Posts

Showing posts from June, 2018

Rendah hati

Image
Kadang sebagian kita beranggapan bahwa pihak yang berseberangan adalah musuh Jokowi dan berharap Jokowi menghadapinya dengan kebencian dan permusuhan. Itu tidak tepat. Masalah HRS itu murni masalah hukum. Kebenaran yudicial adalah kebenaran hukum yang belum tentu sama dengan kebenaran filosopi dan dogmatis. Belum tentu sama dengan kebenaran sosiologi atau kebenaran kultural. Kalau sampai HRS tersangkut hukum, itu hanya masalah hukum. Dan kalaupun akhirnya dia dinyatakan bebas dengan keluarnya SP3 dari Polisi , itupun bebas karena hukum. Soal lainya itu antara HRS dan Tuhan. Itu antara HRS dengan masyakarat. Negara tidak punya ruang mengadili soal persepsi masyarakat dan keadilan Tuhan. Seorang teman pernah bertemu Jokowi ketika masih Gubernur DKI. Dalam pertemuan itu , teman saya sempat bertanya kepada Jokowi. “ bagaimana sikapnya terhadap musuhnya ? Dengan santai Jokowi mengatakan bahwa dia tidak pernah punya musuh. Yang ada hanya perbedaan pendapat. “ Saya menyimpulkan bahwa

KH Yahya Cholil Staquf

Image
Dalam sejarah, Nabi Musa dan saudaranya Harun di perintahkan Allah untuk mendatangi Firaun. Allah menyarankan agar Musa berkata dengan lemah lembut kepada Firaun. Walau semua kita tahu bahwa Firaun meng claim dirinya sebagai Tuhan. Sejahat jahatnya Iblis tidak pernah menduakan Tuhan. Tetapi manusia seperti Firaun menyatakan dirinya Tuhan. Namun sebegitu kelakuan Firaun terhadap Allah, namun Allah tidak menyuruh rasulnya bersikap kasar kepada Firaun. Mengapa ? agama Allah itu adalah agama Cinta. Tidak bisa menyampaikan pesan cinta itu dengan permusuhan dan kebencian. Itu Sunnatullah. Apakah karana itu Firaun akan berubah, itu urusan Allah. Tugas manusia hanyalah menyampaikan pesan cinta itu dengan lemah lembut. Negara Israel didirikan karena paham Zeonisme. Itu adalah politik, yang tidak ada kaitannya dengan pribadi orang Yahudi sebagai warga negara Israel. Konplik Israel-Arab adalah produk politik. Setiap negara boleh saja bersikap menentang Israel atas pendudukan Palestina atau

Menjawab tentang Jokowi...

Image
Bung bertanya “ apa kabar revolusi mental? Saya sebagai rakyat kecil yang tidak cari makan di negeri ini ingin menjawab dengan fakta. Jokowi tidak terlatih berbicara populis dengan retorika tetapi dengan perbuatan. Tidak menulis buku seperti ahli tafsir yang melahirkan revolusi sosial kaum wahabi atau tidak menulis buku merah seperti Mao tentang manifesto kebudayaan sebagai anti tesis komunisme Marx. Tidak. Jokowi seorang insinyur yang terlatih bekerja dan juga pengusaha yang terbiasa berpikir praktis. Jadi sebelum saya jawab lebih jauh pertanyaan anda sebaiknya ini dimaklumi dulu, ya sayang. Bung AHY yang cerdas dan pintar. Masih ingatkah Perta? Itu loh trading arm Pertamina yang mengendalikan impor minyak yang disetir oleh mafia migas. Karena skema impor BBM itulah membuat Indonesia tidak pernah mandiri sebagai produsen BBM. Karena skema itu mendatangkan uang rente tak terbilang. Karena skema itulah negara rugi ratusan triliun selama 10 tahun sby berkuasa. Ingatkan? Nah itu su

Renungan fitri

Image
Seusai bersibuk dengan aktifitas keseharian ,saya pulang mendekati dini hari. Walau malam telah menjemput namun Jakarta masih ramai. Masih ada beberapa tempat yang terhalang macet. Entah apa sebabnya. Ketika lampu merah , mata saya tertuju kepada wanita yang duduk di pinggir jalan. Di sampingnya ada baskom tempat dia menjual sesuatu. Di sampingnya nampak juga anak balita yang tertidur beralaskan kain. Wanita itu menatap saya dan mendekati kendaraan saya. Saya bukan kaca jendela kendaraan. Dengan tersenyum, dia menawarkan dagangannya. Saya membalas senyumnya seraya menanyakan namanya. Dia menyebut dirinya Markiah. Singkat saja nama itu. Ya, Markiah seperti wanita lainnya yang terseret arus kota yang sulit ramah kepada seorang janda miskin. Kemana suaminya? entahlah. Ketika saya beli susu kedelai yang dia tawarkan, dia tampak lelah namun tegar. Tentu. Ketika saya beri uang tanpa membeli daganganya, dia menolak dengan halus. Saya merasa terjatuh berkeping keping. Ya Tuhan maafkan

Pemimpin.

Image
Abdullah bin Umar dia berkata : Rasulullah bersabda “Kalian semua adalah pemimpin dan bertanggung jawab terhadap rakyat yang dipimpinnya. Seorang raja memimpin rakyatnya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya itu. Seorang suami memimpin keluarganya, dan akan ditanya kepemimpinannya itu. Seorang ibu memimpin rumah suaminya dan anak-anaknya, dan dia akan ditanya tentang kepemimpinannya itu. Seorang budak mengelola harta majikannya dan akan ditanya tentang pengelolaanya. Ingatlah bahwa kalian semua memimpin dan akan ditanya pertanggung jawabannya atas kepemimpinannya itu.” [Al-Bukhari meletakkan hadits ini di kitab 49; Budak. Bab 17; dibencinya perbuatan menyiksa budak.] Ibu saya pernah menasehati saya “ Kamu adalah pria. Dalam hal apapun takdir kamu terlahir sebagai pemimpin. Begitu agama dan adat kita mendidik kaum pria. Setiap pemimpin dituntut untuk berkorban. Seberapapun besar pengorbanan kamu kepada mereka tetap saja tidak akan memuaskan mereka semua. Akan selalu ada yang t