Tuesday, May 31, 2016

Cinta ibu..


Seorang ibu yang ketika anaknya lahir, tak di lihat apakah itu laki laki atau perempuan. Si Ibu akan segera mendekap bayinya dengan cinta. Wajahnya berhias senyum kebahagiaan tak terbilang. Sakit mendera selama proses melahirkan terasa hilang begitu saja. Kali pertama manusia mendapatkan dekapan cinta adalah dari seorang Ibu. Kali pertama manusia mendapatkan rezeki di dunia adalah dari ibu lewat ASI. Malaikat tersenyum ketika melihat anak dalam dekapan ibunya, seakan berkata bahwa " Kamu akan baik baik saja karena kamu mendapatkan malaikat terbaik yang di sediakan Tuhan untuk merawatmu dalam kelemahanmu. Ia akan selalu mengkawatirkanmu sepanjang waktu , mendoakanmu sepanjang usia. Dia adalah Ibumu. ". 

Benarlah ketika anak di ketahui mempunya kekurangan di bandingkan anak lainnya maka ibu tampil menjadi melaikat terbaik bagi si anak. Tidak meratapi kekurangan apalagi mengeluh atas kekurangan anak tapi tampil meyakinkan si anak bahwa ibu akan selalu ada untuk mu nak. Mari kita hadapi dunia ini bersama sama. Begitulah seakan yang di ungkapkan oleh teman ketika mengetahui anaknya terkesan autis yang hyperaktif, yang tumbuh seakan memiliki tiga ke pribadian. Kemampuan ogika intelensi bak usia 16 tahun, fisik umur 7 tahun, namun mental sosial emosi seperti anak umur 4 tahun. Namun dia berusaha bangkit untuk menjadi sahabat terbaik bagi anaknya. Sahabat yang paling mengerti. Dia berusaha memahami anaknya dan menjadi bagian dari anaknya. Berlalunya waktu si anak dapat tumbuh dan berkembang dengan keterbatasannya. Ketika usia sekolah terpaksa di keluarkan dari sekolah. Si ibu tampil menjadi guru bagi si anak dan mengajarkannya bagaimana mengenal dunia dari keterbatasannya. Tanpa kesabaran dan kekuatan cinta ibu hampir tidak mungkin ini dapat di lakukan.

Kemudian apa yang terjadi? Anak itu mampu mengembangkan potensi inteligensianya dengan sempurna. Dari waktu ke waktu anaknya tumbuh menjadi dirinya sendiri, yang tak ragu berkompetisi menghadapi kehidupan yang tidak ramah. Kini anaknya siap bertarung menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. Anaknya tak ragu untuk mengikuti jejak sang ibu yang almamater ITB. Akankah anak itu berhasil ? Apapun itu sang anak akan selalu baik baik baik saja karena kekuatan cinta dari ibu tak ada yang bisa menandingi. Karena itu bersumber dari kekuatan Allah.

Saya teringat akan ibu saya dan diri saya sendiri. Betapa tidak. Sejak usia balita kaki saya letter O. Dan kemampuan menghapal atau daya ingat saya sangat rendah serta tak mampu mengungkapkan pikiran saya lewat tulisan yang paling sederhana sekalipun. Namun kesabaran dan kekuatan cinta ibu saya bisa membuat kaki saya yang letter O menjadi normal. Sejak SD sampai dengan tamat SLTP , Ibu saya dengan kesabaran luar biasa menuntun saya untuk punya kemampuan menghapal dan mengungkapkan pikiran. Kini walau tidak sempurna seperti orang lain ,kemampuan daya ingat saya bisa menghapal bahasa asing sehingga saya tidak imperior berkomunikasi bisnis dengan orang dari manca negara. Dengan kemampuan mengungkapkan pikiran lewat tulisan, buku yang saya tulis sudah di terbitkan oleh penerbit terkenal. Melihat apa yang saya capai kini maka itu semua adalah kekuatan cinta dari ibu saya, yang hanya tahu bahwa beliau mendapatkan amanah dari Tuhan dan beliau menjaga amanah itu dengan sebaik baiknya yang bisa di lakukan. Doanya untuk saya tak pernah henti sepanjang usianya.

Ibu...anakmu adalah amanah terindah dari Allah. Allah tidak akan pernah salah menitipkan anak kepadamu. Kekuatanmu adalah cinta. Hadapi anak dengan cinta. Anakmu akan menjadi seperti apa yang kamu pikirkan. Ketika saya gundah dengan keadaan saya, Ibu saya berkata " Dunia tidak seburuk yang dibayangkan nak. “ Ketika saya merasa sendiri menghadapi peliknya kehidupan, ibu saya berkata “ Walau semua orang mengabaikan dan meragukanmu, ibu akan selalu ada untukmu”.Ketika saya merasa kalah dan lemah, ibu saya berkata “ Kamu adalah yang terbaik bagi ibu.”.Ketika saya mulai ragu melangkah menghadapi masa depan, ibu saya berkata “ Kamu akan baik baik saja selagi kamu dekat kepada Tuhan. Doa ibu akan selalu mengiringi langkahmu,nak. ". Dari itu semualah membuat saya tidak pernah ragu untuk percaya bahwa Tuhan hadir bersama saya melalui cinta Ibu. Makanya sampai kini di usia lebih setengah abad,dan ibu saya masih sehat, doa saya tiada henti dan pengabdian saya tidak pernah cukup untuk beliau. Karena mencintai Ibu, juga adalah mencintai Allah, dan sorga itu di bawah telapak kaki ibu. Ridho Allah adalah ridho Ibu.

Thursday, May 19, 2016

HIdup bermakna..

