Posts

Showing posts from February, 2016

Prostitusi dan LGBT

Image
Ada teman seorang dokter bercerita ke saya. Ini membuat saya terharu. Bagaimana tidak. Setelah mengetahui pasien wanita nya terkena penyakit HIV, dia berusaha menggali informasi tentang kehidupan wanita ini.Ketika itu suaminya ikut hadir untuk mengetahui hasil test medis istrinya. Kedua pasangan masih relatif muda. Nampak mereka dari kelompok kurang berada. Sang istri nampak kurus dengan mata cekung. Suami nampak juga kurus dan wajah lelah. Dengan lembut teman itu menjelaskan penyebab penyakit itu kepada pasiennya, yang diantaranya karena pertukaran alat suntik di kalangan pencandu narkoba,transfusi darah,air susu ibu, hubungan sex bebas atau berganti ganti pasangan, hubungan sesama jenis. Namun sebagian besar penyakit karena rendanya moral. Sang suami mengatakan bahwa pekerjaannya supir truk luar kota....hanya sebatas itu yang terucap dari suami.Namun teman itu sudah dapat menduga bahwa penyebabnya adalah sang suami dan istri adalah korban. Teman itu menyarankan agar sang suami jug

Sahabat dari masalalu

Image
Kemarin ketemu teman lama.Wajahnya nampak bersih dengan senyum khasnya membuat saya yakin dia sehat. Dia saya kenal lebih dari 27 tahun lalu. Dulu saya dan dia sama sama supplier kediaman Pak Harto di Cendana. Saya supplier ikan dan udang, sementara teman itu mensuplai sayuran yang dia dapat dari Bogor. Setiap akhir pekan kami akan mendapat bayaran langsung dari Ibu Tien.  Namun yang membuat kami akrab karena kami sama sama suka olah raga bela diri dan mendengar siraman rohani. Setiap kamis malam kami mengaji kitab Ihya ulumuddin di masjid di bilangan Benhil. Kami menyukai pengajian itu karena gurunya dapat menyampaikan pesan dalam kitab ihya dengan analogi yang tepat dan mencerahkan tanpa ada rasa bosan. Kini, teman itu sebagai pengusaha tanker dengan kantor pusat di Singapore. Dia juga punya saham galangan kapal di Malaysia.  Penampilannya tetap seperti dulu, sederhana. Pasih bahasa inggeris, Arab, Cina walau pendidikannya hanya SMU.  Kami berbicara banyak untuk sekedar menginga

Valentine day ?

Image
Seperti biasanya menjelang hari Valentine teman teman saya di luar negeri sibuk saling mengucapkan hari valentine dengan caranya yang akrab kepada temannya. Salah satunya sahabat saya di Rotterdam, pernah bertanya kepada saya tentang valentine day..Saya hanya tersenyum dan sebisa mungkin saya jawab dengan santun. Bagi saya, not only valentine day we unveil the love but every day we are to behave and act in love, especially to our beloved. Saya tahu sejarah tentang valentine day dan paham betapa sejarah itu tidak baik untuk dijadikan pijakan oleh umat islam untuk dikenang , apalagi yang berkaitan dengan kasih sayang. Tapi apakah saya harus jadi pembenci karena sejarah ? Tidak!. Di Rotterdam saya bertemu dengan dia , yang menjadi mentor saya dalam bisnis keuangan. Tadinya dia berkarir di wall street sebagai fund manager di Lembaga Keuangan papan atas. Dia mengudang saya minum teh di apartement nya di Utrecht. " Saya kangen indonesia. Kangen sukabumi.Di situ leluhur saya pernah ti

Berbeda attitude

Image
Pernah satu kesempatan saya bertemu dengan teman yang kebetulan adalah pejabat , Ketika kami sedang asik bicara di sebuah hotel berbintang, dia menerima telp. Saya perhatikan dari caranya bicara lewat telp maka tahulah saya bahwa dia sedang bicara dengan “seseorang yang istimewa” dan pasti perempuan karena selalu diselingi dengan kata kata “ Yang” ( sayang). Benarlah, ketika telp terputus dia tersenyum menatap saya. “ Biasalah perempuan, Selalu ingin dimanjakan” Katanya. Kemudian dengan bangganya dia cerita bahwa wanita yang barusan tadi telp bukanlah istrinya tapi “simpanannya” yang katanya artis. Wanita simpanannya itu sedang berada di Swiss untuk ikut lelang jam tangan special edition. Saya tidak bisa membayangkan berapa kekayaan teman ini hingga mampu memberikan status exclusive kepada wanita simpanannya untuk bersaing mendapatkan barang special edition. Saya tidak bisa pula membayangkan bagaimana dengan kemewahan dari wanita asli sebagai istrinya, dan bagaimana dengan anak anak

Belajar dari yang gagal..

Image
Ketika saya terpuruk secara ekonomi dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saya mendatangi sahabat yang juga mengalami kegagalan dalam bisnis dan sedang berproses untuk bangkit. Kami berbicara banyak. Dari teman itu saya dapat pelajaran yang luar biasa bahwa ketika kita gagal sebetulnya Tuhan sedang berdialogh kepada kita. Itu merupakan jawaban atas doa kita. Apa dialogh nya ? kita melakukan banyak kesalahan yang membuat kita lemah. Ketika kita lemah maka dengan mudah di mangsa oleh predator. Jadi itu cara Tuhan menyampaikan pesan cinta agar kita berubah karena waktu. Jangan pernah berprasangka buruk dengan nasip apalagi menyalahkan Tuhan tidak adil. Jangan pernah berputus asa dengan pertolongan Tuhan. Lalui sajalah hidup dan pastikan belajar dari kesalahan yang ada.  Apa kelemahan kita itu ? kita kadang lupa bahwa hidup harus rendah hati. Bukan merendahkan diri tapi menjadi kuat apa adanya. Tidak perlu aksesoris kata kata atau penampilan agar orang menaruh hormat tapi cukuplah