Tuesday, October 30, 2018

Kekuatan Cinta


1987

Mira tidak pernah mecintaiku tapi akhirnya dia menikah denganku. Mungkin kamu heran?. Engga usah heran. Inilah yang disebut takdir. Mira datang kepadaku karena dia telah berbadan dua akibat hubungannya dengan Endi, pacarnya. Walau dengan getir aku menerima karena alasanya untuk menutup aib dihadapan keluarganya, dan memungkinkan ada harapan dia tetap bisa melanjutkan kuliah setelah melahirkan. Aku berjanji akan menjaga rahasia ini dihadapan orang tuanya. Rahasia itu baru akan disampaikan setelah anak lahir. Maksudnya agar kami bisa menikah kembali secara resmi. Maklum hukum agama tidak bisa menikahi wanita sedang hamil. Jadilah pernikahan yang pura pura. Tapi aku terima itu semua karena aku memang mencintai Mira.

1989
Disamping disibukan dengan kuliah di sore hari, akupun disibukan dengan pekerjaan sebagai salesman keliling. Hanya itu pekerjaan yang bisa kudapat. Setiap hari dengan motor aku berkeliling kota untuk mendatangi calon pembeli. Tak ada gaji kecuali pengganti transfort dan uang komisi. Dari itulah aku bergulat membangun keluarga. Menafkahi keluargaku. Ya , aku pantas menyebut keluarga. Karena dirumahku bukan hanya aku dan Mira tapi juga ada Ananda. Putri kecilku yang cantik. Ku panggil dia dengan sebutan Nanda. Usianya baru satu tahun namun keberadaannya telah membuat hari hari kami semakin bahagia. Mirapun memilih berhenti kuliah karena itu.

1991
Nandaku, cantik dan lincah. Pertumbuhannya sangat mempesona. Dia cerdas . Gemar berlari kesana kemari dirumah petak kami.Selalu hadir didepan pintu ketika aku pulang dari kantor. Kedua tangannya langsung terjulur untuk minta digendong. Mira menyaksikan tingkah Nanda bersamaku dengan senyum bahagia. Setelah itu Nandaku akan tetap bersamaku. Dia gemar bermain apa saja yang ada didalam rumah. Kadang karena acap dia terjatuh dan menangis. Tangisan baru berhenti setelah kudekap. Kadang kelincahannya ini membuat MIra kesal hilang sabar. Tak ada yang selamat perabotan yang tergeletak. Asalkan terjangkau dengan tangannya maka bila itu piring, akan pecah. Bila sudah begini, Mira akan berteriak teriak kesal. Namun Nandaku tetaplah cahaya bagi kami berdua. 

1992
Ini hari wisudaku. ” Aku mampir kekantor sebentar untuk menyelesaikan pesanan pelanggan yang kemarin kudapat dan kemudian bergegas pulang.” Kataku kepada MIra agar dia menantiku dirumah. Namun setiba aku dirumah, sudah ada Endi sahabatku dulu yang juga pacarnya Mira. Dengan tenang Mira berkata bahwa dia harus kembali kepada Endi. Alasannya selama berumah tangga dia tidak bisa jatuh cinta denganku. Mira merelakan kalau aku mau merawat Nanda untuk sementara. Alasannya dia ingin mendukung karir Endi , nanti setelah mapan dia akan jemput Nanda. Aku hanya diam tanpa bereaksi apapun. Aku sadar, hanya masalah waktu Mira akan pergi meninggalkanku. Ini udah dikatakannya dari awal dan alasan dia tidak ingin punya anak dariku. Bagaimanapun aku bersyukur telah diberi kesempatan bersama dalam hidupnya walau hanya lima tahun.

1995
Nandaku sudah masuk sekolah. Dia cerdas dan sungguh sungguh belajar. Setelah Mira pergi, aku banting setir jadi pengusaha. Usahaku sebagai pengusaha terus berkembang. Aku bukan lagi sebagai salesman keliling tapi sudah menjadi pedagang eksport impor. Aku selalu sibukt. Dan Nandaku sehari hari lebih banyak bersama ART dirumah. Namun aku selalu luangkan waktu untuk pulang lebih cepat agar bisa menuntunnya mengerjakan PR sekolah. Hanya kadang ketika malam acap terdengar Nandaku mengigau menyebut mamanya. Ini mungkin ketika Mira pergi dari rumah dengan alasan keluar negeri dan akan kembali secepatnya. Tapi Mira tidak pernah kembali lagi menjemputnya. Akupun kehilangan kontak dengan Mira sejak ia pindah keluar kota. Orang tuanyapun tidak begitu peduli dengan kehidupan Mira.

