Monday, May 28, 2012

Komunitas Islam




Ketika terjadi disintegrasi Block Soviet, perang dingin usai. Tidak ada lagi musuh nyata. Dan kini digantikan oleh musuh imajiner. Seperti ungkapan Huntington tentang benturan peradaban dan ini dijadikan mindset baru oleh dunia untuk melahirkan perang. Perang apa ? musuhnya siapa ? Ya musuh diciptakan melalui benturan peradaban, berdasarkan perbedaan agama dan budaya. Ini adalah agenda terselubung yang dipersiapkan dengan matang oleh segelintir orang. Karena sebetulnya bila  tidak ada perang, tidak ada keuntungan. Perang dan konplik harus terus terjadi. Penduduk dunia by design diberi sinyal kuat untuk saling berhadapan dengan kekerasan dan kebencian. Isu teroris dan islam fundametalis dijadikan semacam alarm tentang musuh bersama peradaban dunia modern saat ini.

Upaya untuk menyudutkan islam terus terjadi. Joyce Chernic yang merupakan lembaga nir laba yang sangat pro Israel telah memberikan dukungan dana tidak sedikit kepada Jihad Watch untuk tujuan propaganda menyudutkan Islam.  Bukan hanya Joyce, ada sederet nama dibelakangnya  seperti Jewis Federation Council of Greater Los Angeles, Anti Deception League, Zionism Organization America. Masih banyak lagi lembaga yang mengkhususkan diri untuk kampanye anti Islam dan mengeluarkan dana ratusan juta dollar, seperti the Donor Capital Fund.   Ada juga AsIa Foundation yang menyalurkan dana tidak sedikit untuk memberikan dukungan kepada Kelompok Islam liberal di Indonesia  dengan segala afiliasinya seperti kelompok paham kebangsaan dan lainnnya, dengan tujuan merusak aqidah umat islam di Indonesia dan memprovokasi terbentuknya bad image atas umat Islam. Inilah apa yang disebut dengan perang idiologi dengan menebar issue Islamofobia. Umat islam harus menjadikan ini sebagai ladang ibadah dengan memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah, bahwa Islam adalah rahmat bagi alam semesta.

Ketahuilah bahwa Islam bukan teroris. islam bukan doyan perang. Tidak  ada dalam prinsip agama samawi membolehkan konplik, apalagi melahirkan peperangan. Bila nyatanya sejarah mencatat terjadi peperangan antar manusia dimana agama membenarkan maka itu dalam kasus yang sangat luar biasa dan selalu dalam konteks membela diri. Seorang pemimpin yang dimuliakan oleh kaumnya yang berpikir berdasarkan perintah Allah selalu mengutamakan perdamiaan. Andaikan perang terjadi dan pihak musuh inginkan perdamaian, walau posisi sudah diatas angin , umat islam harus menghentikan perang dan memilih untuk berdamai, dan bertawakal karena itu. Dengan demikian, dalam sebuah agama yang berdasarkan perdamaian, keamanan dan harmoni dunia, perang dan konplik merupakan aspek negative. Islam selalu menghela napas perdamaian dan kebaikan. Islam menganggap perang sebagai peristiwa sekunder. Aturan telah ditegakkan untuk menjaga keseimbangan dan membatasinya.

Islam menggunakan keadilan dan perdamaian dunia sebagai dasar “ Dan janganlah kamu sekali kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil  ( QS. AL – Maidah (5):8) “  Tidak ada keadilan dalam kebencian. Islam mengembangkan garis pertahanan berdasarkan prinsip prinsip tertentu dalam rangka melindungi kebebasan karena agama, budaya, kelas social , etnis. Aturan ini sangat indah dan output nya hanyalah kedamaian berdasarkan prinsip keadilan dan kebenaran untuk kebaikan bagi semua. Sudah menjadi tugas umat islam melakukan yang terbaik untuk terciptanya angin toleransi positip. Dan Alhamdulillah, para pegiat islam dan LSM Islam terus berupaya mengembuskan nilai nilai islam lewat dialogh yang intensip. Kini telah mendunia. Berangsur angsur dunia mulai menyadari eksistensi Islam yang cinta damai.  Upaya ini jauh lebih dahysat pengaruhnya dibandingkan loby politik , diplomasi antar Negara yang penuh dengan kepentingan geopolitik, geostrategis.

