Posts

Showing posts from 2015

Tahukah kamu, kasih..

Image
Friendship will grow day by day  Even when we're far away I know we'll be okay Friends forever we'll stay Though the future's still unknown I will never be alone Though we change, though we've grown In my heart is our home  Time has passed, we've grown up  Sharing hope, sharing love Because faith helped us through I know I can count on you  In your eyes I can see  How we fit perfectly Best of friends, always be you and me  *** Tahukah kamu bahwa bulan hanya nampak indah ketika malam. Cahayanya membiaskan warna perak berkilau pada langit. Terutama ketika dia tampil utuh bulat. Sang pujangga memandang kebulan, syair dan prosa tercipta. Sang pencinta akan mengurai bait bait cinta. Walau orang telah pergi kebulan dan telah pula menginjak bulan ternyata taka da yang luar biasa namun bulan tetaplah lambang cinta, lambang perasaan terdalam untuk mengungkapkan sepatah kata tentang cinta. Tentang makna dari sebuan kerinduan yang

Selamat tinggal...

Image
Senja itu menyimpan makna tentang kegundahan yang tak pernah terjawabkan. Keindahan cahaya tamaram lampu disenja Laut Cordoba. Ingin rasanya berlari mengejar setiap noktah cahaya senja yang terus merangkak keufuk peraduannya. Tapi hati ini begitu tak berdaya diatas kehampaan makna hasrat yang tersembunyi. Bagai lenguhan nafas manusia yang lelah berburu tanpa tujuan. Kemanakah langkah harus diarahkan.? Sementara rasa rindu yang tak bertepi selalu hinggap didalam kalbu. Benarkah aku jatuh cinta padanya ? Apakah ini hanya photomorgana ditengah gurun sepi, yang membuatku berlari menggapainya karena dahaga akan cinta dari seorang pria. Ataukah kehadiranya hanya sebatas intermezo disela sela panantian jodohku. “ Sedang apakah kamu kini ?”.Mungkin itu katanya bila ingat akan aku.  Seperti biasa , dia akan selalu tersenyum bila meririndukanku. Kemudian hayalannya terbang kedunia yang antah berantah. Hayalan akan kesempurnaan dari seorang wanita sahabat sejiwanya.Hari berlalu ,minggu ter

Tesis dan antitesis

Ada sebuah cerita orang Yahudi tentang dua rabbi piawai yang berdebat. Yang diperdebatkan adalah dua buah naskah yang ditulis oleh Musa bin Maimon (yang dalam kepustakaan Barat disebut Maimonides), ahli filsafat yang hidup delapan abad yang lampau. Kedua rabbi itu, masing-masing pakar utama telaah karya-karya Maimonides, mempersoalkan tidak cocoknya sebuah teks dengan teks yang lainnya. Perdebatan berlangsung dengan argumen-argumen yang mengagumkan. Kedua pihak sama-sama kuat. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun disusul tahun yang lain, terus saja perdebatan itu tak berhenti. Ketika kedua rabbi itu akhirnya meninggal, di akhirat pun mereka terus saja saling mengajukan argumen yang cemerlang. Tuhan pun mengikuti diskusi itu, dan akhirnya Ia memanggil Maimonides sendiri untuk menjawab: apa sebab ada ketidakcocokan antara tulisannya di naskah A dengan tulisannya di naskah B. Maimonides pun mendekat, membaca baik naskah A maupun naskah B, dan dia tertawa. ’’Yang di naskah B

Iman?

Iman selamanya akan bernama ketabahan. Tapi iman juga bertaut dengan antagonisme. Kita tahu begitu dalam makna keyakinan kepada yang Maha Agung bagi banyak orang, hingga keyakinan itu seperti tambang yang tak henti-hentinya memberikan ilham dan daya tahan. Tapi kita juga akan selalu bertanya kenapa agama berkali-kali menumpahkan darah dalam sejarah, membangkitkan kekerasan, menghalalkan penindasan. Ketika orang-orang " berbeda "terpojok di beberapa kota di Indonesia, dua sisi itu muncul di kepala saya kembali. Tiga tahun yang lalu seorang teman di Eropa bercerita tentang sepucuk surat yang ia terima dari adiknya di Basra, Irak. Si adik mengenangkan apa yang dipikirkannya ketika ia, seorang perempuan keluarga Sunni, bersembunyi di sebuah lubang di lapangan agak jauh dari rumah, sementara di luar, di jalanan, para anggota milisia Syiah lalu-lalang ber­senjata. Bunuh-membunuh telah beberapa hari berlangsung. Paman mereka dan ke­dua anaknya tak pernah kembali.”Saya bayangkan, sa

Tobat ?

