Tuesday, September 28, 2021

Dosa kolektif.

 





Kalaulah kerajaan di Nusantara ini tidak membuka pintu kepada Inggris, perancis, pertugal, belanda  untuk datang berniaga, mungkin tidak akan  ada minat VOC mau berinvestasi di Nusantara ini. Kalaulah VOC investasi di Indonesia, tidak ada korupsi di kerajaan dan pegawai VOC, tidak mungkin akhirnya VOC bangkrut dan akhirnya Pemerintah Belanda menjadikan Indonesia sebagai wilayah kolonial. Kalaulah Kolonial Belanda tidak membiarkan korupsi di kalangan elite kerajaan yang menyengsarakan rakyat, tidak mungkin  ada perlawanan rakyat kepada Belanda. 


Dalam hidup ini ada yang disebut karma., Terjadi sebab akibat dari rangkain proses terciptanya salah dan benar. Satu dosa yang anda buat maka orang lain akan merasakan dampaknya. Pak Harto memberikan izin kepada Freeport McMoran untuk kuasai Tambang di Papua, itu karena dia dapat dukungan dari AS menjatuhkan rezim Soekarno. Dampaknya luas sekali kepada orang banyak. Karena itu proses neokolonial berlangsung selama 32 tahun dia berkuasa. Kalaulah Gus Dur tidak dijatuhkan oleh MPR, kartel politik tidak akan terjadi. 


“ Kemiskinan itu karena orang malas. “ Kata orang kaya. “ Kemiskinan itu karena sistem yang salah.” Kata orang apatis dan kalah. Kemiskinan itu karena korupsi “ Kata orang pesimis. Semua ada alasan. Dan lucunya alasan itu menjadi hal yang dianggap normal saja. “ Toh bukan hanya di Indonesia ,  di negara lain juga sama. “ Enggga penting amat dunia, yang penting akhirat.” Selesai sampai disitu. Artinya ketika kita memaklumi dan akhirnya menjadi hal permisif, kita bagian dari kesalahan itu. Dosa satu orang menjadi dosa kolektif. Peradaban akan terus mundur.


Lantas bagaimana seharusnya?. Apa yang terjadi pada diri kita sekarang itu adalah proses panjang dari sikap dan perbuatan kita di masa lalu. Kalau kita mencari rezeki mudah, beribadah damai, itu sudah cukup. Normatif. Soal kaya atau miksin itu relatif. Tetapi kalau kita saja yang mudah cari rezeki, sementara ada orang lain yang untuk makan sehari saja sulit, bayar kontrakan bingung, bayar cicilan hutang tersesak nafas dikejar debt collector, maka hanya masalah waktu kitapun akan merasakan hal yang sama. Tidak ada ketimpangan berjalan bebas, akan ada koreksi untuk mencapai keseimbangan.  Kalau terjadi, terjadilan…itu hukum alam, karma kehidupan. Makanya perlu saling nasehat menasehati  atas dasar nurani, bahwa kebenaran itu harus diperjuangkan agar keadilan menang. Hanya dengan itu kita terhindar dari dosa kolektif dan meninggalkan legacy yang terbaik bagi masa depan.


Friday, September 10, 2021

Mindset positif.

 





Waktu masih kecil setiap usai berkelahi dengan orang, papa saya marah dan kawatir. Karena saya babak belur. Kadang terluka. Padahal dia tahu saya bukan anak yang nakal dan mengundang berkelahi. Yang dia tahu saya tidak ada rasa takut dan tidak tega terhadap orang lain.  


“ Kalau kamu diganggu orang, cepatlah menghindar. Bila perlu berlari dari mereka” Kata Papa saya.  

“ Kalau saya lari nanti dia tersinggung. “ Kata saya.

“ Ya udah. Kalau dia pukul kamu, larilah segera.”

“ Bagaimana mau lari. Dia pegangi dan terus pukul”

“ Balas!. Lawan! Kamu itu laki laki. Jadilah petarung. “

“ Nanti dia sakit kalau aku balas. “

“ Jadi kamu sendiri engga sakit dipukul ?

“ Ya karena aku sakit, aku engga mau dia juga sakit.”


Anda  bisa bayangkan bagaimana suasana batin papa saya mendengar itu. Marah dan kawatir sekaligus menyatu. Akhirnya, masuk SMP, papa saya masukan saya latihan karate. Saya senang latihan karate. Kebetulan simpainya sangat bijak. “ Saya tidak malatih kalian memukul untuk  menghabisi lawan. Tetapi menghentikan niat buruknya terhadap kalian. “ Katanya. Saya terinspirasi latihan bela diri bukan karena ingin jagoan, tetapi ingin agar orang tidak mudah berniat buruk terhadap saya. Benarlah sejak itu jarang sekali orang mengganggu saya. Dan kalau diganggu saya cepat melumpuhkannya tanpa membuat dia dan saya babak belur.


Setelah dewasa, saya merantau ke Jakarta. Papa saya masih mengkawatirkan akan sikap saya yang menurutnya “lemah”. Saya tanya kepada ibu saya “ Apakah aku salah kalau tidak bisa berbohong, mengalah, memaafkan, mudah percaya kepada orang lain?


“ Tidak salah. Jaga terus itu. Apapun yang terjadi, pertahankan itu. Sabar ajalah” Kata ibu saya menasehati saya. “ Tapi itu sifat lemah. Bagaimana laki laki bisa bertahan hidup  kalau dia lemah. “Kata papa saya.


Saya menikah dengan ponakan papa saya. Hubungan keluarga papa saya dengan mertua perempuan adalah sepupu garis ibu. Itupun dengan alasan agar istri saya bisa menjaga saya dari sifat “ lemah ” itu. Awalnya saya sulit untuk bisa nyaman. Karena apapun sikap saya selalu disalahkan istri.  Saya pulang malam habis ajak client ke karaoke. istri tanya. “ darimana ? 

“ Dari karaoke temanin clients minum.”

“ Ada perempuannya “

“ Ada.”

“ Kamu sentuh dia ?

