Posts

Showing posts from May, 2019

Jokowi menang!

Image
Hasil Rekap Nasional telah memutuskan bahwa pemenang Pemilu 2019 untuk Pilpres adalah pasangan Jokowidodo- Ma’ruf Amin, itu sesuai dengan keputusan No. 987.  Pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapat suara 55,50%  dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat suara 44,50 %.Maka berakhir sudahlah spekulasi siapa yang menang secara syah dan konstitutional. Mau bilang apa lagi ? Telah berlaku takdir dari Tuhan untuk seorang Jokowi kembali memimpin Indonesia, dengan dibantu oleh wakilnya dari kalangan ulama, Ma’ruf Amin. Apapun itu, maka kehendak Tuhan jua yang berlaku. Bagaimanapun perjuangan Prabowo-sandi bersama koalisinya, dan begitu banyak doa dipanjatkan, maka yang terjadi, terjadilah. Kita semua harus menerima dengan keimanan.  Proses untuk menjadi No 1 di negeri ini tidak mudah. Anggaran yang digelontorkan oleh APBN mencapai Rp. 25 triliun dengan petugas TPS mencapai hampir 7 juta orang, dan dilakukan serentak untuk Legislatif ( DPR/DPRD-I dan DPRD-I

Belajar dari kemenangan Assad dalam Pemilu

Image
Pada musim panas 2015, Presiden Suriah Bashar Assad  sudah hopeless. Empat setengah tahun dalam perang saudara Suriah, pasukan kelelahan; tentaranya mundur dihampir setiap front di bawah tekanan dari pemberontak. Pada saat itu, dia hampir tidak menguasai seperempat wilayah negara. Bayang bayang kejatuhan di depan mata. Satu-satunya jalan keluar yang bisa dipikirkannya adalah beralih ke teman lamanya, Presiden Rusia Vladimir Putin. Putin menyetujui permintaannya, mengirim dua skuadron pesawat tempur Rusia ke pangkalan angkatan udara Khmeimim di Suriah barat laut pada bulan September. Kehadiran  dua skuadron pesawat tempur ini membalikkan arah perang dan menyelamatkan rezim Assad. Keterliibatan Rusia disaat kedua belah pihak sudah benar-benar kelelahan. Oleh karena itu, jumlah pesawat yang relatif kecil sudah cukup untuk mengatasi perang yang tidak seimbang itu. Rusia mulai menggunakan pesawatnya secara sistematis dalam serangan tanpa pandang bulu, pemboman merata di daerah ya

Romantika politik Nusantara.

Image
“ Jokowi bilang bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu negara ekonomi terkuat ke-4 atau ke-5 di dunia pada tahun 2045. Apa kuncinya ? Jokowi yakin pengembangan ekonomi syariah akan membawa Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terkuat di dunia.” Kata teman, yang mengutip pidato Jokowi dari media digital. Mengapa Jokowi cenderung ke Islam belakangan ini ? katanya. Saya katakan dari dulu pemimpin kita adalah pemeluk agama islam. Berkali kali terjadi chaos negeri ini namun selalu dapat diselesaikan dengan damai. Itu karena pemimpinnya menerapkan ajaran islam dengan benar.   Perjuangan pergerakan kemerdekaan yang dimotori oleh kaum terpelajar Islam. Bukan hanya Kolonial Belanda yang di tentang mereka, termasuk mental feodal kaum bangsawan juga ditentang mereka. Tapi mengapa sekarang ini seakan Islam terbelah ? katanya. “ Islam itu satu dan tidak akan terbelah. Hanya mungkin terjadi perbedaan pandangan. Perbedaan metodelogi cara berjuang dal

Sudahlah...

Image
Pak Prabowo, Sandi, Amin Rais, Eggi sangat paham mereka bahwa dalam sistem demokrasi hak rakyat hanya sebatas memilih. Setelah proses berjalan maka selanjutnya yang menentukan adalah KPU. Siapa itu KPU ?, juga adalah wakil dari rakyat yang  dibentuk oleh DPR, yang bertangung jawab melaksanakan proses pemilu sesuai amanah konsitusi. Mereka juga paham, bahwa intervensi pihak lain yang men deligitimasi KPU adalah pelanggaran terhadap konsitutsi. Apapun itu hasilnya. Mereka juga paham bahwa aksi extraparlementer distrust terhadap KPU adalah tindakakan pelecehan terhadap konstitusi. Mereka juga paham bahwa kalau rakyat ditangkap itu tidak ada kaitannya dengan otoriterisme tapi murni penegakan hukum. Mereka paham semua itu. Sangat paham. Karena mereka pemain dalam panggung politik. Mereka orang terpelajar soal politik.  Tetapi mengapa mereka terus membangun image bahwa pemilu berlangsung tidak jujur, yang secara otomatis distrust terhadap KPU. Karena mereka cari perhatian dari pemenan

Persepsi tentang puasa dan Tauhid.

Image
Medio akhir tahun 90, Saya pernah ikut program healing di Ponpes di suatu desa di Banten. Saya harus melalui ritual puasa selama 41 hari. Saya hanya berbuka puasa dengan air putih dan nasi putih tanpa sayur. Setiap hari seusai sholat melakukan wiritan. Setiap tengah malam bangun untuk sholat tahajud tanpa tidur lagi sampai subuh. Setelah beberapa hari disana ada pengalaman yang menarik. Tengah malam seusai sholat tahajud saya melihat ustadz sedang duduk seperti orang bersemedi di masjid. “ Saya perhatikan setiap malam kamu bangun dan melaksanakan ritual sholat. Sangat khusu. “ Terdengar suara. Tapi saya tidak tahu dari mana sumber suara itu. Ustadz nampak tersenyum ketika melihat saya kebingungan mencari sumber suara. “ Itu saya yang bicara. Saya menggunakan telepati bicara dengan kamu. Dengan bahasa ibumu“ Nampak wajahnya tersenyum. Langsung saya duduk menghadap dia. “ Bagaimana anda bisa bicara dengan saya menggunakan bahasa ibu saya “  “ Persepsi saya tentang kamu bu

Mindset Yahudi

Image
Waktu di Canton fair, saya amprokan dengan Daniel. Dia masih tetap sehat dan bugar diusia diatas 70 tahun. Penampilannya tetap sederhana. Saya kali pertama mengenalnya waktu di Rotterdam. Tahun 2008 saya pernah tinggal di Swiss beberapa waktu lama. Kalau weekend saya selalu ke Rotterdam ditemani supir saya. Entah mengapa saya suka tinggal di Rotterdam. Ini kota kecil namun udaranya bersih sekali. Karena sebagian besar orang menggunakan sepeda sebagai alat transfortasi. Angkutan umum juga tersedia berupa kereta listrik yang membelah kota. Masyarakatnya sangat ramah dan tidak nampak terburu buru seperti Hong kong dan China. Di kota ini saya berkenalan dengan Daniel yang menghabiskan usia pensiunnya sebagai banker di Utrecht. Dia yahudi tulen. Orangnya ramah. Daniel di masa tuanya tinggal sendirian karena anaknya tinggal di Amerika sebagai banker. Ia hidup senang walau hartanya banyak namun dia tidak beli kapal pesiar atau rumah berkamar puluhan. Apartemennya di Utrecht hanya