Posts

Showing posts from February, 2014

KPK digembosi?

Image
Diruangan Sauna saya bersama teman dari Medan berbicara tentang seputar RUU KUHAP dan KUHP yang menjadi kontroversial. Terutama pihak yang menentang RUU itu adalah KPK, MA, Polri, BNN dan BNPT. Tahu apa penyebab mereka menentang RUU itu? Tanya teman saya. Saya hanya diam karena memang tidak mengikuti berita. Beda dengan dia yang praktisi hukum, tentu mengikuti perkembangannya. Menurutnya RUU itu memaksa mereka penegak hukum harus bekerja dengan pendekatan professional bukan kekuasaan. Para penegak hukum harus orang orang well educated dengan standard terbaik dibandingkan yang lain.  Tapi dengan KUHAP dan KUHP yang ada sekarang serta UU kelembagaan seperti MA, KPK, BNPT, BNN soal peradilan dilaksanakan melalui pendekatan kekuasaan. Sebagai sebuah system ini tidak akan melahirkan keadilan. Apa bedanya dengan dulu era Soeharto dimana keadilan dilakukan melalui pendekatan kekuasaan. Ini cenderung tiran. Apalagi lembaganya tidak boleh di intervensi atau diawasi. Tapi bukankah system it

Fitrah pemimpin...

Image
Saat menjelang PEMILU tiada berita tanpa opini miring tentang JOKOWI.  Opini ini bukan berasal dari mereka yang anaknya mendapatkan fasilitas Jakarta Pintar. Bukan dari mereka yang mempunya kartu Jakarta Sehat. Bukan dari mereka yang mendapatkan fasilitas Rusun. Bukan dari mereka yang lingkungannya terkena program  Kampung Deret yang menyulap perkampungan kumuh menjadi kampung yang bersih dan manusiawi. Bukan pula dari mereka yang mendapatkan kenyamanan layanan administrasi kependudukan di Kelurahan dan kecamatan. Opini miring tentang Jokowi berasal dari budayawan, politisi, pengamat dan Lembaga Survey, jaringan sosial anti Jokowi.  Opini mereka inilah yang diberitakan setiap hari, bahwa Jokowi hanya pandai blusukan tapi hasilnya tidak ada untuk perbaikan DKI. Kehebatannya tidak sehebat pencitraannya. Hati hati bahwa  Jokowi adalah agent dari Yahudi. Jokowi itu Syiah. Dia kafir. Dari berbagai berita itu,intinya hanya satu bahwa JOKOWI tidak qualified menjadi President RI. Yang qualif

Power of Mind...?

Image
Kemarin ketika masuk loby hotel  Grand  Hyatt ,saya ditegur oleh seseorang. Dia langsung menyebut nama kecil saya dan saya membalasnya dengan anggukan. Tanpa menunggu response saya lebih jauh, dia langsung merangkul saya dengan hangat.Saya masih belum bisa mengingat siapa gerangan ini? Kemudian dia menatap saya agak lama.  Berharap saya dapat mengingatnya.  Namun tetap saya tidak bisa mengingatnya. Akhirnya dia menyebut nama dirinya dan kenangan tentang tempat kelahiran saya.  Nah, barulah saya mengingat. Dia ternyata teman semasa kanak saya. Kami berbicara didepan loby dan tidak berapa lama datang kendaraan menjemputnya. Saya melirik kendaraan itu harganya diatas Rp. 4 miliar. Dia menghampiri kendaraan itu dan berkata kepada supirnya untuk kembali ketempat parkir.Sebetulnya dia masih ada janji untuk ketemu orang ditempat lain.Namun karena masih ingin berlama lama dengan saya dia batalkan pertemuan itu. Dengan sabar dia menanti saya usai dengan ralasi saya.Setelah itu kami melanjutka

Sudah saatnya...

Image
Waktu  ketemu dengan teman lama di depan gedung HSBC premiere Office di Central, Hong Kong.  Dia nampak gagah sekali dengan setelah jas mahal. Usianya masih belum 40 tahun. Tapi rasa percaya dirinya tinggi sekali ketika berbicara tentang bisnis yang sedang digelutinya. Dia bicara tentang “Business value” atau tepatnya meningkatkan value asse t perusahaan melalui perbaikan structure permodalan perusahaan. Dia bercerita tentang berbagai strategy investment value melalui perbaikan management system dll. Menurut saya apa yang sedang dia lakukan tidak memerlukan keahlian banyak. Ungkapan yang dia sampaikan tidak lebih hanya untuk mengaburkan business dia sebenarnya. Apa itu. Memanfaatkan kelemahan structural perusahaan orang lain dan mendapatkan yield melalui pasar modal.  Memang business seperti ini haruslah didukung oleh financial network yang kuat dan sumber informasi yang terpercaya dari orang dalam bank yang sedang bertugas menangani nasabah yang kesulitan meningkatkan pinjaman karen

Cinta?

Image
Disuatu sore, di pusat kota Shanghai. Saya bersama teman rendezvous di cafe. Teman saya bercerita tentang sesuatu yang indah tentang  cinta. Tahukah kamu bahwa ada seorang wanita yang setiap jumat sore selalu hadir di seberang cafe ini.Itu dilakukanya selama lima tahun tanpa seharipun dia apsen. Karena dia selalu hadir disana akhirnya menimbulkan perhatian orang banyak. Hal ini mengundang staisun Radio untuk mewawancarainya.Akhirnya tahulah orang banyak bahwa dia sedang menanti kekasihnya datang menemuinya. Kekasihnya berjanji akan bertemu di cafe itu. Bertahun tahun menanti??? Ia tidak galau.Tidak pula gila.Dia waras. Bahkan sangat waras. Apakah penantiannya berharap cinta untuk bersemi kembali? tidak!. Dia hanya berharap maaf dari pria yang dicintainya itu. Dia sadar bahwa ketika dia mencintai maka dia harus rela berkorban. Namun apa dayanya. Dia tidak sekuat yang dia bayangkan untuk terus menanti dan dia berusaha tegar untuk terus menanti dan menanti.  Namun doanya tiada henti aga