Posts

Showing posts from August, 2006

Rakyat dan Politik

Image
Ada tiga teori tentang loyalitas pemilih dalam pemilihan umum. Yang partama adalah teori Identification atau Michigan Model ( 1997) yang menjelaskan bahwa pemilih mengindentifikasikan diri dengan partai politik yang mereka dukung. Artinya pemilih menentukan pilihannya sesuai dengan paham partai tersebut ( demokrat, sosialis atau nasionalis ). Kedua, adalah pendekatan social loyality, dikenal dengan model eropa yang mengatakan variable identitas sosial adalah faktor lain penentu perilaku pemilih dalam pemilihan. Artinya dalam teori ini pemilih tidak lebih sebagai alat penegasan pemilih ( voters affirmation ) terhadap loyalitas sosial tertentu seperti agama, etnisitas komunitas dimana mereka dilahirkan, atau kesamaan profesi dll. Ketiga, adalah teori kompetensi dan integritas calon. Artinya pemilih lebih tertarik pada kualitas kandidat yang berlaga dipemilihan , atau isu kampanye yang dikomunikasikan pasangan calon, tanpa mempersoalkan identitas sosial kandidat. Di Indonesia yang me

Jalan masih panjang

Image
Mungkin inilah Pidato Kenegaraan yang pernah disampaikan oleh seorang president dengan jujur. Berbeda sekali ketika kampanye dulu, yang terkesan begitu optimis dan akhirnya menyulap jutaan pemilih untuk mengangkatnya menjadi president. Ada keraguan tentang sukses yanag saudah dicapai seperti keberhasilan pemerintah mengurangi angka kemiskinan dari 23,4% pada 1999 menjadi 16% pada 2005. “ Jalan masih panjang dan dibutuhkan participasi active masyarakat untuk mendukungnya ”.Seakan inilah kalimat yang bersanding untuk menyampaikan bahwa Negara belum mampu mengatasi agenda utama mengurangi kemiskinan di republic ini. Asumsi yang dikemukakan untuk melanjutkan program kerja tahun depanpun juga terasa realistis. Dimana menempatkan program penanggulangan kemiskinan dimasukkan dalam APBN. Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 6,3%, inflasi 6,5%, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia tiga bulan 8,5%, nilai tukar rupiah 9.300 per US$, dan harga minyak US$65, kita berharap penanggulangan kemiskinan b

Dibalik kisah Proklamasi

Image
Mungkinkah Revolusi Kemerdekaan Indonesia disebut sebagai revolusi dari kamar tidur? Coba simak ceritanya. Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00, ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. "Pating greges", keluh Bung Karno setelah dibangunkan dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi. Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta. Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah. "Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!", ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah

Makna kemerdekaan

Image
Apa yang membuat Indonesia merdeka setelah 350 tahun dijajah. ? Banyak jawaban berupa analisis dari sudut budaya dan agama tentang kemampuan Indonesia merdeka dari tangan kolonialis asing. Tapi ada orang lupa hal yang sangat mendasar , yaitu Persatuan dan kesatuan. Inilah kunci kemenangan bangsa ini melawan dan mengusir penjajah. Dengan persatuan dan kesatuan , belanda tidak bisa menggunakan politik adu dombanya dan akhirnya harus menerima kenyataan untuk keluar dan begitupula dengan jepang. Untuk menjaga kekuatan persatuan inilah maka nafas UUD 45 sangat dominant menempatkan president sebagai pusat kekuasaan dipemerintahan dan Negara, untuk menjaga seluruh eksponen bangsa dalam satu barisan yang kuat agar mampu melawan segala kemungkinan bentuk impiltrasi asing yang dapat menggoyahkan barisan tersebut Semangat persatuan inilah yang dijadikan target utama bagi pihak asing untuk dilunturkan agar asing dapat dengan mudah menguasai kembali ibu pertiwi. Terbukti setelah Indonesia merdeka,

Mencintai

Image
Saya sangat berharap putra saya memilih jurusan tekhnik untuk mendapatkan gelar insinyur. Betapa tidak? karena gelar ini adalah cita cita saya yang kandas dan akhirnya membuat saya masuk dalam dunia ekonomi dan keuangan. Tapi apa hendak dikata , ternyata putra saya lebih memilih Fakultas Ekonomi. Saya lepaskan ego saya , harapan saya dan selanjutnya saya beri dukungan kepada putra saya. Dalam perjalanan waktu, timbul rasa percaya dirinya untuk sukses dalam dunia pendidikan. Kelak bila dia berhasil , maka saya tahu itulah pilihannya dan dia pantas mendapatkan kebahagian dari pilihannya itu. Tentu saya akan lebih bahagia karena berhasil membuatnya bahagia dengan pilihannya. Saya tahu bahwa teman saya tidak suka berkelakar. Dia sangat serius. Sementara saya suka berkelakar untuk menciptakan suasana santai. Bila bertemu dengannya, saya harus merubah diri saya menjadi sangat serius. Padahal teman ini dalam posisi lemah dihadapan saya. Kadang setelah masalah serius selesai, saya lebih mem

Attitude...

Image
Pertama kali saya belajar mengaji yaitu melalui Nenek saya, Pertama kali saya mengetahui prinsip ilmu agama ya, dari nenek saya. Nenek pernah menyampaikan kepada saya bahwa yang paling utama yang harus saya pelajari adalah Ilmu Tauhid. Ilmu ini ibarat mengarungi bahtera maka Tauhid adalah kompas untuk menunjuk asal bertolak dan kemana tujuan akhir. Demikian analogi nenek tentang Ilmu Tauhid. Beliau juga menegaskan, ibarat bahtera, kadang kamu menghadapi gelombang besar, terbawa arus kencang ke samudera yang tak kamu kenal, tapi selagi kompas ada maka kamu tidak akan tersesat. Dengan kompas ditangan , kamu tak pernah gamang dengan segala cuaca dan badai. Kamu akan tetap istiqamah untuk sampai ditujuan akhir. Demikian uraian nenek saya yang tak pernah saya lupa. Kadang kepada anak saya, hal ini saya ulang ulang. Mengapa nenek mengatakan ilmu Tauhid itu ibarat kompas? Karena kehidupan adalah bahtera ditengah samudera kehidupan dan hanya Tauhid sebagai kompas yang bisa membuat k

Harga diri

Image
Kemarin saya bertemu dengan teman lama di loby hotel Mandarin Singapore. Dia langsung memeluk saya dengan hangat. “ Lama kita tidak jumpa ya. Kamu nampak kurus sekali tapi wajahmu bersih” Katanya dengan airmata mengambang. Saya menjawab “ Setahun lalu saya terkena stroke ringan. Alhamdulillah berkat pernyakit darah tinggai dan kolestrol membuat hidup saya lebih teratur. Hasilnya kini lihatlah. Tubuh yang tambur nampak langssing karena saya vegetarian sekarang.” Teman ini tersenyum cerah. Tapi sebetulnya ada bayangan diwajahnya rasa malu dihadapan saya. Tapi dengan sikap saya yang hangat telah membuat tak ada lagi jarak. Dia sahabat saya dan dia adalah saudara muslim saya. Tentang sahabat ini, mengingatkan saya kepada peristiwa dua tahun lalu. Dia sebetulnya adalah mitra saya dalam business. Orangnya well educated dan pernah menjadi CEO salah perusahaan yang diseganis di era Soeharto berkuasa. Kemitraan ini didasarkan oleh keyakinan saya bahwa dia orang yang memiliki pemahaman agama ya