Thursday, July 12, 2007

Senyum...

Singapore telah lebih tiga tahun melakukan kampanye ‘ Smile “ dan hasil survey membuktikan bangsa Singapore belum berhasil menjadikan “ Smile “ sebagai culture. China dalam rangka menyambut Olympic 2008, sejak tiga tahun lalu mulai gencar mengkampanyekan budaya “smile “ agar menjadi tuan rumah yang ramah. Sampai sekarang belum berhasil membangun budaya smile itu. Ternyata tidak semudah membangun sarana olah raga yang berharga billion dollar. Inilah yang menjadi kegelisahan para pemimpin China dan juga Singapore. Padahal negeri itu telah berupaya semaksimal mungkin mensejahterakan rakyatnya dengan segala fasilitas social kelas satu. Tapi mengapa senyum terlalu sulit didapat dinegeri ini.

Senyum itu pahala. Demikian yang disampaikan oleh rasulullah. Sangat sederhana ibadah ini dan hampir semua kita tidak ada yang sulit bila diminta untuk melaksanakan ibadah ini. Tapi nyatanya senyum itu tidak begitu mudah didapat diera sekarang ini. Wajah kita adalah cermin dari suasana hati kita. Hati yang dicekam “ketakutan” tentu jauh dari senyuman. Dulu orang takut tersenyum karena tekanan politik dan kebebasan. Negara begitu kuatnya mengendalikan hajat hidup orang banyak hingga kesalahan akan dibayar dengan kematian. Tapi kini di era kebebasan dan demokrasi ketakutan digantikan oleh sikap kompetisi dan disiplin. Orang kini diburu rasa ketakutan ; telat masuk kantor, telat bayar tagihan, telat capai target penjualan, telat mendapatkan komisi, telat beli mobil, telat beli rumah mewah, telat sukses, telat kawin, telat , telat.

Dulu orang Indonesia dikenal negeri yang murah senyum. Banyak sanjungan dari bangsa asing bahwa keramah tamahan bangsa Indonesia jauh lebih benilai dibandingkan dengan sember daya alam berlimpah dan keindahan panorama alam. Tapi peristiwa jatuhnya Soeharto yang diiringi oleh amuk massa dengan sosok kegaganasan diluar batas kemanusiaan, juga dengan berbagai pertikaian dibelahan wilayah lain , telah mengaburkan wajah Indonesia yang gemar senyum. Tidak ada lagi keramahan. Senyuman menjadi mahal. Makanya tidak aneh bila pelawak yang dapat membuat orang tersenyum dan tertawa dibayar mahal. Namun setelah itu , keseharian kita tetap saja dalam mencekap dan jauh dari senyuman. Inilah menjadi pertanyaan mendasar. Mengapa budaya senyum secepat itu mengabur?

Sesungguhnya senyuman itu adalah bahasa jiwa kita. Didalamnya terdapat tiga unsur dimana bersemayam Akal (Aql), Qalb ( hati ), Bashirah ( Hati nurani ). Kalau dianalogikan maka Akal ( Aql) adalah raja dalam diri kita. Qalb ( hati) adalah Perdana Menteri dan nurani ( bashirah ) adalah hakim agung. BIla orang menjadikan akalnya sebagai pusat otoritas bersikap maka akal ikut berperan menciptakan ketidak seimbangan ketiga unsur yang terdapat dalam diri kita Dan ini akan terpancar dari sikap yang arogan, , mudah cemas, mudah tersinggung, mudah marah. Akal hanya dapat melihat dan merasa dan tidak pernah berhasil menentukan cara bersikap yang benar. Akal bersikap relative.

Namun yang yang paling bertanggung jawab mendorong akal (aql) larut menjadi diktator adalah Qalb. Qalb (hati), merupakan perdana menteri dari sistem nafsani. Dialah yang memimpin kerja jiwa manusia. Ia bisa memahami realita, apa yang aqal mengalami kesulitan. Sesuatu yang tidak rationil masih bisa difahami oleh qalb. Di dalam qalb ada berbagai kekuatan dan penyakit; seperti iman, cinta dengki, keberanian, kemarahan, kesombongan, kedamaian, kekufuran dan sebagainya. Qalb memiliki otoritas memutuskan sesuatu tindakan, oleh karena itu segala sesuatu yang disadari oleh qalb berimplikasi kepada pahala dan dosa. Apa yang sudah dilupakan oleh qalb masuk kedalam memory nafs (alam bawah sadar), dan apa yang sudah dilupakan terkadang muncul dalam mimpi Sesuai dengan namanya qalb, ia sering tidak konsisten.