Hegemoni militer di irak oleh AS sudah punah. Dukungan militer dunia barat  terhadap Israel sudah mulai berkurang. Tekanan terhadap Iran yang penuh kebencian sudah mulai berkurang. Ditambah lagi ditengah krisis dunia akibat kerakusan kapitalis telah semakin membuat upaya islam sebagai pemberi solusi mendapat tempat terhormat. Indonesia sebagai Negara yang mayoritas beragama islam harus tampil lebih dominan dalam memberikan angin kedamaian ini. Lewat dialogh antar agama, golongan, etnis yang penuh dengan kasih sayang akan menjadi inpirasi bagi penduduk dunia bagaimana Islam membangun nilai nilai kebebasan, kesetaraan, perdamaian berdasarkan prinsip prinsip AL Quran dan Hadith. Maka ramalan Huntington sang futuristis apa yang disebut dengan benturan peradabadan hanyalah omong kosong belaka. Tidak ada benturan yang akan terjadi. Karena ada islam sebagai pendamai.

Masyarakat kita pada prinsipnya adalah masyarakat yang bijak namun waspada. Agama dan budaya mengajarkan hal itu.  Saya yakin , walau pemerintah kini jauh jalan menyimpang dari AL Quran dan hadith, bila masyarakat terus hidup dalan inspirasi Tuhan, hanya masalah waktu akan lahir pemimpin yang mau mendengar hati nurani dan mencoba membangun berdasarkan prinsip agama dan budaya. Tanda tandanya sudah nampak dengan jelas. Para mahasiswa tidak mudah lagi diprovokasi dengan pemikiran secular.  Masyarakat awam tidak mudah lagi percaya dengan politik pencitraan ala demokrasi. Mereka hanya percaya bahwa kebenaran , kebaikan dan keadilan itu tidak perlu dicari tapi diciptakan dan sumber penciptaan itu ada dalam diri mereka sendiri. Maka berubah adalah kata kunci, tapi berubah dari haluan secular kepada haluan spiritual. Dengan itu maka ketulusan akan dijunjung, kesabaran akan memperkuat sikap toleran dan kerja keras, prilaku ikhsan akan menjadi keindahan yang mendamaikan dan mensejahterakan. Semoga …

Sunday, May 20, 2012

Front Pembela Islam ( FPI)


Mengapa Front Pembela Islam begitu perkasa? Hingga nampak Negara tidak berdaya menghadapinya. Itulah pertanyaan yang kadang datang ke saya. Saya juga nampak bertanya tanya. Apa penyebab. Apalagi President pernah berkata dengan geram “ Negara tidak boleh dikalahkan oleh Ormas”. Kata kata presiden itu membuat saya tambah bingung. Karena kalau melihat tentara yang begitu banyak, polisi yang berlapis, rasanya tidak mungkin FPI begitu perkasanya.  Pertanyaan itu terjawabkan sedikit ketika saya bertemu dengan teman yang juga punya bisnis sebagai rekanan TNI. Tentu teman ini punya akses ke ring satu TNI. Teman ini mengatakan bahwa keberadaan FPI adalah bagian dari strategy TNI untuk menjaga pondasi bangsa dan Negara. TNI tidak ada hubungannya dengan FPI namun sengaja dilakukan pembiaran. Sikap TNI ini juga diaminin oleh Polisi.

