Posts

Showing posts from June, 2017

Obligasi rekap?

Image
Anda masih ingatkan peristiwa 18 tahun lalu dimana Pemeritah mengeluarkan Obligasi rekapitalisasi kepada bank bank yang disehatkan melalui skema BPPN. Dalam program itu, pemerintah melakukan penyertaan berupa obligasi rekap kepada bank-bank yang memenuhi persyaratan. Bank menerima obligasi rekap senilai aset kredit macet sebagai ganti atas aset macet bank yang diserahkan kepada pemerintah melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Aset-aset kredit macet itu dihargai 100 persen oleh pemerintah. Penerbitan obligasi ini mencapai Rp430,4 triliun. Secara umum, suntikan itu berhasil memperkuat permodalan bank. Dengan skema tersebut maka bank yang tadinya tidak mendapatkan sumber penerimaan dari kredit macet, selanjutnya memperoleh pendapatan tetap berupa bunga obligasi. Tentu bank akan sehat kembali untuk menyalurkan kredit kepada sektor real. Dan ekonomi kembali bergerak. Sampai disitu mungkin kita masih belum paham, Kok lucu pemerintah mau menukar NPL ( Kredit macet ) den

Uang hanya Alat

Image
Waktu di Swiss, saya selalu menggunakan waktu libur saya ke Rotterdam. Entah mengapa saya suka tinggal di Rotterdam. Ini kota kecil namun udaranya bersih sekali.Karena sebagian besar orang menggunakan sepeda sebagai alat transfortasi. Angkutan umum juga tersedia berupa kereta listrik yang membelah kota. Masyarakatnya sangat ramah dan tidak nampak terburu buru seperti Hong kong dan China.  Di kota ini saya berkenalan dengan pria tua yang menghabiskan usia pensi unnya sebagai banker di Utrecht. Pria tua itu bernama Daniel. Dia yahudi tulen. Orangnya ramah. Daniel di masa tuanya tinggal sendirian karena anaknya tinggal di Amerika sebagai banker. Ia hidup senang walau hartanya banyak namun dia tidak beli kapal pesiar atau rumah berkamar puluhan. Apartemennya di Utrecht hanya berukuran 45 meter. Jadi hidupnya sangat efisien. " Saya mampu beli rumah mewah atau mobil mewah tapi itu memakan ongkos mahal.Hasilnya apa ? hanya di pandang dan di banggakan. Useless. Lebih baik beli a

Kepemimpinan

Image
Ahok adalah jenis Manager yang hebat. Dia bukan politisi dan juga bukan tipe birokrat yang terjebak dengan sistem yang kaku. Berbagai prestasi dia yang fenomenal seperti reformasi birokrasi di lingkungan PNS DKI, reformasi APBD yang bertumpu terhadap peningkatan kinerja, penegakan hukum atas Perda dll , sebetulnya adalah prestasi Jokowi sesungguhnya. Ahok menjalankan kebijakan dan strategi Jokowi secara loyal dan konsisten. Itulah kelebihan Jokowi yang hebat memilih orang dan lebih hebat lagi adalah Ahok yang mampu menjaga kepercayaan Jokowi walau dia sendiri harus jadi korban dalam pertarungan besar yang di ciptakan Jokowi.  Lantas bagaimana sampai Ahok begitu loyalnya kepada Jokowi ? Dalam ilmu management itu yang disebutkan dengan management by participation. Artinya pemimpin mengarahkan bawahan untuk bekerja optimal bukan karana rasa takut tapi karana bawahan memahami visi pimpinan. Untuk sampai bawahan bisa menerima visi pimpinan, maka sang pemimpin harus mampu merebut ha

Kacang Garuda.

Image
Sudhamek Agoeng Waspodo Sunjoto terpilih sebagai Anggota Pengarah Pembina Ideologi Pancasila. Dia terpilih bersama 9 tokoh nasional lainnya seperti Megawati, Safii Maarif dll. Dikalangan pengusaha , semua tahu siapa itu Sudhamek. Dia adalah pengusaha yang termasuk 50 orang terkaya di Indonesia. Lah apa bisnisnya ? ya produksi kacang dan jualan kacang. Nama mereknya “ Kacang Garuda. Nah tentu anda semua tahu merek kacang ini. Karena pasti pernah merasakan kegurihan Kacang Garuda. Siapa Sudhamek itu ? ia adalah putra bungsu dari 11 bersaudara, dari pasangan Darmo Putro dan Poesponingroem. Ayah dan ibunya adalah pengusaha yang membidani berdirinya pabrik Kacang Garuda. Hanya sampai membesar perusahaan itu dan terkenal sampai ke manca negara setelah di komandani oleh Sudhamek. Sudhamek menyelesaikan pendidikanya di fakultas ekonomi Universitas Satya Wacana pada tahun 1981dan kemudian sarjana Hukum pada tahun 1982 di universitas yang sama. Setaman kuliah dia berkarir di PT. Gudang Gara

BRUNEI...?

Image
Waktu di Kuala Lumpur minggu lalu , ketika sahur saya ngobrol dengan tamu hotel yang berasal dari Brunei. Kami kenalan dan semakin akrab karena dia mengenal banker yang saya sebut sebagai sahabat yang pernah berkarir sebagai GM Baiduri Bank, Brunei. Menurutnya Brunei sedang berada di putaran krisis yang menuju lubang spiral yang tak berujung. Saat sekarang difisit APBN Brunei telah mencapai 16 %. Bandingkan dengan Yunani yang dinyatakan negara bangkrut karena difisit anggaran mencapai 15,7%. Walau kini Brunei nampak baik dipermukaan namun didalamnya sangat rapuh. Banyak asset Sultan yang nilainya USD 27 miliar di gadaikan atua dijual ke pihak lain untuk mengalirkan cash flow kedalam anggaran Brunei. Hanya masalah waktu asset ini akan habis karena saat sekarang menjual asset tidak mudah. Ada harga tapi susah pembeli. Apa penyebabnya ? Menurutnya karena 90% penerimaan negara berasal dari Minyak. Karena harga minyak dan gas terus turun maka PDP Brunei dari tahun ketahun sejak 2008

No, Thanks

Image
ilustrasi saja. Sorenya setelah meeting seharian , saya kembali ke Panninsula Hotel Beijing dimana saya menginap. Setelah sholat Ashar, saya rebahkan badan. Karena jam 7.30 saya harus menghadiri gala dinner yang diadakan asosiasi bisnis, dengan syarat harus membawa pasangan. Teringat tadi sore teman saya berpesan agar saya tidak perlu kawatir untuk datang ke acara Gala dinner. Walau saya tidak punya pasangan karena istri jauh di jakarta namun dia telah sediakan. Wanita yang akan mendampingi saya itu adalah sahabatnya. Jadi saya merasa aman. Maklum saya kenal reputasi teman ini, dan tentu dia akan mengirim pendamping yang pantas. Jam 5 sore, seorang wanita menelphone saya kekamar bahwa dia sudah ada di Loby. Wanita itu menyebut nama teman saya. Tahulah saya bahwa wanita itu akan mendampingi saya dalam acara gala dinner. Saya tegaskan bahwa saya akan turun setelah jam 6 karena harus sholat dulu. Saya menghubungi duty manager hotel agar mempersilahkan wanita itu menanti di loun