Monday, June 26, 2017

Obligasi rekap?


Anda masih ingatkan peristiwa 18 tahun lalu dimana Pemeritah mengeluarkan Obligasi rekapitalisasi kepada bank bank yang disehatkan melalui skema BPPN. Dalam program itu, pemerintah melakukan penyertaan berupa obligasi rekap kepada bank-bank yang memenuhi persyaratan. Bank menerima obligasi rekap senilai aset kredit macet sebagai ganti atas aset macet bank yang diserahkan kepada pemerintah melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Aset-aset kredit macet itu dihargai 100 persen oleh pemerintah. Penerbitan obligasi ini mencapai Rp430,4 triliun. Secara umum, suntikan itu berhasil memperkuat permodalan bank. Dengan skema tersebut maka bank yang tadinya tidak mendapatkan sumber penerimaan dari kredit macet, selanjutnya memperoleh pendapatan tetap berupa bunga obligasi. Tentu bank akan sehat kembali untuk menyalurkan kredit kepada sektor real. Dan ekonomi kembali bergerak.

Sampai disitu mungkin kita masih belum paham, Kok lucu pemerintah mau menukar NPL ( Kredit macet ) dengan surat utang negara. Itu sama saja hutang debitur pindah ke Pemerintah. Padahal di dalam kredit macet itu nilai assetnya ketika di jual harganya hanya 30%. Artinya pemerintah rugi 70%. Kan bego namanya?. he he tunggu sebentar. Gini analoginya. Tugas bank itu sebagai perantara antara pemilik uang dengan yang butuhkan uang. Modal bank sendiri berkisar kurang lebih 10%, bahkan ada yang dibawah 10% dari total asset. Bank A kesulitan mendapatkan pemasukan. Karena semua uang yang disalurkan sudah habis untuk memberi utangan kepada debitur. Sebagian besar debitur bangkrut. Kepercayaan masyarakat terhadap bank mulai goyah. Agar bank tetap di percaya maka Pemerintah minta tolong kepada BI untuk memberi kredit likuiditas kepada bank untuk membayar uang deposan. Tapi masih belum cukup juga karena rush terus terjadi Pemerintah menghadapi dilema. Kalau semua uang deposan di kembalikan, pemerintah akan jebol dan nasabah aman. Tapi kepercayaan terhadap bank sudah runtuh. Padahal yang harus diselamatkan adalah kepercayaan terhadap bank itu sendiri. Itulah sistem.

Pemerintah bertugas bukan hanya menyelamatkan perbankan dari kebangkrutan tapi juga membangun kepercayaan kepada deposan agar tidak menarik dananya di bank. Lantas gimana solusinya ? Pemerintah bilang begini " OK, saya bayar semua kredit macet itu, dan juga jamin pendapatan terhadap bank. Jadi dengan demikian deposan engga perlu takut bunga tidak dibayar. Mereka merasa aman. Karena bank punya sumber pendapatan dari pemerintah.” Tapi masalahnya pemerintah tidak punya uang untuk membayar solusi tersebut. Mau utang , engga ada negara lain yang mau kasih pinjaman. Janji IMF mau bantu malah selalu molor. Jadi bagaimana pemerintah bisa dapatkan sumber pembiayaan menyelesaikan masalah perbankan? Ya pemerintah lakukan internal settlement. Buat surat utang  (obligasi ) dan jamin beli sendiri. Namun obligasi itu tetap diakui sebagai asset bank. Bank bertugas untuk melakukan pengurangan obligasi rekap itu melalui pasar terbuka secara bertahap sesuai dengan keadaan ekonomi. Jadi asset berupa obligasi itu tidak likuid. Itu hanya janji kalau ekonomi membaik akan dicairkan ( dikurangi). Atas obligasi itu tentu pemerintah memberikan pendapatan pasti kepada bank berupa bunga obligasi. 