Apa hubungannya pondasi Negara dengan FPI, tanya saya. Menurut yang dia ketahui ada satu platform dalam system Pertahanan keamanan Nasional Rakyat Semesta tentang segitiga pertahanan. Yaitu TNI, Birokrat dan Islam. Ketiga hal ini telah dibuktikan oleh sejarah sebagai pengawal Negara kesatuan Indonesia.  Politik boleh berganti kiblat, Pemimpin boleh berganti namun keberadaan islam tetap dipertahankan sebagai salah satu pilar kekuatan bangsa Indonesia. Ada banyak Partai yang membawa bendera Islam. Ada banyak ormas Islam. Tapi mengapa hanya FPI yang dijadikan strategy. Tanya saya. Menurutnya lagi bahwa memang ada banyak Partai dan ormas Islam namun ketika mereka masuk kewilayah politik maka mereka bukan lagi sebagai kekuatan riel membentengi Negara kesatuan. Mereka tak ubahnya dengan lainnya menjadi kunang kunang mengejar cahaya kekuasaan, yang lebih banyak terlibat dalam politik pragmatis.

Jadi apa sebetulnya yang diperjuangkan oleh FPI ? tanya saya karena masih belum tahu pasti susbstansi perlunya FPI itu. Teman ini tersenyum karena dihadapanya adalah saya yang inginkan jawaban kongkrit dan bukan jawaban ngambang. Dia mengatakan yang diperjuangkan FPI adalah amar makruf nahi munkar. Mereka memperjuangkan dengan keras tentang kebaikan dan memberantas segala kemunkaran yang disebabkan oleh sikap kompromi politik. Hanya saja mereka tidak masuk wilayah pembrantasan munkar yang berkaitan dengan politik, seperti Korupsi.  Mereka tidak terlibat perjuangan menegakkan Negara islam. Ini wilayah politik dan sengaja dihindari oleh FPI. Mereka sadar sudah banyak ormas dan Parai islam yang bekerja soal ini. Namun apabila karena politik pragmatis terjadi upaya sistematis melemahkan islam dalam bentuk penistaan agama, pornographi, pornoaksi dan lain sebagainya maka FPI akan digaris depan melawan.

Pada tahap ini saya baru bisa maklum. Ada benang merahnya dukungan TNI /Polisi terhadap FPI.  Saya tersenyum karena sedikit tercerahkan. Dalam system demokrasi saat ini, satu satunya yang membuat elite politik tidak bisa bebas semaunya mengelola politik adalah adanya barisan umat islam yang tak ingin diajak bebas bila sampai sendi ajaran agama diselewengkan karena tujuan politik. Dan itulah peran FPI. Memang pelacuran tidak bisa dibrantas sebagaimana keberadaan Iblis namun keberadaan prostitusi yang di create by design lewat kebijakan public akan merusak kekuatan agama. Memang tak dilarang orang bebas bersikap dalam  beragama, namun kebebasan by design lewat kebijakan public itulah yang merusak aqidah agama. Dan karena itulah FPI ada. Kalau dalam operasionalnya ternyata FPI melakukan tindakan melawan hukum (missal anarkis ). Tanya saya. Ya,  mereka akan berhadapan dengan pedang hukum. FPI sadar itu dan menerima resiko karenanya.Jawab teman saya itu dengan santai.

Saya tidak tahu apakah teman ini benar dengan informasinya bahwa TNI dan Polisi ada dibalik FPI namun setidaknya saya bisa memaklumi bahwa walau setelah reformasi ada angin kebebasan namun kebebasan itu dicermati oleh TNI/Polisi dengan  cerdas berdasarkan platform system Pertahanan Keamanan Nasional Rakyat Semesta. Ya walau system itu tidak lagi exisit namun tetap abadi didalam setiap tubuh prajurit. Para pejabat TNI/Polisi kini yang ada diatas tidak datang dengan sendirinya. Mereka ada berkat didikan para seniornya dan mereka dididik dengan baik bagaimana menjaga stabilitas Negara kesatuan dari segala pengaruh kebebasan dan globalisasi, yang salah satu caranya membiarkan FPI dan mengawasinya.

