Posts

Showing posts from April, 2006

Demi Waktu

Ketika melaksanakan ibadah Haji dua tahun lalu. Ada pengalaman yang tak akan pernah terlupakan oleh saya ( mungkin juga oleh semua rombongan ). Dengan menggunakan bis super deluxe ( nampak baru ,karena terasa aroma didalam bus ) , kami berangkat menuju Makkah Al-makarromah setelah delapan hari di Madinah untuk melakukan Arbain. Ketika akan berangkat , Kepala rombongan ( kebetulan Ustandz ) memberikan ceramah tentang jadwal waktu yang harus ditepati. Dia berwanti wanti agar kami semua mentaati waktu agar dapat datang tepat waktu di Makah jam 7 Malam. Ketika sampai di Bil Ali , Diapun terus mengulang kata kata " Tolong ya, saudara saudara. Agar jangan berlama lama disini. Kita harus memburu waktu agar dapat tepat waktu di Makah. Apabila kita telat maka sulit bagi kita untuk mendapatkan jatah hotel yang layak." Kamipun , mengiyakan. Hanya sholat dua rakat , mengganti baju dengan pakaian Ihram , maka kamipun bersegera masuk ke mobil. Ada sebagian teman yang sholatnya pun engga k

Berubah

Image
“Sebuah perubahan sangat diperlukan kalau kita ingin bergerak kedepan”. Benarkah ? kemana kita bergerak ? Dari dulu ketika kemerdekaan kita perjuangkan dengan jiwa dan raga , kita yakin kita ingin berubah. Era socialis pilihan kita untuk berubah. Akhirnya kita bosan menanti perubahan mimpi socialist. Era baru , harapan baru pun dijemput untuk menggantikan era lama. Ada koreksi tentang pilihan menjadi era baru menggantikan era lama. Tapi 32 tahun Era Baru berlangsung , kitapun merasa tidak pernah bergerak, apalagi berubah. Lantas perubahan apa yang kita inginkan sebenarnya ? Inilah Reformasi. Para pemikir cerdik pandai membayangkan keindahan hidup di Washinton atau di London menimbulkan inspirasi perlunya demokrasi. Hampir sepuluh tahun reformasi berlangsung. Dimanakah perubahan itu ? ada sedikit perubahan dibandingkan era baru ; Di desa sudah jarang ada Posyandu untuk hadirnya kerumunan orang butuh layanan terpadu. Puskesmas semakin rusak dan tak terurus karena para medis nya tidak cu

Hutang Luar negeri

Image
Keberadaan Soeharto sebagai penguasa orde baru tidak terlepas dari pertarungan dua kekuatan besar, yaitu group Barat dengan dikomandani oleh Amerika dan UniSoviet. Atau istilah yang kita kenal dengan “perang dingin”. Naiknya Soeharto dan jatuhnya Soekarno adalah kemenangan Amerika di asia tenggara terhadap pengaruh paham komunis. Konsekwensinya Amerika dan barat harus memberikan dukungan penuh bahgi Indonesia agar tidak terjebak dalam kemiskinan. Karena disadari dari pengalaman revolusi yang terjadi di china , bahwa kemiskinan menyuburkan tumbuhnya paham komonisme. Makanya , peran ekonom Indonesia lulusan Universtas Amerika atau dikenal dengan Mafia Barclay , juga tidak bisa dilepaskan dari situasi ini. Mereka membawa paham baru tentang paradigma pembangunan yang sebelumnya bertumpu pada kekuatan rakyat atau istilah dikenal Berdikari. Paradigma mereka sederhana bahwa perlunya suatu grand design pembangunan nasional yang mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi dan pemeretaan atau di

Keluarga Bahagia

Image
Seorang teman mengeluhkan sifat istrinya. Dia bercerita banyak tentang tabiat buruk istrinya. Saya tak ingin menanggapi. Saya berusaha tidak mendengar dengan hati apa yang dikatakanya. Karena alasan , aib istrinya adalah aib dirinya sendiri. Juga aib bagi saya sebagai saudara muslimnya. Tapi ketika dia bertanya tentang bagaimana menciptakan keluarga bahagia. Dia segera menjawab sendiri bahwa perlunya istri yang sholeha. Yang setia kepada suami . Saya hanya tersenyum mendengar kata kata teman itu. Saya melihat sang egoistis sedang bicara dengan kemaskulinannya yang serba superior dalam penciptaannya sebagai laki laki. Saya tidak menyalahkannya tapi juga tidak mendukung kebenaran.,Karena kalau tujuannya inginkan kebahagian maka yang dipertanyakan adalah bagaimana methode meraih kebahagiaan itu. Ini memang tidak mudah namun kekuatan akal dan qalbu , kita bisa menciptakan cara yang tepat menghadapi masalah keluarga menjadi keindahan tersendiri dalam mengarungi kehidupan. Ibarat sebuah