Posts

Showing posts from July, 2013

Ustad Yusuf Mansur...

Image
Siapa yang tidak kenal dengan Ustad Yusuf Mansur. Berwajah bersih, senyum menarik serta tutur kata yang teratur dalam berdakwah. Ia punya ciri khas yaitu memberikan inspirasi agar orang tidak ragu bersedekah.  Pernah satu kesempatan saya membesuk kerabat di Rumah Sakit yang terkena penyakit kanker. Disamping tempat tidurnya terdapat buku tulisan Yusuf Mansur yang berkaitan dengan sedekah. Entah mengapa kerabat ini terinspirasi dengan tulisan itu dan menyumbangkan hartanya kepada fakir miskin sampai dia sendiri jatuh miskin. Menurutnya hanya masalah waktu dia akan meninggal.  Mengorbankan uang untuk berobat adalah konyol karena jasad ini milik Allah tentu Allah yang akan menjaganya. Lebih baik dia memperkuat jiwanya melalui berkorban dengan hartanya.  Apa yang terjadi? Benarlah tak lama setelah itu saya mandapat kabar kerabat itu keluar dari rumah sakit. Sampai kini dia tetap sehat. Apakah penyakitnya hillang? Dia tidak tahu karena dia tidak pernah periksa lagi ke dokter. Yang pasti ba

Bersahabat karena Allah.

Image
Pernah satu waktu saya ditelp oleh teman lama. Dia berkeinginan untuk bertemu dengan saya. Dengan antusias saya menyanggupinya. Ketika saya menentukan tempat pertemuan, dia nampak terdiam. Saya bingung apakah dia hanya basa basi untuk bertemu dengan saya? Kemudian terdengar suaranya bahwa dia menawarkan tempat yang sesuai keinginannya. Sayapun menyanggupi dengan segera. Ketika bertemu rasa rindu saya terlepaslah sudah. Lebih 20 tahun tidak bertemu akhirnya bersua kembali dalam suasana sehat walapiat. Kami bercerita banyak hal tentang masa lalu kami. Tak terasa pertemuan itu  berlangsung lebih dari 3 jam dan sempat juga kami sholat lohor bersama sama di Mall. Nampak diantara kami tidak punya kepentingan apapun kecuali semata mata kecintaan kepada sahabat. Walau semua kami adalah pengusaha dengan skala berbeda beda namun tidak terdengar pertemuaan itu berbicara tentang business. Tidak ada pertemuan itu terkesan untuk saling memanfaatkan potensi masing masing demi deal business. Tidak ad

Keadilan sosial...?

Image
Di ruang spa center, saya berdiskusi dengan teman yang pengusaha china.  Saya tertarik dengan perspektifnya karena ada unsur nilai yang terkandung dibalik sejarah china khususnya paska kejatuhan  dinasti. Partai Nasionalis berhasil memimpin revolusi merebut kekuasaan dari tangan dinasti Qing yang sudah berkuasa lebih dari dua ratus tahun. Namun tak lama setelah itu, Partai Nasionalis dijatuhkan oleh Partai Komunis. Mengapa ? alasannya sederhana. Era dinasti dengan era Republik, sama saja. Sama sama menjajah. Rakyat miskin tetap komunitas yang tak terjangkau program kemakmuran. Para Tuan tanah tetap berkuasa dipedesaan dengan memeras buruh tani. Karena itu program komunis yang dikenal dengan “sama rasa sama rata” langsung mendapat tempat dihati rakyat.Lambat namun pasti dukungan kepada Parta Komunis semakin banyak dan akhirnya sampai pada jumlah yang tak bisa lagi dihentikan oleh Partai nasionalis. Sehingga dengan terpaksa para elite Partai nasionalis melarikan diri ke pulau Formusa (

Anak adalah amanah Allah.

Image
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu ( Khalil Gibran) *** Nak, dia akan lahir dari rahim wanita yang kau nikahi karena Allah. Dia akan hadir ditengah tengah kita. Sebentar lagi aku akan menjadi kakek, dan kau akan menjadi Ayah. Semua kita merindukan kehadirannya, dan sangat berharap dia menjadi bagian dari keluarga kita.  Rasanya baru kemarin kau adalah bayiku yang selalu kujaga namun kini kau akan memerankan posisiku sebagai ayah dari anakmu. Ketahuilah nak bahwa ia hadir bukan atas kehendakmu namun dia hadir adalah atas kehendakNYA. Dia hadir bukan karenamu tapi karenaNYA. Kau dan istrimu hanyalah pelengkap bertemunya syariat dan hakikat. Pelengkap proses yang disebut dengan sunattullah. Ini kusampaikan kepadamu untuk menegaskan bahwa dia bukalah milikmu. Dia adalah milik Allah. Kau hanya kebagian tugas menerima

Masa depan PKS ?

Image
Ada cerita, ini kisah nyata tahun 80an. Seseorang diseret oleh warga penghuni komplek perumahan kekantor polisi karena kepergok ada diatas genteng rumah orang dimalam hari. Walau tidak ada barang bukti ditangan bahwa dia mencuri namun sudah cukup alasan bagi orang ramai dia adalah pencuri. Setidaknya dia patut diduga melakukan pencurian. Patut diduga saja sudah cukup membuat orang pesakitan. Begitulah hokum dinegeri ini. Dihadapan polisi, tersangka mengakui bahwa benar dia ada diatas genteng rumah orang dimalam hari dan terpaksa mengakui patut diduga itu. Namun apa yang terjadi dipangadilan? Ditangan seorang pengacara yang idealis, tersangka ini bebas murni. Mengapa ? Ada satu pertanyaan dari terdakwa kepada hakim dan hakim tidak bisa menjawabnya, apa bukti bahwa dia mencuri? Karena ini dakwaan mencuri maka harus ada bukti barang curian. Tanpa bukti barang curian maka dakwaan itu batal demi hokum. Kesaksian tanpa bukti justru membatalkan kesaksian itu sendiri. Jaksa gagal menyediakan