Minggu lalu saya datang ke Medan. Saya bertemu dengan bekas mentor bisnis saya.  Sudah lama tidak bertemu. Terakhir saya bersama dengan dia tahun 1996. Kami berpisah karena dia memutuskan untuk mundur sebagai businessman.  Usahanya di serahkan kepada professional dan dia hanya berindak sebagai presiden komisaris. Belakangan putranya berhasil menempati posisi sebagai Presiden direktur. Posisi yang di capai oleh putranya itu tidak dengan mudah.  Karena harus melalui proses berkompetisi dengan professional lainnya. Dia mendidik putranya tidak dibawah  bayang bayang dirinya tapi memang memberikan kebebasan putranya untuk berkembang. Harta tidak membuat keluarganya mabuk tapi menyadarkan keluarganya bahwa harta itu adalah berkah yang harus mereka syukuri dengan menjaganya agar menjadi sarana berbagi untuk ribuan karyawan dan mitra.

Saya tidak akan membahas tentang putranya tapi saya ingin membahas tentang dia. Setelah pension sebagai businessman , dia kembali ke daerah dimana dia pernah di lahirkan. Dia kembali ke desa dimana dia merasa pulang kepada ke sejatiannya. Setelah sekian jauh jalan di tempuh , tergiring arus besar dan di lamun ombak sehingga mengantarkan dia ke segala penjuru dunia mencari rezeki Allah. KIni dia menemukan keramahan atas dasar ketulusan. Sangat berbeda dengan kehidupan dia yang sebelumnya dimana segala sesuatu harus pamrih dan memastikan harus berujung ada uang yang di dapat. Di desa dia menemukan orang hidup dengan cara sederhana. Bukan mereka tidak butuh kekayaan dan malas bekerja keras. Tapi memang mereka tidak menjadikan hidupnya habis untuk memikirkan uang dan kehormatan. Sikap hidup seperti ini tidak salah namun tidak juga seratus benar. Hidup adalah bergerak dan berubah karena waktu. Menerima pasrah atas kehidupan tidak sesuai dengan fitrah manusia dan sunatullah.

Karenanya dengan pengalaman dan pengetahuan yang dia punya, dia ingin berbuat sesuatu terhadap penduduk desa.  Setiap hari ada saja orang kampong datang ke rumahnya untuk bersilahturahmi. Setiap waktu pula dia tidak lupa  memotivasi mereka agar berbuat sesuatu yang bisa memakmurkan mereka. Tidak elok membiarkan waktu dan potensi hilang begitu saja. Agama memang mengajarkan kita tidak perlu mengejar harta tapi Tuhan tidak pernah mengirim makanan ke sarang burung.  Kemakmuran harus di perjuangkan seperti burung yang terbang melintasi pulau menghadang musim untuk mendapatkan makan. Kepala desa mengumpulkan orang kampong untuk mendengar pencerahan dari dia. Semakin hari semakin banyak orang di sadarkan bahwa kesempatan selalu ada dan kemakmuran itu bukan hal yang tak mungkin asalkan ada kemauan untuk berubah.

Berawal dari usaha peternakan sapi dengan memanfaatkan kebun sawit yang dimilikinya dan kemudian dari rumput yang ada dari kebun sawit di samping untuk pakan ternak juga di ekspor ke Australia. Sampah pelepah pohon sawit dan cangkang sawit di olah jadi pallet untuk bahan bakar listrik yang juga di ekspor ke China. Semua di kerjakan secara gotong royong oleh penduduk desa. Bukan hanya satu desa tapi beberapa desa yang ada di sekitar perkebunan sawit  ikut bergabung. Berawal dengan niat baik untuk memperdayakan orang lain akhirnya berimbas positip terhadap dirinya sendiri. Ketika harga sawit jatuh yang membuat bisnis tidak feasible untuk di kelola, justru usaha sosialnya memberikan manfaat bagi warga desa dan ini juga di manfaatkan oleh buruh sawit, tentu memberikan pemasukan bagi perusahaan. Pemasukan itu bahkan lebih besar dari hasil kebun sawit sebelumnya. Di kala krisis datang , kebersamaan dan gotong royong mampu menyelesaikan masalah keseharian tanpa harus meratapi keadaan. Semua karena pemahaman agama dan budaya tidak hanya sampai sebatas retorika tapi mampu diterjemahkan dalam bentuk perbuatan nyata sebagai sebuah spiritual sosial yang memberikan harapan bagi semua.

Menurutnya hidup ini memang harus terus bergerak.  Ketika saya pension orientasi saya bukan lagi uang tapi social. Tapi kegiatan social yang didukung oleh pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni bisa berguna bagi orang lain dan tentu akan membuat kita tidak pernah sendirian. Akan selalu merasa di perlukan. Inilah yang membuat hidup kita penuh energi dan cahaya. Menjadikan usia sebagai berkah Tuhan untuk berbuat dan berbagi. Karena pada akhirnya hidup bukanlah apa yang kita dapat tapi apa yang kita beri. Bukan apa yang kita pelajari tapi apa yang kita ajarkan.  Bukan apa yang kita ketahui tapi apa yang kita beri tahu. Dari sisa usianya yang semakin menua dia berhasil membuat hidupnya lebih berarti. Masyarakat dan perusahaan sama sama mendapaktan kemakmuran, yang pada gilirannya Negara akan mendapatkan pajak untuk mendukung program social pemerintah membuat negeri ini bergerak kedepan kearah sebuah harapan yang lebih baik…


Friday, May 06, 2016

Cinta Aman...

