Posts

Showing posts from December, 2008

Waktu

Image
Karena waktu sejarah ada. Karena waktu mentari tenggelam diperaduannya. Usia terpenggal dengan rambut memutih, mata memudar, tenaga berkurang. Namun hasrat tak pernah padam selagi hayat dikandung badan. Itulah waktu dan kita. Hasrat mengecilkan eksistensi sang waktu. Membuat hari tak akan berkesudahan. Melata untuk mendaki hasrat yang tak pernah habis habisnya untuk digapai. Makanya tak perlu terkejut bila semua orang tertawa dan ceria ketika menanti detik detik pergantian tahun .Keceriaan itu adalah puncak dari kebodohan manusia. Puncak meruginya manusia yang selalu alfa memaknai sang waktu sesungguhnya. Para cerdik pandai menulis dibanyak media tentang makna pergantian tahun. Toresan tentang yang lalu dan yang akan datang diulas tuntas. Semuanya dengan nada hari esok masih ada dan tentu masih ada banyak harapan. Begitulah setiap pergantian tahun , harapan tak pernah henti dipanjatkan. Sesungguhnya manusia itu sangat tak berdaya berhadapan dengan sang waktu. Sedetik kedepan tak ada y

Kekuatan spiritual

Image
Dalam berbagai banyak kunjungan diluar negeri dan beriteraksi dengan para professional asing, saya melihat bahwa etos kerja mereka sungguh luar biasa. Mereka serius, tekun dan disiplin tinggi dengan waktu. Tak ada hari kerja dalam canda. Semua berkerja dalam hirarki yang ketat untuk mencapai sasaran yang tepat. Kehebatan ekonomi China, Jepang ,Korea, Taiwan menjadi telaah para budayawan tentang kehebatan Tao , Budhisme, Kong Hu Chu sebagai kunci keberhasilan masyarakat Asia timur berkibar dikancah international dan disegani. Begitupula kehebatan Ekonomi barat dan AS diyakini oleh para budayawan sebagia akibat budaya plurarisme dan kebebasan berpikir . Hingga membuat bangsa Barat dan AS menjadi bangsa yang creative , innovative disegala bidang hingga menjadi acuan untuk menjadi sukses. Semua hal yang berbau barat selalu dipuja. Dulu orang mendalami ilmu tentang sukses yang katanya berasal dari Intelligent Question (IQ). Maka beramai ramailah orang tua meminta anaknya ikut test IQ. Bahk

Ka'bah...

Image
Saya teringat empat tahun lalu ketika menunaikan Ibadah Haji. Saya terpesona melihat Ka’bah. Karena selama ini ketika sholat , Ka’bah hanya ada dalam imaginasi saya yang memang tak pernah melihat langsung. Saya tahu bahwa kita semua menghadap kearah kiblat bernama Ka’bah. Agungkah Ka’bah ? Inikah yang selama ini arah kiblat kita ? Mengapa semua orang mau berkorban dengan tenaga dan uang , hanya untuk datang ke tanah suci ini ? Itulah pertanyaan dasar saya ketika melihat Ka’bah. Ketika ritual Tawaf , Pertanyaan dibalik keterpesonaan itu, saya mulai merasakan sesuatu pesan yang justru mengecilkan keberadaan Ka’bah itu sendiri. Saya tak lagi melihat Ka’bah sebagai sesuatu keterpesonaan. Betapa tidak ? Ka’bah ada disebelah kiri saya ketika mengelilingi Ka’bah ( Tawaf).. Bukan disebelah kanan. Kanan adalah lambang kemuliaan. Nabi menganjurkan agar melakukan segala sesuatu haruslah dengan tangan kanan. Melangkah dengan kaki kanan lebih dahulu. Quran sebagai wahyu ALlah dibaca dari kanan kek

Tekanan jiwa

Image
Manusia hidup dalam situasi tertekan ( pressure ). Tekanan dapat hadir dari luar sebagai akibat orang lain. Dapat pula bersumber dari dalam akibat dorongan nafsu yang tak terkendali. Tekanan dari dalam maupun dari luar , keduanya berdampak luas terhadap jiwa kita bila kita tak bisa menahannya. Karena pressure ini berkaitan dengan jiwa maka efek dari pressure adalah jiwa kita sendiri. Tekanan dari luar mudah dideteksi namun tekanan dari dalam jiwa kita sulit dideteksi. Sifat sombong atau ingin dihormati, hidup berlebihan atau gemar menumpuk harta, sifat pendusta dan perbuatan yang meru sak adalah sifat yang mengaburkan kebenaran ,kebaikan, keadilan. Sifat inilah sebagai pressure yang mengakibatkan jiwa tak pernah stabil. Sifat ini akan terus terpancing untuk bangkit akibat pangaruh budaya keseharian yang menyesatkan. Budaya keseharian itu hadir dalam kehidupan kita berupa “ pujian, fitnah, ancaman” . Ketiga hal ini membuat kita tertekan. Pujian adalah budaya yang hidup ditengah mas

Bakrie

Image
Abdul Bakrie adalah pengusaha pejuang. Dia disegani sebagai pengusaha pribumi yang sukses berkembang berdasarkan kekuatan potensi rakyat. Berawal dari pengumpul hasil pertanian dan kemudian menjualnya keluar negeri ( export) untuk mendatangkan devisa bagi negera. Dia dikenal sebagai sosok yang sederhana dan pekerja keras serta innovative. Tak banyak terlibat dalam kancah politik walau hartanya melimpah. Namun dia selalu bangga sebagai putra Indonesia dan menjadikan wiraswata sebagai caranya berbakti bagi bangsanya. Diapun mendidik anak anaknya dengan disiplin keras untuk menjadi petarung didunia business. Kini Abdul Bakrie telah tiada. Namun namanya tetap exist di usung oleh anak anaknya. Menjadi perusahaan berkalas dunia dan salah satu perusahaan yang unggul melewati krisis 98. Bakrie tumbuh dan berkembang diatas arus gelombang perpolitikan dan business di Indonesia. Keluarga Bakrie memang terlahir sebagai darah pejuang yang gemar bekerja keras untuk menangkap segala peluang yang mun