Wednesday, February 27, 2013

Perdagangan wanita



Saya membaca berita melalui Kompas.com. Kisah seorang TKW yang disandera oleh PPTKI (perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia) karena tidak mampu membayar biaya administrasi sebesar Rp 14 juta, setelah dia dipulangkan majikannya dari Taiwan. Saya bisa membayangkan betapa naasnya nasip TKW itu. Niat keluar negeri mencari nafkah karena himpitan kemiskinan di negeri sendiri namun setelah pergi menyabung asa yang didapat adalah hutang yang tak mampu dibayar karena bekerja diluar negeri tak mendapat apa apa. Bagaimana mungkin bekerja tidak mendapatkan hasil? Ya begitulah sindikat business pengerahan tenaga kerja ke luar negeri. Negara melalui UU dan Peraturan melegalkan perdagangan manusia dengan alasan mendatang devisa atas kemelimpahan buruh didalam negeri. Negara tidak pernah merasa malu walau sudah tergabung dalam G20 tetap melegalkan bahkan mempromosikan program buruh migran untuk kemakmuran. Hingga jangan terkejut bahwa inilah negara satu satunya yang melempar buruh keluar negeri dalam jumlah terbesar.  Padahal China yang merupakan jumlah penduduk terbesar didunia, negara tetap tidak melegalkan rakyatnya menjadi buruh di luar negeri.

Kalau kita ke Jepang  kadang menemukan wanita Indonesia bekerja di KTV sebagai pramuria, juga di Taiwan. Usia mereka rata rata 19 -23 tahun. Mereka masih teramat muda.  Umumnya kedatangan mereka ke jepang atau Taiwan  diorganisir oleh perusahaan yang mendapatkan izin sebagai penyedia jasa misi kebudayaan. Tentu izinnya dikeluarkan oleh Kementrian kebudayaan dan Pariwisata. Tidak perlu analisa hebat untuk memastikan bahwa program pengerahan TKI keluar negeri itu tidak lain adalah perdagangan budak. Mereka bukan pekerja professional yang berhak mendapatkan perlindungan first class dari system negara. Mereka tidak punya keahlian special. Tidak punya  akreditas expert.  Sudah bisa ditebak dengan mudah bahwa yang dimanfaatkan adalah status mereka sebagai manusia sekelas hewan. Pekerjaan yang pantas adalah menjadi jongos para juragan kaya di Arab, malaysia, Hong Kong, Singapore. Ada juga sebagai pelayan di restoran dan bar, sebagian lagi terpaksa menjalani kehidupan sebagai pelacur. Mungkin ada yang bernasip baik diperlakukan manusiawi namun tidak sedikit yang diperlakukan bak hewan piaraan. Kadang dipuja dan kadang pula dilecehkan serendah sendal jepit.

Telah 68 tahun negeri ini merdeka, telah 68 tahun sejak para pejuang kemerdekaan melepas nyawa dari jasadnya dengan mengucapkan Allahuakbar. Merdeka atau mati. Lebih baik mati daripada hidup bercermin bangkai. Itu semua karena bangsa Indonesia tak mau dijajah. Tak ingin dijadikan bangsa budak. Namun setelah penjajah asing diusir dari negeri ini, penjajahan tidak otomatis hengkang. Ia digantikan oleh bangsa sendiri yang menjelma sebagai segelintir orang yang memimpin. Tuan terhormat mungkin akan tersinggung bila saya katakan ini. Ya benar mereka pahlawan devisa, demikian tuan berkata.  TIdak ada yang menyuruh mereka jadi buruh migran atau buruh urban tidak ada. Benar! Itu mau mereka sendiri. Tapi lewat system pembangunan yang tidak akrab untuk orang lemah telah menjadikan mereka dimiskinkan dan dipinggirkan secara paksa. Kemiskinan bagi rakyat yagn tinggal di zamrud khatulistiwa adalah bencana. Mengapa? karena tidak seharusnya ada kemiskinan. Tidak seharusnya ada wanita menggadaikan dirinya untuk makan di negeri orang. Ini semua karena korupsi yang berlaku secara massive disemua sektor. Harga  produk pertanian melambung tinggi namun petani tetap miskin. Perusahaan dan jumlah orang kaya semakin banyak namun gaji buruh sebulan sama dengan harga sekali makan di restoran jepang. Ekonomi tumbuh tinggi, APBN berlipat naiknya namun hutang semakin menggunung sehingga menggerus kekuatan APBN untuk fungsi sosialnya...