TAHUN 1815. Dari penjara Bagne de Tulon, setelah 19 tahun dikurung, terpidana dengan No. 24601 itu dibebaskan. Tak punya lagi tempat kembali, ia berjalan tanpa arah, lama dan sendirian. Ia sebenarnya belum bebas. Hukum mengharuskannya membawa paspor kuning, tanda ia bekas orang rantai. Tapi sebab itu ia tak diterima menginap di losmen mana pun. Maka putus asa, bromocorah itu hanya bisa membaringkan tubuhnya di tepi jalan. Dengan rasa marah dan pahit. Tapi ini bukan kisah seorang yang marah dan pahit. Les Miserables yang termasyhur itu oleh Victor Hugo dirangkai jadi cerita kehidupan Jean Valjean , si No. 24601 yang berubah. Kita ingat bagaimana kejadiannya: tiba di Digne, kota kecil di Prancis Selatan, Valjean ditampung menginap oleh Uskup Myriel. Ia diberi makan malam dan tempat tidur—dan dibiarkan bersendiri. Malam itu, tanpa ada orang yang mengawasinya, Valjean mendapatkan kesempatan. Ia ambil pisau, sendok, garpu, dan alat-alat perak buat jamuan yang ada di kamar itu. Ia pun mel

Agama dimulai dengan senyap..

Image
Agama dimulai dengan senyap. Tak seorang pun hadir di dekat Budha malam itu. Setelah enyah balatentara Mara , gergasi gaib yang mencoba mengusiknya, Budha melanjutkan meditasi. Akhirnya sampailah ia pada “ empat kebenaran luhur….”  Agama dimulai dari hening dan sebuah saat yang dahsyat. Budha di bawah sebatang pohon di Bodh Gaya, Musa di puncak Sinai, Muhammad SAW di Gua Hira: tiap situasi hadir sebagai situasi terpuncak, momen yang tak lazim, ketika seseorang mengalami kehadiran sesuatu yang Maha Lain, yang numinous , sebagaimana digambarkan Rudolf Otto : misterius, menakutkan, memukau. Di abad ke-5, atau 500 tahun sebelumnya, Santo Agustinus mengucapkan perasaan yang mirip: “Dan aku gemetar dengan kasih dan ngeri”. Agama dimulai dengan gemetar, ada rasa kasih dan ngeri, ada amor dan horror — tapi tampaknya sesuatu dalam sejarah manusia telah menyebabkan ia berakhir dengan sesuatu yang rapi: konstruksi. Berabad-abad setelah sang numinous, kita pun menyaksikan sesuatu yang tak lagi

Perbedaan...

11 Juni 1762, di halaman Gedung Mahkamah Pengadilan, Paris, sebuah buku dibakar. Karya itu berbentuk novel, tapi sebenarnya ditulis untuk membahas soal pendidikan anak. Dengan Émile itu Jean-Jacques Rousseau dinilai telah bersalah karena “menganggap semua agama sama-sama baik”. Seorang pejabat berpidato di depan Parlemen untuk melontarkan tuduhan itu; dalam ini buku, ujarnya, Rousseau telah “berani mencoba menghancurkan kebenaran Kitab Suci dan nubuatnya”. Ia “mengejek dan menghujat agama Kristen….”Maka Parlemen memutuskan agar bukan saja buku itu dirobek dan dibakar, tapi juga agar Rousseau ditangkap. Sang pengarang melarikan diri ke Swiss. Dua hari sebelum bukunya dibakar, Rousseau sudah meninggalkan Prancis dengan bantuan teman-temannya. Setiba di wilayah Bern ia turun dari kereta, bersujud dan mencium tanah: “Yang Maha Tinggi, pelindung kebajikan, terpujilah tuan; hamba menyentuh sebuah negeri kebebasan!”. Tapi betapa cepatnya ia berharap. Ia menetap sebulan lamanya di rumah seora

Mencintai dan menikahi

Image
Dapatkah kamu bayangkan bila pada akhirnya wanita sahabatmu yang telah menjadi mitra bisnismu selama 10 tahun akhirnya jatuh cinta kepadamu. Demikan kata teman. Sesuatu yang tak pernah dia duga sebelumnya. Karena hubungan sebatas mitra dalam bisnis.Dia akui bahwa dia "mencintai" wanita itu namun dia tidak pernah "jatuh cinta". Dia mencintai dan dia mempercayai wanita itu mengelola bisnisnya sehingga mendatangkan laba yang besar. ya cinta kepada sahabat yang membuat dia peduli dan menjaganya dengan rasa hormat. Namun ketika dia menolak dengan halus bahwa dia tidak bisa jatuh cinta namun tetap mencintai wanita itu sebagai sahabat. Wanita itu pergi meninggalkannya dengan mengundurkan diri sebagai direktur tanpa minta pesangon.  Seharian dia mencari wanita itu akhirnya dia temukan wanita itu meginap dirumah temannya. Wanita itu berkata " Tadi saya punya suami,saya mencintainya dengan tulus dan diapun mencintai saya. Namun akirnya dia pergi kewanita lain disa

Pemimpin merakyat..