Ketika Nandaku terbangun dari tidurnya, yang pertama ditanyanya adalah mamanya. Kukatakan dengan hati hati tentang Mira " Mama Nanda ke luar negeri untuk kerja. Mama cari uang untuk kita. "
" Luar negeri dimana ayah " Katanya lugu.
" Amerika, anakku "
" Jauh Ayah..?
" Jauh sekali. Tapi mama akan pulang untuk Nanda.." kataku dengan tersenyum untuk menyemangatkan hatinya.Nanda tersenyum juga. Sejak itulah rahasia tentang ibunya selalu kupegang rapat. Aku tak ingin buah hatiku membenci ibunya. Tak ada yang perlu disalahkan dan kecewa karena itu. Biarlah waktu nanti yang akan berkata.

2004
Nanda telah kelas 3 SMP. Dia cerdas. Dua kali lompat kelas etika di SD. Dia selalu juara disekolah. Nanda tumbuh menjadi remaja yang cantik jelita. Mirip Mira. Di matanya kulihat dia adalah hero bagiku. Keteduhan wajahnya yang senantiasa berhias senyum untuku , telah membuat hidupku begitu sempurna. Sejak kepergian MIra, aku tidak pernah menikah lagi, Nandalah yang menyediakan sarapan pagi untukku. Membuat minuman untukku. Aku tak lagi mempertanyakan mengapa Mira tidak ingat Nanda. Aku syukuri bahwa Nanda adalah hadiaah terindah Tuhan kepadaku. Apalagi Nanda tumbuh menjadi remaja yang sholeh.
” Ayah, Nanda pakai jilbab aja, ya. ” Katanya satu hari.
” Ya, Anak ayah semakin cantik kalau pakai jilbab ” Kataku
’ Nanda hanya tak ingin diganggu teman teman pria di sekolah. Nanda hanya inign terus belajar biar pintar. Nanda mau keluar negeri cari Mama...” Tak pernah sakalipun dia meninggalkan sholat. Kadang lama dia berdoa dan bila kutanya ” Apa yang Nanda minta kepada Tuhan ”
” Nanda hanya ingin Mama cepat pulang, ayah. ” Katanya. Pinta tulusnya adalah deritaku. Aku memang berbohong. Itu saja. Nanda tdak tahu bahwa Mamanya pergi untuk melupakannya. Bagaimana dengan MIra ? belakangan aku dengar kabar Mira ada di Kalimantan. Dia sudah bercerai dengan endi. Pernah aku mencoba mencarinya di kalimantan tapi terlambat Mira udah pindah dari tempat tinggalnya. Entah kemana.

2007
Nanda tamat SMU, dia bersikeras hendak melanjutkan sekolah ke Amerika. Tetap alasannya ingin mencari ibunya. Berulang kali aku meyakinkan dia bahwa tidak mudah menemukan mamanya. AS itu negara besar. Tapi Nanda ingin terus mencari mamanya. Nandaku langsung sujud dipahaku. Di peluknya pinggangku. ” Ayah ,Nanda sebetulnya engga mau ninggalin ayah sendirian. Nanda engga maksa minta untuk sekolah kesana. Engga Ayah.. Nanda hanya ingin cari mama...ayah..”. 
“ Mir, dengarlah anakmu, buah hatimu. Dia cerdas dan selalu mengharapkanmu. Diwajahnya, kamu selalu hadir menemaniku dalam cinta.” kataku dalam hati sambil menahan tangis.
Ku belai kepalanya dengan lembut ” Ayah tahu. Nanda sayang ayah, Ayah juga sayang Nanda tapi masa depan Nanda jauh lebih penting bagi Ayah. Pergilah. Ayah akan baik baik saja. ” Kataku dengan tegar.
” Siapa yang akan menjaga Ayah kalau Nanda engga ada ?
” Tuhan akan jaga Ayah, Yakinlah. Kan itu yang selalu Nanda bilang ke Ayah ..Tuhan selalu jaga kita bila kita dekat kepada Allah..”
Sebulan setelah itu akupun berangkat ke AS untuk mengantar Nanda melanjutkan sekolahnya.

2009
Aku berangkat ke AS karena Nanda minta aku hadir untuk acara di kampusnya. Sesampai disana, barulah aku tahu bahwa Nanda mendapatkan penghargaan lomba tulis ilmiah yang bertema lingkungan hidup. Tulisan terbaik. Yayasan yang memberikan penghargaan iut memberinya beasiswa untuk jenjang master. Ketika acara pemberian hadiah itu, Nanda diberi kesempatan untuk menyampaikan pidato dihadapan banyak orang pemerhati lingkungan hidup dari berbagai kalangan.

Dia berkata ” Kita memang hidup dalam situasi crisis lingkungan karena iklim. Tapi tak ada krisis yang lebih parah dibandingkan dengan crisis cinta. Rusaknya ekosistem kita karena kita tidak lagi memakanai cinta dengan tulus. Cinta bagi kita sekarang adalah sesuatu tentang ”meminta ”. Kita tidak pernah berlaku seperti matahari yang selalu memberi untuk kehidupan. Kita tidak pernah berlaku seperti cinta ibu kepada anak anaknya. Bumi dan kita adalah cinta yang terlupakan. Saatnya untuk kembali kepada cinta dan karena Tuhan memberikan Bumi ini untuk satu patah kata tentang Cinta ” Suara tepukan membahana ruangan pertemuan itu. Semua hadirin berdiri memberikan aplusan tak hentinya.