Di Hong Kong saya melihat pariwara di TV yang memasarkan TKW untuk jadi jongos dirumah tangga. Di Singapore dan Malaysia anda bisa temukan iklan On sale terhadap TKW. Sebagai anak bangsa rasanya saya ingin berteriak marah dengan situasi ini. Rasul dikirim ke dunia bertujuan menghapus perbudakan. Negara dan bangsa inginkan merdeka karena rakyat tak ingin diperbudak. Namun perbudakan tak pernah bisa dihapus terutama oleh negeri yang para pemimpinnya mayoritas beragama Islam. Apa sebabnya? banyak sebab namun utamanya karena akhlak para pemimpin yang tak amanah. Perang melawan perdagangan wanita tidak dapat dimenangkan dengan mudah. Namun perang terhadap perdagangan wanita harus dimenangkan. BIla negara tidak peduli maka kitalah sebagai pria yang harus melindungi wanita. Islam mengajarkan bahwa setiap pria berkewajiban untuk melindungi wanita. Bagi wanita janda atau yatim maka orang tua atau anak , kakak atau adik yang harus melindunginya. BIla orang tuan atau anak, adik atau kakak tidak ada maka pamanlah yang harus melindungi wanita itu. Bila paman tidak ada maka kerabat dekat  yang harus melindunginya. Bila kerabat dekat tidak ada maka kerabat jauh yang harus melindungi namun bila  tidak ada maka masyarakatlah yang harus melindungi wanita. 

Tuesday, February 19, 2013

Makan dan Rokok


Tahukah anda bahwa 1 batang rokok merampas sekitar 25 mg vitamin C dari dalam tubuh. Vitamin C atau biasa dikenal dengan asam askorbat ini mempunyai tugas penting dalam pembentukan kolagen yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu penyerapan zat besi.  Selain itu, tingginya kandungan antioksidan pada vitamin C dapat menyapu radikal bebas yang merusak sel-sel dalam tubuh. Rokok juga menggrogoti vitamin D didalam tubuh.  Padahal Vitamin D memiliki peran penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.   Jika vitamin D dalam tubuh tidak tercukupi, sel-sel pembunuh dari sistem kekebalan (sel T) tubuh tidak mampu melawan infeksi serius yang ada dalam tubuh. kibat kekurangan vitamin D yang paling nyata adalah tulang keropos. Disamping itu juga metabolisme kalsium lebih mungkin terganggu pada orang yang merokok, sehingga ia lebih berisiko mengalami osteoporosis atau penipisan tulang. Rokok juga meng eliminate vitamin E.  Padahal Vtamin E diyakini bisa menghambat penumpukan lemak pada dinding bagian dalam arteri. Disamping itu vitamin E berfungsi untuk kesehatan kulit. Perokok cenderung cepat berkerut dan menua kulitnya. Konsumsi 2-4 batang rokok bisa meningkatkan kadar lemak dalam darah sebesar 200-400 persen yang berakibat rusaknya sirkulasi darah dan aliran darah dari jantung. 

Itu sebabnya metabolisme pada setiap perokok jauh lebih cepat ketimbang yang tidak merokok. Karena tubuh butuh kerja cepat untuk mengganti vitamin yang hilang. Semakin banyak orang merokok harus semakin banyak mengkonsumsi makanan yang lebih sehat dibanding non perokok seperti konsumsi teh hijau, makan banyak buah dan sayur, konsumsi vitamin. Maklum vitamin C, D dan E tidak dihasilkan oleh tubuh sendiri dan karenanya harus didatangkan dari luar. Apabila ini tidak dilakukan maka secara tidak langsung perokok telah melakukan upaya bunuh diri secara sistematis. Lambat namun pasti , rokok menggerogoti daya tahan tubuhnya dan akhirnya membuat tubuh melemah. Namun setelah tidak lagi merokok, sebetulnya tubuh tidak perlu terlalu banyak nutrisi seperti para perokok. Allah men design tubuh begitu hebatnya sehingga untuk sehat tidak butun makan banyak. Artinya kadar makan simiskin juga bisa untuk kadar makan sikaya, sama sama sehat asalkan tubuh terhindar dari racun bawaan. Saya harus mengurangi porsi makan saya agar tubuh saya tidak bertambah gemuk. Karena memang setelah berhenti merokok berat badan saya bertambah. Mengapa ?