Nah dengan pendapatan bunga inilah bank bisa melakukan recovery melalui ekspansi kredit ke dunia usaha. Dunia usaha untung , mereka bayar pajak, bank juga bayar pajak. Dari pendapatan pajak ini ekonomi tumbuh. Ketika ekonomi membaik , bank bisa menjual obligasi rekap itu kepasar. Bisa saja pemerintah atau BI beli sendiri, karena uang sudah ada atau bisa juga yang beli publik. Dan bank akan dapat darah segar lagi untuk ekpansi kredit dampaknya dunia usaha berkembang lebih maju lagi..

Tentu pemerintah memberikan skema talangan ini tidak begitu saja. Ada syarat. Salah satu syaratnya Bank harus punya kecukupan modal disetor minimal 10% dari total asset. Gimana kalau pemegang saham tidak mampu. Ya pemerintah ambil alih dengan harga buku dan bayarnya lagi lagi engga pakai uang tapi dalam bentuk obligas. Jadi semua saham dimiliki oleh pemerintah. Jadi sama saja pemerintah bego. Kok mau beli bank yang sakit? Ini bukan bego tapi seni bermain aja. Setelah bank di restruktur assetnya melalui obligasi rekap dan penyertaan modal negara maka otomatis bank itu sehat. Ya jelas aja sehat. Engga ada hutang dan disisi aktiva ada piutang yang likuid. Jadi , pemerintah bisa menjual saham itu ke publik. Tentu berebut orang yang mau beli saham itu. Contoh BCA. Pemerintah menjual saham BCA kepada investor. Harga dasar valuasi Rp. 925 per lembar. Tapi pemerintah menjualnya ke investor dengan harga Rp. 2.975. Artiinya pemerintah untung 3 kali lipat. Nah kalau kerugian penjualan asset sebesar 70% sementara untung jual saham 3 kali lipat, Itu artinya modal 0,7 di jual 3. Untungkan. Dan ini uang benaran loh yang masuk ke kas negara. Tapi,kan didalam bank itu masih ada obligasi rekap yang harus ditanggung negara ? Ya engga apa apa. Itu hanya cara smart pemerintah begoin investor untuk mem bail out masalah negara dengan janji future ekonomi. Yang penting negara dapat untung di depan dan sistem perbankan kembali sehat untuk melanjutkan rezim uang fiat.

Jadi siapa sebetulnya yang menyelesaikan masalah moneter yang bangkrut itu ? Ya swasta/ investor. ya publik. Pemerintah hanya bermain main dengan regulasi aja. Bagaimana bayar bunga dan lunasi obligasi rekap itu ? Ya kan bank itu kerja akan menghasilkan laba. Dari laba itu kan mereka bayar pajak penghasilan 35%, pajak karyawan , pajak giral, dll. Total semuanya negara dapat uang bisa mencapai 40%. Sementara angsuran utang dan bunga obligasi rekap tidak lebih 10% pertahun. Untung lagi kan. Lantas benarkah solusi ini hebat ? Wow hebat bangeeet. Selama 10 tahun SBY berkuasa berhasil mendongkrak APBN tiga kali lipat dan GNP melonjak 4 kali lipat. Negeri ini tetap jalan dan kita kita masih bisa menikmati secangkir capucino di starbuck. Bandara setiap tahunmasih disemuti orang untuk mudik. Masih bisa bagi bagi Bantuan langsung Tunai kepada rakyat miskin. Masih bisa kasih subsidi. Dan SBY bisa menjalankan pemerintahan selama 10 tahun sambil ciptakan lagu. Pemerintahan berjalan autopilot.

Hebat kan. Lantas siapa yang pinter ? ya Gus Dur dan Megawati. Karena mereka berdua menolak skema bantuan dari IMF soal penyehatan perbankan. Andaikan dulu Gus Dur dan Megawati mengikuti skema IMF, seperti LOI Soeharto tahun 1998 ketika dibentuk BPPN, mungkin sekarang kita engga punya lagi BUMN. Semua BUMN sudah dimiliki asing semua. Dan kita jadi negeri jajahan dinegeri sendiri. Tapi apakah Gus Dur menepuk dada ? Apakah Megawati menepuk dada ? tidak. Mereka di hina dan disingkirkan ditengah pengorbanan luar biasa untuk negeri ini, tapi mereka tetap ada untuk negeri dan tidak pernah lelah mencintai negeri ini..

