Posts

Showing posts from March, 2014

PDIP dan Jokowi...

Image
Dimanapun , bahkan di Amerika, di Eropa, kampanye menjelang PEMILU sangat menentukan menang kalah. Sukses partai tergantung dengan strategy pemenangan pemilu, yang didalamnya ada taktik kampanye. Bersyukurlah Partai seperti Golkar yang salah satu anggota DPP nya adalah Rizal Mallarangeng yang dikenal sebagai orang yang ahli  dibidang kampanye politik dan punya track record mengantarkan SBY menjadi presiden dua periode. Disamping itu sang Ketum mempunyai Media massa sendiri yaitu Tvone sehingga tidak sulit untuk melancarkan program kampanye baik langsung maupun tidak langsung.Begitupula dengan Hanura yang didukung oleh Haritanoe yang menguasai berbagai media TV dibawah bendera MNC group. Juga tak beda dengan Nasdem yang dikomandani oleh Surya Paloh sang pemilik Metro TV. PD lebih mengandalkan kepada pamor seorang SBY dengan dukungan dari infrastruktur kekuasaan sebagai incumbent. Sementara bagi partai lain seperti yang tidak punya media massa harus putar otak untuk bisa bersaing , sepe

Siapakah Jokowi?

Image
Dulu tahun 80an saya terlibat dalam kelompok diskusi politik. Ini tidak dilakukan di kampus tapi dilakukan diperpustakaan Idayu jalan Kwini, Kwitang, Jakarta Pusat. Diskusi itu diadakan di pojok gedung Stovia secara sembunyi sembunyi tanpa sepengetahuan dari Pengurus Perpustakaan. Mengapa harus sembunyi sembunyi? Karena yang kami diskusikan itu berkaitan dengan paham marhaen dan ini terlarang oleh rezim Soeharto. Pada setiap acara kelompok diskusi , kami mendapatkan pencerahan dari mentor kami tentang Marhaen yang berjuang untuk kaum tertindas.  Kami juga diajarkan berdebat secara santun oleh mentor kami. Ditanamkan makna mandiri itu apa. Prinsip mereka bahwa kita tidak bisa membuat rakyat mandiri bila kita sendiri tidak mandiri.   Umummya teman teman aktif dalam kelompok diskusi adalah mahasiswa dari berbagai universitas yang berasal dari keluarga miskin. Mereka umunya cerdas. Hampir semua kami fasih berhasa inggeris karena dalam berbagai diskusi kami kadang menggunakan bahasa ingger

Kekuatan Cinta...

Image
Sejak tahun 1949 hingga tahun 1980an, Taiwan dikendalikan oleh pemerintahan yang diktator di bawah satu partai, yakni Partai Nasionalis China atau Partai Nasionalis Kuomintang (KMT) sebagai partai berkuasa. Partai ini dipimpin oleh Chiang Kai-shek hingga meninggal 1975. Ia diganti oleh putranya, Chiang Ching-kuo . Namun disisi lain ada gerakan kaum muda terpelajar untuk menolong rakyat tertindas dari kekuasaan otoriter Partai.  Gerakan ini tidak mendapat resitensi dari Penguasa karena mereka mengkampanyekan program cinta sesuai ajaran Budha. Ya namanya program cinta tentu tidak ada menyalahkan orang lain apalagi menghujat pemerintah. Terkesan mereka mendukung partai penguasa. Mereka mengajarkan rakyat untuk memaafkan penguasa. Mereka mendidik rakyat kecil untuk sekecil mungkin berharap dan tergantung dengan pemerintah.  Caranya , mereka meng advokasi rakyat membuat Garakan Koperasi agar diizinkan pemerintah . Lambat namun pasti gerakan Koperasi tumbuh pesat dan rakyat kecil yang seba

Perdamaian dan kasih sayang..

Image
Saya punya sahabat di Tiongkok. Menurut saya dia penganut agama Budha yang baik. Saya tanyakan apakah dia mengenal Islam? Dengan tegas dia menjawab bahwa dia mengenal Islam dan mempercayai ajaran yang dibawa oleh Muhammad itu berasal dari Tuhan. Ada juga teman beragama Nasrani. Dia juga pribadi yang baik. Dirumahnya dia menampung beberapa anak yatim piatu yang dia pungut dari jalanan. Saya juga tanyakan apakah dia mengakui keberadaan Muhammad sebagai utusan Allah.Dengan tegas dia mengakui keberadaan Agama  Islam yang berasal dari Allah. Teman saya orang  Yahudi , yang saya kenal sebagai pribadi yang baik, dengan tegas mengakui Islam sebagai Agama yang bersumber dari Allah dan Muhammad sebagai utusan Allah.Semua mereka percaya kepada Tuhan dan hari akhirat. Tapi mengapa mereka tidak memeluk agama islam? Alasannya mereka merasa nyaman dengan keberadaan agama yang sekarang mereka anut. Mereka memegang ajaran agamanya untuk berbuat karna cinta dan kasih sayang. Dengan rendah hati mereka

Akhlak, Islam satu...

Image
Didepan saya, terjadi perdebatan sengit antar teman. Awalnya mereka berbicara masalah ringan dan santai namun akhirnya bertengkar. Saya pening  mendengar mereka berdebat dengan dalilnya masing masing dan auranya sudah menampakan kebencian satu sama lain. Saya teringat tulisan wall dari sahabat saya di Dumay mengatakan begini. Pertanyaannya begini, “Sejahat apa sih orang yang kamu benci itu?”, “Sebiadab apa sih orang yang kamu laknati itu?”,”Sekufur apa sih orang yang kamu tuduh sesat itu?”. Apa dia sejahat Abu Lahab yang menyiksa Sahabat Rasulullah? Apa dia sebiadab Abu Jahal yang mengubur anaknya hidup-hidup? atau dia sekufur Firaun yang mengakui dirinya Tuhan? Sebiadab Abu Lahab, Rasulullah masih mendoakan kebaikan untuknya saat beliau berdoa agar Islam dimenangkan dengan salah satu dari dua Umar. Sekufur-kufurnya Firaun, Allah masih menyuruh dua Nabinya yang mulia, Musa dan Harun untuk berbicara pada Firaun dengan lemah lembut. Sekarang, pertanyaannya, “Apa kamu sebaik Nabi Muhamma