Posts

Showing posts from July, 2018

Memaafkan..

Dalam keseharian karena ulah seseorang atau sekelompok orang , kadang membuat saya dirugikan tidak sedikit. Bahkan bukan hanya rugi materi tapi kadang diikuti oleh rugi non materi. Tentu saat itu saya merasa tertekan dan marah. Harga diri saya terasa diinjak injak. Pada waktu bersamaan segala macam pikiran buruk datang untuk melawan dan membalas secara setimpal. Namun seketika saya coba untuk menahan letupan emosi itu.. Tak mudah tentunya. Tapi selalu saya berhasil untuk memaafkan dan akhirnya melupakan. Tak ada istilah bagi saya ”maaf yang tak termaafkan”. Memaafkan dan akhirnya melupakan. Itulah indahnya ”maaf”. Ketika kita memaafkan dengan ikhlas maka pada waktu bersamaan kita bisa melupakannya. Mengapa semudah itu ? karena yang selalu mengingatkan peristiwa itu dan membakar emosi anda untuk marah dan marah adalah sifat sombong. Semakin lama anda memendam marah atau benci atau kecewa, atau kesal, atau sedih, kepada seseorang semakin rusak mental anda. Kalau anda termasuk oran

Pengeluh ...

Image
Orang yang suka mengeluh seraya menyalahkan orang lain sebetulnya karana tidak ada kestabilan emosional dengan pikirannya. Dia merasa dengan mengeluh masalahnya sudah selesai dengan adanya empati dari orang lain. Padahal kalau orang nampak empati bukan karena orang percaya dengan keluhannya tetapi karena orang bisa menyembunyikan keraguannya. Mengapa ? Bertanya kepada orang mengeluh tidak akan dapat kebenaran yang rasional. Karena dia sedang dalam suasana hati secara emosional sangat renta. Akal dan hatinya tertutup kebenaran. Dia hanya butuh orang mendengar dan puas karena itu. Sampai kapanpun dia tidak akan berubah karena empati orang. Tidak pernah. Di Hongkong kalau kumpul dengan teman teman di Cafe maka yang dibicarakan hanya sekitar fenomena tekhnologi dan alam. Kadang membicarakan bola. Ada juga membicarakan mengenai pengalaman bawa yach. Piknik kesustu tempat yang eksotik. Dan itu tentu berkaitan dengan pengalaman luar biasa. Saya perhatikan orang yang ada disebelah a

Jokowi tidak tahu apa apa ?

Image
Jadi pengusaha itu kalau anda bego bukannya dapat uang malah dikejar utang dan rumah disita. Bahkan terpaksa setiap hari jualan modus biar dapat uang untuk bisa eksis. Biasanya baru disadari setelah kehilangan teman yang berpotensi mendukungnya. Akhirnya kalau pria ujungnya jadi begal. Kalau wanita ujungnya jadi PSK. Seorang pengusaha harus punya mental mandiri. Bukan hanya mandiri cara berpikir tetapi juga mandiri dalam hal belajar dan berkembang. Dia pasti otodidak yang hebat. Dia pasti terlatih secara emosional untuk bisa focus kepada hal yang bermanfaat dan positip aja. Dia cerdas merebut hati orang agar menerimanya. Kalau engga mana mungkin dia bisa berpacu dengan waktu dan bersaing karena itu. Bagi pengusaha waktu adalah uang. Apapun harus ada manfaatnya bagi raga maupu Jiwanya. Jokowi bukan ulama, bukan jenderal dan bukan orang hidup dari titel dan Pengekor. Dia seorang pengusaha kreatif yang berkembang bukan karena bisnis rente atau konsesi APBN. Bukan. Tetapi dia mencip

DKI Kota Kapitalis..

Image
Ketika Anies-Sandi kampanye populis dan orang percaya. Saya membayangkan betapa cerdasnya Anies mengangkat issue populis untuk pemilih Jakarta. Mengapa? penduduk Jakarta itu sebagian besar pendatang. Umumnya mereka datang ke Jakarta untuk mengubah nasip agar lebih baik dari tempat asalnya. Tentu tidak semua yang datang itu sukses. Ada juga yang gagal. Bahkan dari 10 orang pendatang , hanya 1 orang yang sukses. Jakarta walau memberikan banyak peluang untuk orang sukses dengan mudah namun itu hanya untuk orang yang punya nyali, pekerja keras dan modal. Mereka yang termarginalkan inilah yang menjadi target pemilihnya dengan issue populis ditambah agama. Maka walau awalnya elektabiltasnya rendah, dia bisa mengalahkan Ahok yang elektablitas tinggi. Apa saja kampanye populis yang tidak rasional itu? Rumah DP 0%. Walau tidak rasional tetapi inilah janji politik yang langsung meningkatkan elektablitas Anies. Maklum sebagian besar rakyat DKI tidak punya rumah sendiri. Mereka gagal na

Islam Nusantara?

Image
Di salah satu kecamatan di propinsi Hunan, saya sempat sholat magrib di masjid yang ada tidak jauh dari restoran kami makan. Di tempat itu pria dan wanita sholat diruang yang sama. Namun dipisahkan oleh tirai. Saya dapat melihat wanita sholat tampa mukena. Mereka sholat dengan Jilbab dan baju lengan panjang ( ada juga kaus lengan panjang ). Bawahannya ada yang pakai Celana panjang dan ada juga pakai rok sampai ke mata kaki. Ya, mereka menggunakan pakaian yang mereka kenakan sehari hari. Saya tanya kepada taman di china mengapa wanita china tidak gunakan mukena? Jawabnya wanita china umumnya adalah pekerja di ladang atau di pabrik. Dan waktu mereka sangat sempit untuk sholat. Makanya mereka sholat dengan pakaian yang lekat di badan aja. Itu engga salah. Yang salah kalau engg sholat Di Indonesia pada umumnya wanita sholat menggunakan mukena karena waktu mereka sebagian besar ada dirumah. Di balik mukena tidak ada lagi pakaian. Tetapi wanita yang kerja di kantor , pakai Mukena tanp