Wednesday, May 16, 2012

Hikmah


Pada satu kesempatan saya berdialogh dengan teman. Pada saat itu ada kata katanya yang tak pernah saya lupakan bahwa ilmu yang kita pelajari hanyalah terbatas. Mungkin dapat kita pahami sebagai sebuah ilmu namun belum tentu akan menjadi sebuah “pelajaran”. Ilmu yang paling tinggi nilainya adalah Ilmu Hikmah.  Itulah pembelajaran dari Allah. Karena Allah langsung yang mengajarkan manusia untuk sebuah ilmu. Saya bertanya , bagaimana cara Allah mengajarkan manusia ilmu hikmah itu ? Ya lewat peristiwa , katanya. Peristiwa yang terjadi dalam keseharian kita,yang kita lihat, kita dengar, kita rasakan.  Bahkan seluruh alam semesta ini adalah ayat ayat Allah.Semakin banyak ilmu hikmah kita dapatkan semakin terang jalan kepada kesempurnaan. Semakin dekat kita kepada Allah.

Namun ilmu HIkmah itu tidak akan bisa didapat oleh manusia bila dia tidak mempelajari ilmu syariat. Pemahaman akan Rukun Iman, Rukun Islam harus sempurna. Pemahanan Ilmu Tauhid harus juga sempurna melalui AL Quran dan Hadith. BIla ini sudah dipahami maka selanjutnya kita akan bisa memahami Ilmu Hikmah itu. Demikian kata taman itu mencoba memberikan gambaran bagaimana proses terjadi pendidikan antara ALlah dengan manusia secara langsung. Jadi ada protokol yang harus dilewati.  Ilmu syariat adalah jembatan untuk kita sampai keladang hikmah. Ingatlah firman Allah "Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni' mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu al-Kitab dan al-­Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui". (QS. al-Baqarah: 151).  "Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah . Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui. (QS. al-Ahzab: 34)
***
Ketika seseorang terkena musibah karena sesuatu sebab , dia sadar bahwa Allah sedang menguji kesabarannya. Dia kembali kepada Allah dengan sabar, Kemudian dia lewati musibah itu dengna ikhlas. Maka orang itu telah mendapatkan “ sesuatu “ dari bencana yang datang padanya. Itulah ilmu hikmah. Ketika seseorang dihadapakan kepada kelapangan dunia. Hidupnya penuh dengan kebahagiaan.  Dia kembali kepada Allah bahwa dia sadar semua itu karena berkah dari Allah. Kebahagiaan itu dilewatinya dengan penuh kasih kepada siapapun. Dia tebarkan kelebihannnya kepada orang lain yang kurang. Dia , sudah mendapatkan ilmu hikmah.  Ketika dia di zolimi orang , dan dia ingat akan Allah. Dia tidak dendam. Ketika orang itu datang padanya, dia tetap tersenyum dan memaafkan. Maka dia telah mendapat ilmu hikmah dari Allah.  Ketika dia menjadi terpilih sebagai pemimpin maka dia kembalikan kekuasaan itu kepada Allah. Dia lewati tugas kepemimpinan itu sebagai amanah dari Allah maka dia akan rendah hati, kerja keras, jujur dan penuh tanggung jawab. Maka dia telah mendapatkan ilmu hikmah.

Baik buruk yang datang padanya, dia sikapi sebagai sebuah “pelajaran” dari Allah yang tak lain mendidiknya untuk sabar dan ikhlas, yang hanya berserah diri kepada Allah dan cukuplah Allah sebagai tempat kembali. Demikian uraian dari teman itu. Saya terhenyak. Benarlah bahwa banyak hal dalam hidup ini kita lebih focus kepada ilmu yang tertulis . Kita tekuni ilmu itu dengan mempelajarinya lewat analisa, hipotesa, hapalan sampai mengulangnya berkali kali agar lancar dan fasih. Kemudian kita mencoba mencerahkan orang lain dengan ilmu itu agar orang lain juga tahu. Kita paham makna sabar dan ikhlas namun cepat berkeluh kesah bila usaha belum berhasil, pemerintah yang brengsek, anak yang bandel, istri yang cerewet, teman yang culas. Kita marah dan mengatakan orang lain salah,dan hanya kita yang benar. Mudah tergoda dengan kekuasaan dan harta hingga lupa kepada amanah , juga lupa kepada mereka yang lemah. Itu artinya ilmu kita dapat namun ilmu hikmah dari Allah tidak kita dapat. Karena mungkin kita juga ber prasangka buruk kepada Allah.

