Posts

Showing posts from August, 2013

Negeri Ketuhanan

Image
Ada teori fisika ( Hukum Hooke ) yang tak bisa dibantah bahwa Jika anda menarik karet gelang atau karet ban sampai batas tertentu, karet tersebut bertambah panjang. Setelah tarikanmu dilepaskan, panjang karet kembali seperti semula. Demikian juga ketika anda merentangkan pegas, pegas tersebut bertambah panjang. Setelah dilepaskan, panjang pegas kembali seperti semula. Pegas atau karet bertambah panjang ketika ditarik dan panjangnya kembali seperti semula setelah tarikan dilepaskan karena pegas atau karet bersifat elastis. Elastis atau elastisitas adalah kemampuan sebuah benda untuk kembali ke bentuknya semula ketika gaya yang diberikan pada benda tersebut dihilangkan.semakin panjang karet ditarik semakin besar energy tekanan balik yang dihasilkannya. Saat sekarang, kata teman bahwa Indonesia sedang mengalami proses teori phisika itu. Selama ini kita melihat kehebatan Indonesia baik era Soeharto maupun era SBY hanyalah karena citra elastisitas. System ekonomi makro  yang terhubung deng

Ahok Center

Image
Saya tidak tahu mengapa sampai ada istilah “pemerintah “  pada bahasa  Indonesia untuk menyebut  kelompok Pelaksana konstitusi negara.   Karena menurut saya “pemerintah “itu terkesan seperti raja bertitah kepada rakyatnya. Perintah raja adalah UU itu sendiri. Tidak ada kebenaran selain perintah Raja. Makanya penguasa yang duduk disinggasana adalah pemerintah alias tukang perintah. Sementara para hulu balang dan cerdik pandai dibawahnya disebut dengan pemerintahan atau birokrasi. Tapi , dalam sistem demokrasi tak jauh berbeda dengan sistem khiilafah Islam bahwa dimana Kekuasaan itu ada karena UU ( dalam islam karena  Al Quran dan hadith ). Karena kekuasaan memberi legitimasi kepada penguasa untuk memerintah namun bukan perintah yang tak bisa dibantah atau dianulir. Ada lagi sederet UU yang membatasi penguasa  untuk berkata satu.  Ada Lembaga MK yang bisa membatalkan produk UU yang tidak sesuai dengan UUD. Ada Pengadilan TUN yang bisa membatalkan perintah pemerintah kepada rakyat. Dalam

Kini, Indonesia Merdeka?

Image
Kemarin hari minggu janjian makan siang  dengan Linda. Dia nginap di Hotel Park lane Hotel, Causeway Bay Hong Kong.  Dia sudah tiga hari di Hong Kong karena  tugas dari kantornya di  Zurich dan baru hari minggu ini punya kesempatan bertemu saya. Kami bersahabat lama.  Saya mencoba menawarkan makan siang di Restoran Indonesia.  Dia mengangguk tersenyum.  Karena dulu ketika bertemu di Zurich saya sempat punya hutang janji akan membawanya  makan di restoran Indonesia, di Hong Kong. Kami berjalan kaki dari Hotelnya ke restoran.Tidak begitu jauh. Hanya satu blok . Ditengah perjalanan itu , dia nampak bingung ketika melihat  begitu banyak wanita yang duduk di trotoar jalan dibawah jembatan dan dipinggir taman sedang  menikmati  makan siang sambil bersenda gurau. Dia melihat kearah saya seakan ingin meminta penjelasan . Saya katakan bahwa itu adalah para wanita pekerja dari Indonesia. Mereka ada pembantu rumah tangga.  Dalam seminggu , para majikannya memberi mereka libur sehari. Umunya hari

Puasa dan Ketaqwaan

Image
Selama bulan ramadhan sebagian besar waktu saya di luar negeri. Ditengah kesibukan bersama orang orang tak seiman, tentu setiap hari saya melihat teman dan relasi business saya makan dan merokok dihadapan saya. Belum lagi kadang saya harus bertemu dengan relasi yang bila wanita pakaiannya ( maklum summer ) sexy yang menggoda mata dan hati.  Dari itu semua saya harus tetap istiqamah menjalankan ibadah puasa. Hampir dipastikan saya jarang makan sahur seperti layaknya bila ada dirumah. Sahur saya hanya makan buah dan minur air putih, kemudian membaca buku sampai datang waktu sholat shubuh.  Disamping itu karena pekerjaan saya mengharuskan saya melakukan perjalanan kenegara dengan zona waktu berbeda, maka kadang saya harus melewati puasa lebih dari jam puasa pada umumnya. Ya, saya harus tetap kering ditengah hujan deras. Saya harus tetap bersih ditengah percikan lumpur. Saya harus tetap mekar ditengah terik matahari. Kalaulah bukan karena ketaqwaan rasanya hampir sulit diterima dengan aka

Meraih bahagia...

Image
Ada kisah di zaman Rasul yang sampai kini selalu saya ingat. Kisah ini diceritakan oleh ibu saya ketika saya masih kelas VI SD. Apa kisah itu? Kisah  seorang bernama Al Qamah yang tak mampu mengucapkan La ilaha illallah ketika menjelang sakratul maut. Lidahnya terasa terkunci untuk mengucapkan La ilaha illallah sehingga ruh tak kunjung lepas dari raganya. Tentu dia menderita sekali.  Para sahabat bingung manakala melihat keadaan Al Qamah karena ia dikenal sebagai  orang ahli ibadah, gemar bersedekah dan selalu berbuat baik kepada orang lain. Apakah gerangan dosanya sehingga nampak begitu sulit ruh melepas dari raganya? Rasul bertanya kepada orang tua Al Qamah yang kebetulan hanya ibunya yang masih hidup namun sudah renta. Kepada ibu ini , Rasul bertanya tentang perasaannya terhadap anaknya yang sedang sakratul maut. Ibu ini berkata bahwa dia sangat mencintai anaknya namun sedikit kecewa karena anaknya lebih mencintai istrinya ketimbang dirinya, dan karena itu anak itu dianggapnya d