“ Engga. Dia sentuh saya.”Kata saya. Istri marah besar. Papa saya nasehat ini, kamu harus bisa berbohong dihadapan istri. Menjaga perasaannya itu juga kebaikan. Mertua saya juga nasehati yang sama. Tetapi saya bingung. Masalahnya apa?  saya hanya temanin clients minum dan itu cara saya mem bujuk clients. Sejak itu kalau saya pulang malam, istri engga pernah tanya lagi darimana saya. Karena setiap dia tanya, saya jawab apa adanya. Dia marah. Dan saya tidak pernah membalas marah itu. Saya terima saja. Karena tidak tega marah kepada istri.


Dalam bisnis tiga kali saya bangkrut karena disingkirkan mitra saya dengan cara paksa. “ Bagi saya orang selalu ada alasan mengapa sampai singkirkan saya.  Belum tentu dia salah. Bisa saja memang saya yang salah. “ Kata saya. Karena itu istri saya marah  besar. “ Aneh selalu merasa salah dan merasa patut minta maaf. Papa tidak pernah ragu memberi kalau teman minta tolong. Tidak pernah kapok dibohongi orang. Mudah memaafkan semua itu, seperti tidak pernah terjadi apapun. Dan tidak melawan ketika orang menzolimi, bahkan dihujat didepan papa, papa diam saja. Itu bego namanya.” Kata istri.


Tahun 2004 saya hijrah ke China untuk bisnis. Itupun karena 15 tahun bisnis saya tidak pernah berhasil dalam arti sebenarnya. Selalu jatuh bangun. Di China, sifat yang dianggap lemah itu justru memudahkan saya cari uang. Mudah dapat kepercayaan. Mudah dapatkan mitra yang saling menjaga. Awal merintis, saya ajak pabrikan di china pameran dagang di Eropa dan mereka mau saja produksinya dilabelin merek perusahaan saya. Dan setiap ada order, saya bisa lakukan dengan mudah cross settlement lewat LC transferable. Tidak pernah mereka  potong langsung saya atau deal langsung dengan pelanggan saya.  Saya jujur dan mereka lebih jujur.  Dan terus berkembang di tenga  lingkungan seperti itu.


Menjadi baik itu tidak mudah. Karena tanpa dukungan lingkungan yang baik,  sulit anda jadi orang baik. Kita makhluk sosial, yang tidak bisa menghindar dari lingkungan pergaulan kita. Kalau lingkungan kita doyan bisnis rente, korup,  culas, mau enak sendiri,   sombong , doyan berghibah, tidak menghormati komitmen berkeluarga, ya lambat laun kita juga akan terpengaruh. Ya,  Jangan salah gaul dan bersabarlah dengan mindset positip. Karena itulah kekuatan sejati anda.

Wednesday, September 08, 2021

Bahagia..

 



“ Ah mereka kaya belum tentu bahagia.” Kata seseorang yang  meliat mobil mewah berhenti depan lobi mall. Itu saya dengar dan saya tersenyur. Memang bahagia itu tidak ditentukan oleh kemewahan harta. Tetapi oleh hati. Namun tidak banyak orang yang bisa bahagia dengan tampa harta. Itu juga manusiawi.  Tentu tidak banyak juga orang bahagia karena harta. Maklum apapun butuh ongkos dan kompetisi. Jadi bahagia itu relatif dan setiap orang kadarnya berbeda, dan tidak ditentukan oleh harta.


***


Saya jalan kaki dari Pecenongan ke masjid istiqlal untuk sholat ashar. Di trotor saya meliat dua orang sedang makan nasi bungkus. Satu bungkus dimakan berdua. Saya perhatikan. Mereka tersenyum menatap saya. “ Makan pak.”Kata mereka. Saya mengangguk. 


“ Itu ada restoran padang. Gimana kalau kita makan disana saja. Kalian ikut saya.”


“ Engga usah pak. Ini aja sudah kenyang. “ 


“ Kalau saya belikan nasi bungkus lagi mau ?


“ Terimakasih pak. Lumayan untuk teman saya.”


“ Siapa teman kamu ?


“ Noh..” Dia menunjuk pria yang sedang duduk agak jauh dari mereka. 


“ Mengapa engga diajak makan bareng?


“ Dia sebenarnya kaya di kampung. Tapi dia jadi pengemis di dekat masjid cari uang”


Saya dekati pria itu. Saya beri uang dengan mengenggamkan uang ditangannya. Jadi tidak nampak oleh kedua temannya yang agak jauh. Dia mengucapkan terimakasih dengan wajah ceria. 


Saya kembali kepada dua orang yang sedang makan. “ Itu teman kamu dekat ?


“ Engga, Kenal disini aja.” Katanya dengan menghapus keringat dikeningnya. Lahap sekali dia makan. Padahal menunya hanya tempe dan sayur. Saya keluarkan uang di dompet. “ Ini uang untuk kamu. “ Kata saya.


“ Wah banyak sekali. “ dia menghitung lembaran 50.000. 


“ Apa rencana kamu dengan uang itu” tanya saya.


Dia melirik ke temannya. “ Nih bagi dua. “ Katanya. “ Sisanya untuk bayar bon makan di warung. Dapat uang dari pemulung semakin sulit sekarang. “ Katanya ringan. Saya melangkah menjauh dari mereka. 


Dari pengalaman diatas, saya dapatkan hikmah. Dua kelompok yang berada pada lapisan bawah. Satu punya semangat hidup dan harga diri dengan cara tampa mengemis dan ketika mendapat,dia berbagi. Satu lagi hidup dari mengemis dan ketika mendapat malas berbagi. Saya menduga dua orang yang hidup sebagai pemelung tidak sulit bagi mereka untuk bahagia dengan cara sederhana. Karena mereka tidak tergantung kepada manusia tetapi kepada dirinya sendiri. Sementara yang hidup dari mengemis, jelas sulit untuk bahagi karena hidupnya tergantung kepada belas kasihan orang.

Dalam hidup ini, passion atas apapun yang bernilai itu karena skill  dan kapasitas anda sendiri. Kalau karena itu uang datang, itu akan menjadi puncak kebahagiaan, dan anda tidak akan ragu untuk berbagi. Dan tidak akan kawatir apapun akan di PHK, bisnis lesu, atau apalah. Dalam hati yang lapang dan bahagia, selalu ada solusi.