Sunday, June 25, 2017

Uang hanya Alat


Waktu di Swiss, saya selalu menggunakan waktu libur saya ke Rotterdam. Entah mengapa saya suka tinggal di Rotterdam. Ini kota kecil namun udaranya bersih sekali.Karena sebagian besar orang menggunakan sepeda sebagai alat transfortasi. Angkutan umum juga tersedia berupa kereta listrik yang membelah kota. Masyarakatnya sangat ramah dan tidak nampak terburu buru seperti Hong kong dan China. 
Di kota ini saya berkenalan dengan pria tua yang menghabiskan usia pensiunnya sebagai banker di Utrecht. Pria tua itu bernama Daniel. Dia yahudi tulen. Orangnya ramah. Daniel di masa tuanya tinggal sendirian karena anaknya tinggal di Amerika sebagai banker. Ia hidup senang walau hartanya banyak namun dia tidak beli kapal pesiar atau rumah berkamar puluhan. Apartemennya di Utrecht hanya berukuran 45 meter. Jadi hidupnya sangat efisien.
" Saya mampu beli rumah mewah atau mobil mewah tapi itu memakan ongkos mahal.Hasilnya apa ? hanya di pandang dan di banggakan. Useless. Lebih baik beli apartemen yang kecil dengan ongkos murah. Kalau ingin sekali kali merasakan tinggal di Istana kamu bisa di tinggal di hotel berkelas diamond lengkap dengan layanan limo. Kalau ingin melihat dunia lain, kami bisa liburan dengan pesawat layanan first class tanpa perlu beli private jet. "
Lantas untuk apa uang banyak ? jangan di tabung di bank. Itu cara idiot. Kamu bisa tempatkan di portfolio saham. Tanpa kerja kamu menikmati hasil kerja orang lain. Tanpa berlelah membangun usaha kamu memberikan kesempatan orang lapangan kerja. Lets money working for you. Tanpa disadari kamu juga memberikan bantuan bagi orang miskin dengan pajak yang dibayar oleh perusahaan yang sahamnya kamu punya. Dengan deviden yang kamu terima kamu bisa berbagi lewat pajak. 
Uang memang bukanlah segala galanya namun apapun perlu uang. Uang semakin lama semakin dibutuhkan dan semakin sulit didapat. Karena uang ketidak adilan terjadi. Tapi intinya uang hanyalah alat dan selagi ia hanya alat maka kita bisa menikmati hidup tanpa di perbudak uang dan menebarkan kesempatan orang lain untuk berkembang tanpa membuat kita bangkrut tentunya...Hidup itu secure bukan karena faktor diluar tapi karena sikap hidup kamu sendiri,demikian Daniel..