Tidak ada yang istimewa bila aku bercerita tentang suamiku. Dia seperti suami kebanyakan. Menurut yang kurasa selama  pergaulan dengannya bahwa dia adalah suami yang bertanggung jawab, mencintai keluarga, walau kadang terkesan tidak setia.  Soal tanggung jawab maka secara materi aku bisa katakan dia termasuk suami yang segelintir. Maklum saja sebagai pengusaha dia bisa memberikan apa saja kebutuhanku. Pakaian bagus, rumah bagus , liburan keluar negeri, kendaran, perhiasan, dan ATM yang selalu penuh. Namun dalam bentuk lain, suamiku sama dengan suami suami lainnya. Tak ada yang terlalu istimewa kecuali memang dia pekerja keras dan mencintai bisnisnya selain aku dan anak anaknya. 

Kadang dengan segala kesibukannya , aku sempat mempertanyakan kesetiaannya namun dia menjawab  “Bahwa sebenarnya kesetiaan itu bukan diukur apakah seseorang berkhianat atau tidak, melainkan apakah ia kembali lagi atau tidak.” Kata-kata itu mungkin menghibur bagi wanita lain tapi tidak bagiku. Ini seperti ejekan yang menyakitkan. Apalagi ketika dia melanjutkan dengan kata kata ‘ Sebagaimana kematian adalah bagian dari kehidupan, demikian juga patah hati atau sakit hati adalah bagian yang sama dengan jatuh cinta. Kalau kamu pernah mengalami sakit hati, cintamu akan menjadi sempurna.”

Dengan tangkas aku membalas kata katanya. “Mungkin akan sempurna kalau aku patah hati dengan lelaki lain, misalnya. Bukan dengan suami sendiri” Ku ingin tahu apa reaksinya. Apakah dia tersinggung soal kata kataku ini. Dia hanya tersenyum.  “Sebetulnya sama saja. Hanya saja sebutan suamiku, menunjukkan kepemilikanmu, jadinya terasa lebih menyakitkan.”

Sedih kan.!

Ketika awal berumah tangga adalah saat awal yang berat hidup bersama pria yang berstatus suami namun mempunya cinta selain aku.  Perhatiannya kepada bisnisnya melebihi segala galanya. Dunianya adalah bisnisnya. Oh, ada lagi rival ku selain bisnisnya, yaitu ibunya. Didunia ini hanya satu yang bisa menghentikan langkahnya untuk pergi rapat bisnis maha penting yaitu ibunya. Tak ada yang dia takuti selain Tuhan dan ibunya. Aku sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi dengan suamiku bila ibunya meninggal dijemput Tuhan. Mungkin separuh atau sepertiga jiwanya juga ikut mati. 

Dalam hal lain , dia merasa bangga dengan keperkasaanya menerjang gelombang,  diatas kelelahan ku berpacu birahi menuju puncak. Untuk hal ini aku senang tapi bukan segala galanya.

“Dalam pikiran lelaki, hubungan seks adalah bentuk cinta. Makin perkasa dia, membuktikan ia makin mencintai. Suami berkewajiban men-delivery kepuasaan batin kepada istrinya, sama halya dia harus bekerja keras untuk men-delivery kepuasaan lahir bagi istrinya.. ” Katanya satu ketika. Bagiku itu tak lain menunjukkan keegoanya sebagai penakluk. Dia pikir apakah urusan tempat tidur disamakan dengan bisnisnya yang harus selalu tampil unggul.  Bagiku semua itu omong kosong. Hanya mitos. Wanita tidak menjadikan ukuran keperkasaan laki laki sebagai dasar menilai seorang laki laki. Bukan. Bagi wanita adalah sentuhan walau hanya sesaat namun dilakukan dengan penghargaan yang tinggi , itu lebih dari cukup.  

Kukatakan kepadanya bahwa akan ada waktunya nanti ketika daya seksual melemah atau habis, cinta memisahkan diri dengan nafsu seksual. Ketika itu cinta tak perlu dibuktikan dengan hubungan seksual. Nafsu seks bisa mati dan berhenti, tapi cinta bisa terus jalan sendiri.  Artinya kalau setelah daya seks melemah, tapi masih bisa betah bersama-sama, itu artinya masih cinta. Saat seperti itu akan datang dengan sendirinya, tak perlu dipaksa, sebagaimana usia. Tanpa kecuali semua bertambah tua, juga dunia. Dia tertawa terbahak bahak. " Bagiku Sex hanya option, bukan segala galanya. Kita akan selalu bersama sama walau tanpa sex. Insya Allah." katanya berargumen

Ya sudahlah, Dia dengan dirinya dan aku bagian dari dirinya, perhiasannya. pakaiannya. Naif sekali.  Dan kini, ia punya hobi baru yang membuatnya mabuk seakan sedang jatuh cinta lagi. Apa itu ? Dia gemar menulis. Menulis apa saja. Bahkan sudah pula bukunya diterbitkan oleh penerbit terkenal. Sepulang kerja di rumah, waktunya di habiskan di depan computer menulis. Entah apalagi yang hendak dia capai dari kecintaannya menulis. Yang pasti tidak ada uang yang dia dapat dari kegemarannya yang baru ini. Padahal selama ini yang menjadi standarnya bahwa apapun kalau tidak ada uang yang didapat , engga usah di kerjakan, apalagi di paksakan berbuat. Hidup tidak ramah dan semua harus bayar. Yang mau gratis harus siap di jadikan duafa dan dipermalukan oleh diri sendiri. 

“Bagaimana abang bisa jatuh cinta dengan menulis?

“Seperti yang selama ini terjadi,” katanya menjelaskan. “Begitu banyak peristiwa berlalu, tapi apakah semua orang memahami perisitawa itu dengan benar. Apakah mereka mendapatkan hikmah? Tidak semua. Tanggung jawab kaum terpelajar adalah mencatat peristiwa itu agar orang membacanya dan mendapatkan hikmah”

“Menulis itu tidak ada gunanya sama sekali. Abang hanya memuaskan ego abang saja.,” kataku.

“Salah, Bukan soal ego tapi soal tangung jawab..”

