Posts

Showing posts from September, 2022

Dunia persepsi.

Image
  Dunia ini maha luas. Itu menjadi sempit karena persepsi. Bagi saya, engga mungkin saya persempit hidup saya karena persepsi yang dibentuk orang lain. Ini hidup saya dan saya lebih tahu apa yang baik untuk saya. Lucunya, bagi kabanyakan orang, mau saja diisiolasi dengan teori yang sehingga membentuk persepsi yang membuat dia sempit sendiri. Karena itu antar manusia mau saja bertengkar tentang teori dan dalil. Itu omong kosong. Prinsip beragama itu tidak banyak. Bahkan sederhana untuk dipahami. Satu saja, yaitu berbuat baik. Atau dalam islam berakhlak baik. Prinsip keimanan juga sederhana. Engga banyak. Dalam  islam ada 6 dan rukun islam  ada 5. Agama ibrani ada 10. Selebihnya adalah dalil atau teori. Ya namanya teori atau dalil mana ada yang pasti benar. Selalu setiap teori pasti ada yang bantah. Bahkan yang dianggap logika, pasti ada dialetika. Orang katakan bahwa jauhi miras. Karena dosa. Saya tidak jauhi. Karena dosa miras itu teori. Saya kembalikan kepada diri saya sendiri. Kalau

Larangan budaya hedonisme di China

Image
Sejak sebelum COVID 19,  gaya hidup hedonis, sudah dilarang di China. Pemerintah China melarang Artis mendapatkan penghasilan diatas kewajaran. Melarang keluarga kaya melakukan pesta mahal untuk acara pernikahan. Menghapus budaya mahar yang harus dibayar wanita untuk melamar calon mempelai pria. Melarang PNS makan di restoran mewah. Membatasi jam operasi tempat hiburan malam. Memperluas tempat larangan merokok. Membatasi iklan gaya hidup hedonis. Tetapi itu tidak efektif keliatannya.  Tetapi setelah sekian lama Lockdown di kota besar di China, kini terjadi perubahan yang significant terhadap budaya kebanyakan kelas menengah di China. Apa itu? mereka berusaha kembali kepada gaya hidup sederhana. Kalau tadinya berencana punya apartement mewah,  kini tidak lagi berminat. Kalau tadinya biasa setiap weekend makan malam di luar bersama keluarga, kini sudah tidak lagi. Mereka berusaha mencari cara jenial untuk hidup bersehaja. Termasuk lebih memilih produk buatan dalam negeri dan menjauhi pro

Jaga fakir miskin..

Image
  “ Kalau anda menerima kapitalisme, maka pastikan anda kontrol itu” Kata pejabat China kepada saya satu waktu. Mengapa ? karena kapitalisme itu ibarat virus yang menggerogoti kekuasaan. Lantas apa artinya kekuasaan kalau tidak berdaya mengatur agar yang kalah bersaing terlindungi dan memastikan yang unggul berjalan pada prinsip yang benar. Tidak terjadi oligarki antar pemodal yang bisa merusak tatanan bangsa” Lanjutnya. Saya bisa maklum. Kapitalisme itu kelanjutan dari feodalisme setelah terbentuknya paham nasionalisme dan republikan. Apa yang dimaksud dengan virus itu? kebebasan pasar. Maka itu juga kebebasan berkompetisi. Yang pasti yang menang ya pemodal. Kejatuhan bursa dan terjadinya krisis dari masa ke masa, itu biangnya karena kapitalisme. Dan selalu setelah krisis, yang tersisa hanya yang semakin kuat dan menjatuhkan yang kurang kuat. Di China, Rusia, kapitalisme itu ada pada negara. Kebijakan kapitalisme terjadinya pemupukan modal bagi negara. Akibatnya penguasa bisa dengan l

Berpikir sederhana

Image
  Tadi siang sampai jam 3 saya ikut pertemuan di kantor kementrian. Kebetulan saya dijadikan narasumber. Sebenarnya ini ajang konsultasi saja. Kebetulan lembaga dibawah presiden, ketuanya minta saya ikut memberikan sumbang saran. Bingung aja. Pedagang sempak dijadikan narasumber. Dari awal saya hanya menyimak saja. Semua apa yang mereka katakan terlalu tinggi untuk saya pahami. Sangking hebatnya, saya sendiri engga mudeng. Giliran saya bicara. Ya saya katakan.” Apalagi yang harus saya sampaikan. Semua presentasi hebat hebat. Mungkin lulusan Harvard aja kalah. Tapi ada pertanyaan sederhana saya. Mengapa begitu hebatnya rencana dan program, susah sekali terjadi transformasi bidang ekonomi? “ kata saya pandang mereka semua. “ Sejak era Pak Harto, ekonomi kita tergantung kepada belanja domestik. Bukan berdasarkan industri dan produksi. Selalu bergantung kepada produk tradisional dari SDA. Akibatnya berapapun kita hutang, ya pada akhirnya hanya meningkatkan daya beli saja, bukan meningkatka

Aturan yang bisa diatur

Image
  Tadi saya dampingi Florence meeting dengan relasinya. Ini soal Kerjsama investasi bidang logistik gas. Florence sangat piawai bisnis oil dan gas. Dia udah berpengalaman lebih 20 tahun. Yang hadir dalam rapat itu, ada politisi, Direksi Perusahaan oil and gas asing dan direksi BUMN Saya terus menyimak dan menyaksikan cara Florence membahas soal teknis. Saya merasa kecil dihadapan mereka yang terpelajar. Setelah bicara bisnis. Kami lanjutkan makan malam dan bicara santai. “ Saya engga ngerti cara PKS yang walkout dari Sidang Paripurna di DPR. Pahadal dulu waktu era SBY kan mereka partai koalisi pemerintah. Mereka dukung kenaikan BBM” Kata Politisi. “ Masalahnya sejak era Jokowi ada reformasi Tata niaga migas. Terutama harga BBM dilepas di pasar. Ini cara efektif membungkam opisisi, Jokwoi cerdas. Mengapa ? karena dapatkan dana alokasi subsidi untuk proyek infrastruktur. Dan engga pusing soal harga mau naik atau turunn. Engga pusing soal politik BBM” “ Oh ya? Kata Politisi. “ Baca dech P