Menurut dokter bahwa ketika berhenti merokok , saraf perasa  lidah lebih sensitif yang membuat semua makanan menjadi lebih enak dilidah. Membuat saya  gemar makan. Berhenti merokok beralih kehoby makan. Ini berhubungan dengan selera dan selera berhubungan dengan jiwa. Saya harus kendalikan selera ini. Apabila saya mampu berhenti merokok maka saya  juga harus mampu mengendalikan selera makan. Mengapa ? Hasil riset Kalluri Suba Rao, ahli biologi molekuler (2004) menyimpulkan bahwa makan sedikit memungkinkan tubuh untuk lebih berkonsentrasi memperbaiki dirinya sendiri, sehingga kegiatan perbaikan DNA, membuang zat zat toksin keluar tubuh, dan regeneasi sel sel rusak dengan sel sehat dapat berlangsung lebih optimal. Sedangkan apabila  kita makan banyak melebihi batasan, maka tubuh akan lebih sibuk dengan kegiatan katabolisme ( menguraikan makanan makanan itu dalam tubuh) dan tidak sempat memperbaiki dirinya sendiri. Jadi dampak makan berlebih juga tidak jauh beda dengan perokok berat. Inilah salah satu pengundang berbagai penyakit seperti darah tinggi, kolestrol dll yang dapat memperpendek umur manusia karena destruktif. 

Karenanya latihan pengendalian jiwa harus ditingkatkan agar nafsu makan dapat ditahan. Cara melatihnya adalah dengan rajin puasa senin kemis. Tubuh yang sehat tidak seharusnya dimanjakan dengan makan apa saja  tapi dikendalikan dengan bijak. Bila badan sehat, jiwa sehat maka sempurnalah kita. Ingatlah sabda Rasul " tidaklah sekali sekali manusia memenuhi sebuah wadahpun yang lebih berbahaya dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan untuk menegakkan tubuhnya. Jika ia harus mengisinya maka sepertiga ( lambungnya) untuk makanan, sepertiga lagi untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk nafas ( udara). Ya merokok dan makan berlebihan adalah kebiasaan buruk dan destruktif. 

Saturday, February 16, 2013

Memberi Karena cinta


Anda mungkin semua tahu apa itu Microsoft dan pasti tahu nama dibalik Microsoft,yaitu Bill Gates.  Semua tahu bahwa Bill Gates dikenal  sijenius pekerja keras yang sukses diusia muda dan termasuk orang terkaya didunia. Perjalanan hidup Bill Gates , ibarat graphik selalu berada digaris menengah menuju kepuncak. Artinya graphiknya tidak pernah berada diposisi minus atau dibawah mendekati nol.  Dia terlahir dari keluar kelas menengah di AS. Ayahnya seorang pengacara terkenal  dan ibunya anggota dewan direktur First Interstate BancSystem dan United Way. Masa mudanya bersama ayah dan ibunya adalah kebebasan yang membuat dia bisa berbuat apa saja untuk kesenangannya. Bill Gate tidak pernah merasa gamang tentang masa depannya. Dia tidak pernah memikirkan resiko atas segala tindakannya, termasuk bila harus drop out dari Harvard University karena lebih mengutamakan hobi barunya dibidang komputer. Lingkungan keluarganya menjadikan dia something else bagi orang lain namun sesungguhnya tidak bagi Bill Gate. Dia tidak merasakan hebat dengan apa yang dia punya. Baginya hidup yang dia jalani tidak membuat dia merasa bernilai. Apa yang dirasakan oleh Bill Gate adalah juga dirasakan oleh kebanyakan orang muda sukses secara materi namun miskin secara spiritual. Kesepian ditempat ramai.