Image
Tadi saya ketemu dengan teman yang juga kepala daerah yang baru pulang haji. Waktu acara selamatan pergi haji saya diundangnya tapi tidak sempat datang. Kesempatan dia ada dijakarta karena dipanggil Presiden , saya undang makan siang. Apa yang membuat saya terkejut adalah dia pergi dengan haji generik bukan ONH plus. Dia juga merangkap pemimpin rombongan haji asal daerahnya. Ketika di Mekkah dia satu kamar dengan jamah haji dari daerah yang dipimpinnya. Teman sekamarnya itu berprofesi sebagai tukang cukur yang membutuhkan waktu 10 tahun nabung. Tidak ada sedikitpun dia merasa rendah ketika melayani jemaah yang menjadi tanggung jawabnya sebagai kepala rombongan. Baginya Ini biasa saja dan lagi semua mereka adalah rakyatnya sendiri. Dia merasa lebih nyaman bersama jamah dari rakyat jelata karena memang tugas pemimpin dekat kepada rakyat yang lemah.  Sebagaimana Chavez adalah pembebas bagi rakyat Venezuela. Ia menggunakan kekuasaannya untuk merebut kembali kontrol terhadap sumber d

Wanita pilihan

Image
Siapa yang tak kenal dengan Mark Zuckerberg, pendiri sekaligus CEO Facebook yang pernah datang ke Indonesia dan bertemu Presiden Jokowi, serta orang muda terkaya di Amerika. Tapi, tahukah Anda, kalau Mark telah melabuhkan hatinya pada sosok wanita Asia bernama Priscilla Chan? Keduanya menikah sejak tahun 2012 silam dengan upacara yang cukup sederhana di halaman belakang rumah meraka di Palo Alto, California dengan hanya dihadiri 100 tamu undangan. Tidak sama dengan sang suami, sosok Priscilla Chan diketahui jarang muncul di hadapan publik. Ia lebih memilih menjadi sosok di belakang kesuksesan Zuckerberg. Ya, tentunya keberhasilan Zuckerberg menjadi orang hebat di dunia tidak dilakukan sendirian, tetapi ada orang-orang terdekatnya yang juga men-support. Salah satunya adalah sang istri, Priscilla Chan. Bagi yang belum banyak mendengar nama Priscilla Chan pasti akan penasaran siapa sebenarnya wanita yang mampu merebut hati salah satu pria yang menjadi milyarder termuda di dunia tersebu

God as me.

Image
Waktu usia dibawah 30 tahun saya latihan karate.Sampai kini saya rutin latihan sendiri tapi hanya seminggu sekali.Hanya sebatas kembang jurus untuk membuat tubuh berkeringat. Namun ada latihan yang setiap hari saya lakukan. Latihan ini saya dapat dari pelatih saya yang mengajarkan bukan gerakan phisik tapi menanamkan persepsi tentang materi kepada saya bahwa "sesuatu itu sebetulnya tidak ada dan ada karena pikiran kita". Persepsi ini dilatih dengan meditasi mengatur pernapasan. Meditasi ini dilakukan dengan konsentrasi tinggi melihat satu objek sampai objeck tersebut tidak nampak lagi. Namun saya selalu gagal dalam meditasi ini. Kadang lebih dari 1 jam tetap saja materi dihadapan saya nampak. Saya butuh berpuluh tahun untuk sampai pada tahap meditasi dimana materi didepan saya dalam 10 menit tidak kelihatan,lenyap. Saat itu tubuh saya terasa melayang dan relax. Bagaimana saya bisa mencapai tahap itu ? ternyata pemahaman yang menyatu dalam pikiran dan jiwa saya. Persepsi te

Memiliki?