Kepemimpinan


Ahok adalah jenis Manager yang hebat. Dia bukan politisi dan juga bukan tipe birokrat yang terjebak dengan sistem yang kaku. Berbagai prestasi dia yang fenomenal seperti reformasi birokrasi di lingkungan PNS DKI, reformasi APBD yang bertumpu terhadap peningkatan kinerja, penegakan hukum atas Perda dll , sebetulnya adalah prestasi Jokowi sesungguhnya. Ahok menjalankan kebijakan dan strategi Jokowi secara loyal dan konsisten. Itulah kelebihan Jokowi yang hebat memilih orang dan lebih hebat lagi adalah Ahok yang mampu menjaga kepercayaan Jokowi walau dia sendiri harus jadi korban dalam pertarungan besar yang di ciptakan Jokowi. 
Lantas bagaimana sampai Ahok begitu loyalnya kepada Jokowi ? Dalam ilmu management itu yang disebutkan dengan management by participation. Artinya pemimpin mengarahkan bawahan untuk bekerja optimal bukan karana rasa takut tapi karana bawahan memahami visi pimpinan. Untuk sampai bawahan bisa menerima visi pimpinan, maka sang pemimpin harus mampu merebut hati bawahannya. Cara merebut hati ini lebih kepada karakter yang kuat dan keteladanan yang mencerminkan dari Visi tersebut. Contoh pemimpin inginkan dasar bekerja itu harus ikhlas maka pemimpin harus bersikap ikhlas. 
Apabila bawahan sudah jatuh hati maka tidak sulit baginya untuk mengajarkan hal yang konstruktif kepada bawahannya agar emosi tetap terjadi secara positip, mengajak bawahannya untuk mengambil langkah keyakinan melalui sepatah kata tentang apa yang mungkin , menciptakan sebuah inspirasi kolektif. Semua itu tercermin dari caranya berpikir ( way of thinking ) , merasakan ( feeling ) dan kemampuannya memfungsikan semua potensi positip ( functioning ) , sebuah cara hidup ( the way of life ) dan cara menjadi ( way of being ) yang transformative. 
Manager yang sukses tidak pernah menepuk dada atas suksesnya. Dia akan selalu menekankan bahwa suksesnya karena tim dan semangat kebersamaan. Mengapa ? Karana baginya bekerja bukan untuk mencari jabatan tapi sebagai sebuah pengabdian dirinya , sebagai manusia biasa yang bisa aja salah dan bisa aja ada yang lebih hebat dari dia. Kalau jabatannya hilang karena itu, diapun tidak merasa kecil dan tidak pula merasa direndahkan. Dan tak mungkin menyalahkan atasannya.
Dai Xianglong, adalah Gubernur bank central ( People Banks Of China.) yang paling sukses di china tapi oleh Presiden china di suruh jadi walikota Tianjin yang masih terbelakang. Misinya adalah menjadikan Tianjin sebagai financial center kelas dunia. Kembali dia membuktikan kehebatannya memimpin selama 5 tahun. Tianjin telah menjelma sebagai Financial Center berkelas dunia dan menjadi Hub untuk arus investasi asing masuk ke China. Hampir seluruh lembaga keuangan kelas dunia hadir di Tianjin. Diapun menjadikan Asian Business School di Tianjin sebagai pusat pedidikan business dan keuangan berkelas dunia. Dan setelah sukses sebagai walikota, dia ditugaskan sebagai kepala Dana Pensiun China. Setelah itu dia diminta kembali ke kampus mencetak kader hebat bagi masa depan china, setelah itu, ia pun kembali ke kampung kelahirannya untuk persiapan masuk pensiun...
Sukses suatu organisasi atau negara atau perusahaan bukan karana resource yang berlebih tapi karena pemimpin yang hebat yang bisa menempatkan Manager yang tepat. Semua mereka bekerja bukan karana jabatan tapi karena passion atas dasar cinta dan kehormatan atas dirinya sebagai manusia. Sebagaimana Da'i, orang mengingat Ahok bukan karena retorika nya tapi buah karyanya yang fenomenal. Ia akan hidup abadi dihati setiap orang ..

Saturday, June 24, 2017

Kacang Garuda.