Bila sukses dikaitkan dengan kebahagiaan maka itu hanya mungkin bila sukses itu datang diatas tumpukan kekecewaan,kegagalan, kelelahan.  Tak akan ada pelangi, jika hujan tak menghampiri. Akan selalu ada bahagia setelah anda meneteskan air mata. Terasa perbedaan pahit dan manis, susah dan senang, atas dan bahwah apabila anda pernah merasakan keduanya.  Apakah Bill Gate dapat memahami kesuksesannya mendatangkan kebahagiaan bila dia sendiri sejak bayi sudah bergelimang dengan kemewahan sebagai  keluarga middle class dan kemudian tumbuh berkembang dibalik bayang bayang orang tuanya yang memberikan akses kepadanya untuk eksis dengan cita citanya. Saya yakin semakin besar Microsoft semakin kecil Bill Gate. Mengapa ? karena semakin jauh dia dari rasa lapar, dikecewakan, kegagalan. Hidupnya semakin tak berwarna. Jalannya semakin lurus dan datar saja. Itulah mungkin ketika sampai di Puncak, tahun 2000, Bill Gate mundur sebagai pejabat eksekutif tertinggi Microsoft namun Ia masih menjabat sebagai kepala arsitek perangkat lunak. Tahun 2006, dia benar benar keluar dari Microsoft untuk bekerja purna waktu di Bill & Melinda Gates Foundation, sebuah yayasan yang didirikannya bersama istrinya yang bertujuan untuk kemanusiaan.

Lebih dari USD 20 milliar ( Rp. 200 triliun )harta yang didapatnya selama karir sebagai pengusaha sukses dibidang piranti lunak dihibahkan kepada yayasan yang didirikannya , Bill & Melinda Gates Foundation. Istri Gates mengajak masyarakat untuk belajar dari usaha-usaha filantropi keluarga Salwen, yang menjual rumahnya dan menyumbangkan setengah nilainya, sebagaimana disebutkan dalam buku The Power of Half. Gates dan istrinya mengundang Joan Salwen ke Seattle untuk membicarakan tentang hal-hal yang dilakukan oleh keluarga tersebut, dan pada 9 Desember 2010, Gates,  Warren Buffett, dan Mark Zuckerberg (CEO Facebook) menandatangani janji yang mereka sebut "Gates-Buffet Giving Pledge". Isinya adalah mereka berjanji untuk menyumbangkan setengah kekayaan mereka untuk amal secara bertahap.  Saya yakin bahwa apa yang dilakukan oleh Bill Gate,   Warren Buffett, dan Mark Zuckerberg bukanlah dalam rangka aktualisasi diri seperti teori Maslow, Tapi saya kira, keinginan menolong sesama manusia . Stephen Covey menambahkan satu kebutuhan manusia, to leave a legacy. Menurut kamus, legacy adalah warisan, harta pusaka/peninggalan. to come into a l. mewarisi.  Saya kira, warisan di sana tidak cuma harta, tapi sesuatu yang lebih besar. Dia bisa berupa sesuatu yang bersifat ke luar diri kita, ke luar keluarga kita, sesuatu yang bermanfaat buat orang lain dan lingkungan kita. Bill Gates, Warren Buffett, dan Mark Zuckerberg memenuhi kebutuhannya to leave a legacy dengan memberikan sesuatu buat sesama manusia.