Kutatap Nandaku tersenyum menatapku. Seakan dia berkata hanya untukku bukan kepada orang lain.
Ketika pemberian hadiah, MC menanyakan ” apakah ada lagi yang anda inginkan selain hadiah ini ”
Nanda kembali menatap kearah tempat dudukku dan dia nampak berpikir dan kemudian kulihat airmatanya berlinang. Ruangan pertemuan sunyi senyam. Orang menantikan jawabannya.
” Katakanlah , apa lagi keinginan anda ? Kembali MC mengingatkannya..
” Dalam hidupku, aku hanya menginginkan mama kembali padaku.” Nanda menatap kearah penonton dengan suara parau ” Mama , ini Nanda, kata ayah , mama diluar negeri. Sekarang Nanda ada disini. Ma , nanda ingin mama ada disamping nanda sekarang..”

Airmataku tak bisa dibendung. Aku menangis. Ruangan pertemuan itu menjadi saksi tentang kekuatan cinta Nanda. Semoga Mira bisa mendengar dan kembali untuk Nandaku, ya Mir… Saatnya aku kembali ke tanah air setelah usai Acara itu. Nanda memeluku dengan tangisan di Bandara. Aku tahu betapa berat dia berpisah denganku. " Nanda janji akan cari mama disini , ayah. Nanda akan pulang bersama mama, untuk Ayah..”

2012
Aku mendapat surat yang kesekian kalinya. Ya karena setiap bulan Nanda selalu menulis surat kepadaku. Kadang dalam sebulan enam kali surat datang. Nanda bercerita banyak hal tentang sekolahnya di Amerika. Juga kegiatanya selepas jam kuliah. Dia juga tak lupa mengingatkanku untuk menjaga kesehatan. Menjaga sholat. Kalau ada sempat, Nanda meminta ku untuk sholat tahajud agar mamanya kembali kerumah. Setiap suratnya selalu terslip kata samar samar yang itinya menanyakan apakah mamanya sudah pulang. Itu saja. Kubuka surat itu , ” ayah , aku besok pulang, aku sudah sarjana Ayah. Aku ingin bekerja di tanah air. Aku ingin bantu ayah dan cari mama…”


Ya , Nanda telah Sarjana. Dia akan kembali padaku. Aku harus mulai berkata jujur padanya. Tentang mamanya, tengtang Mira. Aku yakin Nandaku dapat bijak menerima kenyataan ini tanpa harus membenci mamanya. Aku memang bukan ayah kandung Nanda tapi kebersamaan dengan Nanda adalah berkah tak terhingga untuk kusyukuri tanpa sesal..walau cinta tak berbalas..

Friday, October 26, 2018

Rendah hati selalu.

Kadang sebagian kita beranggapan bahwa pihak yang berseberangan adalah musuh Jokowi dan berharap Jokowi menghadapinya dengan kebencian dan permusuhan. Itu tidak tepat. Masalah HRS itu murni masalah hukum. Kebenaran yudicial adalah kebenaran hukum yang belum tentu sama dengan kebenaran filosopi dan dogmatis. Belum tentu sama dengan kebenaran sosiologi atau kebenaran kultural. Kalau sampai HRS tersangkut hukum, itu hanya masalah hukum. Dan kalaupun akhirnya dia dinyatakan bebas dengan keluarnya SP3 dari Polisi , itupun bebas karena hukum. Soal lainya itu antara HRS dan Tuhan. Itu antara HRS dengan masyakarat. Negara tidak punya ruang mengadili soal persepsi masyarakat dan keadilan Tuhan.

Seorang teman pernah bertemu Jokowi ketika masih Gubernur DKI. Dalam pertemuan itu , teman saya sempat bertanya kepada Jokowi. “ bagaimana sikapnya terhadap musuhnya ? Dengan santai Jokowi mengatakan bahwa dia tidak pernah punya musuh. Yang ada hanya perbedaan pendapat. “ Saya menyimpulkan bahwa orang yang tidak menganggap orang lain musuh maka pasti dia tidak punya sifat benci. Tidak ada dendam. Pasti baginya terbuka dialogh untuk mencoba saling mengerti. Tanpa sikap rendah hati, tidak mungkin orang bisa bersikap seperti itu.Mengapa ? yang menghalangi orang berdamai karena merasa dia lebih baik dari orang lain dan orang lain lebih rendah darinya. Padahal hidup ini bukan mengekalkan perbedaan tetapi mengeliminasi perbedaan. Bukan mengekalkan permusuhan tetapi menciptakan perdamaian.