Friday, September 03, 2021

Persepsi dan konsepsi agama

 





Saya menaruh hormat dengan teman. Apa pasal?.  Dia orang baik. Sebagai pengusaha, semua karyawan mencintai dia. Semua nama karyawan dia hapal.  Dia suami yang baik. Tidak selingkuh. Sebagai sahabat dia sangat peduli dengan teman. Suka menolong. Tidak pernah punya masalah dengan siapapun. Tidak pernah terdengar kata katanya yang menyinggung. Lebih banyak senyum kalau berbeda pendapat. Rajin bayar pajak dan jujur. Suka berderma. Walau dia pengusaha, namun sangat egaliter.   Krismon 1999,  dia bangkrut. Semua sahabat menjauh dari dia. Istri minta cerai. Anak pergi ikut mamanya. Dia tidak mengeluh. Setelah dia bangkit lagi, dia terima kembali istri dan anak anaknya. Tapi dia tidak punya agama. Saya katakan tidak ada agama, karena dia tidak pernah melaksanakan ritual agama.  Mungkin bisa juga dia tidak mengerti agama. Entahlah. Tapi apakah saya harus mengajarkannya tentang agama? Kalau tidak mau, apakah rasa hormat saya berkurang? tidak. Dia tetaplah inspirasi saya. 


Saya bersyukur karena terlahir dari ibu seorang ulama dan pengajar. Apakah perlu agama untuk memahami persepsi tentang Tuhan? Tanya saya kepada ibu saya. Dalam diri manusia sebenarnya sudah ada Blue print ilahiah (  Al-A'raf ayat 172). Konsepsi islam adalah rahmatan lilalamin. Jadi antara persepsi dan konsepsi sejalan. Kata ibu saya. Persepsi tentang Tuhan adalah cinta dan kasih sayang. Itu diaktualkan dengan sempurna oleh kedua orang tua kita. Dan kemudian kelak kita juga aktualkan kepada anak anak kita. Tanpa cinta tidak mungkin kehidupan dimaknai. Tidak mungkin peradaban tercipta.  Namun untuk mengingatkan manusia, perlu konsepsi atas persepsi tentang Tuhan itu. Maka lahirlah agama.  


Jadi kalau mau dianalogikan sederhana. Persepsi itu adalah air, sementara konsepsi adalah cangkir.  Apapun model cangkir, toh isinya tetaplah air. Kualitas air tidak ditentukan oleh model cangkir.  Apapun agama, persepsi tentang Tuhan sama. Bahkan orang yang tidak beragamapun persepsinya sama. Apa itu ? Cinta? Nabi Muhammad dilempar batu oleh kaumnya tetapi beliau memilih mendoakan mereka agar Tuhan bukakan hidayah. Isha ( yesus )  digiring dalam keadaan tersalip, dia memilih berdoa agar Tuhan mengampuni umatnya. Itulah bertemunya persepsi dengan konsepsi.


Mengapa akhirnya belakangan agama berbeda, sekte berbeda, namun berbeda pula sikap? Itu karena persepsi tentang Tuhan berbeda dengan agama sebagai konsepsi. Akibatnya agama sebagai konsepsi  bagi pendosa itu menakutkan. Lebih banyak berisi tentang Tuhan penghukum, pemberi kutukan, bengis. Definisi dosa disematkan dalam konsepsi.  Daftar dosa dicoding. Sementara, orang Sholeh masuk sorga. Amalan dan nikmat sorga dicoding. agama jadi bursa saham.


Apa yang terjadi ? Agama melahirkan komunitas feodalisme, patron dan kekuasaan. Karena itu agama juga adalah simbol masjid yang megah. Gereja yang mentereng.  Pagoda yang mewah. Candi yang gigantik. Sementara kebencian kepada yang berbeda dan amarah yang tak sudah kepada yang dianggap kafir dan sesat terus dikumandangkan atas nama agama. Itu bukan lagi agama sebagai konsepsi. Mengapa ? Andaikan seperti itu agama sebagai konsepsi, mengapa Nabi Muhammad  tidak berdoa kepada Tuhan agar umat yang melemparnya dengan batu dihukum Tuhan dengan bencana?. Mengapa nabi isha ( yesus )  tidak berdoa kepada Tuhan agar mereka yang menyalipnya dikenakan bencana ? Mengapa? Persepsi Nabi tentang Tuhan adalah cinta dan kasih sayang. Tidak mungkin dia  provokasi Tuhan agar menghukum manusia hanya karena tidak suka dengan dia.  

Ya saya bersyukur saya belajar memahami persepsi tentang Tuhan dari ibu saya yang bening seperti kristal. Sehingga tahu arti mencintai. Tentu tahu persepsi tentang Tuhan yang sebenarnya. Apapun provokasi dalam pergaulan di luar rumah, tidak pernah mengubah persepsi saya tentang Tuhan. Beragamapun jadi damai. Tanpa ada sikap paranoid terhadap mereka yang berbeda, bahkan  kepada mereka tak beragama sekalipun. Kalau bertemu orang baik, sudah cukup bagi saya. Tidak perlu saya tanya apa agamanya.  Saya utamakan air daripada cangkir.

Wednesday, September 01, 2021

Semua biasa saja..






Saya melakukan business trip ke Kazakhstan pada musim dingin. Tujuan saya adalah Astana ibukota Kazakhstan ( sekarang ibukota berganti nama Nursultan). Di Bandara Almaty International Airport saya dijemput oleh Samal.  Wanita canik berambut panjang. Mata bulat. Dia kontak saya di Astana dalam bisnis oil dan gas. Kali pertama mengenalnya di Hong Kong. Usianya belum 40 tapi penampilannya mature.  Postur tubuhnya lebih tinggi dari saya. Setelah sibuk seharian meeting , malamnya saya undang  Samal untuk makan malam di Ritz Carlton Astana. Karena keesokan paginya saya harus kembali ke Beijing


Ada yang menarik dalam pembicaraan dengan dia waktu dinner. Uni Soviet memang memberikan jaminan sosial yang luas namun kodrat kita sebagai manusia tidak dihormati. Orang memang tidak ada terlalu miskin tapi kaya jelas tidak mungkin kecuali kamerad partai. Setelah Uni Soviet runtuh dan kami bisa memerdekakan diri, kami harus mau berubah. Memang tidak mudah. Yang sulit berubah itu adalah para elite politik yang masih terbiasa dengan gaya komunis. Sementara  bagi rakyat, kebebasan itu lebih dari segala galanya.