“ Dan abang menikmati rasa tanggung jawab itu  ? 

“ Aku hanya senang melakukannya. Aku senang. Karena baru kali ini rasa tanggung jawabku membebaskan aku dari rasa inginkan uang, pujian, harapan dan apalah “

“ Jadi abang senang dengan tanggung jawab seperti itu ? Kenapa engga dari dulu dulu. Sekarang abang udah engga muda lagi. Apa tidak sebaiknya gunakan waktu yang terbatas ini untuk hal lain yang menyenangkan" 

“Kesenangan tak akan pernah bisa dikalahkan oleh waktu. Justru kesenangan menang dengan waktu. Walau hanya sejenak , kesenangan makin bermutu. Ingat itu.”

Dan lagi menurutnya “ Aku merasakan bahwa sebetulnya kehidupan manusia ini adalah episode tentang kelemahannya terhadap ruang dan waktu. Ini sudah takdirnya dan dia berdamai dengan takdirnya. Walau manusia terisolasi akan ruang dan waktu namun dia mungkin lebih bahagia bila dia menyadari kelemahannya..”

“Sama denganku.” kataku

“Juga ibuku.” Jawabnya cepat.

“ Mungkinkah abang akan menikah lagi suatu saat?”

“Mungkin, karena semua lelaki mempunyai bakat untuk itu. Tapi secara praktis tak akan menyenangkan. Di dunia ini, satu-satunya standar moral yang aneh dan disepakati di seluruh dunia adalah moral dalam lembaga perkawinan. Bayangkan, semua transaksi sekarang selalu bayar dimuka dan orang akan mendapatkan apa yang dia mau. Dalam perkawinan pembayaran dan ikatan berlangsung selamanya. Kalaulah bukanlah karena Tuhan, lembaga perkawinan adalah kontrak moral yang paling dungu. Itu sebabnya Allah mengatakan silahkan poligami asalkan kamu bisa berlaku adil, sementara Allah mengatakan sendiri bahwa manusia tidak akan pernah bisa berlaku adil. Hanya pria dungu yang tidak paham bahwa izin poligami itu bukanlah free will tapi by tight condition dan mungkin mission impossible. Paham kamu.." 

“Berarti abang  menyesali perkawinan?”

“Satu-satunya yang kusesali dalam hidup ini adalah karena aku tak bisa menyesali apa yang terjadi. Aku bahkan tak mampu menyesali kenapa aku tak dilahirkan di tempat yang paling aku sukai, tempat yang ada sungainya dengan empat musim, lalu aku bisa bermain bola salju ketika salju turun.  Menyesal adalah hasil dari pikiran, dari nalar.  Dan nalar bahkan tak bisa menjelaskan hal yang paling sederhana tentang cinta. Jadi ikhlas melewati hidup adalah cara mudah untuk bahagia."

" Ya,  karena cinta ?

" Ketahuilah oleh kamu, sebesar apapun cinta pria atau wanita kepada selain Tuhan bukanlah cinta yang aman. Mengapa ? Tuhan tidak pernah cemburu. Tuhan tidak pernah meminta. Tuhan selalu memberi. Kedua orang tua kita juga sama, sama  sama cinta dalam arti memberi, tanpa cemburu dan ikhlas berkorban. Cinta aman. Itu sebabnya aku begitu hormat dan sayang kepada ibuku. Karena ibuku adalah cinta amanku, bayang bayang Tuhan..."

“Benarkah semata-mata karena rasa aman yang membedakan cinta sesungguhnya ?” tanyaku.

“Ya. Sesungguhnya cinta selain kepada Tuhan hanya ada dalam pembesaran di pikiran, di perasaan. Cinta tak akan selesai dirumuskan dengan pemikiran. Cinta aman tidak akan kamu peroleh dari anak, cucu, menantu, suami atau istri, harta atau jabatan. Seseorang hanya memiliki satu cinta, yaitu Tuhan , yang bagaikan air sungai, bisa mengalir ke mana-mana, membelok ke selatan atau ke utara, tapi sebenarnya satu arus saja, menuju Tuhan.

“Ketika aku memutuskan untuk melamarmu menjadi istriku maka  itulah keberanian, itulah anugerah Allah. Keberanian, karena banyak cinta diutarakan tanpa keberanian menikah. Anugerah, karena itu hadiah besar dari Tuhan. Semua itulah harga yang kita bayar sepanjang usia berbagi rasa, merawat, memanjakan dan dimanjakan. Kita tak akan merasa aman, merasa tentram, hanya dengan menyewa, membeli atau memandangi. Paham, kan. Aku bisa saja mengagumi keindahan ikan berenang didalam aquarium. Memandangi wanita cantik berbikini melenggok dipinggir kolam renang.  Menyewa escort jelita untuk acara business dinner dengan relasiku. Bisa.! Tapi aku tidak merasakan cinta aman. Aku hanya bisa memandangnya. Tapi… kamu adalah takdirku yang dianugerahkan Allah yang bukan hanya kupandangi tapi memang kamu amanah terindah dari pemberi Cinta, Tuhan.” 

Dan akhirnya aku sadar bahwa aku harus bersyukur memiliki suamiku sebagai anugerah dari Allah walau kadang terkesan seperti ikan yang berenang didalam aquarium , ada kebebasan namun terhalang oleh dinding tebal dalam bentuk budaya dan agama yang mengharuskan aku selalu menjaga kehormatan suamiku dalam kondisi apapun. Menghindari fitnah ketika suamiku sedang tidak ada dirumah. Menjaga dan merawat semua yang di amanahkannya dan menantinya ketika dia pulang , untukku dan semua karena Tuhan tentunya..

"Bagaimana sikapmu sebetulnya terhadap aku, suamimu ? Katanya dengan nada lucu.

