Posts

Showing posts from October, 2020

Prancis toleransi beragama.?

Image
  Samuel Paty , seorang guru di Perancis tewas dibunuh dengan brutal oleh seorang remaja muslim asal Chechnya, Rusia setelah mengajar kelas kebebasan berpendapat dan menunjukkan karikatur Nabi Muhammad. Insiden tragis itu menuai perhatian publik. Warga Perancis turun ke jalan dan menuntut kebebasan berekspresi. Sementara masyarakat muslim dunia menyesali adanya intoleransi dari pembuat kartun dan menganggap kartun yang menjadikan nabi besar umat Islam sebagai modelnya.  Itu suatu penghinaan atas simbol suci Islam. Iran, Arab, Pakistan, Turki, Malaysia , termasuk Indonesia mengecam Perancis yang membiarkan penghinaan terhadap Nabi Muhammad. Saya melihat persoalan diatas secara proporsional. Pertama, membunuh kepala sekolah itu adalah tindakan kriminal.  Harus berhadapan dengan hukuman pidana. Itu hak Perancis. Alasan  boleh membunuh karena membela Nabi Muhammad tidak ada dalam hukum Perancis. Kedua, Perancis itu negara sekular , yang memisahkan urusan agama dengan Politik. Di hadapan

Perlukah hafidz Al Quran.?

Image
  Saya belajar membaca Al Quran usia 5 tahun. Walau saya belajar mengaji di surau tapi guru ngaji saya sebenarnya adalah nenek dan ibu saya. Umur 6 tahun saya sudah khatam Al Quran. Yang jadi masalah adalah saya selalu gagal menghafal Al Quran. Otak saya sangat lemah soal hapalan. Tetapi setelah itu setiap habis sholat maghrib ibu saya minta saya membaca Al Quran. Ibu saya akan memberikan kisah hikmah pada setiap juz al Quran yang saya baca. Bukan hanya pemahaman tetapi juga dalam praktek sehari hari. Contoh waktu SMP, saya menemani ibu belanja sayur ke pasar. Dari sisa uang belanja, ibu saya memberikan kepada pengemis yang ada di sudut jalan.  “ Kenapa kita harus bantu orang miskin. Sementara kita sendiri harus jalan kaki pulang. Kan bisa naik becak kalau uang tidak diberikan kepada pengemis.” “ Ingat surat Al Baqarah ayat 83. Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah ya

Menghargai waktu dan proses.

Image
Pernah dalam satu kesempatan saya mendampingi teman negosiasi pengadaan turbin dan sekaligus mendapatkan fasilitas kredit ekspor dari China. Rapat dimulai pagi hari. Dari pihak China hadir dengan team lengkap. Proses negosiasi itu sangat rumit. Karena menyangkut kesepakatan yang sangat detail. Dari jenis turbin, harga , cara pembayaran, maintenance after sales service, instal, dan audit proyek. Belum lagi aturan mengenai project management. Time schedule atau network planning. Rapat berakhir jam 10 malam. Dengan dua kali istirahat. Sampai di hotel, teman saya dan teamnya langsung masuk kamar untuk tidur. Mereka semua kecapean. Saya bisa bayangkan lelahya. Padahal seharusnya mereka tidak boleh tidur. Mereka harus evaluasi lagi semua data dan document yang dibicarakan dalam rapat. Tetapi mereka engga peduli. Lebih memilih tidur. Paginya ketika sarapan. Teman saya berkata “ Paling cepat Kotrak di tanda tangani 4 bulan lagi. Kita dengan jepang dua bula lamanya. Kalau dengan Eropa bisa tiga

Survival, di tengan kehidupan yang tidak ramah

Image
Ada teman saya orang Korea punya pabrik di China, di kawasan Dongguan. Pabriknya produksi Sepatu wanita. Tahun 2015 setiap hari ada saja buruh yang berhenti kerja. Mereka keluar begitu saja tampa minta pesangon. Kemudian dia cari gantinya. Engga mudah. Rata rata pekerja baru minta gaji diatas UMR. Kemudian lambat laun dalam setahun jumlah pekerja sudah di bawah 50%. Dia lapor kepada pejabat Pemda. Bahwa dia kesulitan dapatkan buruh sesuai UMR. “ Mengapa anda tidak naikan upah diatas UMR, seperti perusahaan lain. “ kata pejabat China. “ Tapi bukankah pemerintah sudah buat aturan UMR. Apakah itu tidak cukup kuat memaksa buruh mengikuti aturan? “ Aturan UMR itu bukan produk hukum yang harus dipatuhi kedua belah pihak. Semua tergantung antara perusahaan dan pekerja. Kalau buruh tidak mau terima sebesar UMR itu, kami tidak bisa menghukum mereka. Itu pilihan mereka yang harus kami hormati. Sebaliknya juga sama, kalau anda beri mereka di bawah UMR dan mereka setuju kami juga engga bisa ikut c

Nilai nilai Tuhan

Image
  Yang sulit bagiku adalah mempertanggung jawab janjiku kepada mertuaku. Bahwa aku akan mendorong suamiku menyelesaikan kuliahnya sampai jadi sarjana. “ Aku merasa tidak penting untuk melanjutkan kuliah. “katanya “ Perkuliahan akan membuka pikiran kamu dan membuatnya mengembara ke tempat-tempat yang jauh.”Kataku. “  Buat apa? Toh pada akhirnya aku akan kembali ke tempat di mana aku berasal. Mati juga.” Katanya cuek. Dia selalu punya alasan yang jenial untuk membungkam setiap desakanku agar dia melanjutkan kuliah. Aku membayangkan bagaimana dia bisa berinteraksi dengan orang lain yang hebat hebat di luar sana kalau dia hanya tamatan SMU. Tetapi dengan cerdas dia mengatakan. Hidup ini hanya soal persepsi. Ilmu dunia itu bukan hal yang sulit. Karena itu hanya omong kosong. Tuhan itu maha hebat ciptakan diri kita. Bayangkanlah, kalau hanya orang bertitel saja yang berhak sukses, artinya Tuhan tidak adil. Padahal Tuhan kan maha adil. Pada suatu saat ketika hendak berangkat tidur aku