Posts

Showing posts from October, 2018

Kekuatan Cinta

Image
1987 Mira tidak pernah mecintaiku tapi akhirnya dia menikah denganku. Mungkin kamu heran?. Engga usah heran. Inilah yang disebut takdir. Mira datang kepadaku karena dia telah berbadan dua akibat hubungannya dengan Endi, pacarnya. Walau dengan getir aku menerima karena alasanya untuk menutup aib dihadapan keluarganya, dan memungkinkan ada harapan dia tetap bisa melanjutkan kuliah setelah melahirkan. Aku berjanji akan menjaga rahasia ini dihadapan orang tuanya. Rahasia itu baru akan disampaikan setelah anak lahir. Maksudnya agar kami bisa menikah kembali secara resmi. Maklum hukum agama tidak bisa menikahi wanita sedang hamil. Jadilah pernikahan yang pura pura. Tapi aku terima itu semua karena aku memang mencintai Mira. 1989 Disamping disibukan dengan kuliah di sore hari, akupun disibukan dengan pekerjaan sebagai salesman keliling. Hanya itu pekerjaan yang bisa kudapat. Setiap hari dengan motor aku berkeliling kota untuk mendatangi calon pembeli. Tak ada gaji kecuali pen

Rendah hati selalu.

Image
Kadang sebagian kita beranggapan bahwa pihak yang berseberangan adalah musuh Jokowi dan berharap Jokowi menghadapinya dengan kebencian dan permusuhan. Itu tidak tepat. Masalah HRS itu murni masalah hukum. Kebenaran yudicial adalah kebenaran hukum yang belum tentu sama dengan kebenaran filosopi dan dogmatis. Belum tentu sama dengan kebenaran sosiologi atau kebenaran kultural. Kalau sampai HRS tersangkut hukum, itu hanya masalah hukum. Dan kalaupun akhirnya dia dinyatakan bebas dengan keluarnya SP3 dari Polisi , itupun bebas karena hukum. Soal lainya itu antara HRS dan Tuhan. Itu antara HRS dengan masyakarat. Negara tidak punya ruang mengadili soal persepsi masyarakat dan keadilan Tuhan. Seorang teman pernah bertemu Jokowi ketika masih Gubernur DKI. Dalam pertemuan itu , teman saya sempat bertanya kepada Jokowi. “ bagaimana sikapnya terhadap musuhnya ? Dengan santai Jokowi mengatakan bahwa dia tidak pernah punya musuh. Yang ada hanya perbedaan pendapat. “ Saya menyimpulkan bahwa

Low profile

Image
Dua orang ini punya kesamaan yaitu pengusaha kreatif. Karena lingkungan Mark yang doyan berkomunikasi maka lahirkan kreatifitas media sosial Facebook. Karena lingkungan Jokowi yang kaya hasil hutan, maka lahirlah kreatifitas furniture kayu jati. Baik Mark maupun Jokowi sama sama menjadikan kreatifitas nya berkelas dunia , di terima manca negara. Mereka berbisnis karena passion nya. Pasar berbeda ,paham berbeda, harta berbeda,namun keduanya punya kesamaan : RENDAH HATI. Jokowi sebagai presiden datang ke kantor Mark tanpa mengenakan setelan jas dan Mark pun menerima dengan pakaian resminya ,celana denim,kaos oblong. Keduanya saling mengagumi bukan karena anda Presiden dari 250 juta orang dan anda pengusaha hebat dengan capitalisasi saham Rp. 3000 Triliun rupiah tapi karena keduanya mengutamakan kesederhanaan dan kerja keras. Ternyata perbedaan itu biasa, namun kesamaan karakter akan rendah hati dan semangat untuk berbuat adalah universal,di terimana di mana saja. Sambil menanti

Kelas menengah ?

Image
Usia 24 tahun saya sudah punya rumah sendiri. Artinya secara financial saya sudah dapat memenuhi standar dasar kebutuhan manusia modern yaitu sandang, pangan dan papan. Padahal penghasilan saya dulu jika dibandingkan dengan anak muda sekarang mungkin lebih kecil. Berjalannya waktu , semakin lama pendapatan orang samakin meningkat. Kebutuhan juga meningkat. Berjuang dari low income ke middel income tentu tidak sulit. Tetapi tidak banyak orang yang bisa keluar dari middle income menuju high income. Mengapa ? karena faktor ketidak mampuan menjaga disiplin memisahkan mana kebutuhan dan mana keinginan. Rasa cepat puas juga cenderung membuat orang stuck pada posisi middle income. Makanya jangan kaget bila sekarang anak muda usia 40 tahun lebih masih dibebani utang cicilan rumah dan kendaraan. Padahal income mereka rata rata diatas USD 6000 setahun. Saat sekarang sebagian besar kelompok menengah di Indonesia masuk dalam middle income traps. Kalau mereka tidak berubah maka bukan tidak m

Gaya hidup

Image
Usia 39 tahun saya kena strok ringan dan kemudian empat tahun kemudian atau usia 43 tahun saya kena strok ringan lagi ketika sedang di guangzho. Salah satu dokter di china menasihati saya agar mengubah gaya hidup. Gimana caranya? Perkaya spritual kamu. Ubah persepsi kamu tentang kesuksesan. Ubah persepsi kamu tentang harta. Ubah persepsi kamu tentang kehormatan. Ubah persepsi kamu tentang bahagia. Ya apa tip yang jitu untuk bisa mengubah persepsi itu? Desak saya. Menurutnya “ melihat lah kedalam. Jangan melihat keluar. Melihat keluar kamu akan tersesat. Melihat kedalam kamu akan tercerahkan. Sehingga semua itu dapat terjawab dengan mudah. “ Saya kuasai ilmu agama karena ibu dan nenek saya ulama. Dari kecil saya sudah diajarkan soal Tauhid dan Syariah. Tetapi saya tidak menemukan jawaban yng memuaskan. Bagi saya ilmu, tetaplah ilmu namun itu bukan jalan saya menemukan cahaya. Saya ingin sehat. Karenanya saya ikut program healing di Hunan di pedepokan Shaolin. Saya juga ikut p