Sudhamek Agoeng Waspodo Sunjoto terpilih sebagai Anggota Pengarah Pembina Ideologi Pancasila. Dia terpilih bersama 9 tokoh nasional lainnya seperti Megawati, Safii Maarif dll. Dikalangan pengusaha , semua tahu siapa itu Sudhamek. Dia adalah pengusaha yang termasuk 50 orang terkaya di Indonesia. Lah apa bisnisnya ? ya produksi kacang dan jualan kacang. Nama mereknya “ Kacang Garuda. Nah tentu anda semua tahu merek kacang ini. Karena pasti pernah merasakan kegurihan Kacang Garuda. Siapa Sudhamek itu ? ia adalah putra bungsu dari 11 bersaudara, dari pasangan Darmo Putro dan Poesponingroem. Ayah dan ibunya adalah pengusaha yang membidani berdirinya pabrik Kacang Garuda. Hanya sampai membesar perusahaan itu dan terkenal sampai ke manca negara setelah di komandani oleh Sudhamek.
Sudhamek menyelesaikan pendidikanya di fakultas ekonomi Universitas Satya Wacana pada tahun 1981dan kemudian sarjana Hukum pada tahun 1982 di universitas yang sama. Setaman kuliah dia berkarir di PT. Gudang Garam Tbk. Dari sinilah Sudhamek menimba ilmu dan pengalaman selama delapan tahun di pabrik rokok tersebut. Hingga ia berhasil menduduki posisi sebagai Presiden Direktur di PT. Trias Santosa Tbk ( anak perusahaan PT. Gudang Garam Tbk). Tahun 1991 hingga 1994 ia bergabung dengan Djuhar Group sebagai Executive Director. Akhirnya di tahun 1994, barulah ia masuk kembali ke dalam bisnis dan perusahaan keluarganya dengan menjadi CEO Garuda Food di bulan Oktober.
Sudhamek berhasil meyakinkan kakak-kakaknya untuk mulai mengembangkan merek. Dan disepakatilah dana Rp 600 juta untuk prosesnya. Dikisahkan di awal proses mereka sempat mengalami kegagalan, tapi mereka terus bergerak untuk beriklan. Kemudian pada tahun 1996, perusahaan ini memproduksi juga kacang atom, salah satu alasannya karena seorang kakak perempuannya adalah ahli dalam kacang atom dan memutuskan ikut bergabung dengan saudara-saudaranya. Tahun demi tahun perusahaan ini terus berkembang. Bahkan tercatat pertumbuhan perusahaan mencapai 30 persen setiap tahunnya. Karena itulah perusahaan mampu melewati krisis moneter 1998 dengan selamat.
Pada bulan Desember 1997, Sudhamek mengembangkan PT GarudaFood Jaya untuk memproduksi biskuit bermerek Gery dan pada tahun 1998 ia mengakuisisi PT Triteguh Manunggal Sejati untuk memproduksi jelly bermerek Okky dan Keffy. Pada tahun 2000 PT Tudung Jaya berkembang menjadi PT Garudafood Putera Puteri Jaya, di bawah Tudung Group. Di tangah dinginnya Kacang Garuda memang berkembang pesat. Dari hanya satu pabrik di Pati, dengan 700 karyawan dan 5 produk, Garudafood kemudian berkembang menjadi 8 pabrik dengan 20.000 pekerja langsung dan 3.000 pekerja tak langsung serta 200 produk. 
Untuk menjaga suplai bahan baku , Garudafood kemudian bergerak juga di bidang hulu yaitu dengan memiliki perkebunan kacang tanah, juga membangun kemitraan dengan petani lokal. Karena itulah mereka memiliki perkebunan kacang tanah di Lombok, Nusa Tenggara Barat, termasuk laboratorium untuk penelitian varietas unggul kacang tanah. Dari segi pemasaran, Kacang Garuda leading di market dalam negeri dan pasar luar negeri yang juga kuat.
Lantas mengapa sampai Sudhamek di pilih sebagai anggota pengarah Pancasila, bersanding denga ulama, tokoh agama , Negarawan dan Jenderal ? Ternyata Perusahaan itu di bangun diatas visi yang kuat. Apa itu ? "Damai dan dinamis". Kesetiaan karyawan kepada atasanya sangat kuat. Dan semangat jujur, ulet, dan ketekunan yang diringi doa sebagaimana yang ditanamkan oleh Darmo Putro sang pendiri terimplementasi dengan baik dalam management perusahaan. Sudhamek di kenal sebagai pengusaha yang bersih, pembayar pajak yang taat, memberikan kesejahteraan kepada karyawannya, membina suplier. Singkatnya visi entrepreneurship diterapkan dengan baik yaitu mengutamakan stakeholder dan memastikan fungsi sosial perusahaan jalan karena perusahaan untung, dan itu bukan karena rente tapi kerja keras atas dasar kreatifitas..
Nah, anda bisa bayangkan bahwa hanya dengan jualan Kacang kering dan beberapa industri pengolahan produk pertanian bisa menjadikan seseorang sebagai 50 orang terkaya di Indonesia, lebih kaya dari Hari Tanoe dan lebih hebat dari Hashim Djoyohadikusumo tapi dia tetap rendah hati…Siapa bilang engga ada peluang disektor pertanian. Hanya kadang peluang itu menjadi tidak nampak karena yang keliatanya hanya hambatan sehingga kita tidak pernah bergerak..dan selalu punya alasan untuk tidak bergerak…dan akhirnya menyalahkan orang lain termasuk pemerintah

BRUNEI...?

