Posts

Showing posts from January, 2014

Akal dan Qalbu

Image
Ada teman yang terkena kanker. Dia telah berusaha kemana mana untuk berobat tapi tidak juga berhasil. Seseorang yang sangat dia percaya dan juga sahabat baiknya  merekomendasikannya untuk berobat kepada “orang  pintar”. Diapun datang dengan penuh percaya. Sesampai ditempat seseorang itu dia tidak dimantrai seperti layaknya dukun. Tidak diberi obat seribu macam menyembuhkan penyakit.Tidak juga diharuskan menyerahkan sesajen untuk syarat penyembuhan penyakit.Tidak pula dimintai uang didepan.Tidak!.Seseorang itu hanya melihatnya dengan seksama dan kemudian memberinya sesuatu yang terbungkus kain hitam dalam keadaan terjahit. Bungkusan itu berukuran kecil atau hanya sebesar ujung jempol. Menurut seseorang itu bahwa benda yang ada didalam bungkusan kain hitam inilah yang akan menjamin dia sembuh. Orang itu meyakinkan bahwa sejak dia menyimpan benda terbungkus kain hitam itu maka penyakit akan segera pergi dan tak akan kembali lagi. Dia percaya itu. Apalagi informasi yang dia terima bah

Mencintai...?

Image
Dulu waktu SMA saya pernah membaca novel yang berjudul “ I lied “ (saya berbohong). Novel itu saya beli dari toko buku bekas di pasar loak. Saya sengaja membeli Novel berbahasa inggeris karena ingin melancarkan kemampuan membaca dalam bahasa inggeris. Setiap kalimat saya harus kuasai betul dan bila tidak mengerti saya harus buka kamus. Itu sebabnya saya tidak pernah lupa kisah dalam novel itu. Entah mengapa kemarin di bandara saya menemukan buku yang sama dalam bahasa inggeris tapi itu terjemahan dari novel bahasa francis.Anehnya ceritanya percis sama. Apakah ini plagiat. Ah bukan urusan saya. Cerita novel itu singkatnya adalah seorang wanita yang sangat mencintai pria idamannya. Wanita ini bukanlah wanita istimewa sehingga mudah membuat pria tertarik. Masalalu wanita ini juga tidak bagus karena dia pernah dikecewakan oleh pria yang dicintainya.Pria itu pergi setelah berhasil merenggut keperawanannya. Tapi dengan kekuranganya itu, tidak membuat dia merasa tidak pantas untuk mencintai

Jakarta banjir lagi...

Image
Kemarin di Masjid Istiqlal saya bertemu dengan kenalan dan ngobrol sambil menanti waktu sholat maghrib.  Saya yakin dia bukan orang terdidik baik dari golongan menengah atas namun dia cukup cerdas sebagai penduduk jakarta. Mengapa saya bilang cerdas? Karena dia bisa bertahan dan surivive di Jakarta. Hanya orang cerdas yang bisa survive di Jakarta. Menurutnya Jakarta banjir sejak zaman Belanda. Semua tahu itu. Karena banjir sudah menjadi tradisi tahunan bagi rakyat DKI maka mereka hadapi dengan ikhlas sebagai sebuah rutinitas seperti layaknya mendapatkan pemimpin yang selalu brengsek disetiap lima tahun sekali. Tapi mengapa sekarang Banjir menjadi berita hebat dan selalu muncul di media TV dan dibicarakan oleh semua elite politik? Seakan semua peduli akan nasip derita rakyat Jakarta?  Karena seorang Jokowi maka peristiwa rutin yang hampir tidak pernah dipedulikan secara hati oleh pemimpin sebelumnya kini menjadi marak. Orang baru tahu bahwa Jakarta itu korban dari salah urus dan sala

Krisis moral pemimpin

Image
Sejak Krisis mortgage tahun  2008  sampai hari ini AS tetap tidak bisa keluar dari krisis.Bahkan menempatkan AS dalam krisis baru yaitu krisis hutang. Artinya berbagai upaya terbaik dari para akademis terbaik lulusan universitas terbaik di AS telah gagal. Dampaknya dunia berhadapan dengan ketidak pastian pertumbuhan ekonomi. Bayang bayang  2014  akan terjadi krisis baru di kawasan emerging market seperti Indonesia dan lainnya sudah nampak. Mengapa ? Saya teringat ungkapan dari Jeffrey T. Kuhner , ia adalah kolumnis dari The Washington Times, yang dalam kolom nya mengomentasi bahwa krisis ekonomi terjadi karena krisis moral kepemimpinan di AS. Ini terjadi disemua level kepemimpinan di AS. “ We are now facing more than just a financial mess; almost every other major institution is under threat. The political system is adrift; public schools are failing; the borders are porous; the intelligence agencies are dysfunctional; the inner cities are infested with drugs and gangs; the family i

Berdoa dan berbuat...

Image
Nothing to impossible . Demikian kata teman saya. Dia katakan itu bahwa bagaimana mungkin China yang tahun 70an adalah negara yang penduduknya berseragam buruh dan tani akhirnya kini menjadi kekuatan ekonomi nomor dua didunia. Satu demi satu perusahaan strategis Amerika jatuh ketangan China. Padahal AS mempunyai sistem moneter yang solid sehingga dapat diakses dengan mudah sebagai financial resource. Namun benteng pertahanan itu hancur oleh katamakan dan tak berdaya ketika mendapat serangan bergelombang dari kekuatan ekonomi China untuk meng akuisi apa saja yang dibanggakan oleh AS. Berita terkini, N ew York TImes , sebagai media bergengsi, sebagai lambang kekuatan keempat dalam sistem demokrasi di Amerika, kinipun akan diambil alih oleh China. Bagaimana China bisa tumbuh begitu cepat dan unggul menaklukan negara besar seperti Amerika dan Eropa. Padahal china adalah negara komunis yang sangat minim pemahaman agamanya,yang sangat berbeda dengan negara lain yang sangat kuat pemahaman