Di era demokrasi tidak seharusnya ada keluhan. Nasip setiap orang ditentukan oleh dirinya sendiri. Negara memberikan peluang bagi siapa saja yang cerdas. Kalau yang boleh kaya hanya orang pintar , tentu dosen lebih dulu kaya. Tetapi kan tidak. Kalau kaya itu identik dengan kerja keras, tentu buruh dan petani lebih banyak yang kaya. Nyatanya tidak.  Kalau kaya itu karena paham luas ilmu agama, tentu ulama lebih dulu kaya. Nyatanya tidak. Jadi kaya dan sukses itu bukan karena pintar, kerja keras, atau paham agama, tetapi kerja cerdas. 


Menjadi cerdas, adalah menjadi diri sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Kita bekerja sebagai profesional bukan karena kita tergantung kepada pemberi kerja tetapi karena mereka butuh skill kita. Kalau kita jadi  ASN bukan karena kita numpang makan kepada uang pajak rakyat, tetapi karena dedikasi kita diperlukan negara. Kita jadi pengusaha dan berusaha membujuk konsumen, bukan karena kita tergantung kepada mereka, tetapi karena kita tahu mereka butuh kita untuk dapatkan barang bagus. Kita hormati pemodal karena kita tahu bisnis yang kita tawarkan menguntungkan. Artinya keraslah kepada diri sendiri dan tempa diri kita agar diperlukan orang lain. 


Kalau kita tidak merasa diperlukan dan tetap berharap, maka itu kembali ke era komunis yang semua tergantung kepada negara. Dalam era demokrasi wahana kompetisi tidak bisa dihindari. Semua orang dan semua profesi termasuk politisi harus melewati kompetisi. Dalam prosesnya semua orang harus survival. Apakah karena itu ada yang merasa dirugikan dan kecewa, itu biasa saja. Kecewa dan kawatir adalah sikap pecundang. Selalu ada alasan untuk menyalahkan dan dikeluhkan. Apakah itu akan mengubah keadaan? tentu tidak. Sementara kehidupan terus berjalan. Kalau kita larut dalam keluhan maka kita akan jadi korban kompetisi. tidak ada yang akan peduli. 


Tentu kita tidak berhak mengahakimi siapapun selagi hukum dan konsesus tidak dilanggar.  Pada akhirnya semua orang menjalani takdirnya masing masing. Baik dan buruk , susah dan senang, sakit dan sehat selalu bersanding. Semua orang akan merasakan kedua hal itu, tanpa peduli siapa dia. Biasa saja.Kata Samal dengan tersenyum


“ Terimakasih udah undang saya makan malam yang mewah ini. Entah kapan lagi saya bisa nikmati. Saya akan kerja keras dan tentu cerdas seperti anda. “ Katanya melangkah keluar dari Selfie Restaurant. Malam semakin larut. Diluar tentu cuaca dingin menggit.

Saturday, August 21, 2021

Afganistan yang kaya SDA

 




Pada tahun 2015 saya berkunjung Afganistan. Tujuan saya adalah provinsi Logar. Saya didampingi oleh Team dari Kantor perwakilan Holding di Urumqi,  Xinjiang. Sampai di Kabul teman saya dari China metallurgy menjemput saya. Dengan kendaraan Pajero , dari Kabul kami melewati jalan beraspal dan melewati pom bensin yang sepi. Nampak di pinggir jalan pria berbaju salwar kameez dan beanies, dan banyak wanita bercadar. 


Lebih dekat ke Davo, sebuah desa dekat Aynak, nampak ladang hijau yang luas, rumah lumpur, dan cakrawala kabur karena panas. Di lapangan di Provinsi Logar, tesirat wajah penduduk sipil marah, frustrasi, dan takut. Teman mengatakan kepada saya bahwa “ Karena adanya operasi tambang, kehidupan tidak lagi normal di sini. Ada terlalu banyak kesulitan. Insinyur hanya kebagian kerja kasar.”  Program pembangunan tambang tidak seindah cerita politisi. 


Pada tahun 1995, Taliban menguasai Logar, kehidupan damai. Namun pendatang dengan pakaian sama dengan Taliban membentuk komunitas baru. Jama'at al-Tawhid, itu semancam majelis taklim, kemudian tahun 1999 berubah menjadi  Jama'at al-Tawhid wal-Jihad, 2015 jadi Negara Islam-Provinsi Khorasan (ISKP) afiliasi ISIS. Rakyat miskin mudah terpengaruh bergabung. Walau sedikit mereka sangat militan. Belakangan ISKP  mendapat pasokan dari kelompok Mujahidin dari Al Qaeda yang ada di Pakistan. Belakangan kekuatan Mujahidin dengan  7 faksinya bersama sama dengan AS menggulingkan Taliban tahun 2001.


Setelah tahun 2001, Taliban menjadi milisi  pemberontak terhadap pemerintahan yang sah. Bagi rakyat, pemerintah yang korup adalah mimpi buruk namun aksi serangan Taliban kepada tentara dan polsi pemerintah jauh menakutkan. Ledakam bom tidak memilih rakyat sipil atau tentara. Belum lagi serangan roket yang tiba datang, entah dari mana. Banyak rakyat mengungsi dari desa. Karena terjepit antara milisi Taliban dan Mujahidin bersama ISIS dan AL Qaeda. Rakyat yang tidak membantu Taliban, pasti terbunuh. Sebaliknya yang membantu akan terbunuh oleh Mujahidinn atau tentara pemerintah. Antara Taliban dan kelompok ISKP saling bertempur dalam setiap kesempatan. Rakyat jadi korban.


Tahun 2007 China mendapat konsesi (KK) Tambang mineral selama 30 tahun dari Pemerintah afganistan di Mes Aynak, Logar. Merupakan  salah satu deposit tembaga terbesar di dunia. Yang dapat konsesi adalah China Metallurgical Group Corp (MCC). Operasi belum dimulai. Walau deposit besar namun tekhnlogi untuk mengeksploitasi sangat mahal. Misal logam tanah jarang untuk lithium. Mineralnya terperangkap dalam batuan. Yang untuk memisahkannya butuh ongkos mahal.  Kadar nikel juga sangat rendah. Tidak layak secara ekonomi ditambang.