Agar wajah kita berseri berhias senyuman yang senantiasa terpancar maka seyogianya kita harus menggunakan Bashirah ( hati nurani ) kita sebagai hakim agung dalam diri kita untuk menentukan cara kita bersikap terhadap pendapat akal (Aql) dan Qalb ( hati). Karena didalam hati nurani ( Bashirah) inilah bersemayam kehaikan dan nur Allah yang senantiasa menyuarakan kesabaran, ketulusan, kesederhanaan dan cinta kasih. Peliharalah nurani kita dengan sebaik baiknya dengan selalu mengingat Allah sang maha pengatur dan pemberi sumber kasih sayang. Mungkin inilah yang terlupakan oleh bangsa China dan Singapore , juga oleh kita di Indonesia dimana senyum tidak lagi menjadi keseharian kita.

Ironis...

Surabaya mencekam. Pasukan sekutu berkekuatan penuh dengan dukungan militer terlatih dalam perang dunia kedua, telah mengeluarkan ancaman akan membumi hanguskan Surabaya. Secara meiliter ,menghadapi kekuatan ini adalah kekonyolan. Dalam keraguan dan dibawah ancaman itulah para Ulama mengeluarkan deklarasi Jihad dibulan oktober 1945 untuk menghadapi tentara sekutu. Merdeka atau mati. Alhuakbar menggema diseantero Surabaya melalui corong radio. Bong Tomo membakar semangat jihad pemuda Surabaya. Akhirnya perang tidak terelakan dan Surabaya menjadi lautan api. Darah menganak sungai dengan jumlah suhada tak terbilang. Peristiwa heroic ini diperingati sebagai hari Pahlawan Nasional.

Dua bulan kemudian setelah peristiwa berdarah di Surabaya , 15 desember 1945 , Dibawah pimpinan Kiyai , para santri tampi gagah berani menjemput sahid dalam pertempuran paling mengerikan di Ambarawa. Dalam perang itu pasukan sekutu dibawah pimpinan Mayjen Hawthron, Panglima Divisi India ke-23, pontang-panting dan terpaksa menarik mundur pasukannya kesemarang. Perisiwa heroic ini diperingati sebagai hari Infanteri. Perang Ambarawa juga akhinrya memunculkan tokoh tokoh perwira militer religius seperti Sudirman ( yang tadinya sebagai komandan Pasukan Hisbullah, guru sekolah Muhammadiyah ). Sejumlah tokoh juga naik namanya berkat Ambarawa yakni Ahmad Yani, Pranoto, dan Soeryosoempeno.

Kisah diatas adalah fakta sejarah bahwa perang mengusir penjajah adalah perang jihad. Jihad fisabilillah. Mati demi kehormatan bangsa dan Negara adalah menjadi idaman bagi semua pemuda pemudi Indonesia. Patriotisme religius terbukti dalam sejarah dimanapun adalah kekuatan yang tak pernah bisa dikalahkan oleh kekuatan apapun. Karena didalam patriotisme ini terdapat semangat kebersamaan untuk memperjuangkan keadilan dari penindasan hak hak dasar manusia. Inilah yang membuat patriotisme religius akan selalu menjadi momok menakutkan bagi siapa saja yang ingin berkuasa untuk kepentingan kelompok atau golongan.

“ Islam agama cinta damai. Agama ini hanyalah ingin menjaga kehidupan bermasyarakat , apapun istilah ideology Negara yang diusung haruslah pro keadilan dan dipergunakan untuk kesejahteraan umat manusia. Titik!” Bila kemudian Islam dalam sejarahnya selalu tampil didepan melawan kezoliman itupun tidak lain karena penggilan misi suci untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. Ini yang dikatakan oleh kelompok sekuler tentang islam fundamentalis dan ektrim. Seakan Islam anti kemajemukan. Kemajemukan yang bagaimana ?. Apakah kemajemukan yang membiarkan terbentuknya kelas kaya dan miskin, kelas konglomerat dan kelas kaki lima, Kelas real estate dan kelas kumuh. Kelas petani dan tuan tanah Kelas cerdik pandai dan rakyat bodoh, penguasa dan rakyat. Apakah kelas social ini juga harus dimaklumi dan membiarkan system terbentuk seperti ini sebagai bagian dari kemajemukan.? Yang pasti majemuk bukan berarti semua agama sama.