Mungkin bagi kita yang tak pernah henti berjuang mendapatkan kebahagiaan dari tumpukan uang dan harta akan terkejut menyaksikan sikap Bill Gate yang dengan mudahnya melepas hartanya untuk kemanusiaan. Bagi orang yang tak pernah mendapatkan harta, maka harta adalah tujuannya untuk kebahagiaan. Tapi bagi orang yang selalu ada harta dalam hidupnya, penambahan harta tidak otomatis membuat dia bahagia. Dia butuh sesuatu yang lain yang sehingga membuat dirinya lengkap dan utuh. Banyak cara orang kaya raya  melakukan kegiatan yang nyentrik sebagai cara untuk “melengkapi” dirinya agar “utuh”. Jangan terkejut ada yang melepaskan hartanya untuk kegiatan club sport, menjadi pemimpin partai agar menjadi penguasa, mengkoleksi mobil mewah dan barang antik, dll. Tapi jalan ini tidak membuat dia bahagia. Bahkan menurut teman yang tergolong kaya, yang doyan membeli barang antik merasa tertekan bila kalah dalam lelang. Namun Bill Gate mimilih jalan hati nuraninya melalui program kemanusiaan, program berbagi untuk  siapa saja yang butuh pertolongan. Karena itu Bill Gate merasa bahagia dengan pilihan hidupnya. Ternyata orang kaya menemukan kebahagiaan sejati ketika dia berbagi karena cinta. Ketika dia mendengar kata hatinya

When I chased after money, I never had enough. When I got my life on purpose and focused on giving of myself and everything that arrived into my life, then I was prosperous. Mungkin itu yang dikatakan oleh Billl Gate atas sikap hidupnya. Karena ketika dia memberi sebetulnya dia sedang mengakayakan dirinya sendiri, untuk dirinya sendiri. Kita yang tak berhartapun berhak mendapatkan kebahagiaan. Caranya? Lakukan apa saja yang bermanfaat bagi orang lain , walau kecil namun lakukan demi cinta, WE can not do a great things. We can do a small things with great love.

Monday, February 11, 2013

Memimpin dengan cinta.


Disuatu negeri dimana presidennya lahir  dari Partai yang beridiologi Islam. Ia terpilih karena kecintaan rakyat kepadanya. Dia terpilih karena disaring lewat seleksi ketat berjenjang oleh Partainya. Hingga akhlaknya adalah Al Quran dan pribadinya adalah Rasul. Kesehariannya tidak pernah jauh dari orang miskin namun juga dekat dengan orang kaya.  Sebelum terpilih sebagai president , profesi nya sebagai pengusaha ,dia berkerja keras namun hasilnya untuk orang orang terdekatnya, untuk program partainya, untuk syiar Islam. Dia tidak berkata apa yang terbaik dilakukan tapi dia memperlihatkan kepada semua apa yang terbaik dilakukan. Jangan hidup memanjakan diri dengan harta berlebihan dan dia tidak tinggal dirumah mewah namun juga tida kumuh. Tidak punya mobil mewah namun kendaraanya perkasa melintasi jalan untuk bersilahturahmi. Dia tidak mengatakan hidup harus rendah hati namun dia menjauhi jam tangan bermerek ROLEX, Patek Philippe. Menjauhi baju merek desainer terkenal. Dia mencintai keluarganya namun dia tidak memanjakan mereka. Semua prilakunya menjadi inspirasi bagi keluarga, sanak family dan sahabatnya. Dia tetaplah dia yang tak pernah menepuk dada dengan sorban serta janggut panjang sambil membawa tasbih. Keislamannya adalah perbuatan karena cinta bukan retorika atau simbol.

Benarlah, ketika dia terpilh sebagai Presiden.  Pribadinya mengeluarkan cahaya kekuatan yang sangat besar untuk orang berbuat terbaik. Yang kaya dan pintar merasa aman bahwa mereka akan dibina untuk berkembang sesuai kemampuannya. Tak ada monopolii penguasaan resource agar orang orang semakin kaya untuk memeras orang lain. Persaingan akan sehat. Keadilan hukum dagang dan perdata terjamin. Bagi simiskin merasa tenang karena ada HOPE dimasa depan. Pajak  orang kaya diarahkan untuk membuat orang miskin mandiri dalam bersyariat. Mereka mendapatkan akses pendidikan murah, peluang usaha yang terbuka dengan dukungan pasar dan sumber permodalan, akses kesehatan yang murah serta perumahan yang layak dan terjangkau untuk dibeli atau disewa. Semua pemeluk agama hidup damai berdampingan tanpa berseteru. Orang kaya dan orang miskin bersedekat tanpa curiga. Tak perlu ada lagi satpam diperumahan mewah. Tak perlu ada lagi pagar tinggi dikomplek perumahan mewah untuk membuat jarak pemisah antara sikaya dan simiskin. Kehidupan menjadi harmonis. Sikap tolerance terbentuk  karena semua orang berbuat untuk cinta. Bahasa cinta itulah yang dipancarkan oleh presiden Islam yang berakhlak Al Quran.

