Posts

Showing posts from July, 2021

Bukan mental Pemenang.

Image
  Tadi diskusi dengan teman aktifis Islam lewat telp. “ Islam sebagai kekuatan dikalahkan oleh kekuatan Sekular. Itu karena bantuan Barat. Kalaulah islam kuat secara politik tentu tidak mungkin kita dikendalikan Barat yang kapitalis.”Kata teman.  “ Kalau kamu mau jadi aktifis maka kamu harus kuasai data dan peta politik real. Jangan hanya mengandalkan kata pengamat politik yang anti pemerintah. Masalah politik itu sederhana saja. Engga sulit kita pahami. Apalagi di era informasi dan demokrasi sekarang ini. Bahwa kekuatan islam dikalahkan oleh kekuatan sekular itu salah besar.” “  Mengapa? Dia mendesak ingin tahu. “ Loh, faktanya, kekuatan partai berbasis masa islam yaitu PKB, PAN, PKS, PPP total kursi di DPR ada 171. Itu mengalahkan PDIP yang 128 kursi. Mengalahkan Gerindra yang 78 kursi atau kurang separuh dari kekuatan Partai islam. Mengalahkan Golkar yang 85 kursi atau separuh dari kekuatan partai islam. Apalagi dengan partai lain yang sekular.  Jadi siapa bilang kekuatan politik is

Mati sebelum wafat.

Image
  Minggu lalu saya membesuk teman yang sakit. Menurut keluarganya dia terkena stroke ringan akibat gulanya tinggi. Tapi keadaanya sudah membaik dan diharuskan banyak istirahat. Dia juga kena pengapuran tulang leher. Jadi sulit bergerak. Setelah operasi di Taiwan, tetap tidak sempurna walau sudah membaik. Tulang punggungnya juga bermasalah dan sekarang pakai pen setelah operasi. Kebayang bagaimana  menderitanya dia diusia bertaut tak lebih 3 tahun dari saya.  Dia kaya raya. Perusahaannya banyak tersebar di dalam dan luar negeri. Waktu membesuknya, dia sempat berbisik kepada saya “ Menjadi pengusaha adalah menciptakan ladang bunuh diri atau di bunuh secara brutal oleh orang sekitar kita”. Saya mengenggam jemarinya dan termenung. Kata katanya itu menyadarkan saya. Waktu usaha kecil kita hanya berpikir bisa  makan saja. Tidak banyak yang kita pikirkan selebihnya kita merasa terus hidup. Karena itu usaha terus berkembang. Saat itu tanpa disadari banyak yang kita pikirkan dan tak peduli kese

Perbedaan pendapat soal Pandemi.

Image
  Pendapat Lois berkaitan dengan CORONA, terkesan melecehkan profesi dokter. Kalau boleh saya kelompokan ada tiga. Pertama, dia menentang adanya Pandemi. Kedua, dia percaya adanya COVID-19. Ketiga, dia menentang otoritas dokter menerapkan SOP penanganan pasien COVID-19. Dari tiga hal itu yang membuat saya ragu dengan Lois adalah dia melecehkan otoritas dokter atau yang ketiga. Saya tidak segera menerima atau menolak pendapatnya. Saya lakukan desk riset terhadap semua pendapatnya itu. Google menuntun saya. Tidak sulit untuk mengetahui referensi pendapat Lois.  Ternyata 100% pendapat dia itu bukanlah pendapat pribadi dia, tetapi itu pendapat pegiat anti pandemi COVID, termasuk anti Vaksin. Mereka ini kalau saya perhatikan adalah pegiat yang ada dibalik teori konspirasi. Terkesan cocoklogi. Artinya , memang pendapatnya berdasarkan referensi sains dan fakta namun disimpulkan dengan salah atau semaunya saja. Akibatnya jadi menyesatkan. Saya bisa katakan itu, karena saya juga lakukan desk ri

COVID bukan kutukan...