Selagi keadilan social hanyalah retorika dalam ranah politik Negara, selagi demokrasi hanyalah wahana formal untuk menganeksaasi hak rakyat yang lemah, selagi hukum tidak tegak , selagi kemaksiatan terus tumbuh , maka selama itupula islam akan tetap menadi musuh nomor satu bagi siapa saja yang berkuasa. Peristiwa DII/TII, Permesta/ PRRI/ Komando Jihad ,Kahar Muzakar, Daud Beureueh, peledakan CandiBorobudur, pemberontakan Yon 427 yang terdiri dari mantan Laskar Sabilillah dan Hisbullah, Peristiwa talangsari, peristiwa tanjung priok , Jamaah Islamiah, Al qaida menjadi sisi gelap dalam sejarah paska kemerdekaan Indonesia. Namun tidak pernah sejarah bercerita jujur tentang penyebab terjadinya perlawanan tersebut. Tidak pernah sejarah bercerita jujur tentang jutaan suhada para perjuang kemerdekaan yang meregang nyawa menyebut ‘Allahu Akbar, lailahailllah. Negara ini sangat zalim dalam merekam perjalanan sejarah bangsanya sendiri dan islam menjadi pesakitan dipengadilan, diburu sebagai teroris dan dicurigai. Sangat ironis…

Alternatif sumber pendanaan.

Saat sekarang department keuangan sedang melakukan sosialisasi penerapan municipal bond untuk sarana alternative pembiayaan bagi Pemda. Sebetulnya municipal bond diperkenalkan oleh pihak barat dalam rangka demoratisasi ekonomi. Dimana kekuatan daerah ditempatkan sebagai mitra pemerintah pusat untuk berkreasi mengambangkan potensi wilayahnya dan sekaligus mendapatkan akses pembiayaan melalui pasar modal ( public ).

Dalam aturan yang ditetapkan oleh Departement kuangan bahwa municipal bond hanya dapat diterbitkan oleh pemda apabila saldo hutang dan obligasi yang akan diterbitkan tidak melebihi 75% dari jumlah penerimaan APBD. rasio proyeksi kemampuan keuangan daerah untuk mengembalikan pinjaman (Debt Service Coverage Ratio/DSCR) paling sedikit 2,5; dan tidak mempunyai tunggakan atas pengembalian pinjaman yang berasal dari Pemerintah; mendapatkan persetujuan DPRD.Pelaksanaannya harus melalui BAPEPAM.

Kalau saya pelajari dari aturan yang ada dari UU no 33 tahun 2004 tentang desentralisasi fiskal sebagai revisi dari UU No.25/1999 maka sebetulnya monicapal bond tersebut adalah revenue bond atau bukan seperti obligasi umum. Karena didalam ketentuannya ada Pasal 57 Ayat (4) menyatakan bahwa hasil penjualan obligasi digunakan untuk membiayai investasi sektor publik yang menghasilkan penerimaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pilihan kata dan; bukan atau, menggiring pada interpretasi bahwa obligasi yang diizinkan adalah obligasi yang terkait dengan proyek yang memberikan penerimaan (revenue bond). Tapi dalam Pasal 53 Ayat (2) dan (3) disebutkan bahwa pinjaman jangka menengah digunakan untuk membiayai penyediaan layanan umum yang tidak menghasilkan penerimaan, sedangkan pinjaman jangka panjang digunakan untuk membiayai proyek investasi yang menghasilkan penerimaan. Rumusan ini agak rancu dengan konteks Pasal 57. Karena keputusan tetap berada ditangan pemerintah pusat maka saya yakin yang akan disetujui tentulah obligasi yang berbasis revenue. Apalagi pihak bapepam sudah menegaskan bahwa perlakuan municipal bond ini sama dengan corporate bond.