" Abang memang bukan pria sempurna tapi ya limited edition

Wednesday, May 04, 2016

JIhad...?

Sebuah ruang sekitar 4 X 6 meter, yang seperti kamar yang kehilangan peminat. Warna-warnanya hambar. Cahaya pudar. Sawang tebal. Debu. Orang tak akan tahu dengan segera bahwa di sinilah nisan Sultan Saladin, pahlawan Islam dalam Perang Salib. Dari ruang makamnya yang kusam, mitos apa yang akan kita teruskan? Saladin adalah juga cerita tentang seorang yang pemberani dalam pertempuran, yang sebenarnya tak ingin menumpahkan darah. Tahun 1187 Saladin masuk Jarusalem dengan kemenangan. Dengan wajah sedih dia menatap altar gereja yang porak poranda. Saladin memperbaiki patung salip yang terjatuh di lantai untuk ditempatkan kembali di tempatnya. Inilah perang. Tidak seharusnya terjadi. Sebelum masuk gerbang kota jarusalem, Saladin berpesan kepada panglima perangnya agar jangan ada satupun tawanan dan penduduk yang dibunuh. Izinkan bagi penduduk yang ingin pergi meninggalkan jarusalem.Jangan jarah harta mereka. Lindungi mereka seperti kalian melindungi diri kalian sendiri. Kita tidak berperang dengan amarah atau dendam.Kita hanya ingin menegakkan keadilan.

Dalam hidupnya yang cuma 55 tahun, ikhtiar itulah yang tampaknya dilakukan Saladin. Meskipun tak selamanya ia tanpa cacat, meskipun ia tak jarang memerintahkan pembunuhan. Sejarah mencatat bagaimana Saladin bersikap baik kepada Raja Richard Berhati Singa yang datang dari Inggris untuk mengalahkannya. Ketika Richard sakit dalam pertempuran, Saladin mengiriminya buah pir yang segar dingin dalam salju, dan juga seorang dokter. Lalu perdamaian pun ditandatangani. Orang Eropa takjub bagaimana Islam mendidik orang sebaik itu. Kita sekarang juga mungkin takjub bagaimana masa lalu bisa melahirkan orang sebaik itu. Terutama ketika orang hanya mencoba menghidupkan kembali apa yang gagah berani dari abad ke- 12 tapi meredam apa yang sabar dan damai dari sebuah zaman yang penuh peperangan. Melihat Suriah yang penuh amis darah, saya merasa kita kehilangan nilai nilai agung dari seorang Saladin.Kita salah menilai sejarah. KIta hanya tahu perang karena perbedaan memang perlu dan ini Jihad.Padahal Jihad sesungguhnya adalah perang melawan hawa nafsu dan puncaknya adalah bisa menahan diri ketika menang untuk memaafkan musuh dan andaikan perdamaian itu sangat pahit maka itu lebih baik. Kesediaan menerima perdamaian adalah puncak ikhlas dalam istiqamah bahwa hidup memang ujian bagi orang beriman untuk bersabar agar sholat tegak...

"Anakku," konon begitulah pesan Sultan itu kepada anaknya,az-Zahir, menjelang wafat, "...Jangan tumpahkan darah... sebab darah yang terpercik tak akan tertidur." Mungkin karena itu Saladin melupakan bahwa dulu di tahun1099, ketika pasukan Perang Salib dari Eropa merebut Jerusalem, 70 ribu orang muslim kota itu dibantai dan sisa-sisa orang Yahudi digiring ke sinagog untuk dibakar. Saladin berperang demi akhlak mulia. Dendam yang menimbulkan amarah dan bau amis darah, tidak pernah di ajarkan oleh rasul. Saladin telah tiada. Kisah akhlak mulia Saladin seakan terkikis dari ingatan umat islam. Ketika PKI di kalahkan oleh gerakan Militer di bawah komando Soeharto tahun 1965 yang di kenal dengan G30 S PKI , tidak ada laku kemulian seorang Saladin. Aksi balas dendam atas peristiwa Madiun dimana PKI membunuh ulama NU di lakukan. Tidak tahu pasti berapa jumlah massa PKI dan tokoh PKI di bantai di depan regu tembak dan di sembelih oleh massa. Bau amis darah yang di lakukan oleh PKI di tahun 1948 atas nama komunisme, umat islam melakukan hal yang sama di tahun 1965. Lantas apa bedanya kita dengan komunisme ?

Era sekarang sebaiknya tidak perlu ada lagi perang karena alasan agama. Mengapa ? HAM international menjamin siapapun melaksanakan ibadahnya. Jadi tidak ada yang melarang kita beragama yang mengharuskan kita berperang. Hidup damai dalam perbedaan adalah cobaan bagi kita untuk tetap menebarkan cinta. Firman Allah selalu diawali dengan kalimat sifat pengasih penyayangNya. Kitapun dianjurkan untuk membaca Bismillah ir-Rahman ir-Rahim dalam mengawali setiap perbuatan agar setiap perbuatan kita adalah bagian dari cinta. Begitu agungnya ajaran Islam yang diteladankan secara sempurna oleh Rasul.

Anakku..Mencintai manusia Nak, adalah merasa jadi bagian dari orang lain , merasa terpaut dengan sebuah komunitas, merasa bahwa diri, identitas, nasib, terajut rapat, dengan tindakan memberi. Mencintai manusia , Nak adalah merasakan, mungkin menyadari, bahwa tak ada yang sempurna, tak ada yang abadi , selain Allah, yang bisa sebegitu rupa menggerakkan hati untuk hidup, bekerja dan terutama saling mengasihi. Mencintai manusia ,Nak adalah mencintai Allah itu sendiri. berlemah lembutlah, kepada mereka yang tidak sepaham denganmu agar nampak Indah, karena Nak, manakala kau mempunyai cinta, kau adalah makhluk terindah ciptaan Allah,menjadi syiar betapa Islam itu adalah rahmat bagi alam semesta. Camkanlah itu selalu. Paham ya sayang..