Waktu di Kuala Lumpur minggu lalu , ketika sahur saya ngobrol dengan tamu hotel yang berasal dari Brunei. Kami kenalan dan semakin akrab karena dia mengenal banker yang saya sebut sebagai sahabat yang pernah berkarir sebagai GM Baiduri Bank, Brunei. Menurutnya Brunei sedang berada di putaran krisis yang menuju lubang spiral yang tak berujung. Saat sekarang difisit APBN Brunei telah mencapai 16 %. Bandingkan dengan Yunani yang dinyatakan negara bangkrut karena difisit anggaran mencapai 15,7%. Walau kini Brunei nampak baik dipermukaan namun didalamnya sangat rapuh. Banyak asset Sultan yang nilainya USD 27 miliar di gadaikan atua dijual ke pihak lain untuk mengalirkan cash flow kedalam anggaran Brunei. Hanya masalah waktu asset ini akan habis karena saat sekarang menjual asset tidak mudah. Ada harga tapi susah pembeli.

Apa penyebabnya ? Menurutnya karena 90% penerimaan negara berasal dari Minyak. Karena harga minyak dan gas terus turun maka PDP Brunei dari tahun ketahun sejak 2008 terus kontraksi. Sementara penerimaan dari Pajak tidak ada. Karena Kesultanan tidak menerapkan pajak penghasilan dan penjualan. 402.000 Penduduk Bruney bukan asset negara. Mereka adalah beban. Karena 80% mereka jadi PNS namun posisi akhli tetap di pegang asing. Kegiatan dunia usaha sangat kecil sekali perannya dalam PDP. Investor asing yang masuk masih terbatas pada MIGAS. Tingkat kemudahan berusaha di Brunei Anglos sampai ke peringkat 84 di Dunia. Jauh dari negara negara ASIA Pacific.

Dulu, katanya , ketika harga minyak masih normal dan tinggi, Brunei menempati urutan ke 4 negara dengan tingkat PDP perkapita tertinggi didunia. Karena pendapatan yang melimpah itu maka kontrak sosial Kesultanan kepada rakyat di laksanakan secara luas. Rakyat dapat bagian dari kemelimpahan; jaminan pendidikan gratis sampai universitas. Kesehatan yang gratis. Subsidi perumahan yang besar. Jaminan biaya hidup bagi pengangguran. Namun keluarga mendapatkan banyak. Bahkan keluarga sultan masuk 25 orang terkaya di dunia dengan kehidupan Istana yang punya ratusan harem dari manca negara. Namun Rakyat tidak peduli.

Tapi saat-saat yang indah penuh pesta telah lama berlalu: Harga global untuk satu barel minyak telah anjlok 40 persen sejak Januari 2015 dan 78 persen sejak nilai puncaknya pada tahun 2008. Penghasilan dari hidrokarbon terdiri dari 90 persen pendapatan pemerintah - karena pendapatan pemerintah tersebut telah turun sekitar 70 persen dibandingkan dengan tahun fiskal 2012/2013. Meskipun telah memangkas anggaran $ 6,4 miliar pada 2015/2016 sekitar 4 persen dibandingkan tahun lalu, pemotongan pengeluaran lebih banyak akan terus menggelembung disemua sektor. Ini pilihan sulit. Tapi seperti Sultan masih berharap harga minyak terus membaik. Makanya bukannya melakukan diversifikasi bisnis tapi justru semakin menambah kapasitas produksi MIGAS.

Peluang investasi jasa seperti Perhotelan tidak menarik orang asing untuk datang. Karena larangan miras dan hiburan. Sektor perbankan syariah tidak bisa berkembang di sana karena krediti konsumsi yang lesu darah akibat harga barang yang melambung. Maklum Brunei mematok kurs sama dengan Sing Dollar. Semakin melemah dollar singapore semakin mahal harga barang. Makanya banyak tenaga kerja asing yang hengkang dari Brunei dan tenaga kerja lokal yang akhli juga pindah ketempat lain yang memberikan pendapatan lebih baik dan living cost yang murah.