Karena itu China minta agar royali dikurangi dari 19,5% jadi 10%.  Bandingkan kita sama Freeport berpuluh tahun hanya dapat royalti sebesar 4 % happy aja kok. Baru diubah setelah era Jokowi. Apa alasan China kurangi Royalti ? Alasan faktor resiko lapangan dan tekhnologi yang mahal. Ghani datang ke Beijing oktober 2014 dia menolak dengan tegas permintaan China. Proyek terhenti begitu saja. MCC  berusaha menjual KK itu kepada pihak lain. Tetapi tidak ada yang mau. Padahal infrastruktur jalan sudah dibangun MCC. 


Tapi Pakistan bisa menjual mineral logam yang bisa diolah untuk emas, nikel dan logam tanah jarang. Mengapa ? Pakistan jadi penampung tambang ilegal rakyat Afganistan. Mereka dapat aman kerja karena dilindungi oleh milisi Taliban.  Setiap tahun sedikitnya USD 300 juta nilai produksi tambang ilegal itu masuk ke Pakistan. Smelter di Utara Pakistan dapat terus produksi dengan ongkos murah. Itu lebih baik daripada Mujahidin memaksa rakyat menanam opium. Membuat petinggi 7 faksi mujahidn yang mendukung pemerintah hidup kaya raya. Tentu tampa bantuan CIA tidak akan bisa terjadi.


AS selama  mendukung rezim penguasa, hanya dimanfaatkan oleh elite AS dan Afganistan merampok miiaran dollar dana bantuan. 60% Anggaran nasional berasal dari donasi AS. Itu tidak ada yang mengalir ke rakyat. Hanya memperindah kota Kabul dengan deretan gedung mewah dan rumah para elite. Kalau AS menclaim bantuan sebesar USD 100 miliar setahun, maka 80% kembali ke AS lewat kontraktor AS dan tentu juga para elite AS. Sepertinya kekayaan SDA Aftganistan dijadikan alasan agar kongres terus menyetujui bantuan untuk Afganistan. Padahal tujuannya adalah merampok. Korup.


Saya tiba di kompleks tambang yang kosong. Ketika itu helikopter Amerika terbang di atas. Sepuluh pria dengan janggut panjang, sorban putih, salwar kameez , dan rompi cokelat  menemui kami. Mereka mengatakan kehadiran kami dapat mengakibatkan Taliban mengintimidasi mereka setelah kami pergi. Sambil minum teh panas dan biskuit, mereka mengatakan kepada saya bahwa “ orang Cina tidak bisa pergi begitu saja. Bukankah kita bertetangga. “.Afganistan memang kaya SDA, namun untuk mengolahnya secara mandiri butuh waktu sedikitnya 30 tahun. Mereka lost opportunity 30 tahun akibat perang…


Sunday, August 15, 2021

Kemerdekaan hanya...




 Tahun 2006 di Belanda, saya bertemu dengan teman yang ayahnya pernah jadi tentara sekutu bertugas di Indonesia pada batalion A wilayah Bogor. Tugasnya melucuti senjata Jepang. Pada satu kesempatan dia ajak saya bertemu dengan ayahnya di Rotterdam.  


“ Patriot sejati adalah prajurit pejuang Indonesia. Tidak ada prajurit di dunia ini yang sehebat pejuang Indonesia”‘kata ayahnya ketika tahu saya dari indonesia.


“ Mengapa ? Tanya saya.


“ Saya saksikan sendiri. Ketika mereka tertangkap dan dieksekusi mati. Tidak nampak di wajahnya rasa takut. Tenang. Sangat tenang setenang air danau. Malah, yang kini saya tak pernah lupa, ketika saya bidik senjata kearah mereka. Seperti ada cahaya putih melingkup mereka. Benar benar cahaya putih. Makanya mereka tidak teriak sakit. Yang nampak dari mayatnya adalah wajah euforia. “‘Katanya dengan air mata berlinang.


Saya terdiam dan air mata saya juga berlinang.


“ Nak, Indonesia merdeka karena pejuang Tuhan. Itu nyata. Malaikat selalu bersama mereka. Jadi nak… jangan kianati mereka para patriot itu. Jangan. “ katanya terbata bata. 


Saya kalau baca diary kisah ini, saya merinding seakan setiap waktu kita mendapat kutukan para Syuhada karena kemerdekaan hanya memberikan kemakmuran kepada 1% populasi yang menikmati 40% pendapatan  nasional dan 67 % sumber daya nasional. Kita bisa berubah. Bisa !


***


Tanah airku akan kubela dengan darahku. Demikian kata kata yang terkesan romantis namun naif. Lebih tepatnya kalimat melodrama belaka. Mengapa? Tanah air ada, pajak diperkenalkan. Sistem keuangan di create. Negara membuat aturan soal pajak dan bea, pemerintah mengatur pemasukan dan pengeluaran. Kini pendapatan negara dari pajak dan sumber daya keuangan (‘M2). Tanpa  itu engga ada kerjaan yang bisa jalan. Karenanya kebijakan apapun yang berkaitan dengan sosial, politik, budaya, ya orientasinya ekonomi. Soal keadilan bagi simiskin harus tegak itu hanya retorik melodrama.


Walau produksi berasal  dari 1% populasi rakyat yang menguasai 40% pendapatan nasional, namun rasio pajak hanya 9,76%. Artinya ? komunitas 1% itu mendapatkan banyak fasilitas insentif pajak. Lantas darimana negara membiayai kekurangan anggaran ? 40% dari pajak tidak langsung ( PPN, Ppn BM, Cukai ). Itu dibebankan kepada rakyat sebagai konsumen, bukan kepada 1% populasi yang sibuk produksi, numpuk laba menuhi brankas di luar negeri.


Terus darimana lagi kekurangannya? dari social security contribution/SSC atau pengelola dana pensiun, asuransi, BPJS tenaga kerja. Apa artinya? sistem negara kita memang diongkosi disamping dari pajak juga dari security contribution/SSC, disediakan oleh para pekerja, bukan oleh konglomerat. Engga percaya ? 


Mari kita lihat data sederhana sumber pembiayaan defisit anggaran. Data tahun 2021,  Total hutang negara dalam bentuk SBN ( Surat berharga Negara ) sebesar 86,63%. Darimana sumber  dana SBN itu? ya dari social security contribution/SSC atau pengelola dan pensiun, asuransi, BPJS tenaga kerja. Tahun 2020 APBN sebesar 2.739,16 triliun, sementara utang dalam bentuk SBN sebesar  1.071,9 triliun atau 40% disediakan oleh para pekerja, bukan oleh 1% populasi yang menguasai 40% pendapatan nasional dan 68% faktor produksi nasional.