Membaca

Di Gua Hira, tiga mil jauhnya dari Mekah untuk berkontemplasi dan berefleksi diri, dalam kesunyian dan kesendirian, beliau bertafakur. Pemuda sholeh yang dikenal Al Amin itu merenung tentang mengapa ada kesenjangan sosial, ketidak adilan, diskriminasi, perang antar suku, dan penyalahgunaan kekuasaan. Saat dalam tafakur itu beliau bertemu dengan Jibril dengan perasaan takut. Ia adalah Muhammad SAW. Ketika itu beliau genap berusia 40 tahun. Itu terjadi pada Senin, 17 Ramadhan tahun ke-41 sejak kelahiran beliau, bertepatan dengan 6 Agustus 610 Masehi. Jibril berkata “bacalah”, namun ternyata Rasulullah menjawab bahwa Ia tidak tahu caranya membaca. Karena itulah Jibril memeluknya erat sebanyak dua kali dan setelahnya, menyuruh ia membaca ayat yang kemudian menjadi wahyu pertama . Sebuah potongan dari surah Al-Alaq ayat 1-5 yang memiliki arti seperti berikut ini:

“Bacalah! Dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Membuat manusia dari segumpal darah. Bacalah! Dan tuhanmu ialah yang paling mulia. Mengajarkan dengan qalam. Hal-hal yang tidak diketahui manusia.”Mengapa ayat pertama turun berhubungan dengan "membaca". Karena dari membacalah pengetahuan tersibak. Manusia dikeluarkan dari perut ibunya ketika lahir tidak mengetahui apa-apa. Lalu Allah menjadikan baginya penglihatan dan pendengaran serta hati sebagai jalan untuk mendapatkan ilmu. Keunggulan manusia dibandingkan makhluk lainnya adalah karena manusia mempunyai pengetahuan. Siapa mengajari itu ? Ya Allah ( QS Al Iqra 5). Mengapa Allah mengajari manusia ? karena Allah memiliki sifat pemurah yang luas dan karunianya yang besar pada Manusia. 

Ilmu Allah itu termaha luas. Benarkah ? " Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. (QS al- Kahfi [18]:109). Ilmu Allah itu terbagi dua jalur , yaitu Jalur khusus (khasshah), dan  jalur  umum (‘ammah). Jalur khusus adalah ilmu yang diwahyukan dan diajarkan langsung oleh Allah melalui para Rasul dan Nabi, dan ini tertuang dalam bentuk Kitab Suci, seperti Muhammad SAW, Al Quran dan hadith.  Wahyu-wahyu itu merupakan ayat-ayat qauliyah. Jalur umum adalah ilmu yang tidak bersumber dari kitab Suci. Ilmu ini di berikan oleh Allah secara langsung kepada siapa saja ( termasuk non muslim).Pengetahuan ini disebut dengan ayat-ayat kauniyah. 

Kemanapun wajah dihadapkan Ayat ayat Allah terbentang untuk dipahami bagi mereka yang berpikir. Setiap orang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda tergantung dari effort yang dilakukan untuk menggali ilmu Allah yang satu ini. Katakanlah seperti perkembangan ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu sosial, Ilmu ekonomi, Kebudayaan, Ilmu Tata negara,  yang masing masing dari waktu kewaktu terus berkembang menjadi lebih baik dari teori sebelumnya. Ilmu Allah yang didapatkan dengan jalur umum ini merupakan kebenaran empiris yang perlu di kaji dahulu sebelumnya untuk mendapatkan kebenaran yang tidak bertentangan dengan Al Quran. Bila tidak bertentang dengan AL Quran dan hadith maka itu sebagai penguat iman. Tapi kalau bertentangan maka cukuplah itu sebagai pengetahuan. Khasanah islam bersumber dari ilmu khasshah dan ‘ammah. Dengan demikian seharusnya umat islam harus berpikir luas. Islam itu satu dan ilmu Allah termaha luas untuk kita bijak menerima perkembangan zaman. 

Makanya ketika naik pesawat udara , saya tidak mengagumi manusia yang menciptakan pesawat itu tapi mengagumi Allah. Menggunakan computer yang canggih ini, saya mengucapkan Subhanallah, bukan memuji Bill Gate yang menciptakan windows system. Ketika mendapat uang ,saya tidak memuji uang atau boss  tapi memuji Allah yang memberi rezeki.Ketika mendapatkan istri yang sholeha , saya tidak memuji istri setinggi bintang dilangit tapi memuji Allah yang menjaga istri saya tetap istiqamah. Ketika menerima demokrasi dan masuk dalam bilik suara, saya tidak memuji Plato sebagai pencetus system demokrasi yang dikenal dengan trias politica tapi memuji Allah. Kita diberi kebebasan untuk memilih kepemimpinan dalam system demokrasi. Baik buruk, tergantung pilihan kita , itulah demokrasi,karena ia hanyalah wadah bukan tujuan. Karenanya saya memilih orang dan partai karena Allah. Kalau demokrasi menghasilkan pemimpin yang amanah maka saya tidak akan memuji pemimpin itu tapi Allah.Kalau demokrasi  menghasilkan pemimpin yang brengsek, saya tidak akan menghujatnya kecuali berserah diri kepada Allah dan bersabar tanpa mengurangi ibadah dan amaliah...