Image
  “ Pah, virus itu kan bahaya. Kenapa Tuhan ciptakan juga. “ tanya oma.  “ Ketika Tuhan menciptakan makhluk maka itu juga bagian dari cara Tuhan menciptakan hukum yang saling mengikat. Tujuannya apa? agar ekosistem tercipta. Singkatnya tida ada satupun makhluk atau benda yang ada di semesta ini tidak berguna. Selalu ada gunannya. Kalaupun kita tidak tahu sekarang, itu hanya terbatasnya pengetahuan kita. Kelak karena pengetahuan yang terus berkembang, kita akan tahu juga manfaatnya. “  “ Ya tapi kan bagaimanapun Corona itu berbahaya. Membuat tubuh kita sangat rentan. Kenapa?  “ Tubuh manusia itu tidak rentan. Kalau rentan mengapa Tuhan tunjuk Adam atau manusia sebagai pemimpin di bumi. Dan minta semua makhluk sujud.? Kalau menurut sufi , manusia itu replika Tuhan “  “ Ya juga. Terus apa kekuatan manusia melindungi dirinya? “ Pada diri manusia itu ada Sel B. Nah sel B itu berfungsi untuk memproduksi antibodi. Tugas antibodi melawan antigen atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh kita.

Pandemi dan pengorbanan Pemerintah

Image
  Fakta selama Pandemi. Corona itu ada. Tetapi bukan Virus penyebab kematian tetapi badai sitokin. Itu fakta. Vaksin adalah zat atau senyawa yang berfungsi untuk membentuk daya tahan tubuh. Vaksin dapat merangsang tubuh agar menghasilkan antibodi yang dapat melawan virus. Fakta, Vaksin bukan obat anti virus tetapi zat untuk membentuk daya tahan tubuh. Fakta kalaupun kita sudah divaksin, tubuh kita tidak sehat, daya tahan tubuh turun, bisa juga kena COVID lagi. Tetapi fakta juga dampak setelah divaksin tidak seburuk yang belum divaksin. Kalaupun ada yang fatal itu bukan kasus umum.  Selama pandemi fakta ekonomi kita terpuruk. Data GNI kita drop sehingga world bank turunkan status kita dari kategori negara berpenghasilan menengah ke atas (upper-middle income) menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah (lower-middle income). Jumlah orang miskin selama Pandemi tahun 2020 berdasarkan data BPS bertambah 2,76 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Data dari Credit Suisse report tahun 2020 j

Otak manusia dan manusiawi.

Image
  Pah, apa iya manusia terancam punah karena virus corona. Setiap hari dengar berita benar benar menakutkan. Seakan kiamat” Tanya oma.  “ Tuhan ciptakan tubuh manusia itu sangat sempurna. Pada diri manusia itu ada otak reptil. Posisi otak di bagian bawah dari kepala kita dan menyatu dengan tulang punggung. Bagian otak ini benar benar menyerupai reptil. Punya sensitifitas terhadap lingkungan. Cepat sekali bereaksi kalau ada predator. Pilihan hanya dua. Lari atau melawan. Sebelum  ada peradaban modern otak reptil ini sangat dominan pada manusia. Perluasan wilayah dengan membunuh atau terbunuh. Apapun dimakan. Engga ada urusan halal atau haram. Ketemu daging ya makan. Ketemu sayuran atau biji bijian ya makan.   Otak reptil ini juga menyatu dengan otak mamalia. Otak ini berada di bagian tengah. Jadi mirip dengan hewan mamalia. Apa yang unik dari otak mamalia ini. Manusia tahu bagaimana membuat dirinya euforia dan survival. Unsur perasaan sangat menentukan daya survival. Mengapa? pola tidur

Pintu Rezeki.

Image
  Rezeki itu terbuka lebar dan tersedia luas di bumi ini. Singkatnya ketika anda lahir ke dunia, software mendapatkan rezeki itu sudah disediakan Tuhan dalam diri anda. Anak raja atau anak rakyat sama saja. Semua sama. Tidak ada beda. Itulah keadilan Tuhan. Hanya saja, apa dan dimana rezeki itu,  Tuhan tidak beri tahu kepada anda. Itu menjadi mistri antara anda dan Tuhan. Rezeki itu terbungkus dengan rapi seperti kotak pandora. Nah tugas anda menemukan  kotak pandora itu dan membukanya menjadi rezeki itu.  *** Dalam usia 21 tahun saya bekerja. Saya kerja keras.  Tapi apa yang saya rasakan?  ketidak nyamanan. Bukan karena kerjaan itu tidak bagus. Tetapi rasa keadilan saya berontak. Saya tidak mau menua dengan ijazah SMU dan mendapatkan gaji karena itu. Setahun bekerja, saya keluar. Kemudian saya masuk dunia bisnis. Ini dunia baru. Dunia tidak pasti. Bagi saya itu lebih baik daripada pasti tapi rezeki ditaker orang. Berat saya lalui. Apalagi dengan modal terbatas. Dalam 4 tahun berkemban