Posts

Showing posts from January, 2011

Api pembakar dosa

Image
Dosa? Sepenggal kata, sebuah label yang melekat hanya pada manusia. Karena bila tak ada satupun dosa pada manusia maka pasti dia bukan manusia , dia adalah malaikat. Namun sebaliknya, bila tak ada kebaikan sedikitpun pada diri manusia, hanya dosa saja yang ada, maka dia adalah shaitan. Manusia berada pada posisi yang tak bisa lari dari dosa. Bahkan orang yang meng claim paling bersih justru sedang menggenggam dosa besar, yaitu sifat sombong dihadapan Allah. Karena menolak fitrahnya sebagai manusia. Menyadari fitrah kita sebagai manusia yang tak bisa lepas dari dosa merupakan dasar untuk senantiasa tawadhu dan menyadari bahwa kita terlalu lemah , lemah dan sangat lemah. Itulah kesimpulan yang saya peroleh dari diskusi dengan teman ketika bertemu dikantor Imigrasi mengurus Penggantian passport baru. Teman ini menyikapi atas begitu banyak dosa para aparat terungkap didepan publik akibat seorang Gayus. Teman ini mengulang hadith Nabi , d ari Ayyub Al Anshari r.a. dari Rasulullah s.a.w. s

Rendah hati

Image
Pada salah satu Munas Partai, saya melihat dilayar TV, bagaimana para peserta berdiri semua ketika sang tokoh Partai sekaligus sebagai citra Partai memasuki ruangan. Para hadirin dengan serentak bertepuk tangan semua yang disambut dengan wajah semringah dari sang Tokoh. Kita tidak tahu pasti bagaimana perasaan sang Tokoh ketika itu. Yang pasti wajahnya nampak berseri seri dan sambil berjalan memasuki ruang sidang, tak henti melambaikan tangan kepada para hadirin. Semua itu tervisualkan melaui media TV dan keesokannya media cetak menampilkannya dihalaman muka, wajah penuh bangga dari sebuah pencitraan untuk pantas dihormati dan tentu dipilih. ”akulah yang terbaik dibandingkan yang lainya, maka pilihlah aku” Para pemimpin itu adalah orang yang berilmu dan kaya akan ilmu. Dia juga mempunya kesempatan untuk menebarkan ilmunya untuk orang banyak. Dia juga punya peluang besar untuk beramal bagi orang lain. Diapun semakin besar peluang untuk masuk sorga. Dengan begitu besar kesempatan b

Sorga di dunia.

Image
Kemarin Hendy berkata kepada saya “ Sorga tidak hanya ada di akhirat tapi juga ada didunia, didalam diri kita. “ Kata kata ini dia peroleh dari program inspirational yang bertema second chance. Kemudian dia menjelaskan bagaimana menghadirkan sorga didalam diri kita. Caranya melalui konsep memberi dan melepaskan diri dari kehendak lain yang bersifat kompulsi atau dorongan nafsu untuk dipuja ,dihormati, atau mengharapkan imbalan balik. Dalam islam ini disebut dengan memberi karena Allah atau ikhlas. Saya teringat dengan metafora yang diungkapkan Rumi sang sufi yang hidup diabad ke 13 , tentang Tuhan dan Manusia dalam konteks keadilan. Seorang pria melihat pengemis dijalanan. Pria itu berkata kepada Tuhan” Tuhan mengapa engkau tidak melakukan sesuatu untuk orang ini “ Tuhan menjawab “ Aku sudah lakukan. Karena itu engkau aku ciptakan.” Seorang professional dibidang financial bernama Azim Jamal , yang biasa menghitungkan laba , yang terbiasa merekayasa skema keuangan untuk meningkatk

Bahasa Cinta

Image
"Yatuhan kami, janganlah engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana engkau bebankan kepada orang orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkau lah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir “ ( QS. Al- Baqarah .286). Inilah doa yang terdapat didalam Al Quran, dimana Allah mengajarkan kepada kita manusia untuk melafalkannya. Subahnallah. Dalam doa itulah Allah secara langsung membuka rahasia kita dan Dia. Kita yang lemah dan Allah yang berkuasa. Karenanya kepada Allah kita memohon pertolongan. Untaian doa ini memberikan makna teramat luas bagi saya ketika tantangan datang silih berganti. Teman saya lewat SMS mengingatkan saya untuk sholat Tahajud dan sekaligus menyarankan untuk membaca Firman Allah itu dalam sholat. Seusai sholat Tahajud sa

Bersyukur

Image
Setiap hari saya berdoa kepada Tuhan agar saya kuat ketika saya lemah. Agar saya cerdas ketika melakukan kebodohan. Agar saya berbagi ketika saya berlebih. Agar saya pemaaf ketika orang lain menzolimi saya. Dengan itu semualah saya belajar bijak dari banyak peristiwa hidup saya. Itulah kata teman yang lama tak berjumpa dengan saya. Mungkin hampir sepuluh tahun. Saya kenal dia dulu memang hidup dalam keadaan sulit. Orang lain dengan mudah menyelesaikan kuliah diapun tak pernah dapat kesempatan kuliah. Orang lain dengan mudah mengembangkan usaha, diapun tak pernah dapat kesempatan memperoleh modal untuk memulai. Orang lain mudah mendapatkan anak , satupun dia tak punya walau sudah lebih 20 tahun berumah tangga. Tak banyak dia bercerita bagaimana usahanya kini bisa. Sukses. Yang saya tahu sukses itu diraihnya setelah dia hijrah keluar negeri. Walau dia tidak bercerita banyak tentang perjalanan hidupnya dalam sepuluh tahun tak berjumpa dengan saya namun dari kata katanya , tahulah sa