Setiap detik perjalanan hidup kita, Allah berdialogh dengan kita lewat perasaan, pikiran, penglihatan, pendengaran.  Masalahnya apakah kita mau belajar dari semua itu ? Betapa merugi bila hidup kita berlalu dengan beragam peristiwa tidak mendatangkan hikmah. Betapa meruginya bila kita menutup diri dari beragam ilmu pengetahuan. Bukalah pikiran seluas luasnya dan bacalah semua pengetahuan. Kalau sesuai di kata hati maka itu akan memperkuat iman,kalau tidak sesuai maka cukuplah sebagai pengetahuan.  Seseorang itu akan semakin mulia dengan ilmu yang ia miliki. Ilmu itulah yang membedakanmu dengan yang lain. Nasip mu berbeda juga karena ilmu yang kamu punya. Sering seringlah membaca , baik yang tersurat maupun yang tersirat. Karena itulah karunia terindah Tuhan berikan kepadamu. Kalau engkau malas membaca maka rugilah hidupmu..

Monday, May 02, 2016

Keadilan..

12-13  Mey 1998 . Jakarta guncang, tegang, dan suasana menakutkan. Entah dari mana datangnya gerombolan orang membakar gedung dan mall. Api dengan asap hitam membumbung di empat wilayah jakarta. Merusak apa saja yang di miliki etnis china. Nampaknya ini aksi balas dendam, kata sebagian orang. Penyababnya kecemburuan sosial terhadap etnis china. Soeharto sebagai creator dan Golkar  sebagai designer poltik ketidak adilan tetap aman aman aja tanpa seujung rambut di ganggu rumahnya. Gerakan kaum berjuis berperut buncit. Revolusi? Mungkin itulah yang dibayangkan para pelakunya. Entah siapa itu. Tapi, bagi saya, hari itu yang terjadi sebuah aksi tanpa ide. Kreatornya kerusuhan di bulan mey itu nampaknya paham betul metodelogi komunis mencapai tujuan.Ganyang ! Tapi tahukah dia ? memang revolusi Lenin berangkat dari kesenjangan ekonomi dan sosial . Dari situ disusun program menyeluruh. Tujuannya rebut kekuasaan, perubahan di ciptakan. Revolusi Oktober 1917 di Rusia jadi teladan. Tapi sang kreator bulan Mey, Gatot alias gagal total. Dia tidak secerdas lenin. ! Bahkan pantas disebut bego. Pecundang.

Beda dengan Revolusi Prancis yang di ledakan tanpa program apapun.Tapi, itu juga sebuah revolusi besar: dengan itu dasar baru masyarakat diletakkan dan tak bisa diubah lagi. Perebutan kekuasaan—sang raja dipenggal—bahkan jadi tanda zaman baru: tak ada lagi yang kekal di takhta itu. Revolusi Prancis juga tak hanya meletus dari konflik sosial, dan sebab itu melibatkan orang ramai. Ia sambungan cita-cita yang lahir dari konflik sosial itu, yang dirumuskan oleh para pemikir dan disaripatikan dalam semboyan libert√©, egalit√©, fraternit√©. Tahun 1945 di Indonesia juga sebuah ”revolusi”. Sebab sejak itu, sejak kekuasaan berpindah tangan dari Hindia Belanda dan Jepang, Indonesia tak bisa ditarik kembali ke kerangkeng kolonialisme. Bertahun-tahun sebelumnya, gagasan tentang sebuah bangsa dicanangkan dan sejak 1945 bangsa itu bersedia mati untuk merdeka. Dari kancah mereka yang bersedia mati itu Pramoedya Ananta Toer, dalam Di Tepi Kali Bekasi, bersaksi tentang sebuah ”epos revolusi jiwa”. Revolusi: awal transformasi yang tak dapat dibalikkan. Tapi Muso mencoba copy paste revolusi 45 dengan PKI nya. Belum sempat api besar namun telah membantai banyak ulama dan petani yang tidak sealiran. Hanya sebentar api padam oleh kekuatan TNI bersama rakyat. Gagal total.

Tahun 1966 paska G30S PKI, saya masih kecil usia 3 tahun.Namun dari cerita paman saya ada pembantaian dengan korban para anggota PKI atau yang dicurigai jadi pendukung. Ya, ada hal-hal yang mengerikan dan busuk. Pelan-pelan tampak bahwa militer mengambil alih gerak perubahan politik yang dipelopori mahasiswa ke arah sebuah rezim baru yang antidemokrasi. Sebetulnya ada hasrat demokratisasi yang kuat di tahun 1966, ketika para aktivis merobohkan sistem ”demokrasi terpimpin” Bung Karno. Suara untuk mengukuh­kan hak-hak asasi manusia terdengar nyaring, usaha me­negakkan kemerdekaan pers dan rule of law serius. Apa yang dicita-citakan itu kemudian memang dikhia­nati. Namun yang terjadi bukan hanya kemarahan. Juga bukan hanya rencana per­ubahan kekuasaan. Yang terjadi adalah gerakan untuk gagasan yang datang dari mulut yang tercekik, perut yang tak tenang. Setelah 1966, demokrasi memang dibalikkan jadi kediktatoran, tapi ada yang sejak itu tak dapat dibalikkan lagi: sistem ”ekonomi terpimpin” ditinggalkan—30 tahun lebih sebelum Cina dan Vietnam meninggalkan sistem ”ekonomi sosialis”.