Kamu tahu dua belas tahun kami berumah tangga. Begitu indahnya Kami bermimpi tentang banyak hal dimasa depan. Kami bertengkar tentang hal yang engga penting.Kami bercerita banyak hal dengan ceria.Cemburu seperti kanak kanak. Kami bergandengan dengan hangat dan kami terus bersama seakan tak terpisahkan.Sebagai wanita saya merasa telah berkorban segalanya. Dua belas tahun karir saya habis memikirkan dan mengerti dia.Dua belas tahun saya menghabiskan lebih dari separuh penghasilan saya untuk mendukung bisnisnya yang tak kunjung berhasil. Ketika saya lelah dengan keadaan kami memutuskan tidak bersama lagi..Dimana cinta itu ? Saya katakan bahwa kalian berdua tidak pernah saling mencintai. Kalian berdua hanya mencintai diri sendiri. Sehingga sulit sekali bersatu ketika harapan dan impian tidak tercapai. Ketahuilah oleh mu bahwa Cinta itu adalah menyadari bahwa realitas lebih baik daripada mimpi dan berjuang untuk saling mengerti melewati hari hari dengan saling memperbaiki . Memang pahi

Memaafkan dan lupakan..

Image
Memaafkan satu hal tapi untuk kembali mempercayainya lain hal. Demikian kata teman saya ketika kami berdiskusi tetang sesuatu. Benarkah sikap teman ini ?Saya teringat ketika masih remaja saya merasa marah dengan teman saya. Mungkin karena saya tidak mampu melawannya maka marah berubah menjadi dendam.Bahkan dalam doa saya memohon kepada Tuhan agar orang yang membuat saya kecewa itu dikutuk.Tapi kenyataannya orang yang saya doakan buruk itu nampak biasa biasa saja. Atas masalah ini saya bicara kepada iibu saya.Dengan tersenyum ibu saya berkata bahwa ketika orang membuatmu marah dan kecewa sebetulnya Tuhan sedang mengujimu agar kamu sempurna.  Mengapa ? Orang yang membuat dirimu kecewa itu berhadapan dengan Tuhan atas sikapnya dan Kamu juga berhadapan dengan Tuhan atas sikapmu.Jadi keduanya berhadapan dengan Tuhan dalam konteks berbeda. Bagi yang mengecewakanmu dia diuji dengan kelebihannya agar dapat bijak sehingga tidak membuat orang lain kecewa dan marah. Sementara bagi kamu yang le

Belajar dari pribadi Jokowi

Image
Pembohong, pencitraan, kodok,kafir, keturunan china,dan banyak lagi kata buruk yang tak sudah dialamatkan kepada sosok Jokowi selama putaran Pilpres. Apa yang terjadi kemudian ? Jokowi terpilih sebagai Preside.Seorang tukang kayu yang direndahkan terpilih untuk memimpin 200 juta lebih rakyat indonesia. Apakah usai hujatan terhadap Jokowi? tidak. Hujatan semakin keras. Bahkan ada anak muda yang begitu berani meng upload meme Jokowi dan Megawati bersenggama. Ini benar benar puncak penghinaan lewat dumay. Anak muda itu dibebaskan dari hukuman penjara dan bahkan mendapatkan santunan dari Ibu negara untuk modal usaha. Didunia maya begitu keras menghujat dan menyudutkan Jokowi terus berlangsung. Sementara dari lingkaran kekuasaan Jokowi terjadi komplik dalam senyap. Karena proses politik terpilihnya Kapolri,digunakan lawan politiknya untuk membuat hubungan Jokowi dengan Megawati menjadi complicated. Megawati yang sangat dihormati oleh Jokowi akhirnya memilih menjauh dan menghindari berbic

Buah kebaikan

Image
Dia sudah saya anggap sebagai orang tua. Dia adalah mentor saya dalam business. Bukan saja mentor bahkan ketika saya terpuruk , saya mendatanginya dan dia terima dengan wajah bersih. Dia berkata kepada saya sambil memeluk saya." Kamu tidak bangkrut.Kamu hanya sedang di jewer Tuhan agar kamu sadar bahwa banyak hal yang harus kamu perbaiki agar kamu bangkit menjadi lebih baik. Tenang saja. Saya akan membantumu bangkit kembali. " Walau setelah itu bertahun tahun saya jarang sekali bertemu dengannya. Namun disetiap ada kesempatan saya akan mampir kerumahnya. Dia selalu menceramahi bagaimana harus bersikap dalam bisnis. Dia kristiani namun pribadi kasih sayang sangat lekat pada dirinya .  Dia selalu terbuka kapada siapapun anpa mengenal agama suku atau kedudukan sosial.Itulah mengapa dia diterima oleh siapapun dan hidupnya yang bersahaja telah menjadi inspirasi saya untuk menyikapi hidup dengan rendah hati.  Dia karunia satu anak yang diarahkannya menjadi penggantinya dalam men