Undang Undang dan aturan mengenai municipal bond ini , sebetulnya tidak mencerminkan decentralisasi karena tetap saja keputusan penerbitannya berada ditangan menteri keuangan. Anehnya , pemerintah pusat tetap tidak bertanggung jawab untuk mengambil resiko pembayaran municipal bond ini. Artinya credit worthiness ( tingkat kepercayaan ) ada ditangan pemda. Ada pertanyaan mendasar yaitu bila pemerintah pusat tidak bisa menjamin resiko atas Municipal bond ini maka dapatkah keberadaan municipal bond ini masuk kuridor APBN ?. Bila tidak , maka mengapa harus ada persetujuan dari DPRD. ? Inilah yang membingungkan. Ini sama saja dengan analogi kerbau pedati. Kusir duduk dengan santai sambil memegang tali pelana yang diikatkan dihidung kerbau sementara kerbau mencari sendiri jalan untuk sampai ketujuan. Sang Kusir dapat bersiul atau tidur diatas pedati tanpa ada resiko apapun.

Sebetulnya, diperlukan financial engineering secara terpadu untuk menciptakan skema pembiayaan bagi pemda bila memang pemerintah pusat tidak mau bertanggung jawab atas resiko. Financing engineering ini dapat terlaksana bila aturan yang jelas dan adil terhadap imunity pusat atas resiko tersebut. Artinya ada kesediaan pemerintah pusat untuk juga menyerahkan hak penuh kepada pemda untuk meng create skema pembiayaan yang sesuai dengan kondisi potensi masing masing pemda dan kemampuan pasar menyerap obligasi. Dalam financing engeneering dapat dilakukan skema seperti revenue yang terkait dengan PAD ( pendapatan asli daerah ), melalui skema ini pemerintah daerah dapat mengembangkan unit unit obligasi yang terkait dengan Special revenue bond (kawasan pariwisata); Limited tax bond (pusat perbelanjaan); Incremental tax bond (jalan terisolasi);Double barrel tax bond (jalan tol khusus ); Special asseesement bond (jaringan gas); dan private activity bond (rumah sakit Mewah atau sekolah International). Dengan skema ini Pemda dapat mensiasati agar tidak harus mendaftarkan obligasi ini kepada Bapepam dengan melakukan penawaran terbatas kepada investor yang tidak melebihi 50 orang atau institusi. Hingga cost of fundnya menjadi murah serta prosedurnya menjadi sederhana.

Agar bond ini punya tingkat kepercayaan yang tinggi maka Pemda perlu membuat suatu lembaga yang memfasilitasi penerbitan unit unit obligasi ini. Skema penawarn obligasi ini dapat dilakukan dengan dua cara.Yang pertama adalah pemda bertindak penjamin resiko penuh sebagai penerbit seluruh nilai project dan kemudian setelah proyek selesai dibangun dijual kepada investor local maupun asing. Selanjutnya Pemda kembali sebagai regulator yang hanya berhak atas pajak daerah ( PAD) dan penjamin resiko investasi yang terkait langsung dengan tariff, hukum dan pasar. Tentu harga jual project akan mempunyai gain yang tinggi karena investor tidak lagi direpotkan dengan perizinan, pembebasan lahan, dan lain lain. Hasil penjualan ini digunakan untuk melunasi Obligasi dan gainnya masuk sebagai pendapatan pemda.

Cara kedua adalah Pemda melakukan penawaran obligasi berbasis revenue dari PAD atas peroject yang sudah dibangun oleh swasta. Karena keberadaan project berhubungan dengan fasilitas dari PEMDA sebagai regulator maka agar ada kepastian PAD dapat berkesinambungan , Pemda mengeluarkan jaminan resiko investasi yang berhubungan dengan hokum, pasar dan tariff.

Agar tidak terjadi mata rantai birokrasi dalam penebitan unit unit obligasi tersebut maka pemda dapat membentuk satu lembaga ( BUMD) yang mendapatkan hak untuk penerbitan unit obligasi . Lembaga ini bertugas melakukan study kelayakan setiap project dan melengkapinya dengan seperangkat prizinan yang diperlukan. Disamping itu , melakukan sosialisi dan kampanye kepada investor dalam maupun luar negeri. Pengalaman saya dalam mendukung salah satu pemda di china adalah membuktikan skema ini berhasil menggiring investor local maupun luar negeri ( hong kong ) untuk membeli obligasi melalui berbagai skema transaksi. Contoh, obligasi tersebut tidak langsung dijual tapi di swap terlebih dahulu dengan High rating bond yang diterbitkan oleh lembaga Keuangan AAA rated. Kemudian , bank local membeli bond tersebut dan membayarnya dalam bentuk mata uang local. Bank local terlibat mengatur pengamanan penyaluran dana langsung kepada pihak kotraktor dan setelah selesai dibangun bond tersebut dijual kepada investor lokal dan hasilnya untuk membeli kembali ( Repo ) BOND tersebut. Masih banyak cara untuk menarik pasar untuk terlibat dalam pembiayaan bond ini.