Setelah 12-13 Mey tahun 1998, tak membuat orgasme politik barisan islam mencapai klimak.Apalagi tokoh poros tengah di jatuhkan dari kursi RI-1 dengan skandal bulog gate. Poros islam jadi "Edi Tansil ". Peristiwa Mey itu tak punya dampak sosial yang berlanjut. Bahkan bisa disebut, amuk hari itu hanya bagian sebuah operasi intelijen, konspirasi elite Golkar dan militer menjatuhkan Soeharto,  lengkap dengan dusta dan propagandanya—sebuah fragmen sejarah yang kelak perlu lebih jelas diungkapkan. Tapi bahwa itu terjadi, di sebuah Mey menunjukkan betapa mudahnya revolusi ditiru. Meskipun harus dicatat: revolusi seperti puisi: sekali dilahirkan, ia tak bisa diulang. Amarah yang meledakkannya dan gairah yang menyertainya tak bisa di copy paste. Tiap usaha mengulangnya akan tampak sok-pahlawan dan absurd. Dulu 1945, 1965 memang berhasil tapi 1948 dan Mey 1998 gagal total dan bila sekarang mau di ulang lagi itu hanya upaya orang bego!.Keadaan telah berubah , rezim tidak bisa berdiri tanpa pengakuan international dan kejahatan HAM akan di buru kemana saja dia sembunyi, dan lagi orang bosan dengan revolusi. Karena pada akhirnya hanya melahirkan para bedebah!

Di suatu malam di pusat kota Beiing , saya meliat wanita bersama anak balitanya sedang berdagang  ubi rebus. Wanita itu duduk memagut kakinya menahan dingin menggigit di bawah suhu 7 derajat celcius. Teman saya yang juga kader partai komunis china berkata “Wanita itu sedang berjuang dengan keyakinannya bahwa dia tidak peduli dengan komunisme, kapitalisme, sosialisme, agama.  Dia hanya peduli kapan konsumen datang membeli dan dia bisa hidup tanpa harus mengemis dihadapan  pemerintah, dan menadahkan tangan dihadapan kaum feodal, meratapi nasip kepada Tuhan. Wanita itu menyadarkan kami bahwa keadilan sosial itu bukan hadiah tapi di perjuangkan oleh setiap orang untuk menghidupi dirinya dan keluarganya, tanpa harus berkeluh kesah. ”

Menjadi laki laki

Setiap pagi pedagang bubur ayam melintasi depan rumah saya. Nampak wajah tua yang tak kenal lelah. Walau kadang saya tak sanggup melihatnya setengah terbungkuk dan tertatih tatih mendorong kereta dagangannya. Selalu istri saya sempatkan membeli dagangannya. Dari istri saya tahu bahwa pedagang itu berusia diatas 70 tahun. Ada yang membuat haru tentang Pak tua ini. Dia punya satu orang anak perempuan. Setelah istrinya meninggal dia menumpang tinggal dirumah anak perempuannya yang telah berumah tangga. Namun awalnya menantunya menolakdengan alasan keadaan ekonomi mereka memang tidak bagus. Anaknya berusaha meyakinkan kepada suaminya agar menerima ayahnya tinggal bersama. Akhirnya suaminya setuju dengan syarat ayahnya tidak boleh makan dirumah.

" Anak saya tidak bekerja. Diapun menumpang sama suaminya. Saya bersyukur masih diberi tempat tinggal" kata Pak tua itu dengan suara lirih.

" Dagangan ini bapak yang buat sendiri ?

" Bukan. Anak saya yang buat. Saya hanya dagangin aja. Dari hasil dagangan inilah saya makan hari hari. Kalau ada lebih saya berikan kepada anak saya"

Saya termenung lama. Inilah hidup. Pak tua itu tidak merasa kecil hati ketika mantunya menolak dia untuk menumpang tinggal karena kesendirian dan kemiskinan setelah istrinya wafat. Dia tetap bersyukur karena masih diberi tempat untuk bernaung dari hujan dan terik matahari walau karena itu dia harus tetap bekerja keras untuk makan. Dia tidak mengeluh atas semua itu. Dari sisa umurnya dia tetap bekerja keras dan berusaha memberi sebisanya tanpa harus menadahkan tangan.

Tahukan kamu Nak, pernah dikisahkan dalam sejarah Rasul. Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.

“Kenapa tanganmu kasar sekali?” Tanya Rasulullah.

" Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar.”

Rasulullah adalah manusia paling mulia, tetapi orang yang paling mulia tersebut begitu melihat tangan si tukang batu yang kasar karena mencari nafkah yang halal, Rasul pun menggenggam tangan itu, dan menciumnya seraya bersabda,

“Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada”, ‘inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya’

Rasulullah tidak pernah mencium tangan para Pemimpin Quraisy, tangan para Pemimpin Khabilah, Raja atau siapapun. Sejarah mencatat hanya putrinya Fatimah Az Zahra dan tukang batu itulah yang pernah dicium oleh Rasulullah. Padahal tangan tukang batu yang dicium oleh Rasulullah justru tangan yang telapaknya melepuh dan kasar, kapalan, karena membelah batu dan karena kerja keras.

Anakku , tak elok laki laki berpangku tangan dengan banyak alasan yang melemahkan semangatmu. Tak elok menjadi pria banyak berdoa tapi ragu dan malas berbuat. Jangan pernah berhenti bekerja keras. Jangan bersedih bila hasil dan peluh tak sebanding. Ingatlah setiap keringatmu untuk menafkahi keluargamu adalah fisabilillah. Setiap tarikan nafasmu akan dihitung Allah sebagai pahala dan kelak di akhirat itulah yang akan menolongmu. Menjadi pria itu adalah berkah dan juga cobaan bagimu. Kau harus terus menjaga istrimu, anak wanitamu, saudara perempuanmu, ibumu, sepanjang usiamu. Karenanya kau tidak boleh berhenti bekerja keras mencari nafkah untuk mereka... Jaga mereka dengan cinta ya nak..Iklas lah lewati hidupmu dan niatkan semua karana Tuhan.
Paham ya sayang

Berbagi

  Sore jam 5 saya pulang ke rumah. Perut keroncongan.  “ Maaf. Kamu sudah makan ? Tanya saya ke supir taksi. “ Tadi siang sudah pak.” “ Bisa...