Jadi walau kita sudah merdeka lebih dari setengah Abad, tetapi sistem masih feodalistik atau berpihak kepada  kelas penguasa dan pemodal. Salah ? Ya engga. Era sekarang semua perlu ongkos. Semua orang hidup tergentung uang kecuali orang mati. Orang pintar makan orang bodoh. Yang lemah dilipat oleh yang kuat. Ya wajar saja. Karena era demokrasi semua orang bebas milih, mau bego atau cerdas.  Mau kuat atau lemah. Sistem mendukung itu. Semua terserah pilihan anda. Baper karena bokek, ngeluh ? Kelaut aja...


Wednesday, August 11, 2021

IQ ...

 


Direksi saya di china, istrinya guru sekolah SMU. Dari dia saya tercerahkan . Menurutnya setelah Mao wafat, Deng tampil berkuasa. Yang pertama dia lakukan adalah berkunjung ke AS. Di sana Deng bertanya kepada profesor AS. “ berapa IQ manusia normal.” Tanya Deng 

“ 100 “ jawab profesor

“ Berapa IQ orang AS ?

“ Diatas 100. Ya diatas IQ gorila yang IQ nya berkisar 75-90”


Kemudian setelah kembali dari lawatan di AS, Deng minta agar diadakan test IQ rata rata orang china. Hasilnya ? 80-90. Deng terkejut. Bagaimana china bisa bersaing kalau IQ nya setara dengan gorila. Deng bertanya kepada ahli pendidikan. “ mengapa IQ orang china rendah atau sama dengan gorila ?


“ Karena sistem pendidikan kita yang lebih kepada standar dan hapalan. Itu metode pendidikan untuk hewan. Kalau sistem pendidikan dengan metode tematik akan membuat kecerdasan orang berkembang. “


Deng membuat keputusan revolusioner dalam sistem pendidikan nasional china. Yaitu menghapus sistem pendidikan hapalan. Menghapus standardisasi metode pengejaran. Semua kembali kepada lokal. Sehingga dengan sistem seperti itu, orang bisa dibedakan antara kemampuan dan pengetahuan. Artinya china tidak mendidik orang mendapatkan pengetahuan di sekolah. Tapi mendidik mereka memiliki kemampuan atas apa yang mereka ingin capai. Metodenya? Tematik, model pembelajaran terpadu menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memebrikan pengalaman bermakna kepada siswa. Kini IQ orang china diatas 100.


Pengetahuan sekolah tidak membuat orang cerdas  tapi kemampuan berpikir membuat orang orang cerdas dan berkembang karena waktu. Seseorang dapat belajar dan meningkatkan kosa kata atau matematika? tetapi belum tentu membuatnya menjadi lebih pintar. Sementara orang yang punya kemampuan menyerap pengetahuan, akan membuat dia cerdas karena waktu. 


Contoh sederhana. Google itu sumber pengetahuan. Tetapi mengapa orang masih banyak yang percaya dengan hoax! Padahal mereka banyak yang sarjana. Banyak orang jadi korban ponzy. Padahal kadang pencipta ponzy bukan sarjana. Sementara yang jadi korban kebanyakan sarjana. Di sosial media, dalam debat keliatan sekali. Orang yang dididik lewat standar pengetahuan cenderung menjadikan LINK web sebagai dasar argumennya. Dan cenderung emosional dengan kosa kata yang kering dan kasar kalau orang membantah LINK tersebut.


Yang miris data dari world populatiom review, tingkat IQ orang indonesia ada di posisi 70 dunia dengan rata-rata IQ sebesar 84. Jadi sama dengan gorila. Jadi wajar saja kita mudah dibegoin tapi engga ngerasa. Tetap aja merasa pintar. Tetapi engga sadar kalau sikapnya sama dengan gorila, emosian dan irasional. Ngarep 72 bidadari sorga mau aja bunuh diri. Namun bukan tidak mungkin suatu saat bisa menempati urutan teratas dunia kalau sistem pendidikan diubah, yaitu sistem tematik. Tidak ada lagi sistem penilaian lewat index prestasi. Ijazah tidak ada. Yang ada surat keterangan lulus.


***

Ada nitizen bertanya kepada saya via WA “ Apa yang membuat pemerintah china sangat kuat dan sukses membangun. “


“ China itu punya UUD yang sangat dipatuhi oleh siapa saja yang jadi presiden dan itu terus dilaksanakan dalam program berkelanjutan sambung bersambung dari satu presiden ke presiden berikutnya. Ada empat hal yang sangat dipatuhi oleh semua pemimpin dari semua level. “


“ Apa saja empat hal itu ?


“ Pertama, mencerdaskan rakyat. Kedua, menjamin perdamaian. Ketiga, Mensejahterakan rakyat. Keempat, keadilan yang bermartabat. Logikanya, kalau pemerintah bisa mencerdaskan rakyat ya rakyat paham pentingnya hidup damai. Yang engga mau damai Itukan orang bego. Nah perdamaian akan terjadi dengan sendirinya. 


Kalau kehidupan damai, tawuran engga ada, demo engga ada, konflik SARA engga ada, law enforcement jalan, ya orang juga tenang cari uang, bangun usaha, buka pabrik. Otomatis kesejahteraan akan terjadi dengan sendirinya. Nah kalau orang sejahtera, keadilan bermartabat akan dirasakan. Kaya miskin bisa berdampingan dalam sinergi dan gotong royong. Si miskin tidak perlu tangan di bawah. Ekosistem terbentuk saling berbagi dalam semangat mutual simbiosis.”