Dengan skema tersebut diatas maka Pemda berperan aktif mendorong pertumbuhan investasi didaerah dan sekaligus penjamin iklim investasi secara kelembagaan. Peran Pemda tidak lagi hanya sebagai pemungut pajak tapi lebih daripada itu fasilitator dan regulator yang menjamin adanya “kepastian” dalam bentuk product yang sudah final.. Inilah sebetulnya yang dibutuhkan peran pemerintah dalam suatu negara untuk memberikan dan melindungi rakyat untuk mencapai kemakmuran.

Saya tidak percaya istilah ada daerah miskin dan kaya. Semua daerah adalah pemberian Tuhan dan semua kaya , masing masing mempunyai potensi yang berbeda ragam yang akan menjadi potensi maksimal bila kita mau merubah sikap ( attitude ) untuk gemar bekerja keras, tepat janji, menghargai hak public dan menghormati hukum , tepat waktu, suka menabung dan hemat , ikhlas berbagi. Namun…Bagaimanapun semua kembali kepada pemda untuk mau melakukan transformasi dari ingin dilayani menjadi pelayan yang mau menerapkan keterbukaan, kejujuran dan professionalitas serta tekad untuk memegang amanah. Hanya perubahan attitude inilah yang akan membuat pemda mempunyai unlimited financial resource.

Wednesday, July 11, 2007

Ras china di Indonesia

Kalau soal mencari kambing hitam maka inilah negeri yang sangat piawai. Kemarahan akibat kemiskinan dizaman rezim Soeharto yang orotiter, maka orang china di bunuh , diperkosa dan rumahnya dibakar. Soekarno jatuh, orang china diusir dan dibunuh. Ketika era reformasi , kemajuan tidak terjadi , apalagi perbaikan ekonomi tidak jalan. Maka yang selalu disalahkan adalah Soeharto , yang telah membuat system perekonomian kita sulit diperbaiki, juga akibat konglomerat china yang melarikan dana BLBI keluar negeri. Bangsa kita ini tidak jauh beda dengan Nazi. Hitler membunuh orang Yahudi hanya karena tidak mampu mengatasi pengangguran dan kemiskinan. Tapi anehnya kita tidak pernah marah dengan bangsa Jepang,yang jelas jelas telah menyiksa bangsa kita dengan kejam. Kita tidak pernah marah dengan bangsa Belanda yang telah menjajah kita 350 tahun. Bahkan orang jepang kita kasih monopoli pasar otomotive. Orang belanda kita kasih konsesi minyak. Ya memang , Kita mendapatkan pelajaran dari belanda dan jepang. Dari belanda kita terlatih korupsi dan upeti. Dari jepang kita terlatih memukul dan menginjak. Tapi mengapa dari ras china kita tidak mendapatkan pelajaran tentang budaya kerja keras, setia kawan dan pantang menyerah?

Apa salah orang china di Indonesia ? Mereka tidak jauh beda dengan ras keturan lain yang datang kenegeri kita. Seperti ras Arab, ras India, dll. Tapi mengapa ras china dijadikan musuh dan menjadi biang kesalahan dari kegagalan kita untuk makmur. Orang china itu merantau bukan hanya di Indonesia tapi mereka ada diseluruh dunia. Ini disebabkan oleh situasi sejarah bangsa mereka yang tidak pernah sepi dari pemerintahan yang zolim. Mereka ditindas dari satu dinasti kedinasti berikutnya. Akibatnya banyak dari mereka lari . Menjadi komunitas tahan banting dan kebal dengan segala penderitaan. Terlatih untuk survival dibawah ancaman. Makanya tidak aneh bila budaya ribuan tahun tersebut , membuat ras china menjadi manusia unggul menghadapi berbagai situasi yang tidak bersahabat. Mereka pekerja keras dan mau melakukan apa saja , asalkan mereka dapat hidup. Kadang mereka terkesan licik dan rakus. Tapi ini bukanlah monopoli ras china. Kita juga tidak jauh berbeda.