Dia yang terpilih sebagai Presiden mampu memimpin bangsa dan negara dengan efektif karena dia punya hati, puya cinta dan tentuk  tidak buta tuli. Matanya jelas melihat apa yang salah dan tahu bagaimana membenarkannya. Karena Tuhannya sudah mengajarkannya cara terbaik untuk menjadi benar. Telinganya tidak tuli untuk mendengar keluhan rakyatnya. Tidak menunggu rakyat datang tapi dia mendatangi rakyatnya, melihat dan bertanya. Dari dia melihat , dia tahu bagaimana bersikap yang terbaik karena Tuhannya mengajarkannya hal hal yang baik. Tuhannya telah berfirman dalam surah Al-A’raf ayat 179: "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam, kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak mempergunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. Ya pemimpin dalam kualifikasi Islam adalah MANUSIA bukan tergolong binatang ternak karena dia menggunakan hati, mata dan telinga.

Saya tersentak dalam lamunan. Apa yang saya katakan diatas hanyalah ilusi belaka. Sulit menemukan pemimpin entah itu Presiden, Menteri, anggota DPR, Bupati, Walikota, Gubernur, Lurah yang punya kualifikasi manusia seperti firman Allah dalam Surah Al – A’raf ayat 179. Makanya jangant terkejut bila laku para pemimpin tak jauh dari sifat binatang.  Rakus, culas, ,malas dan pemangsa. Kita sebagai umat islam tidak bisa berharap lahirnya pemimpin dari Partai. Mengapa? Menurut Mahfud MD ahli hukum tatanegara dan ketua MK mengatakan  bahwa  Partai politik Islam itu sebenarnya tidak ada. Partai yang benar-benar Islam pun tidak ada. Karena parpol yang tidak Islam pun sebenarnya memperjuangkan Islam, sementara yang Islam pun sama dengan yang disebut partai tidak Islam, sama-sama koruptornya (juga) ada. Cukuplah diketahui faktanya bahwa seluruh partai yang membawa bendera Islam tak lain hanyalah” dagang pamplet dan sloga tentang islam” agar emosi umat yang awam dan bodoh terpengaruh untuk mengekor menjadi konsumen setia. Nyatanya memang berhasil menjadikan mereka partai yang dipilih namun tidak menjadikan mereka Partai besar yang berpengaruh. Padahal umat islam di Indonesia jumlahnya mayoritas tapi tetap Partai yang  “menjual “islam tidak bisa menarik emosi rakyat untuk bersatu dalam jargon ulama.  Mengapa ?  karena memang tidak ada PARTAI ISLAM yang beridiologi AL Quran dan Hadith. Makanya jangan harap ridho Allah akan sampai untuk meraih kemenangan.

