Posts

Showing posts from April, 2020

Segera akhiri COVID-19

Image
Uang ada. Indonesia menghadapi dua krisis, yaitu krisis ekonomi dan pandemi COVID-19. Kedua krisis ini saling kait-mengkaitk. Kalau engga ada duit, COVID-19 engga selesai. Covid-19 engga selesai, ekonomi engga jalan. Pandemi COVID-19 telah menghantam sektor riil.   Selama Pandemi dan PSBB, bisnis yang masih bagus adalah farmasi, telekomunikasi hingga e-commerce. Sementara yang lainnya seperti industri makanan kemasan juga tetap tumbuh bagus. Namun yang lainnya seperti industri tourism, transportasi udara dan laut, otomotif, konstruksi dan real estate, manufaktur, serta jasa keuangan jelas suffering. Di samping itu, usaha informal    dan outlet toko jelas tengkurep. Dampaknya sangat luas terhadap perekonomian negara. Pajak jelas drop. Pertumbuhan jangan diharap, bisa bertahan saja sudah bagus. PHK secara terselubung tidak bisa dihindari khususnya tenaga kerja kontrak. Dengan situasi tersebut diatas, mereka yang kaya pasti berkurang kekayaannya. Yang miskin jadi tambah miskin.

Uang digital Yuan, China.

Image
Sebagian orang menyikapi atas peluncuran uang digital China terkesan seakan mata uang Yuan berpatokan dengan emas. Mereka beranggapan bahwa mata uang digital China sama dengan cryptocurrency yang bisa digunakan untuk alat spekulasi. Itu semua tidak tepat.  Mata uang digital China atau DCEP ( D igital C urrency E lectronic P ayment ) bukanlah cryptocurrency yang terdaftar di bursa cryptocurrency. Mata uang digital itu hanyalah mengubah metodelogi cara bertransaksi dengan uang phisik menjadi digital atau electronic. Sistem mata uang sendiri tidak berubah.  Secure  Secara teknologi sistem uang digital ini sangat secure. Mengapa ? karena dia menerapkan tekhnologi blockchain yang terpusat. Apa itu blockchain ? semua orang sudah terhubung dengan jaringan internet dan apa saja data tercatat dalam pusat data di dalam internet ( cloud ). Dari kumpulan dan jaringan data inilah lahirnya tekhnologi Blockchain. Dengan tekhnologi ini maka pusat data tidak lagi di atur oleh lembaga clear

Ancaman itu bukan corona tetapi oposisi.

Image
Uni Eropa memang sebuah gagasan yang usang. Kata teman saya kemarin ketika kami diskusi via WA. Mereka membuat aliansi karena alasan ekonomi, bukan karena alasan solidaritas dan kebangsaan. Sangat transaksional sekali. Makanya jangan kaget bila Italia menghamba bantuan alat kesehatan, tidak ada semangat solidaritas negara negara Eropa untuk membantu. Ironis, Uni Eropa, yang diwakili Jerman dan Perancis, enggan memberikan bantuan berarti kepada Italia, bahkan untuk beli alat medis saja dengan tetangganya, itupun dibatasi. Saat krisis, persatuan karena ekonomi itu menunjukan jatidirinya, bahwa persatuan Eropa hanya utopia.  Justru yang datang membantu adalah China. Walau China juga suffering akibat wabah COVID-19 namun  Cina setuju untuk mengirimkan 1.000 ventilator, 2 juta masker, 20.000 pakaian pelindung untuk petugas medis, dan 50.000 swab corona. Ini soal kemanusiaan. Orang Italia kini baru menyadari betapa tetangga jauh yang datang menolong. Italia dan juga Yunani, Portugal, S

Hegemoni Amerika, hegemoni mata uang

Image
Anda mungkin tahu istilah slow motion. Itu adegan lambat yang sebetulnya kita sudah tahu endingnya. Namun dengan adanya slow motion itu kita jadi tahu detail peristiwa. Nah apa yang terjadi pada Dollar AS, itu sama dengan slow motion. Endingnya kita sudah tahu bahwa kekuatan AS itu adalah mata uang. Makanya disebut sebagai super power. Apa yang terjadi sekarang terhadap hegemoni mata uang dollar AS, itu sudah diketahui oleh semua ekonom sejak AS memenangkan perang dunia kedua. Mari kita perhatikan. By process dollar AS sudah jadi alat pembayaran global. Anda mau transaksi dengan negara manapun, orang lebih percaya kepada Dollar, bukan mata uang lokal. Semua negara di dunia terpaksa menyimpan dollar sebagai cadangan agar bisa aman untuk belanja impor.  Setelah semua negara bergantung kepada dollar, maka AS mulai mengatur supplai uang ke pasar. Jadi uang bukan lagi sebagai alat pembayaran tetapi alat politik kekuasaan global.  Gimana caranya? AS melalui the Fed memberikan

Peluang di balik masalah.

Image
Kemanusiaan vs Ekonomi. Kata WHO, setiap detik empat orang mati di dunia akibat wabah kelaparan. Tidak menjadi kepanikan. Karena tidak dibicarakan. Orang percaya itu sudah kehendak Tuhan. Di dunia itu manusia akrab dengan kematian. Setiap orang pasti merasakan. Besok atau lusa, ajal pasti menjemput. Suka tidak suka itu sudah tugas malaikat maut. Namun kebanyakan orang lupa akan ajalnya. Seakan hidup akan selamanya. Ingin menguasai dunia. Seperti apa yang maunya. Kerakusan menjadi pakaian. Kesombongan dipertontonkan. Kesenjangan ekonomi tak terelakan. Orang kaya acuh dengan si miskin kaum papa. Ketika wabah datang melanda. Kepanikan terurai oleh Berita media massa. Semua karena corona. Setiap hari berita diperbarui. Setiap hari wabah menghantui. Setiap hari orang bicara angka kematian. Setiap hari orang ketakutan. Ekonomi tidak lagi bergerak. Fondasi ekonomi negara berderak. Semua karena keharusan menjaga jarak. Orang laparpun banyak berteriak. Negara harus hadir melindungi r