Dalam hidup ini, kata tetaplah kata kata. Rencana tetaplah rencana. Pengetahuan tetaplah pengetahuan. Namun apa yang terjadi dan bagaimana sikap kita maka itulah sesungguhnya value kita sebagai manusia. Esensi bagaimana menerapkan ilmu yang kita pelajari dan mendapatkan hikmah dari peristiwa yang datang kepada kita. Itu tandanya bahwa lewat pengetahuan dunia , kita bisa membaca dialogh yang ditebarkan oleh Allah didunia dalam bentuk implementasi keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Orang yang kaya ilmu namun miskin implementasi maka dia tidak lebih hidup dalam dunia yang sempit. Orang yang miskin ilmu namun kaya implementasi maka dia hidup dalam kelapangan tak bertepi. Apapun yang terjadi , disikapinya sebagai tanda Allah sedang berdialogh dengannya tentang sabar dan ikhlas, bersikap tetap tawadhu, melangkah dengan penuh istiqamah, berdamai dalam  ikhsan. Maka manusia itu telah mendapatkan kekayaan ilmu dari Allah , dia telah mendapatkan ilmu hikmah.

Ya disadari atau tidak, sebetulnya Allah setiap hari, setiap waktu berdialogh dengan kita. Allah mendidik kita, mengajari kita, menebarkan ilmu kepada kita. Masalahnya apakah kita mau mendengar dan mendapatkan hikmah dari itu semua?
wallahu alam bissawab

Monday, May 07, 2012

Menggapai Cahaya


Kehidupan di alam liar mengajarkan banyak hal kepada kita. Bagaimana singa begitu perkasanya mengejar mangsanya namun begitu lincah dan sigapnya mangsanya bergerak cepat untuk menghindar. Ada yang terkapar karena dicengkram oleh harimau , adapula yang membuat harimau menatap kosong kearah mangsanya yang berhasil lolos. Namun akhirnya antara harimau dan korbannya tidak pernah saling bersejauh. Harimau hanya makan ketika lapar. Ketika kenyang dia akan berhenti mengejar walau mangsanya ada didekatnya. Dilaut adapula ikan kecil yang bergerak begitu lincah ditengah predator tanpa takut dimangsa. Apa pasal ? karena tubuh ikan kecil itu memancarkan energy listrik berkekuatan 500 watt yang bisa membuat predator terkapar sebelum memangsanya.  Ikan itu , walau mempunyai kekuatan hebat namun dia tidak gunakan kekuatannya untuk menjadi predator. Dia hanya menggunakan untuk melindungi diri.

Semua hewan diberi oleh Allah cara mendapatkan makan dan sakaligus cara melindungi diri dari pemangsa. Manusia juga sama, tapi pemangsanya  bukan dari binatang buas. Tapi dari iblis berkelakuan setan , termasuk dari manusia yang bersifat sama dengan setan. Kalau binatang yang dimangsa adalah raganya namun manusia yang dimangsa adalah jiwanya.  Pada hewan predatornya nampak namun manusia , sang predator tidak nampak. Ia bersembunyi dalam diri manusia itu sendiri. Dia tak nampak namun dapat dirasakan akibat perbuatannya. Seperti kelakuan maksiat, korupsi, zolim, pemarah , penipu, rakus, sombong, tidak amanah ,dan lain sebagainya yang bersifat akhlak rendah. Bila manusia sudah berlaku seperti itu, maka tandanya manusia itu sudah dikuasai oleh pradator secara mentah mentah. Jiwanya sudah dalam cengkraman predator. Manusia seperti itu lebih rendah daripada binatang yang piawai melawan sang predator.