Untuk lahirnya kepemimpinan Islam dimasa depan maka seyogianya masyarkat Islam Indonesia juga menyadari bahwa mereka adalah bagian dari pemimpin itu. Dari Abdillah ibn Umar ra., saya mendengar Rasulullah saw. bersabda "Semuanya kamu akan jadi pemimpin akan ditanyai Tuhan dari pimpinannya. Imam (pemerintah) mempunyai pimpinan akan ditanyai Tuhan dari pimpinannya. Kamu lelaki menjadi pemimpin pada ahlinya akan ditanyai dari pimpinannya. Kaum wanita menjadi pemimpin terhadap rumah suaminya akan ditanyai dari pimpinannya. Hamba menjadi pemimpin pada harta tuannya akan ditanyai dari pimpinannya, seorang laki-laki menjadi pemimpin dari harta orang tuanya akan ditanyai dari pimpinannya. Dan kamu semuanya menjadi pemimpin dan akan ditanyai ole h Tuhan dari pimpinannya. (HR. Bukhari Muslim). Pada zaman pemerintahan Ali Bin Abi Talib r.a, orang bertanya kepada Ali, ‘Wahai Ali bin Abi Talib mengapa di zaman engkau banyak perpecahan, pembunuhan, pergaduhan dan perselisihan?’ Mengapa di zaman Abu Bakar dan di zaman Omar tidak berlakunya perkara seperti itu sedangkan dizaman engkau banyak?’Ali bin Abi Talib menjawab, ‘Dahulu di zaman Abu Bakar dan Omar, rakyatnya adalah orang seperti aku, tetapi di zaman aku rakyatnya seperti kalian. Apakah maksud Ali Bin Abi Talib? Ini adalah satu muhasabah kepada rakyat dan kepada kita semua. Kita tidak boleh sering melihat kesalahan pemimpin tetapi lihatlah kesalahan kita terlebih dahulu. Ini adalah muhasabah yang Islam ajar, yang Nabi kita ajar dan yang Allah SWT didik. Ini adalah satu perkara tentang tanggungjawap rakyat. Pemimpin yang baik tentu lahir dari rakyat yang baik.

Sunday, February 03, 2013

Jokowi di Rusun Marunda...


Mari ikut larut dalam imaginasi kehidupan muram.  Sebuah keluarga, dua anak dan istri. Penghasilan tidak tetap. Rumah menyewa dengan harga Rp. 450.000 per bulan.  Harga sewa  sebesar itu hanya bisa tinggal di pinggir kali atau diatas status tanah yang tak legitimate. Bentuk rumahpun seadanya untuk sekedar berteduh dikala hujan dan berlindung dari terik matahari ketika panas, dan beristirahat ketika lelah. Bila datang hujan , praharapun datang. Rumah digenangi air sampai pada batas tidak bisa lagi untuk tidur dan beristirahat. Akhirnya anda harus tinggal di tempat penampungan. Begitu banyak yang membantu namun pada kenyataanya tetap saja tidak bisa makan tiga kali sehari dipenampungan. Termasuk beruntung bila bisa makan dua kali dengan mi dan telor rebus. Ketika hujan reda. Banjir telah menyurut. Anda tidak bisa kembali ketempat tinggal anda. Rumah anda sudah dinyatakan terlarang untuk dijadikan tempat tinggal. Apa yang harus anda perbuat. Rumah tak ada, pekerjaan tidak jelas. Yang dihadapi adalah anak dan istri yang butuh perlindungan dari anda. Hmm..mari buka mata pelan pelan. Anda sedang bermimpi. Tapi itulah yang sebetulnya sedang dialami oleh saudara kita yang miskin yang terkena musibah banjir di Jakarta.

Mereka adalah komunitas muram yang ada di Jakarta. Umumnya mereka adalah pendatang yang  bukan penduduk asli Jakarta. Tapi bagaimanapun mereka adalah anak bangsa yang butuh keadilan dari sebuah rumah bernama Indonesia. Sejak sebelum merdeka sampai setelah merdeka, komunitas muram ini selalu ada dan selalu bertambah komunitasnya seiring bertambahnya jumlah penduduk ,seiring bertambahnya ABPN dan seiring tingginya GNP nasional. Kaum muram seakan luka bernanah yang sengaja disembunyikan dibalik kebanggaan sebagai negara yang tergabung dalam G20. Dibalik menterengnya Mall di Ibukota. Dibalik berseliwerannya mobil mewah dijalanan kota Jakarta. Namun bagaimanapun tidak bisa menghilangkan luka bernanah itu. Aromanya tetap membaui siapa saja. Bagi Jokowi dan Ahok, luka tidak harus disembunyikan. Luka bernanah itu adalah penyakit sosial yang harus disembuhkan. Caranya ? tidak melalui seminar dan retorika. Tapi tindakan nyata. Beri mereka rumah dengan sewa lebih murah dari tempat sebelumnya. Beri mereka perabotan standar orang modern. Beri mereka lingkungan rumah yang bersih. Kalau mereka tidak punya pekerjaan , beri mereka pekerjaan.