Jokowi tidak menganggap lawan politiknya adalah musuh yang harus dihadapi dengan taktik muslihat. Tidak. Dia menghadapinya dengan cinta. Dia bisa memisahkan mana ranah pribadinya , mana ranahnya sebagai presiden. Sebagai pribadi, Jokowi pasti pemaaf. Sebagai Presiden maka hukum dan UU adalah dasarnya bersikap. Makanya kalau Jokowi tidak mau intervensi hukum itu bukanlah karena sikap politik tetapi lebih kepada sikap pribadinya. Secara pribadi dia tidak punya dendam yang sehingga menggunakan kekuasaanya untuk “menghabisi” orang lain. Kalaupun orang itu akhirnya jadi pesakitan maka itu karena ulahnya orang itu sendiri. Semua harus menanggung akibat perbuatannya sendiri sendiri. Didunia maupun diakhirat.

Nelson Mandela sukses menumbangkan Rezim Apartheid dan akhirnya melakukan perubahan system kekuasaan yang lebih demokratis karena kerendahan hatinya dan menolak kekerasan dengan memaafkan orang yang menzoliminya terlebih dahulu. Mahatma Ghandi di India mampu merebut kemerdekaan India dengan menawarkan kesederhanaan dan Anti kekerasan. Tak ubahnya dengan tokoh dunia lainnya seperti ibu Teresa, Martin Luther King dan lain lain. Tapi dari 100 tokoh dunia yang paling berpengaruh sepanjang masa , Nabi Muhammad ditempatkan nomor 1 karena sifat pribadinya yang sangat Agung. Para pendiri negara kita adalah orang hebat yang mengutamakan perdamaian atas dasar kebinekaan.Tidak mungkin persatuan Indonesia dapat terjelma bila satu sama lain yang berbeda saling membenci dan memusuhi.

Jokowi unggul di Jakarta untuk jadi gubernur dan kemudian jadi RI-1 karena sifat kesederhanaan nya yang membumi, bukan hanya terhadap dirinya tapi juga terhadap keluarganya sendiri. Padahal Prabowo yang telah beriklan sepanjang tahun tentang dirinya yang gagah dengan duduk diatas pelana kudanya, yang di back up oleh barisan ulama flamboyan dapat di kalahkan. Itulah kedahsyatan orang yang rendah hati. Sikap rendah hati adalah sikap yang telah selesai dengan dirinya sendiri. Perjuangannya tidak lagi dilandaskan kepada kepentingan dunia tapi kepentingan dari langit. Ajaran agama bagaikan elang yang terbang setinggi langit namun membumi bagaikan induk ayam yang tak lain kecuali memberi cinta tanpa batas dan kelas.Mereka dicatat sejarah karena pribadi yang agung. Pribadi Cinta…

***
Bersama istri saya keluar dari Loby Grand Hyatt. Sambil nunggu kendaraan datang kami ngobrol di loby. Ada mobil inova berhenti didepan Loby. Turun pria muda dengan senyum tipis melangkah cepat kedalam hotel. Pakainya sederhana.“ Mama tahu siapa yang barusan keluar dari mobil Inova itu ?
“ Engga. Siapa ?
“ Itu dia Direktur dan pemegang saham pengendali BCA”
“ Ah masak iya. “
“ Ya. Armand Wahyudi Hartono. Putranya pak Robert Budi Hartono. Keluarga terkaya nomor 1 di Indonesia.
“ Oh hebat ya.”
“ Ya hebat itu bukan hartanya tetapi dia bisa hidup sederhana dengan segalam kemelimpahan harta yang ada. Itu engga gampang”

Hampir semua pengusaha yang pernah berurusan dengan Keluaga Pak Budi, tahu bagaimana anak-anaknya sangat menghargai waktu, pada pertemuan dan acara apa pun. Punya integritas hebat. Namun selalu tampil sederhana. Tidak pernah lupa mengucapkan terimakasih kepada siapapun. Ponakan pak Budi, Lucy Agnes yang juga dari keluarga pemilik Ayam Bulungan setelah menamatkan S2 di Amerika serikat, memilih menjadi orang miskin dan hidup menjoblo sebagai suster. Semua generasi muda keluarga Djarum memang hidup sederhana. Itu berkat didikan dari orang tua dan paman mereka. Bagaimana seharusnya menjalani hidup. Bukan harta yang jadi ukuran tetapi manfaat hidup bagi orang banyak.

Kalau melihat keluarga Jarum dan melihat sebagian orang kaya, betapa kehidupan glamor keluarga orang kaya lainnya itu sangat memalukan. Dengan tampa malu mereka mempertontonkan kehidupan mewah itu di sosial media. Tas seharga puluhan ribu dollar. Kendaraan mewah. Rumah mewah. Makan malam yang mewah. Bahkan sebagian besar mereka terjebak dengan kehidupan sex yang menyimpang dan narkoba. Orang kaya dari kalangan pengusaha atau pejabat, memang kadang kekayaan itu jadi racun bagi keluarga dan anak anaknya. Bukannya harta membuat mereka bersyukur dengan hidup sederhana dan berbagi. Tetapi justru seakan jadi kutukan bagi anak dan keluarga.