Manusia juga diberi Allah system pertahanan diri dari pemangsanya. Apa itu pertahanan manusia ? Sesuatu yang juga tersembunyi dalam diri manusia. Ia terdapat didalam hati ( basirah ). Ia berupa nur ilahi yang suci dan berkekuatan super dahsyat. Tak ada satupun kekuatan pemangsa dapat menghampiri ruang hati ini. Setiap yang mendekat akan musnah. ( disisi Allah abadi, disisi mahkluk lenyap). Namun ruang hati ini, tertutup rapat. Cahaya itu  abadi dalam ruang tak terhingga. Manusia dapat membuka ruang ini dan akhirnya menjadikan cahaya itu sebagai sumber kekuatan berlindung dari predator. Bagaimana caranya. ? Untuk membuka ruang itu diperlukan kunci. Kuncinya adalah dua kalimasyahadat. Beriman kepada Allah dan percaya bahwa Rasul Muhammad adalah utusan Allah. Ketika dua kalimasyahadat dibaca maka pintu akan terbuka. Namun jalan untuk meraih cahaya itu masih berliku untuk sampai. Maka diperlukan “syariat “ sebagaimana  standar procedure yang termuat dalam Rukun Islam.

Standar procedure itu harus dilewati dengan sungguh sungguh sebagaimana yang tertuang dalam rukun Iman. Ketika manusia melewati standard procedure itu, ada banyak cobaan yang harus dilewatinya. Maklum saja , ketika itu manusia belum sampai kepada cahaya. Baru dijalan menuju cahaya. Atau disebut dengan gerbang “syariat”. Sang predator ( Iblis/manusia bersifat setan ) terus menghalangi dengan mempengaruhi akal dan perasaan. Lewat raga , mata melihat maka akal mencerna , sifat sombong datang, sifat individualism muncul, maka terhalanglah jalan menuju cahaya itu. Bagi yang berhasil dengan tetap istiqamah melangkah tanpa terpengaruh oleh akal dan raganya maka dia akan sampai pada gerbang kedua. Digerbang kedua ini cahaya mulai nampak tersibak sedikit untuk memberikan penerangan melangkah kedalam .Kekuatan mulai datang merasuk namun belum menjadi kekuatan hakiki.  Ia disebut gerbang “Hidayah”.

Dalam perjalanan digerbang hidayah, muncul lagi halangan dari sang predator. Gangguan dan halangan tidak lagi melewati raga tapi melalui akal. Predator mempengaruhi akal dengan berbagai analogi tentang baik dan buruk. Yang  buruk nampak jelas , yang  baik dan benar nampak samar. Manusia mulai terjebak dalam analogi ilmu syariat. Merasa paling benar dan yang lain salah, dan karenanya suka bertengkar soal keyakinannya.  Manusia semakin asyik dengan dirinya sendiri lewat zikir namun miskin spiritual sosial.  Ketika itulah gerbang hidayah memudar. Namun bila manusia tetap istiqamah, sabar melewati semua halangan dengan rendah hati dalam beribadah dan bersyariat. Maka manusia akan sampai digerbang “hakikat”. Pada gerbang ini cahaya sudah memberikan “nuansa kekuatan”. Namun halangan dari sang predator tetap ada walau tak sekencang digerbang syariat dan hidayah. Halangan dari predator adalah merasa yakin akan masuk sorga. Merasa yakin akan terhindar dari azab dunia dan akhirat. Inilah yang akan membuat gerbang hakikat tertup rapat kembali.