Kontrak sosial sebagai cara mempertahanan kekuasan dari rakyat yang botol (bodoh dan tolol ) tak akan bisa terus dipertahankan karena semakin lama defisit anggaran semakin melebar. Pemotongan anggaran sosial tentu akan menjadi api dalam sekam. Kapan saja bisa membuat rakyat marah. Karena mereka terbiasa disuapi , bukan hidup dari kreatifitas semangat juang memberikan kontribusi nyata kepada negara. Sementara gaya hidup keluarga sultan tidak berubah. Di luar negeri mereka hidup glamor bagaikan selebritis. Sudah saatnya Sultan harus menjelaskan kepada rakyatnya soal perlunya reformasi anggaran kepada rakyatnya. Apakah mungkin. Ataukah terus bertahan sampai tidak ada lagi income untuk mengongkosi rakyat yang manja dan negara bubar dengan sendirinya karena gelombang demokrasi yang memaksa sultan angkat kaki..

“ Mereka ( Keluaga Sultan ) tidak pernah berpikir sedang mengelola negara tapi mengelola King incorporation. Semua resource milik negara yang juga otomatis milik Keluarga Sultan. Sementara Syariah islam dan ulama hanya di jadikan tameng agar rakyat tetap patuh kepada Sultan. Taat kepada pemimpin adalah soal aqidah. Melanggar itu akan masuk neraka atau dianggap kafir. Ya hanya masalah waktu, Brunei akan menjadi Icon betapa buruknya kekuasaan absolut hanya karena orang mengaku wakil Tuhan untuk menguasai semua sumberdaya tanpa ada transfaransi..”

Sunday, June 18, 2017

No, Thanks

ilustrasi saja.

Sorenya setelah meeting seharian , saya kembali ke Panninsula Hotel Beijing dimana saya menginap. Setelah sholat Ashar, saya rebahkan badan. Karena jam 7.30 saya harus menghadiri gala dinner yang diadakan asosiasi bisnis, dengan syarat harus membawa pasangan. Teringat tadi sore teman saya berpesan agar saya tidak perlu kawatir untuk datang ke acara Gala dinner. Walau saya tidak punya pasangan karena istri jauh di jakarta namun dia telah sediakan. Wanita yang akan mendampingi saya itu adalah sahabatnya. Jadi saya merasa aman. Maklum saya kenal reputasi teman ini, dan tentu dia akan mengirim pendamping yang pantas.

Jam 5 sore, seorang wanita menelphone saya kekamar bahwa dia sudah ada di Loby. Wanita itu menyebut nama teman saya. Tahulah saya bahwa wanita itu akan mendampingi saya dalam acara gala dinner. Saya tegaskan bahwa saya akan turun setelah jam 6 karena harus sholat dulu. Saya menghubungi duty manager hotel agar mempersilahkan wanita itu menanti di lounge executive atas biaya saya. Ketika turun ke loby, nampak wanita dengan gaun makan malam yang begitu Wonderful berdiri didepan pintu lounge executive “ Saya sudah suruh dia tunggu di dalam tapi dia tidak mau” Kata Duty manager menghampiri saya. Tingginya diperkirakan 170 Cm. Dengan tersenyum indah dia menyalami saya sambil menyapa dengan bahasa inggeris yang sempurna. Dia memperkenal diri dengan ramah dan terkesan dia wanita terhormat. Saya sempat menahan napas. Ini terlalu sempurna untuk menemani saya..Mengapa ? Cantik , cerdas dan berkelas.

Selama dalam perjalanan dia menanyakan apakah saya merasa nyaman di Beijing ? dan apakah makanan kesukaan saya?. Dia juga menanyakan apa yang saya tidak suka. Walau perjalanan hanya 20 menit ke tempat acara namun dia membuat suasana menjadi akrab. Pada saat acara gala dinner , dia bisa berbicara dengan pasangan wanita dari kalangan berkelas. Senyum dan response pada setiap pembicaraan membuat sahabat saya yang ada satu table merasa nyaman. Setiap mata saya memandang makana dimeja dengan sigap dia mengambilkannya dan memasukan kedalam piring saya sambil tersenyum indah. Dengan teliti dia menceritakan bagaimana masakan itu dibuat dan bagaimana teste bisa selezat itu.

