Posts

Showing posts from 2018

Saling menolong

Image
Ketika fajar menjemput, membuat saya terjaga. Dari jendela kamar saya tatap langit yang masih kelabu, menanti penuh matahari bersinar sebentar lagi. Entah mengapa saya ingin berdoa tentang banyak hal, namun doa itu hanya sampai di kerongkongan. Saya terdiam malu menatap diri saya sendiri ketika saya meminta kepada Tuhan, akhirnya saya berguman “ Ya Allah, bebaskan aku dari kebencian kepada makhlukmu. Kebencian karena apapun sebabnya. Karena selagi aku masih punya rasa benci, tak akan pantas aku menyebut namamu, apalagi menyembahmu.” *** Sehabis sholat subuh dari masjid ,saya jalan kaki bersama istri ke luar dari komplek perumahan. Berjalan 30 menit. Istri mengajak saya mampir kewarung yang dikerumuni orang banyak dan antirian panjang. Warung itu menjual nasi ulam.Menunya hanya sambel ,lalapan, telur atau tempe. Pelanggannya umumnya adalah buruh pabrik dan orang pinggiran. Lantas apa yang menarik dari warung ini ? harga sebungkus nasi hanya Rp 5000. Warung buka hanya 2 jam se

Kebersamaan.

Image
Teman saya cerita bahwa tahun lalu dia baru saja selesai bangun pabrik. Produk dari pabrik ini adalah cangkir dengan type stoneware. Kapasitas produksi setahun 2,5 juta unit yang semuanya di ekspor ke China, Korea dan Eropa. Tentu anda mengira saya punya uang banyak untuk bangun pabrik ini. Atau dapat pinjaman dari bank dengan skema riba. Ya kan. Tapi saya tegaskan bahwa saya bangun pabrik ini dengan uang keluar dari kantong tidak lebih seharga kendaraan Avanza . Itupun untuk biaya izin , negosiasi dll. Selebihnya pembiayaan di create melalui network saya. Gimana caranya.? Ini berawal dari relasi saya di China, lanjutnya. Ia memberi saya order sebanyak 2,5 juta unit Cangkir dengan kontrak jangka panjang. Setelah saya lakukan riset kapasitas produksi dalam negeri, ternyata di samping tidak bisa memenuhi order tersebut karena semua full order dan kualitas yang mereka buat semua kualitas Eropa. Jadi engga bisa masuk pasar China yang harganya relaltif murah. Makanya saya putuskan

Cara Smart Jokowi.

Image
Dekat komplek rumah saya ada pedagang martabak kaki lima. Walau kaki lima tetapi design tempatnya menarik. Martabaknya dikemas dengan kotak bagus dan bermerek. Tidak lagi hanya dibungkus dengan kertas dan kantong plastik. Menurutnya, usaha ini mendapat dukungan dari pemerintah lewat pelatihan ekonomi kreatif. Jadi dia tahu bagaimana mengelola usaha yang baik dan memuaskan konsumen. Saya tanya gimana penghasilannya sehari. Menurutnya dia sudah pergi haji bersama istrinya tahun lalu. Dia senang sejak Jokowi jadi presiden hidupnya berubah. Ada juga teman punya pabrik , dimana kantinnya sangat bagus. Itu dikelola oleh koperasi. Itu berkat pembinaan dari pemerintah. Era sebelumya engga ada itu. Dari usaha koperasi ini meningkatkan kesejahteraan karyawan. Ada teman punya kebun sawit yang cukup luas. Karena harga sawit jatuh, maka sesuai arahan dari kementrian pertanian, laham sawit itu digunakan untuk berternak sapi oleh rakyat yang menggantungkan hidup dari kebun sawit. Pendapatan da

Jokowi memburu dana korupsi ...

Image
Ketika Jokowi dinyatakan sebagai pemenang Pemilu, saya bertemu dengan Banker dari AS. Dia sahabat saya dan pernah menjadi penasehat investasi Presiden Soeharto. Menurutnya , apabila Jokowi hanya melaksanakan kebijakan ekonomi atas dasar kepentingan Politik dan kekuasaan, maka Indonesia tidak akan mengalami perubahan. Mengapa ? Karena masalah indonesia itu bukan kelangkaan sumber daya alam dan manusia tapi kelangkaan orang punya niat baik. Tapi dengan kemenangan tipis terhadap PS, itu merupakan indikasi ada kekuatan sebagian besar rakyat Indonesia yang butuh perubahan. Dan itu tidak datang dari seorang mantan Jenderal , tokoh agama, politisi hebat, tapi dari seorang tukang kayu yang biasa biasa saja. JKW adalah lambang perlawanan silent mayority yang ingin adanya revolusi mindset… Seorang Consultant keuangan di Singapore ketika saya minta advice nya mengenai global analysis terhadap Indonesia atas terpilihnya Jokowi, menulis dalam laporannya yang membuat saya terkejut. Menu

Jokowi : inspirasi membangun

Image
Tahukah anda ?, kata teman saya konsultan bisnis “ ada lima hal yang semasa presiden sebelumnya tidak mampu dikerjakan namun Jokowi bisa laksanakan. Padahal empat hal itu merupakan amanah Kemerdekaan Indonesia.  Apa saja itu ? Pertama penerunan rasio GINI. Kedua pertumbuhan ekonomi diatas inflasi. Ketiga, pembangunan infrastruktur. Keempat, penurunan angka kemiskinan. Kelima, mengangkat nilai nilai islam yang rahmatan lilalamin.  Kelima hal itu dilakukan ditengah harga komoditas yang jatuh akibat ekonomi global yang sedang kelabu.  Hampir semua negara maju  mengalami stuck namun Jokowi terus bisa bergerak walau dengan susah payah. Bahkan ditengah keadaan sulit itu, badai fitnah dan hoax, demo akbar datang bergelombang. Seakan tiada hari tanpa hujatan dan kebencian terhadap Jokowi. “ Saya akan mencoba menulis tentang empat hal tersebut. Rasio GINI.  Rasio Gini atau koefisien adalah alat mengukur derajat ketidakmerataan distribusi penduduk. Ini didasarkan pada kurva Lorenz,