Namun bila manusia digerbang “hakikat”  itu tetap istiqamah untuk hanya beribadah kepada Allah dan tak berharap lain kecuali ridho Allah maka sampailah manusia digerbang “Makrifat”. Ketika sampai digerbang makrifat, kekuatan predator tidak akan mampu lagi mendekat. Predator yang bersifat setan seperti iblis dan manusia akan menjauh. Alam semesta dan makhluk Allah ( kecuali Iblis ) akan sujud kepadanya. Ia mempunyai kekuatan tak terhingga tapi tidak digunakan sebagai predator kecuali untuk melindungi diri. Dimanapun dia berada akan menjadi pencerah bagi siapapun. Kekuatan cahaya hatinya bersumber dari kekuatan cinta. Cahaya cinta itu memancar dari nur illahiah dan memberikan magnit untuk kasih sayang kepada siapapun. Ia menjadi rahmat bagi alam semesta karena kehadirannya menentramkan siapapun. Ia adalah bayang bayang Allah , ia disebut sebagai Insan Kamil. Yang termasuk dalam golongan ini adalah para rasul , nabi, wali , imam, namun yang paling tinggi derajatnya adalah Rasul, Muhammad SAW.

Semua manusia  bisa melewati setiap gerbang itu. Caranya jadikanlah AL Quran sebagai jalan hidup dan jadikanlah sunah rasul sebagai pedoman untuk menghadapi semua rintangan. Insya Allah , jalan kemudahan akan didapat. Tidak ada istilah terlambat untuk menyadari dan memulai langkah menuju makrifat. Karena Allah itu bukan sesuatu yang sulit didekati bagi mereka yang khusu….
Wallahualam…

Wednesday, May 02, 2012

Cinta....


Mengapa kalian mau menikah ? tanya saya kepada anak muda yang ingin menikah. Jawabnya sudah bisa ditebak bahwa karena mereka saling mencintai. Sayapun bertanya lagi. Mengapa kamu saling mencintai ? jawabnya berhubungan dengan kondisi yang ada pada masing masing pasangan. Yang pria mengatakatan bahwa wanita calon istrinya itu soleha, cantik dan dari keturunan baik baik. Yang wanita mengatakan bahwa pria calon suaminya mempunyai pekerjaan tetap, berpendidikan , soleh, dan gagah, juga berasal dari keluarga baik baik. Karena hal tersebutlah membuat kami merasa cocok dan akhirnya saling mencintai. Demikian kata mereka. Saya tersenyum mendengar alasan mereka itu.  Karena kalau cinta yang dimaksud masih ada kondisi maka itu bukanlah cinta.  Ada untung rugi dan ketika untungnya lebih banyak maka kesepakatan terjadi. Jadi itu deal business biasa.

Sesoleh apapun wanita tak banyak yang siap dimadu. Sesoleh apapun pria tidak banyak yang siap bila istrinya sakit hingga tak berfungsi sebagaimana layaknya istri. Ini manusiawi ,kata orang . Aha..benarlah adanya bahwa itu cinta yang dimaknai tak lain hanyalah  deal situasional belaka,yang serba conditional. Lantas apa yang dimaksud dengan cinta sebetulnya? Cinta adalah konsep memberi. Dikatakan konsep karena dia utopis, idealis dan didalamnya ada program procedure tentang keagungan dari sikap memberi. Cinta tidak mengenal meminta. Cinta tidak mengenal waktu. Cinta tidak mengenal angka dan kata kata. Cinta adalah cinta. Apakah ada manusia yang  mampu menerapkan cinta dalam arti konsep memberi itu ? jawabnya pasti tidak ada. Manusia itu sudah ditakdirkan sangat lemah dalam segala hal. Pemilik cinta hanyalah Allah. 

