Posts

Showing posts from February, 2012

Hati yang lembut

Image
Kemarin saya ikut antrian pendaftaran E-KTP.  Cukup lama antrian itu. Dari jam 2 sampai jam 6 sore.  Ketika  antrian itu saya menerima telp dari sahabat saya. Dia mengundang saya untuk hadir dalam acara pernikahan putrinya di Riau.  Dengan suka cita saya menyambut undangan itu dan insya Allah saya akan datang. Sahabat ini bercerita bahwa calon menantunya bukanlah orang kaya tapi pria yang sholeh. Lantas bagaimana dia mengetahui bahwa pria calon menantunya itu sholeh,tanya saya. Menurutnya sangat sederhana bahwa pria calon menantunya itu sangat berbakti kepada ibunya. Ayahnya sudah meninggal namun kecintaannya kepada ibunya yang buta , sangat luar biasa.  Pria calon mantunya itu mempunyai saudara lima orang namun hanya dia yang sangat bertanggung jawab kepada ibunya. Walau dia bukanlah orang kaya namun tidak mengurangi cinta kasihnya merawat ibunya. Menurut teman saya itu, bila anak sangat mencintai orang tuanya dan ikhlas berkorban maka itu tanda hatinya lembut. Dia adalah calon suami

Sukakah kamu....

Image
Ketika di Bandara kebarangkatan Bandar Lampung saya bertemu dengan seseorang kenalan. Kami berbicara tentang banyak hal sambil menunggu keberangkatan pesawat ke Jakarta. Apa yang menarik dari pembicara ini adalah ketika dia mengatakan kepada saya bahwa hidup ini tidak sulit dan sangat mudah. Saya bingung karena dia berkata begitu santainya tentang sesuatu bagi orang kebanyakan bahwa hidup adalah misteri. Karena misteri maka ia bukanlah sesuatu yang mudah. Harus diperjuangkan dengan all at cost. Menurut dia hidup bukanlah misteri. Kehidupan ini sesuatu yang nyata dan pasti.  Bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan untuk menuju perjalanan panjang.  Kalau kita berbicara tentang perjalanan waktu kehidupan kita maka dunia adalah hari ini, Alam rahim adalah masa lalu kita, dan masa depan kita ada di akhirat. Kita tidak bisa kembali kemasa lalu kita. Masa lalu berhubungan dengan hari ini dan hari ini menentukan masa depan. Kehidupan sesungguhnya ada dimasa depan. Saya masih bingung dengan k

Ingat mati...

Image
Acap saya mendengar orang berkata bahwa acara memperingati orang yang sudah meninggal seperti nujuh hari, empat puluh hari, seratus hari dan seribu hari adalah bid’ah. Karena perbuatan ini tidak pernah dilakukan dizaman Rasul. Artinya menurut mereka bahwa segala sesuatu yang tidak Rasul kerjakan dan dikerjakan oleh kita maka itu bid’ah. Setiap bid’ah adalah sesat. Tapi bagi umat islam khususnya di Tanah Jawa, ini sudah lazim dilakukan. Saya tidak mau berdebat soal bid’ah ini. Karena ini sudah masuk wilayah ahli agama. Namun saya hanya bisa merenung untuk mendapatkan kebijakan hati soal ritual memperingati orang yang sudah meninggal. Memang kadang kegiatan ini terkesan dipaksakan bagi keluarga yang ditinggal dan umunya mereka harus berkorban untuk menyediakan makan bagi para undangan yang hadir dalam ritual itu. Mungkin bagi mereka yang berkecukupan harta, itu tidak ada masalah. Tapi bagaimana dengan mereka yang tidak berharta? Ini soal lain. Tapi saya tidak membahas soal ini. Kehardir

Memaklumi...

Image
Cuaca winter diluar mendekati nol derajat. Sangat dingin. Tapi tidak didalam ruangan dimana saya dan bersama team saya sedang berkumpul. Suasana terasa panas ketika dia berbicara begitu kerasnya. Berbagai kata yang tak pantas terucapkan Dia berkali kali menyalahkan situasi dan juga saya. Kesimpulannya dia tidak lagi mempercayai situasi dan saya sebagai ketua team. Saya hanya diam sambil menatapnya. Pada situasi ini yang harus saya lakukan adalah mendengar semua keluhannya dan mencoba untuk mengerti sikapnya. Ya, pada situasi ini, saya hanya bisa mendengar karena hanya itu yang bisa saya lakukan. Setidaknya dia butuh orang lain untuk mendengarnya dengan segala tekanan akibat kegelisahannya, ketakutan, kekawatirannya terhadap masa depan. Saya tak ingin berdebat atau membela diri saya. Bagaimanapun dia adalah anggota team saya dan juga sahabat saya.Kami telah melewati waktu kebersamaan cukup lama. Setelah panjang lebar dia berbicara dengan segala emosi bercampur baur , akhirnya dia terdia

Ujian dan keimanan

Image
Mari bertafakkur , demikian kata saya kepada teman dalam chatt board di Malam minggu. Dari mana mulainya. Katanya. Karena sangat sulit bertafakkur dalam situasi urusan yang mencekik dan sang waktu yang tak lagi bersahabat. Saya ingin mambawa kamu dalam sebuah drama. Boleh percaya atau tidak. Tapi camkan saja drama ini, sahabat. Kata saya. Bayangkanlah bahwa kamu adalah hamba Allah yang maha baik akhlaknya. Sangat pemurah dan pemberi kepada siapapun, begitu caramu bersyukur akan nikmat yang diberikan Allah berupa harta. Kaupun begitu gigih berdakwah kepada siapapun , begitu caramu membagi ilmu yang kau dapat. Anak dan istrimu begitu mencintaimu karena begitu baiknya perlakuanmu sebagai ayah dan suami. Kemanapun wajah kau hadapkan , hanya zikir yang terdengar betapa kau sangat mencintai Allah. Kemudian, sahabatku. Para malaikat Allah memujimu dilangit dan dibumi betapa kau adalah contoh sebaik baiknya hamba, yang hidupmu kau wakafkan untuk menebarkan cinta dan kasih sayang kepada siapap