Kalau secara ekonomi hidup anda tidak beruntung, hidup sederhana bukan soal pilihan. Takdir mengharuskan anda hidup dalam kesederhaan. Kalau anda melewatinya dalam kesabaran dan penuh prasangka baik maka Tuhan akan memberkati hidup anda. Badan anda akan sehat dan hidup akan melimpah dalam kecukupan secara spiritual. Tetapi bila secara financial anda freedom, anda bisa hidup sederhana melepaskan diri dari kemewahan hidup, itu adalah pilihan. Tetapi pilihan yang tidak mudah. Karena yang tersulit menahan nafsu ketika harta berlebih di beri Tuhan. Engga gampang. Saya secara pribadi dapat merasakan itu. Apalagi posisi sebagai Presiden seperti Jokowi yang menguasai sumber daya nasional. Tetapi tetap hidup sederhana.

“ Sama seperti Papa, yang tidak hanya mengajarkan hidup sederhana tetapi memang gaya hidup papa sederhana dari sononnya. Sangking sederhananya papa engga punya kendaraan pribadi. Mama dan anak anak walau tidak bisa sesederhana papa, engga milih kendaraan mewah kok. Kendaraan kami sederhana kok. Mama inova kan. Mama juga engga mau tinggal dilingkungan mewah. Hidup sederhana itu membuat kita nyaman. “ Kata istri dengan tersenyum. Saya merangkul pundaknya. Yang membuat kami kuat karena ukuran kami tidak harta tetapi cinta. Ya mencintai dengan cara sederhana.

Kadang kita ingin mengubah dunia menjadi lebih baik. Tetapi kita lupa mengubah diri kita sendiri menjadi pribadi yang baik. Kalau masih ada sifat  tinggi hati maka sifat benci dan bermusuhan tidak akan pernah hilang, maka jangan harapkan ada perdamaian. Yakinlah. Leo Tolstoy pernah berkata ‘Everyone thinks of changing the world, but no one thinks of changing himself. Dari sosok Jokowi dari tahun ketahun kita melihat fakta dimana perubahan terjadi bukan karena acaman bedil seperti era Soeharto tetapi karena lebih mengutamakan pendekatan persuasif atas dasar cinta. Kalaupun akhirnya masuk ranah hukum maka itu adalah pilihan terakhir namun tetap saja berdimensi moral tanpa ada kesan kebencian karena alasan apapun.


Low profile


Dua orang ini punya kesamaan yaitu pengusaha kreatif. Karena lingkungan Mark yang doyan berkomunikasi maka lahirkan kreatifitas media sosial Facebook. Karena lingkungan Jokowi yang kaya hasil hutan, maka lahirlah kreatifitas furniture kayu jati. Baik Mark maupun Jokowi sama sama menjadikan kreatifitas nya berkelas dunia , di terima manca negara. Mereka berbisnis karena passion nya. Pasar berbeda ,paham berbeda, harta berbeda,namun keduanya punya kesamaan : RENDAH HATI. Jokowi sebagai presiden datang ke kantor Mark tanpa mengenakan setelan jas dan Mark pun menerima dengan pakaian resminya ,celana denim,kaos oblong. Keduanya saling mengagumi bukan karena anda Presiden dari 250 juta orang dan anda pengusaha hebat dengan capitalisasi saham Rp. 3000 Triliun rupiah tapi karena keduanya mengutamakan kesederhanaan dan kerja keras. Ternyata perbedaan itu biasa, namun kesamaan karakter akan rendah hati dan semangat untuk berbuat adalah universal,di terimana di mana saja.

Sambil menanti waktu boarding saya minum kopi sambil merokok di ruang priority Pass Premier Lounge CX Bandara Soeta, didepan saya ada Polisi berseragam gagah. Di pundaknya ada satu bintang. Duduk di kiri kanannya ada ajudannya. Tak berapa lama ada bule mendekati sang Jenderal minta agar menggeser duduknya karena butuh colokan listrik untuk recharge smartphonen nya. Sang jenderal dengan ramah berdiri. Bukan hanya berdiri tapi membantu bule itu mencolokan kabel ke listrik. Saya takjub, diruang berkelas, masih ada kesederhanaan dan kerendahan hati. Walau ada bintang di pundak, ajudan dikiri kanan, tak menghalangi orang untuk mengnolkan dirinya dan berbagi. Saya takjub.

Ketika keluar ruangan untuk boarding, saya menganggukan kepala dan tersenyum kepada Jenderal itu. Apalah saya dibandingkna jenderal itu, yang mungkin pernah menyabung nyawa untuk tugasnya, atau bisa saja harus meninggalkan keluarganya untuk tugas yang tak pernah dia tanya mengapa. Bintang di pundaknya adalah repliksi pengorbanan sepanjang usia. Tapi dia malah berdiri menundukan tubuhnya kepada saya sebagai bantuk balasan rasa hormat saya. Saya melihat Jokowi membungkuk tubuhnya dihadapan Guru, dihadapan anggota Dewan yang terhormat usai berpidato. Saya bukan hanya takjub tapi lebih dari itu saya menaruh hormat, Bukan karena pangkat dan jabatan mereka tapi karena kerendahan hati.