Di Rusun Marunda semua impian kaum muram menjelma menjadi kenyataan. Mereka antusias mendapatkan rumah dan kesempatan tinggal ditempat yang layak. Benarlah bahwa Rakyat sangat ingin sejahtera, Ingin RUSUN. Dan Jokowi memenuhi keinginan rakyat itu, karena begitulah amanah APBD , amanah  rakyat melalui DPRD. Padahal RUSUN ini dibangun sejak zaman Foke. Dan keadaannya terbengkalai tanpa terawat dengan baik. Alasan pengelola (unit pelayanan teknis/ UPT)  RUSUN bahwa  rakyat tidak mau tinggal disana karena kejauhan dari pusat kota. Banyak yang kosong karena peminatnya kurang. Katanya Rakyat tidak biasa tinggal dirumah susun. Begitu banyak alasan dari pengelola. Akibatnya  ongkos membangun dari APBD/APBN untuk program penyediaan rumah untuk rakyat miskin hanya jadi dalam bentuk bangunan saja tapi tidak berfungsi ideal  untuk rakyat miskin. Yang sejahtera adalah Pimpro dari uang mark up project, Pengelola dari uang rente juragan re-lease,pegawai dari uang perawatan yang tidak digunakan untuk merawat bangunan. Semua itu tidak terjadi begitu saja dilevel bawah tapi sudah merupakan bagian dari budaya korup dari level teratas sampai kebawah. Hari hari kemarin telah lewat. Pengelola RUSUN sudah diberhentikan seiring terpilihnya Jokowi-Ahok sebagi pemimpin. Kini yang bekerja adalah team Jakarta baru.

Apakah keistimewaannya JOKOWI dan Ahok? Demikian tanya saya kepada teman yang merasa senang karena supirnya mendapatkan kesempatan tinggal di RUSUN Marunda. Menurutnya secara tekhnis  antara Foke dan Jokowi tidak ada perbedaan. Kedua gubernur sebagaimana mantan Gubernur lainnya mempunyai sumber dana sama , yaitu dari APBD yang setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Semua gubernur menjalankan blue print pembangunan kota yang disusun oleh orang terdidik dan di syahkan oleh DPRD. Tapi yang membedakan sosok Jokowi dan Ahok dibanding yang lain adalah terletak pada hal yang prinsip, yaitu niatnya untuk bekerja demi kepentingan rakyat. Bagi Jokowi-Ahok, prestasi bukan diukur dari data rasio  penggunaan dana APBD tapi rasio kesejahteraan rakyat terhadap setiap sen dana APBD yang dikeluarkan. Semua bawahan harus mengikuti paradigma itu. Sebagai pemimpin mereka berusaha memberikan keyakinan kepada bawahannya untuk berubah. Memang tidak mudah, Apalagi  korup dan malas itu sudah menjadi budaya bulukan. Tapi dengan keteladanan dan kesederhanaan, serta niat baik, mereka berhasil menjadi inspirasi bagi semua bawahannya untuk berubah dari yang dilayani menjadi yang melayani.

Dari Rusun Marunda, saya berimaginasi tentang Rumah Indonesia yang memberikan lingkungan yang bersih, tetangga yang toleran , pekerjaan yang tersedia, mencari rezeki mudah, bila sakit tak dibingungkan ongkos berobat, bila anak sekolah tidak dibingungkan biaya. Ya, Rakyat tak butuh bangunan marcuasuar yang membut kota menjadi METRO atau  Kosmos. Rakyat tidak menuntut keinginan yang tak terpuaskan kepada pemerintah. Rakyat hanya butuh kebutuhan dasar yang tersedia dan terjangkau dengan penghasilan terendah  mereka. Karena itulah mereka butuh pemimpin.  Kini  untuk masa depan , untuk Indonesia baru, yang diperlukan pemimpin yang amanah , yang mau bekerja untuk rakyat tanpa perlu berbicara banyak tapi berbuat untuk cinta dan kasih sayang... 

Persahabatan …?

  Sejak  minggu lalu, sejak saya membuat keputusan perubahan susunan Komisaris perusahaan, setiap hari email datang dari Yuni dengan nada pr...