Acara gala dinner itu dilanjutkan dengan dance bersama pasangan. Untunglah saya pernah dipaksa oleh teman ikut kursus dance , jadi situasi ini tidak membuat saya canggung. Namun dance dengan wanita ini ? tidak pernah terbayangkan. Ini pertarungan yang sulit dalam batin. Tapi dia dengan tersenyum melirik kearah saya. Dia tetap diam walau semua pasangan sudah melantai. Teman saya melirik saya dengan tanda meminta saya turun melantai. Dengan sigap dia berdiri dengan membungkukan tubuh sambil mengulururkan lengannya agar saya sambut. 

" Hormatilah temanmu, mereka mengharapkanmu ikut menikmati gala dinner ini " katanya. Dengan berat saya menerima uluran tangannya. Dia membiarkan saya memimpin dance itu sehingga saya tetap berjarak dengan dia. Senyum tak pernah padam pada setiap gerakannya.

Acara gala dinner itu berakhir menjelang dini hari. Dia menatap saya dengan penuh perhatian dan senyum mengoda, sambil berkata "Do you have an any idea tonight ? 
" No. Thanks." Kata saya seraya mengangkat bahu. Saya minta supir mengantar dia ke Apartment dan saya kembali ke hotel. Sebelum berpisah dia setengah membungkuk sambil mundur dua langkah dan balik badan, sambl melempar senyum indah 

" Terimakasih untuk malam yang menyenangkan" katanya, dan berlalu.

Dalam perjalanan menuju hotel,saya termenung. Saya baru saja bertemu wanita yang begitu sempurna. Membuat pria merasa pantas di pentas dan tetap mengutamakan pria untuk terhormat dihadapan komunitas berkelas.Wanita itu adalah teman dari taman saya. Saya tahu reputasi teman saya, tentu dia kenalkan saya dengan orang yang pantas.
Ketika masuk kamar hotel , telp selular saya bergetar. 

"Bagaimana wanita itu? tanya teman saya diseberang.

"Dengan penuh terimakasih karena wanita itu telah menjadi pasangan yang sempurna mendampingi saya dalam acara .kata saya. 

" OK. Selamat menikmati malam menyenangkan bersama wanita itu"

" Wanita itu sudah pulang ketika acara selesai "

" Mengapa ?

" Ya karena acara sudah selesai dan saya suruh supir antar dia pulang."

" Ah..anda seharusnya bawa dia ke hotel untuk menemani anda.Dia sendiri bilang kepada saya bahwa dia tertarik dengan anda.Tidak mudah membuat escort lulusan academy jatuh cinta."

" Apa maksud anda?

" Dia escort. Saya contract dia selama 24 jam untuk anda." 

" Apa ? tapi...

"Dia bukan teman saya. Dia escort. Dia lulusan academy escort yang dilatih secara professional menemani pria secara special agar merasa special. Apakah anda mau, saya minta dia datang  ke kamar anda ? Sekarang " 

" Oh.No, thanks."

Ah..saya jadi ingat istri di rumah.Walau istri tidak sehebat escort ,tidak secantik premium escort, tidak se-pintar premium escort tapi dia berbuat untuk cinta dan istri saya menemani saya karena contract dengan Tuhan untuk membuat saya sempurna tanpa perlu dimanjakan,tanpa perlu special,agar saya selalu rendah hati..selalu. Segera saya telp istri dirumah.

" mah..."

"Papa, ada apa ? " ..

"Aku kangen mama"

"Kapan pulang"

" Bulan depan. Mama lagi ngapain?

" Lagi mau sholat Tahajud..papa udah sholat ?"

“ Udah tadi maghrib. Ini mau sholat isya.”

“ Janga lupa sholat kalau mau tidur. Berdoa”


“ Ya mah..” 

Tidak bisa bersyukur..

  Ketika masuk cafe saya lihat Yuni, Esther, Wenny duduk di table yang sama. Saya temui mereka. Bicara sebentar. Saya keluar cafe untuk mero...