“ Jadi kuncinya adalah kecerdasan. Kalau kecerdasan terjadi maka yang lain akan otomatis mengikuti. Beban pemerintah jadi lebih mudah mencapai keadilan sosial. “


“ Ya. Makanya yang Pertama kali china reformasi adalah sistem pendidikan. Orientasinya bukan mendidik orang menguasai pengetahuan tapi cerdas. Dengan kecerdasan yang ada, pengetahuan itu jadi bermanfaat. Tapi kalau engga cerdas, pengetahuan membuat orang dungu. Orang dungu kan susah diatur. Udahan ya. Tetap semangat ya sayang

Sunday, August 01, 2021

Ujian keimanan

 




Banyak orang hebat, tetapi tidak hebat. Sama seperti Mie istant. Mie Ayam tapi bukan ayam. Rasa doang yang ayam. Itupun artificial atau buatan. Politisi tapi bukan politisi. Sarjana tapi bukan sarjana. Pemimpin tapi bukan pemimpin. Pengusaha tapi bukan pengusaha.  Yang ada hanya tampilan saja. Rasa saja. Orang hebat itu tidak bisa direkayasa. Dia harus melewati proses untuk jadi orang hebat.  Karakter sabar, tidak bisa hanya dengan retorika sabar lantas pantas disebut orang sabar. Haru diuji dengan masalah, dibully. dilecehkan. Kalau semua bisa dilewati dengan senyum. Pantaslah disebut orang sabar. 


Anda boleh saja berkata “saya orang jujur. Saya pemimpin partai berbasis agama atau religius. “ Tetapi anda harus buktikan ketika diberi kesempatan memegang amanah. Kalau terbukti ketua PPP, PKS, PD akhirnya masuk bui, itu artinya apa dikatakan tidak sesuai dengan fakta. Anda gagal melewati ujian memegang amanah. Itu sebabnya dalam agama islam disebutkan, tidak beriman seseorang sebelum diuji. Jadi walau mulut berbusah berzikir, jidat hitam sholat, tetapi tidak tahan ketika melihat wanita cantik atau tidak kuat mendapatkan amanah, maka anda bisa disebut tidak beriman atau omong doang.


“ Mengapa kamu dekat dengan wanita yang bukan muhrim, bahkan berani masuk tempat hiburan malam. Berteman dengan orang kafir. Mengejar harta. Apa kamu tidak takut kepada Allah” Kata teman.


“ Saya mencintai Allah, dan saya tahu bahwa Allah juga mencintai saya. Mengapa harus takut. Hidup ini adalah ladang ujian sepanjang usia. Kalau saya selalu menghidari ujian kawatir iman rusak. Takut melihat wanita cantik tanpa hijab, takut berteman sama orang kafir, takut berharta condong kedunia. Itu sama saja beragama tapi tidak percaya kepada hukum ketetapan Tuhan. Tepung bisa dimakan setelah digiling, dilumat dan kemudian dibakar. Berlian harus diasah agar berharga. Iman bercahaya setelah diuji. 


“ Bagaimana kalau akhirnya kamu kalah terhadap ujian itu? Kan jadi dosa besar.”


“ Loh saya ini manusia. Bukan malaikat. Tempatnya salah dan khilaf. Tidak mungkin saya menutup diri dari ujian. Saya membuka diri tanpa rasa takut keimanan  goyah, itu artinya saya sedang melatih keimanan saya. Kalau toh akhirnya kalah, ya Tuhan itu Maha Pengampun. Bangkit lagi dan tetap membuka diri untuk terus hadapi cobaan. Biasa saja. Namanya manusia. Artinya ujian itu bukan dihindari tetapi dihadapi dengan rendah hati”


“Aneh..?


“ Ya. Hanya dengan itu saya bisa tumbuh dan berubah menjadi lebih baik karena waktu, dan bisa kembali kepada Tuhan dalam sebaik baiknya kesudahan. Itu hukum ketetapan Tuhan, sunatullah. Kalau kita beriman kepada Allah, kita juga harus beriman kepada  hukum ketetapan Allah. “


Orang hebat..


 

Saya ngobrol dengan teman. Ada pertanyaan sederhana dari dia setelah nonton film. “ Mafia itu kan boss nya kan hanya satu. Tetapi mengapa anak buahnya patuh semua dan mereka bekerja dengan sangat baik. Bisa kaya dan menguasai banyak hal.  Sama seperti Hitler atau Presiden Kim di Korut. Dari anggota parlemen, militer, semua terpengaruh untuk membantunya dan dia sukses menguasai mereka. Pak Harto juga begitu. Ada juga pengusaha seperti First Travel itu. Kan dia merugikan banyak orang karena tadinya semua percaya dia dan mendukung dia. Kenapa bisa begitu?


Mereka yang disebutkan itu orang hebat. Mengapa? kalau tidak hebat mana mungkin Soeharto bisa berkuasa 32 tahun. Mana mungkin penguasa Korea Utara bisa terus berkuasa dan mewariskan kekuasaannya kepada keturunannya. Mana mungkin puluhan ribu calon jamaah haji percaya begitu saja kepada pengusaha First Travel. Mungkin sekelas Profesor atau S3 tidak bisa menandingi mereka. Lim Sio Liong dan banyak konglomerat tidak berpendidikan tinggi namun mereka hebat membangun kerajaan bisnis. Masih banyak lagi contoh orang biasa menjadi orang hebat.


Secara personal jelas mereka orang hebat. Mengapa ? Mereka punya karakter hebat. Seperti mampu mengendalikan emosinya disaat sulit. Dia tidak mudah marah dan tidak mudah hiba hati ketika disinggung perasaanya. Dalam situasi apapun dia selalu berpikir positif dan tidak pernah ada rasa takut dan kawatir berlebihan. Punya kemampuan bersosialisasi dengan baik. Retorikanya bagus dan murah senyum. Mampu merebut hati orang lain untuk melakukan sesuatu yang mungkin dan melahirkan inspirasi kolektif kepada orang sekitarnya. Semua itu tercermin dari caranya  berpikir ( way of thinking ) , merasakan ( feeling ) dan kemampuannya  memfungsikan semua potensi positip ( functioning).


Semua kehebatan itu bukan didapat di sekolah atau di kampus. Tetapi lewat proses panjang membangkitkan kekuatan pikiran bawah sadarnya. Menurut penelitian 88% kekuatan pikiran manusia itu berasal dari pikiran bawah sadarnya. Hanya 12 % berasal dari pikiran sadar lewat pendidikan. Dari 12% itu menurut peneliti  Fernyhough dan Hurlburt hanya 3% saja yang bisa menghasilkan narasi. Apalagi tindakan. Tentu tidak semua orang mampu membangkitkan pikiran bawah sadarnya. Makanya tidak semua orang hebat. Apa penyebabnya? Karena pikiran bawah sadar itu terhalang oleh sifat dasar manusia yang berkaitan dengan  emotional block, Perceptual Block,  Habitual Block dan yang terakhir, Culture block. Contoh sikapi marah, sedih, benci, dendam, euforia, paranoid, kawatir, takut. Sulit berinteraksi sosial dan pasti punya masalah dalam berhubungan. Itu semua jadi roadblock yang menyulitkan orang untuk membangkitkan pikiran bawah sadarnya.


