Posts

Showing posts from September, 2020

Menulis dengan hati

Image
Waktu SMP saya sulit sekali membuat cerpen yang bisa menggugah orang. Ibu saya menasehati saya.  “Menulislah dengan hati”. Saya masih bingung, bagaimana sih menulis dengan hati. Kemudian ibu saya menyuruh saya membaca komik. Saya suka. Mengapa ? karena imajinasi saya terbantukan dengan adanya gambar. Kemudian, ibu saya mengatakan. Bagaimana kalau gambar itu kamu susun dalam bentuk tulisan. Ceritakan semua menurut imajinasi kamu apapun suasana, sedih, bahagia, kawatir, takut. Nah tanpa hati, penggambaran suasana itu tidak hidup.  Kemudian saya mencoba menulis cerpen dengan diskripsi tentang tokoh dan suasana. Tetap saja gagal. Kemudian ibu saya mengataka bahwa manusia punya cara indah mengungkapkan suasana hati. Yaitu melalui metapora. Kalau kamu ingin menggambarkan cantiknya wanita. Contoh,“ Wajahnya bersinar seperti bulan. Bercahaya bagaikan berlian. Dagunya seperti sarang lebah bergantung. Juga bisa menggunakan personifikasi. Contoh, Pohon tertidur dalam dekapan musim dingin. Membawa

Ampuni aku ya Tuhan.

Image
Bulan lalu, seusai makan malam dengan teman teman di Jalan Pangeran Jayakarta saya pulang naik taksi. Ketika itu jam 7 malam. CC saya kena bill Rp. 6,4 juta. Di dalam taksi saya asyik baca komen teman teman Dumay saya. Terdengar nada telp. Supir taksi minta izin terima telp. Saya mengangguk. Terdengar supir berbicara dengan nada setengah berbisik “ Ya sabar bu.. sejak corona penumpang sepi terus bu. Mau bantu gimana. Sabar bu. “ Diam cukup lama sepertinya supir taksi itu menyimak. “ Sabar bu” jawabnya. Telp kemudian terhenti. “Emang sejak corona penumpang sepi ya pak ? Tanya saya. “ Ya pastilah pak. Kegiatan orang berkurang. Bukan hanya taksi. Semua angkutan umum semua sepi. Kapan ya pak ini berakhir” “ Berapa persen turun pendapatan.Kira kira.” Kata saya. “ Duh susah bilang persen. Yang jelas tekor. “ “ Oh gitu.” “ Awal awal corona, kadang ada saja rezeki. Orang stop kendaraan di tengah jalan. Mereka kasih sembako. Ada yang kasih amplop berisi uang Rp. 50.000. Tetapi lama lama udah ja

Rakus.

Image
Ada pekerja PL Karaoke berkenalan dengan orang kaya paruh baya, Andi. Untuk memberhentikan PL dari tempat kerjanya. Andi membayar mucikari Rp. 800 juta. Mahal. Engga juga bagi Andi yang sudah jatuh cinta. Dia ingin membahagiakan dan mengubah jalan hidup PL itu agar lebih baik bersamanya. Kemudian, tidak lebih setahun terpaksa Andi membiarkan wanita itu pergi. Apa pasal?. Karena wanita itu tidak berhenti memita uang dan kemewahan hidup. Kecantikan dan kemulusan tubuh wanita itu tidak lagi menarik. Apalagi ketahuan wanita itu selingkuh dengan produser rekaman, Amir. Amir yang menjanjikannya akan jadi artis tenar. Mereka menikah. Apa yang terjadi setelah itu?  Amir pergi setelah sebelumnya menguras uang wanita itu sebesar Rp.  10 miliar. Wanita itu merana. Uang habis dan karir artis kandas. Cerita diatas hanya fiksi. Tetapi dari cerita diatas saya akan coba uraikan secara sederhana prihal sifat rakus. Andi memang kaya. Dengan uangnya dia ingin dapatkan cinta dengan mudah. Yaitu membeli

Indonesia akan baik baik saja.

Image
2018. Wenny ada kunjungan bisnis ke Indonesia. Sore hari dia sempatkan bertemu saya. “ Kamu kan janji akan undang saya dinner. Kemana kita pergi ? Katanya ketika bertemu di loby hotel. Saya ajak dia ke kawasan Pecenongan makan seafood di restoran kaki lima. Dia menikmati suasana tempat kami nongkrong. “ Hampir semua Sino Indo ya. “ Katanya. “ Ya ini kawasan China town di Jakarta. “  “ Oh Ya. “ Seorang pengamen datang membawakan lagu. Saya minta pengamen itu membawakan lagu “ You Liang Dai “ dari Teresa Tang. Kebetulan pengamen bisa membawakan dengan baik. Usai menyanyi itu, saya beri tip. Lyly tersenyum. “ Indonesia nampak pesat sekali pembangunan. Itu saya tahu dari media massa. “ Besok saya ke Hong Kong. Hati hati di jalan ya.” Kata saya. “ Untung saja aku datang lebih awal. Aku bisa ketemu kamu. Walau hanya sebentar. “ kata Wenny “ Setahun ya  ketemu bisa dihitung jari. Maaf ya dear " kata saya. Wenny terseyum dengan wajah merona. “ Saya membayangkan bet