Yochai Benkler, guru besar dari Yale itu, menulis The Wealth of Networks, menjelaskan tersirat bahwa kapitalisme menjadi kehilangan sisi kemanusiaan ketika sombong dan tinggi hati menciptakan kelas, bukan tempat berkelas atau kemewahan yang membedakan tapi sikap arogan itu penyebabnya orang berbeda. Tidak selalu pasar menguasai segalanya untuk laba. Facebook di buat tidak bertujuan laba, kecuali membangun jaringan sosial antara mahasiswa dan berbagi rasa satu sama lain. Richard Stallman menyediakan peranti lunak gratis bagi siapa saja. Beriburibu pengembang software pun bekerja sebagai sukarelawan bersamasama dan berhasil menciptakan GNU/Linux. Sebanyak 4,5 juta sukarelawan lain menciptakan sebuah superkomputer paling kuat di muka bumi, SETI@Home.

Dulu orang merasa bangga bila di rak bukunya ada buku ensiklopedia karena itu menunjukan dia punya kelas. Tapi kini Wikipedia, didirikan pada 2001, ensiklopedia lewat Internet ini kini sudah terbit dalam 266 bahasa, isinya ditulis oleh 75 ribu penyumbang aktif. Siapa saja sebenarnya dapat mengisi dan mengedit isinya—dan dengan demikian diasumsikan ada saling koreksi dalam proses berbagi informasi itu. Dalam komunitas yang terbentuk oleh Wikipedia ini—tiap bulan ia dikunjungi 65 juta orang sebuah dunia baru tengah mendesak dunia ensiklopedia berbayar. Kapitalisme adalah kekuatan pasar tapi pasar yang bersehaja yang tetap menganggap manusia itu equal, sombong itu burukl. Ada kerendahan hati yang membuat apapun sistem menjadi indah. Karena berbagi, itulah nilai kemanusiaan yang membuat hidup lapang.

Ketika akhirnya Mark Zuckerberg kaya raya karena jaringan sosialnya dihargai orang melalui bursa, Mark tetap menjadi kapitalis dengan sikap rendah hatinya tanpa ada simbol kemewahan sebagai miliarder. Jokowi terpilih sebagai presiden dari proses politik kapitalis dan mengontrol sumber daya raksasa republik ini namun tidak membuat dia merasa rendah bila harus rendah hati. Maka para pemikir muram tak boleh mengatakan dengan geraham gemeretak bahwa kapitalisme adalah sistem yang menelan ”ruang kehidupan” tapi akhlak buruk lah yang merusak semua.  Ketika orang membenci Kapitalisme karena alasan dia tak ingin dibayar murah bekerja ala kadarnya, tidak mau kalah dalam kemiskinan karena modal yang berkuasa, namun pada waktu bersamaan dia jadi budak patron agama, bukan karena modal tapi untuk fantasinya. Bukan karena business class atau economy class tapi kesombongan beragama dan status sosial yang laku dijual untuk hidup senang dan membuat orang banyak patuh, disitulah sebenarnya kerakusan kapitalisme sedang dibangun diatas bani BOTOL.




Friday, October 19, 2018

Kelas menengah ?

Usia 24 tahun saya sudah punya rumah sendiri. Artinya secara financial saya sudah dapat memenuhi standar dasar kebutuhan manusia modern yaitu sandang, pangan dan papan. Padahal penghasilan saya dulu jika dibandingkan dengan anak muda sekarang mungkin lebih kecil. Berjalannya waktu , semakin lama pendapatan orang samakin meningkat. Kebutuhan juga meningkat. Berjuang dari low income ke middel income tentu tidak sulit. Tetapi tidak banyak orang yang bisa keluar dari middle income menuju high income. Mengapa ? karena faktor ketidak mampuan menjaga disiplin memisahkan mana kebutuhan dan mana keinginan.

Rasa cepat puas juga cenderung membuat orang stuck pada posisi middle income. Makanya jangan kaget bila sekarang anak muda usia 40 tahun lebih masih dibebani utang cicilan rumah dan kendaraan. Padahal income mereka rata rata diatas USD 6000 setahun. Saat sekarang sebagian besar kelompok menengah di Indonesia masuk dalam middle income traps. Kalau mereka tidak berubah maka bukan tidak mungkin bonus middle class ini tidak memberikan manfaat apapun bagi kemajuan bangsa. Bahkan menjadi beban negara. Bukan tidak mungkin orang muda menjadi tua dalam kemiskinan. Karena terjebak dengan midle income traps yang kadang menggiring orang jadi hedonisme. Doyan ngopi ditempat berkelas, menghabiskan uang untuk piknik dan buag waktu main game online.