Lantas bagaimana caranya menjebol roadblock pikiran bawah sadar itu ? Ya, kita harus melakukan value engineering terhadap diri kita. Yaitu melatih bawah sadar kita untuk menghindari marah. Teruslah bersikap sabar. Maafkan orang yang membenci kita dan kalau salah jangan ragu minta maaf. Kita harus punya prasangka baik. Apapun jangan disikapi negatif. Harus berpikir positif. Jangah mudah takut dan kawatir terhadap situasi dan kondisi. Buka hati kita untuk berinteraksi sosial dengan siapapun. Buka pikiran untuk menerima hal baru. Hindari rasis dan jauhi kebencian karena perbedaan. Karenanya gemarlah berbagi dan selalu rendah hati.  


Ya seperti kita berkebun. Kita harus rajin menyiram dan merawat kebun itu agar tumbuh subur dan berbuah manis. Artinya kita harus setiap hari melatih diri, keras terhadap diri kita untuk bersikap yang baik. Kalau latihan itu kita lakukan setiap hari, maka kita berubah menjadi baik karena waktu. Potensi bawah sadar kita akan bangkit menjadi kekuatan besar. Insting cepat sekali beraksi untuk berpikir kreatif. Tetapi kan tidak mudah. Memang sulit tapi juga bukan hal yang berat untuk bisa menjebol roadblocked itu. itu tergantung kepada persepsi kita terhadap kehidupan ini. 


Kalau kita punya persepsi segala sesuatu tergantung realitas terhadap material, maka kita akan terjebak dalam pikiran sadar kita. Engga mungkin bisa melewati roadblocked pikiran bawah sadar. Kita harus ubah persepsi itu. Bahwa realitas itu bukan materia tetapi konsepsi. Mari kita lihat contoh sederhana. Apakah jeruk? rasanya manis, kulitnya licin, berat 250 Gram. warnanya yang hijau atau kuning itu, bunyinya nyaring atau lembek itu. Bunyi itu ada di telinga, bukan pada jeruk. beratnya ada di tangan, bukan pada jeruk, Warnanya pada mata, rasanya di lidah atau di ujung jari. Semuanya bunyi, rupa dan rasa itu dengan perantaraan saraf, nerve, berjalan ke pusat ke centre, ke otak.


Otak mencatat bunyi, rupa dan rasa tadi menjadi pengertian, conception, seperti pengertian merdu, kuning, berat, lezat dan licin. Jeruk itu sebagai benda, bukan realita. Yang ada Cuma "ide", pikiran, pengertian, tentang benda itu dalam otak. Otak penuh dengan pengertian "bundles of conceptions". Jeruk sebagai benda, lembu sebagai benda, tak ada. Yang ada cuma ide, pikiran, pengertian, gambaran dari jeruk, lembu, bumi, bintang dan kamu hanya “ide”. Paham.  Nah konsepsi dan persepsi itu terbentuk karena “ pikiran sadar.” 


Kalau kita bisa benamkan persepsi dalam pikiran bahwa materi itu tidak ada maka kita akan masuk ke gerbang pikiran bawah sadar. Saat itu latih pikiran sadar kita untuk menjebol roadblocked pikiran bawah sadar itu. Lambat laun  roadblocked itu akan tersibak. Kekuatan pikiran bawah sadar kita akan menjadi kekuatan besar untuk menjadikan kita something else, orang hebat. 


Nah sekarang masalah agenda. Kalau anda sudah bisa membangkitkan kekuatan pikiran bawah sadar maka apapun agenda akan mudah dikerjakan. Kreatifitas dan daya survival anda tinggi sekali. Bisa disebut jenius.  Apakah agenda itu diterima atau tidak secara moral atau agama, itu tidak mempengaruhi hasil. Sama saja. Akan sukses. Agenda jahat atau  baik, selagi dia mampu menggunakan kekuatan pikiran bawah sadarnya maka dia akan sukses. Kaum sufi berkata bahwa Tuhan berbuat seperti apa yang kamu pikirkan. Manusia adalah manifestasi Tuhan.


Karena pikiran bawah sadar itu sangat besar mempengaruhi manusia, maka agama diperkenalkan. Akhlak dan ke-Tuhanan diajarkan. Orang tua kita mendidik lewat budaya. Kitapun paham tentang etika dan moral. Mengapa? kualitas orang tidak ditentukan oleh ras  atau status dan profesinya seperti ustad, pendeta, tokoh agama, profesor, guru, pejabat, hakim, pengacara, pengusaha, politisi atau lainnya tetapi perbuatannya. Bisa saja dengan kemampuan pikiran bawah sadarnya dia berbuat melanggar standar akhlak, etika dan moral. BIsa saja sebaliknya dimana kemampuan pikiran bawah sadarnya menghasilkan perbuatan baik bagi semua. Nah kembali kepada soal pilihan. Apakah kita ingin jadi orang hebat dengan agenda amoral atau moralis?. Manusia itu esensinya adalah makhluk free will. Piliihan kita, bukan kita yang menilai tapi orang lain.


Bagaimana kalau orang tidak mampu membangkikan pikiran bawah sadarnya? Walau dia sarjana atau terpelajar, dia tetap disebut orang awam. Bersikap apa kata orang atau apa yang ditulis buku. Jadi follower buta. Roadblock yang ada pada pikiran bawah sadarnya seperti pemarah, pembenci, pendendam, sulit bersosialisasi secara terbuka dan paranoid tidak bisa dia jebol. Umunya orang baper itu dari golongan awam ini. Hidup mengandalkan kepada 12% potensi pikiranya, yaitu pikiran sadar saja. Dia takut mengambil resiko, dia tidak akan mencapai apa apa dan dia bukan siapa siapa.

Dosa kolektif.

  Kalaulah kerajaan di Nusantara ini tidak membuka pintu kepada Inggris, perancis, pertugal, belanda  untuk datang berniaga, mungkin tidak a...