Posts

Showing posts from February, 2022

Tuhan mendidik

Image
  Teman saya di China. Dia pengusaha besar. Satu saat dia datang ke saya. “ Saya stress dengan anak saya. Dia putra satu satunya saya. Usianya sudah diatas 30 tahun. Tetapi dia tidak pernah dewasa. Kerja sama saya engga mau. Maunya bisnis tetapi malah bangkrut. Tiap hari main aja kerjaannya. “ Katanya dengan nada galau. Saya tatap dia lama. “Bisa bantu advice saya” “ Bro, kamu memberi segala galanya kepada putra kamu. Tetapi ada tiga hal yang tidak pernah kamu beri ke dia.” Kata saya. “ Apa itu? “ Direndahkan, kesepian, kehilangan harapan.” Kata saya tersenyum. Dia terkejut. “ Apa maksud kamu? “ Apapun nasehat kamu, Tidak akan efektif. Karena tiga hal itu dia tidak pernah tahu. Tapi kalau dia pernah merasakan tiga hal itu, tidak perlu lama. Cukup tiga tahun. Dia akan berubah dan menjadi hebat “ Kata saya. Tiga tahun kemudian , teman itu bicara secara pribadi dengan saya.  “ Tiga tahun lalu saya usir anak saya. Semua akses uang dan relasi saya tutup. Istri saya juga bersikap sama. Kami

Salah berpikir

Image
  Kadang saya bertanya tanya. Mengapa kita selalu sulit bersikap sederhana atas masalah yang sebenarnya memang sederhana. Misal, kita engga bisa bedakan Alat tukar  dan Alat bayar dalam perdagangan. Akibatnya banyak diantara kita mengatakan emas itu alat bayar. Padahal emas bukan alat bayar, tetapi alat tukar. Mengapa? Karena emas itu dari dulu adalah komoditas atau barang. Lucunya, masalah emas itu dibahas panjang lebar. Tetapi tetap saja tidak bisa membedakan antara  alat bayar dan alat tukar. Akibatnya tulisan itu jadi bias. Kadang membingungkan. Kita sulit sekali memahami perbedaan antara uang sebagai “ alat bayar”  dengan uang sebagai “ alat pembayaran”. Walau keliatan sederhana namun pengertiannya jauh sekali. Kalau uang sebagai alat bayar, itu ditentukan oleh pemerintah dengan sistem Fixed exchange rate. Itu bisa saja pemerintah melakukan cetak uang. Tetapi syaratnya uang harus diback up dengan collateral cukup. Mudah sekali terkoreksi ( devaluasi ) sehingga uang mudah jadi samp

Miskin literasi dan informasi.

Image
  Kadang saya engga habis pikir. Mengapa orang kalau bicara selalu mengutip kata kata dalam buku dan tak lupa menyebut nama pengarangnya. Anehnya jarang yang menyebut nama pengarang Indonesia. Selalu berbau asing. Kalau tokoh sekular, ya referensinya bahasa inggris. Kalau agama, referensinya bahasa Arab. Dan lebih aneh lagi, yang dengar semakin percaya kalau disebut referensinya. Padahal referensi itu belum tentu benar. Bisa saja itu hanya opini pada situasi dan kondisi ideal. Yang pasti, anda tidak akan dapat apa apa. Hanya memuaskan rasa kedunguan anda saja. Akibatnya kita mudah sekali jadi korban hoax dan provokasi. Padahal di era internet ini, tidak ada informasi yang sulit diverifikasi. Kemarin ada kasus Wadas. Opini sangat seram. Negara represip dengan rakyat yang menolak lahannya dibebaskan untuk tambang batu Adesit. Padahal tidak ada satupun peluru keluar. Sikap tegas aparat ditengah kerumunan itu sudah standar dimanapun, negara manapun. Biasa Saja. Kecuali ada yang mati karena

Salah niat.

Image
  Selama ini orang beragama. Beranggapan bahwa kalau rajin sembahyang dan berada tempat ibadah. Itu dekat kepada Tuhan. Sorga gampang saja. Padahal dekat kepada Tuhan itu bukan di tempat ibadah, bukan sembahyang. Tetapi disaat anda di tempat orang lapar dan terzolimi dan membantu mereka. Melapangkan mereka. Mengapa? di tempat ibadah itu hanya kumpul sesama mereka yang lapang. Mendengar kotbah kehebatan Rasul dan Tuhan. Sampai kapanpun anda tidak akan menyerupai Rasul dan apalagi Tuhan. Jadi itu sama saja wasting time atau onani beragama. Selama ini orang beranggapan percaya kepada Tuhan, tetapi meragukan hukum ketetapan Tuhan. Engga percaya? Kalau mereka susah. mereka minta tolong kepada Tuhan. Padahal dia susah akibat hukum ketatapan Tuhan. Tahu artinya apa? itu sama saja dia melecehkan Tuhan yang membuat hukum alam. Benar Tuhan menjamin reseki setiap makhluk. Tetapi Tuhan tidak pernah kirim makanan ke sarang burung. Benar, bahwa ustad atau pendeta itu penyampai pesan Tuhan. Tetapi di

Hukum ketetapan Tuhan.

Image
  Semua agama tahu tetang hukum alam atau bahasa mesranya disebut sunnatullah. Apa itu? Hukum keseimbangan. Ada malam, ada siang. Hujan, dan panas. Api, dan air atau angin. Pria dan wanita. Bahkan dalam alam mikro kosmos juga begitu. Atom itu berpasangan antara positif dan negatif, besar dan kecil suatu massa, dan dekat jauhnya jarak ke inti atom, meliputi positron yang anti partikelnya dari elektron dan anti proton, materi dan anti materi, dan partikel dengan anti partikel.Maka sudah jelas bahwa susunan dari atom berpasangan dan atom juga berpasangan. Semesta ini tercipta hanya karena hukum grafitasi Apa yang menyebabkan dia seimbang? Tuhan itu maha cerdas. Dia beri lagi hukum sebab akibat. Tidak akan ada malam tanpa siang. Penyebabnya bumi berputar. Tidak akan ada pria kalau tidak ada wanita. Penyebabnya proses genetika. Tidak akan ada api kalau tidak ada air dan angin. Penyebabnya adalah proses fisika. Hebatnya lagi, hukum sebab akibat atau hukum kausalitas itu dikunci dalam sebuah