Posts

Showing posts from January, 2010

Management ?

Image
Dari berbagai literatur buku dalam dan luar negeri, ada banyak sekali pengertian tentang Management. Namun pengertian itu selalu bicara tentang menagement sebagai suatu alat atau cara , management sebagai suatu kekuataan, magement sebagai suatu fungsi , managemetn sebagai suatu sistem, management sebagai suatu proses.. Begitu hebatnya pembahasan tentang management yang diajarkan dibanyak kampus tapi tetap saja perusahaan besar yang dibangun dengan segala resource limbung dan jatuh. Tetap saja negara besar seperti AS limbung dan terseok. Tetap saja raksasa ekonomi seperti Jepang, harus lempar anduk dari pasar uang global. Lantas , dimana makna management yang selama ini diajarkan ? Dimana alat itu ? kekuatan itu ? fungsi itu ? proses itu ? sistem itu ? Dimana ? Pertanyaan ini pernah saya ajukan kepada salah satu professor di Beijing. Jawabannya sederhana bahwa Management itu berhubungan dengan manausia. Titik. Kalaupun ada barang dan modal yang terlibat dalam management maka itu tak le

Kebahagiaan

Image
Ketika dialogh dengan sahabat, ada sesuatu yang menarik ketika dia bertanya “ Apakah yang dimaksud dengan kebahagiaan”. Saya tahu bahwa dia sudah menemukan jawaban menurut versinya berdasarkan taffakur. Tapi saya mencoba untu menjawab menurut versi saya sendiri. Bahwa kebahagiaan itu adalah ketika kita tidak lagi bertanya. Tidak ada reaksi apapun dari teman ini atas jawaban saya itu. Kemudian saya mulai masuk dalam analogi sederhana tentang jawaban saya itu dan dia mulai tersenyum. Jawaban sederhana tapi tidak mudah untuk menerapkannya. Begitulah bahagia itu sangat sederhana tapi tidak banyak orang dapat memahaminya. Kebahagiaan itu berkaitan dengan jiwa. Antara jiwa dan raga selalu berinteraksi tentang rasa dan karsa. Kadang interaksi ini mengakibatkan komplik yang tak berkesudahan. Komplik ini datang dari raga kita dalam bentuk pertanyaan yang tak berkesudahan. Ketika anda melihat orang kaya, kita bertanya ” Kenapa dia kaya dan mengapa bukan saya ?Melihat wanita cantik melintas dide

Habatussauda

Image
Enam tahun lalu saya terkena stroke tapi tidak begitu fatal. Saya di katagorikan terkena stroke ringan oleh dokter. Efeknya hanya pendengaran saya berkurang. Ketika itu collestrol saya diatas 300 dan tensi darah 210. Setelah usai perawatan, saya mulai tergantung dengan obat obatan dari dokter. Juga tak lupa mengkonsumsi suplemen. Kemanapun saya pergi, obat itu selalu menyertai saya. Bukanlah nyaman karena hidup terancam setiap hari oleh penyakit. Saya harus menjaga makan agar collestrol saya stabile. Menjaga kondisi mental agar darah saya tidak naik. Banyak hal yang membuat saya terisolasi oleh kondisi yang harus saya taati demi menjaga kesehatan. Kadang saya iri dengan orang lain yang memiliki tubuh lebih sehat dan bebas memakan apa saja. Tapi lambat laun saya dapat mengambil hikmah atas penyakit ini. Saya dilatih sabar untuk menjaga makan. Karena pekerjaan saya yang menuntut stamina tinggi dan tekanan emosi yang tinggi, maka inipun memaksa saya untuk iktiqamah dan ikhlas. Ikhlas dan

Pahlawan

Image
Gelar Pahlawan Nasional itu ada karena sejarah mencatatnya agar dikenang sepanjang masa.. Disekitar kita , dalam keseharian kita. sebetulnya hadir Pahlawan. Bagi Martina Mcbride mengatakan dalam lagu yang apik In my daughters eye ” , dimata putriku aku adalah Pahlawan. Begitu juga bagi saya, ibu adalah pahlawan bagi saya. Namun setelah saya dewasa dan ibu saya berangkat tua maka saya adalah pahlawan bagi ibu saya. Di era modern kini, para entrepreneur juga telah menjadi Pahlawan pencipta kemakmuran dan lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Penjaga kereta yang bergaji murah tetap berdedikasi untuk menjaga pintu kereta siang dan malam. Prajurit yang digaji ala kadarnya berdedikasi diwilayah sepi menjaga batas teritorial negara. Terlalu banyak deretan Pahlawan yang bisa dicatat. Namun sejarah tak selalu mencatatnya dengan rapi, Karena sejarah yang kita kenal terlalu subjective oleh perspektif politik.Namun yang kita tahu dan pahami seorang pahlawan adalah yang kaya visi untuk ”memberi”

Selamat jalan Gus Dur

Image
Seorang Gus Dur adalah seorang yang berpikir Holistik. Ketika umat islam membenci Yahudi , Gus mendekat kepada Israel. Dia tidak membenci orang tapi membenci Pola pemikiran Yahudi sebagai sebuah silent idiology against Islam . Gus Dur tidak membenci Departement Penerangan tapi dia tak suka pola berpikir yang memaksa rakyat berkiblat pada satu informasi yang disakralkan. Gus Dur sangat peduli dengan fungsi sosial negara tapi dia tidak mau pola berpikir yang menempatkan pemerintah sebagai badan charity yang akan membuat rakyat semakin lemah bargain position nya. Itulah dasar dia membubarkan Depsos. Dia suka bersikap jenaka terhadap prilaku Kiyai tapi sebetulnya itu adalah sikapnya yang gerah terhadap budaya sektarian. Gus Dur menentang segala budaya Soehartoisme. Tapi dia tidak membenci Soeharto dan keluarganya. Dengan itu semua membuat Gus Dur dikenal sebagai tokoh controversial. Sebetulnya yang controversial itu adalah lingkungannya. Berbagai bendera LSM dan Partai bertebaran dinege