Allah memberi segala galanya untuk sebuah kehidupan bagi mahklum ciptaannya.  Malaikat, iblis dan manusia hidup dalam ruangnya masing masing.  Setiap ruang mempunya system sendiri. Pada setiap ruang itulah Allah mencurahkan kasih sayangnya kepada setiap makhluk, termasuk iblis. Kalau Allah tak memiliki cinta , sudah lama Iblis itu dimusnahkan.  Sudahlah lama orang kafir dimusnahkan. Bayangkan, manusia diberi free will atau kebebasan memilih dan berbuat apa saja. Artinya sesuatu yang menjadi hak Allah diberikan kepada manusia. Ya semua kebaikan kembali kepada manusia dan semua keburukan kembali kepada manusia. Itulah konsekwensi dari Free will. Mungkin karena free will bukan sesuatu yang mudah untuk keselamatan manusia maka Allah menyediakan Sorga dan Neraka.  Semua rasul datang kedunia memberikan peringatan tentang dua hal ini. Yang makrup adalah jalan kesorga, yang munkar adalah jalan ke neraka.

Muhammad  SAW sebagai Rasul akhir zaman diberi tugas tambahan menyampaikan pesan cinta kepada manusia yaitu kelapangan dan kemudahan dalam menjalankan syariat agama atau tidak seperti umat umat sebelumnya yang sangat keras dan kaku dalam melaksanakan ritual agama. Manusia juga mendapatkan semua sumber daya untuk hidup dan berkembang . Bukan haya sumber daya berupa bumi dan alam semesta tapi juga tutorial  melalui Rasul untuk mendapatkan kemudahan melewati waktu. Maklum manusia hidup dibatasi ruang dan waktu , dan karenanya perlu kebijakan untuk memahami apa yang tersurat ( yang bisa dilihat ) dan apa yang tersirat ( yang tak nampak). Dari semua yang Allah beri itu, Allah tak meminta imbalan apapun dari kita. Makanya tak akan mampu kita membayar syukur atas apa yang sudah Allah berikan kepada kita, walau seumur hidup kita menyembah Allah. Itulah keagungan cinta yang tak mungkin bisa dibalas.

Begitu tak terbatasnya kasih sayang Allah kepada makhluknya maka disebutlah  CInta. Kekuasaan Allah tak berkurang sedikitpun andaikan semua manusia melakukan munkar. Dan cinta Allah juga tak berkurang  sedikitpun karena itu. Demikianlah cinta yang hanya bisa dilakukan dan di provide oleh Allah. Manusia hanya bisa melaksanakan bayang bayang dari cinta itu. Apa itu ? kasih sayang. Ya Kasih sayang inilah yang sangat manusiawi. Yang kadang dipengaruhi oleh situasi dan kondisi. Namun bila kasih sayang itu dilakukan hanya karena ingin beribadah kepada Allah maka kasih sayang itu akan melimpah dan ia mendekati Cinta. Suami menyayangi istri karena niatnya ibadah bahwa istri adalah amanah dari Allah. Istri menyayangi suami Karen niatnya ibadah. Kita menyayangi anak karena niat menjalankan amanah dari Allah. Kasih sayang kita kepada kedua orang tua karena niat untuk beribadah kepada Allah. Kasih kita kepada sahabat, tetangga, sanak family, lingkungan , masyarakat, niatnya karena ibadah.

Bila kasih sayang itu  dilaksanakan ikhlas karena Allah tanpa disadari sebetulnya kita didunia ini sedang berbuat untuk dan atas nama Allah (bismillahir rahmanir rahim). BIla  kasih sayang tak berbalas, tidak usah dipikirkan. Jangan pernah berhenti untuk menebarkan kasih sayang kepada siapapun. Cukuplah Allah sebagai penilai dan tempat bersandar. Adakah  perbuatan yang lebih agung didunia ini dibandingkan  perbuatan mewakili Allah ? karena itulah, iblis iri dan malaikat sujud kepada makhluk bernama Manusia.
wallahualam


Berbagi

  Sore jam 5 saya pulang ke rumah. Perut keroncongan.  “ Maaf. Kamu sudah makan ? Tanya saya ke supir taksi. “ Tadi siang sudah pak.” “ Bisa...