engga berharap apapun dan tak ingin pula menggoda terlalu jauh. Kalau mereka agresip, saya juga tahu diri. Karena saya tahu itu tidak tulus. Mengapa saya katakan tidak tulus? karena selalu ada alasan mereka ingin dekat dengan saya. Dan mereka smart soal itu. “ Wenny dan Yuni, Esther tidak ada satupun yang mencintai anda dengan tulus. Kedekatan dengan anda hanya karena mereka butuh secure. Itupun wajar. Tapi hebatnya anda tahu diri. Engga terbawa emosi sehingga tidak juga harus merindukan mereka. Kalau mereka dekat dengan  pria lain, anda juga tidak kecewa. Biasa