Richard Florida menulis buku yang berjudul The Rise of Creative Class. Dalam buku ini kita dapat membuka pikiran bahwa di era sekarang dan kedepan orang yang bisa keluar dari middle income traps adalah orang yang punya skill khusus seperti seniman, programer/software developer, arsitek, product designer, konsultan, creative director, pengrajin, fotografer, writer, dokter dan tentu saja entrepreneur. Orang yang punya skill cenderung punya passion dan disiplin tinggi mengembangkan dirinya dan focus kepada kemampuan beradabtasi dengan perubahan. Mereka lebih suka ikut kursus menambah pengetahuan daripada buang waktu main game atau piknik. Mereka lebih suka membahas hal yang positip daripada buang waktu membahas hal yang negatif. Merekalah kelompok masyarakat yang akan bisa membawa Indonesia lolos dari middle-income trap.

Kita patut bangga kini Indonesia punya sekitar 50 juta masyarakat kelas menengah. Tapi itu semua tidak ada apa-apanya kalau kelas menengah itu hanyalah sebatas kelas konsumerisme. Pekerjaan besar bangsa ini adalah membentuk kelas menengahnya menjadi creative class yang produktif menciptakan lapangan kerja dan membangun daya saing Indonesia. Setidak usia 30 tahun tidak lagi mikirin rumah, pakaian dan makan. Usia 40 mereka sudah focus membangun nilai nilai. Usia 50 tahun mereka sudah selesai dengan dirinya sendiri untuk menikmati hidup dalam kekayaan spiritual. Mari berubah…

Monday, October 01, 2018

Gaya hidup



Usia 39 tahun saya kena strok ringan dan kemudian empat tahun kemudian atau usia 43 tahun saya kena strok ringan lagi ketika sedang di guangzho. Salah satu dokter di china menasihati saya agar mengubah gaya hidup. Gimana caranya? Perkaya spritual kamu. Ubah persepsi kamu tentang kesuksesan. Ubah persepsi kamu tentang harta. Ubah persepsi kamu tentang kehormatan. Ubah persepsi kamu tentang bahagia. Ya apa tip yang jitu untuk bisa mengubah persepsi itu? Desak saya. Menurutnya “ melihat lah kedalam. Jangan melihat keluar. Melihat keluar kamu akan tersesat. Melihat kedalam kamu akan tercerahkan. Sehingga semua itu dapat terjawab dengan mudah. “

Saya kuasai ilmu agama karena ibu dan nenek saya ulama. Dari kecil saya sudah diajarkan soal Tauhid dan Syariah. Tetapi saya tidak menemukan jawaban yng memuaskan. Bagi saya ilmu, tetaplah ilmu namun itu bukan jalan saya menemukan cahaya. Saya ingin sehat. Karenanya saya ikut program healing di Hunan di pedepokan Shaolin. Saya juga ikut program ritual Mutih. Benarlah lewat program itu saya menemukan jawaban yang membuat saya tenteram. Bahwa apapun yang membentuk pribadi saya itu tergantung kepada persepsi saya. Kesalahan terbesar adalah bila persepsi saya tentang materi berhubungan dengan kebahagian, kelengkapan diri. Sampai mati saya tidak akan pernah menemukan kebahagiaan dan kelengkapan. justru saya akan terperangkap paradox.

Untuk lebih jelasnya saya akan uraikan lebih jauh tentang apa itu persepsi ?. Semua tahu mangga ? yang anda pahami bahwa mangga itu rasanya manis atau asam. Kulitnya kuning atau hijau. Kalau dibanting akan terdengar suara lembek. Cobalah rasakan? rasa manis atau masam karena lidah anda, bukan mangga. Warna kulit karena mata anda, bukan mangganya. Suaranya ketika di banting karena telinga anda, bukan mangganya.Lantas apa sebetulnya mangga itu ? Mangga itu adalah persepsi anda yang di terjemahkan oleh otak berkat memori yang tersimpan berdasarkan informasi dan pengalaman anda.

Mengapa kalau engga makan nasi belum terasa makan? karena persepsi anda bahwa untuk bisa kenyang ya harus makan nasi. Mengapa kalau engga kaya engga bahagia ?karena persepsi anda bahwa untuk bahagia harus kaya. Mengapa kalau bukan cantik atau ganteng tidak menarik?karena persepsi anda bahwa cantik dan ganteng membangkitkan libido anda. Mengapa harus jadi sarjana untuk bisa jadi orang pintar ?karena persepsi anda untuk jadi orang pintar harus sarjana. Mengapa harus pakai bermerek membuat gengsi anda baik ? karena persepsi anda bahwa pakaian bermerk menaikan kelas anda. Semua karena persepsi. Karena persepsi itu membuat anda terisolasi pemikiran dan informasi dari luar.