Saya pernah mengetahui bagaiman seorang pengusaha china yang memperlakukan pejabat lebih daripada seorang raja. Apapun permintaan pejabat itu - bahkan sampai hal yang sepele- pengusaha ini dengan cepat dan patuh melaksanakannya. Ketika saya tanya , apa jawabnya “ Saya bukanlah pengusaha. Saya hanya numpang hidup. Saya bekerja hanya untuk dapat makan dan sedikit tabungan untuk hari tua dan biaya pendidikan anak anak.. Selebihnya biarlah dinikmati oleh pejabat yang melindungi usaha saya.” Melankolis !. Padalah secara pribadi walaupun mereka sudah kaya raya namun cara hidup yang hemat sangat luar biasa. Setiap sen uang keluar mereka perhitungkan dengan teliti. Laba adalah dewa dan kehormatan yang harus dibela dengan bekerja keras ditengah hutan, dilautan, didesa terpencil, dimalam hari. Toko kelontong china ,salalu bukan lebih awal dan tutup paling belakang. Beda sekali dengan pedagang kelontong pribumi,,,.

Kita sangat sedih bila melihat Kwik Gian Kie harus masuk gedung bundar hanya karena diduga lalai administrasi sebesar ratusan juta ketika dia jadi menteri. Sementara banyak pejabat dan pengusaha melayu yang jelas jelas korupsi triliunan lolos dari kejaran hokum. Kita juga tidak habis pikir bila MSA yang sudah final oleh BPPN , sekarang mulai diungkit ungkit lagi dengan menjadikan Antony Salim sebagai tersangka. Sementara pejabat yang jelas jelas mendukung final MSA aman aman saja. Soekanto Tanoto - china medan - kita buru sebagai pesakitan karena diduga menggelapkan pajak. Tapi Paralon yang membeli BCA dengan harga super murah kita biarkan , Freeport dengan korban kerusakan lingkungan , tidak pernah dipermasalahkan, Buyat dimenangkan dari kasus lingkungan hidup. Cevron dapat konsesi super block minyak dengan kita biarkan pertamina sebagai sleeping partners. Apakah hanya karena mereka orang barat yang bebas dari kesalahan? . Orang china kita curigai dan orang barat kita puji. Kita menyembah dengan bangsa amerika dan eropa agar membeli surat hutang kita , agar APBN dapat ditomboki untuk menutup hutang kepada negara negara yang pernah menjajah kita , tanpa ada keberanian menjadwalkan hutang

Mengapa kita masih saja marah dan dendam dengan mereka? Mengapa kita tidak marah dengan mantan pejabat dan pejabat yang kaya raya karena memeras kerja keras orang china ? Sikap curiga kita kepada ras china tidak pernah habis habisnya. Inilah mungkin membuat orang china di Indonesia mulai berpikir untuk kembali ketanah leluhurnya. Apalagi Pemerintah china ,sudah membuka pintu lebar lebar bagi seluruh ras china dimana saja berada untuk pulang dan membangun china dibawah system reformasi ekonomi yang lebih bersahabat dibandingkan sebelumnya. Seharusnya , kita menyadari bahwa ras china adalah bagian dari sejarah ibu pertiwi. Karena , suka tidak suka, ras melayu yang ada dipesisir pantai Sumatera , jawa, Kalimantan , sulawesi adalah keturunan Mongolia , yang juga bagian dari ras china. Sembilan wali penyiar agama islam , delapan adalah dari ras china. Jadi stop diskriminasi tentang ras china. Saatnya kini , kita tempatkan secara adil dalam kancah social dan politik , agar kita dapat meraih potensi mereka yang pekerja keras, setia kawan dan pantang menyerah untuk kemakmuran negeri yang kita cintai,

Dosa kolektif.

  Kalaulah kerajaan di Nusantara ini tidak membuka pintu kepada Inggris, perancis, pertugal, belanda  untuk datang berniaga, mungkin tidak a...