Benarkah persepsi itu absolut ? saya pernah melakukan pengalaman tirakat "mutih " di sebuah pondok pesantren. Sebelum memasuki tirakat "mutih" sang kiyai menanamkan persepsi bahwa " kita menciptakan kejadian di alam semesta ini bersama Tuhan. Kedua, kita bekerja sama dengan Tuhan untuk menciptakan berbagai peristiwa yang kita kehendaki. Artinya Allah itu sangat dekat dengan kita. Bahkan kalangan ahli tasawuf mengajarkan manusia harus memikirkan diri sebagai manifestasi Tuhan. Sebagaimana paham wahdatul wujud, bahwa kehendak seseorang bersatu dengan kehendak Tuhan. Semua hal yang ada di dunia ini akan kembali pada dirimu sendiri, didalam pikiranmu. Kau milik dirimu sendiri.Kalau kau anggap semua benda tidak ada maka yang ada adalah dirimu sendiri.". Persepsi di tanamkan pada diri saya.

Selama ritual itu saya lalui, hari pertama sampai seminggu ,perasaan lapar dan haus terus mengganggu saya. Saya menderita dan lemah. Namun lewat seminggu, lewat pengalaman yang melelahkan, persepsi saya mulai terbangun. Bahwa tidak ada lapar, tidak ada haus tidak ada keinginan apapun. Apa yang terjadi ?lewat seminggu kemudian , saya benar benar tidak merasakan lagi lapar dan haus. Saya tidak lagi memikirkan lezatnya makanan.Tidak lagi memikirkan air untuk di minum.Tidak lagi memikirkan hal diluar yang membuat saya senang. Saya hanya melihat kedalam diri saya sendiri. Tanpa disadari saya bisa mengendalikan pikiran saya, dan tentu perasaan senang, bahagia, libido,orgasme, lapar, menderita pun dapat saya kendalikan. Semua karena pikiran, karena persepsi.

Jadi, dirimu terbentuk karena persepsimu atas dasar pengetahuan dan pengalamanmu. Bila pengetahuan dan pengalamanmu membentuk persepsi hidup ini menakutkan maka kau akan menderita. Bila persepsi mu buruk tentang sesuatu maka hasilnya akan buruk menimpamu. Bila persepsi tentang hidup ini adalah perjalanan spiritual yang indah maka hidupmu akan penuh cinta ,tentu kebahagian akan menyertaimu. Kemenangan akan menjadi bagianmu. Karenanya, bertemanlah dengan orang yang soleh, yang membuatmu berpikir positip dan berbicaralah tentang hal yang baik agar orang lain mendapatkan persepsi yang baik. Karena bagaimanapun kamu bertanggung jawab atas dirimu dan dilingkunganmu...

Atas dasar pemahaman baru itu, saya bisa tersenyum dengan keadaan diluar saya yang masih menganggap sukses ukurannya adalah harta dan jabatan. Saya melihat kedalam diri saya. Saya menemukan kebahagiaan dan kelengkapan ketika saya bisa Relax dengan kekurangan, hinaan, pujian, dan kelebihan harta. Persepsi saya semua itu sama saja. Itu hanya virtual yang bisa saya luruskan melalui latihan spritual setiap waktu. Akhirnya saya bisa selalu Relax. Bisnis deal sukses dan gagal tidak pernah lagi membuat saya euforia atau stres. Sayapun tak pernah lagi menghitung saldo uang di bank atau jumlah asset. Saya tidak terhina bila mengajak orang beramal dan berbagi. Karena saya ingin orang bahagia menurut persepsi saya. Bahwa berbagi itu menyehatkan jiwa.

Kemanapun saya naik angkutan umum. Tanpa kendaraan pribadi. Makan ditempat orang kebanyakan Ok, ditempat berkelas juga biasa saja. Tangan saya bersih tanpa jam tangan seharga puluhan ribu dollar. Pakaian saya sederhan. Dipuji orang tidak membuat saya mabuk. Di hina orang tidak membuat saya rendah. Apa yang terjadi karena itu ? Kini diusia 56 tahun. Alhamdulilah. Badan saya sehat. Penyakit jantung dan darah tinggi pun hilang. Penyakit kolestrol hilang. asam lambung sembuh. Benar menurut Peneliti Jepang bahwa penyebab penyakit adalah karena 50% faktor spiritual, Psikis 25%, Sosial 15% dan Fisik 10%. Jadi phisik yang dijaga setengah mati dengan menu sehat dan Gym ternyata hanya 10% faktor yang membuat anda sehat.

Jadi kalau kita ingin selalu sehat, perbaiki : Diri kita, Pikiran kita,terutama hati kita dari segala jenis penyakit. Hindari iri, dengki, pendendam, fitnah, benci, amarah terpendam, sombong, pelit, egois, keras kepala, sedih, malas, dan lainnya. Perbanyak Doa dan mudah memaafkan. Lembutkan hati dan ikhlaskan yg sudah terjadi. Banyak bersyukur dan nikmati kebahagiaan sekecil apapun. Jalin persaudaraan yang mengajak dan selalu mengingatkan dalam kebaikan. Serap ilmu dari arah mana saja. Dari kawan maupun lawan.

Wahyu dan Zaman

  Wahyu yang selama ini dikenal dan dipahami oleh umat Islam berbeda dengan fakta dan klaim sejarah. Karena wahyu yang absolute hanya saat w...