Monday, December 21, 2020

Ayat Ayat Cinta Tuhan.

 


Tahukah anda, bahwa water treatment terbaik di dunia ini adalah awan. Itu ciptaan Tuhan. Kebayang engga. Jutaan galon air dari berbagai sumber ditarik ke udara oleh hawa panas energi matahari. Itu terjadi secara ekosistem yaitu proses angin kencang, evaporasi besar, tekanan udara sampai menjadi air. Jatuh ke bumi karena faktor gravitasi. Hebatnya, meskipun di antara sumber air tersebut terdapat gas , misalnya Co2, Nox, atau metan atau zat yang juga dapat berubah fasa menjadi gas, misalnya khlor, nah penguapan akan memisahkan air dari pengotornya. Oleh karena itu, air hujan pada dasarnya adalah air yang murni. Keren ya Tuhan!. Sampai kini manusia belum mampu menciptakan water treatment raksasa dengan ongkos semurah itu.


Lantas dari mana asal muasal air itu? Apakah berasal dari bumi sendiri ? Tidak. Tuhan datangkan dari luar angkasa. Ceritanya begini. Setelah pembentukan matahari, terciptalah nebula matahari berupa debu dan gas. Kemudian asteroid yang ada di luar angkasa menghantam bumi. Nah Air Bumi berasal dari asteroid, dan dari debu , gas itu.. Apa artinya ? Air di bumi berasal dari pemboman asteroid di zaman tata surya awal. Jadi awal terbentuknya bumi ini memang tak sepi dari serangan asteroid. Tetapi dari sanalah terbentuknya air, sehingga kehidupan bisa terjadi. Tentu harus ada energi agar proses kimia dan fisika itu bisa terjadi. Apa itu? ya energi matahari.


Walau tak terbilang jumlah planet dan bintang di jagad semesta ini, masing masing tetap pada garis edarnya. Sistem proteksi beriringan dengan proses metamorfosis. Sehingga misal, planet Bumi memiliki selubung medan magnet atau magnetosfer yang terentang dari inti planet ke angkasa. Selubung inilah yang melindungi bumi dari hantaman gelombang energi matahari yang merusak. Namun hebatnya Tuhan, filter itu justru membuat energi menjadi rahmat. Energi mataharilah yang mengakibatkan oksigen terbentuk dan proses ekosistem bumi jadi established. Lingkungan hidup umat manusia jadi sempurna.


Mengapa saya angkat tulisan ini? secara logika, sistem semesta ini tidak mungkin terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang design. Memang perlu proses. Kadang kaum atheis hanya melihat proses untuk menihilkan peran Tuhan sebagai pencipta. Padahal proses itu tidak akan terjadi tanpa hukum alam. Sama seperti ilmu komputer. Bahasa komputer itu adalah bahasa digital yang ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz. Bahasa digital itu menggunakan bilangan biner. Berkat bilangan biner inilah beragam aplikasi program komputer bisa dibuat. Nah bilangan biner itu dibuat dasarnya adalah  hukum ketetapan Tuhan. Apa itu? ada (1) dan tiada (0). Tuhan itu ada dan kita, tiada. Kira kira begitu.


***

Tahukah anda bahwa energi raksasa itu ada pada tubuh anda. Bagaimana tidak? Kalau dibantangkan pembuluh darah itu panjangnya 2,5 kali bumi atau 60.000 mil. Pembuluh darah itu adalah jalan toll tercanggih. Mengantar darah mengangkut logistik berupa oksigen dan nutrisi bagi setiap sel tubuh. Mau tahu berapa banyak sel dalam tubuh kita ? berkisar 30-40 triliun sel. Bayangin aja dech panjang pembuluh 2,5 kali bumi dan dengan jumlah 30-40 triliun sel, kecepatan sistem logistik itu hanya satu detik saja. Itu berkat daya dorong mesin pompa super canggih, yang bernama Jantung.


Jantung itu beratnya hanya 10% dari berat tumbuh normal manusia saja. Kecil ya. Tapi powernya dahsyat. Engga ada mesin trasfortasi yang bisa tandingi jantung. Dalam setiap 36 kali detak kapasitas mesin pompa itu 3/4 galon darah. Bukan hanya mengangkut darah tetapi juga membawa kembali darah. Kecepatan angkut mengantar setara dengan kecepatan kembalinya. Jadilah jantung sistem pompa circle yang super canggih. Circle itu terjadi sepanjang kita hidup. Itu berkat sistem pembuluh darah yang apik yang terdiri dari arteri, vena, dan kapiler.


Perhatikan cara kerjanya, ketika jantung berkontraksi, darah dipompa ke arteri yang membawanya pergi dari jantung. Arteri terhubung ke pembuluh yang lebih kecil dan berdinding tipis yang disebut kapiler. Di kapiler, oksigen berpindah dari darah ke dalam sel-sel tubuh. Kemudian vena membawa kembali darah yang sudah terdeoksigenasi ke jantung. Keren ya. Mereka kerja sangat on time dan engga pernah delay satu detikpun. Kalau telat, akan terjadi stroke. Sistem terganggu. Hanya masalah waktu anda dipanggil Tuhan.


Kalau energi pada sistem diluar tubuh kita berasal dari listrik. Nah tubuh kita darimana ? Ya dari makanan. Makanan yang kita konsumsi itu kita bakar di dalam tubuh dengan reaksi respirasi. Hebatnya pada sel yang berjumah 30-40 triliun itu masing masing terjadi respirasi atau lebih tepatnya di mitokondria untuk menghasilkan energi. Energi itu bukan hanya untuk memompa darah tetapi untuk memecah rantai ikatan kimia, membentuk molekul, menggerakan otot rangka. Mau tahu berapa satuan besar energi itu ? Setara 100 watt listrik. Untuk menghasilkan daya listrik 100 watt itu diperlukan makanan sebanyak 2000 kalori sehari atau takaran makan orang diet. Makanan itu tidak akan tercipta tanpa energi matahari yang melahirkan proses photosintesa.


Sehebat apapun manusia bisa membuat roket pendorong pesawat ruang angkasa, tidak ada artinya dibandingkan kekuatan dorong jantung memompa darah. Sehebat apapun manusia membuat sistem logistik berbasis IT pada seluruh penduduk planet, belum secuil kehebatan logistik tubuh manusia yang melayani 30-40 triliun sel. Sehebat apapun manusia bisa menciptakan energi listrik namun daya efektifnya hanya secuil dari energi yang dihasilkan tubuh manusia. Keren ya Tuhan mendesain tubuh kita begitu sempurna.


Jadi sayang..janganlah silau dengan dunia. Orang bijak berkata “ Jangan melihat keluar tetapi melihatlah ke dalam. Melihat keluar anda jadi orang buta, dan pasti tersesat. Melihat kedalam anda tercerahkan. Pandai pandailah bersukur kepada Tuhan. Tuhan engga minta banyak. Tuhan hanya ingin kita be good and kindness kepada sesama. Paham ya sayang.


***

Tahukah anda? siapa kita, dari mana berasal dan mau kemana, tidak lagi misteri. Rahasia hakikat kehidupan secara molekular, neurobiologi, genetika beserta aplikasi teori quantum dalam biologi sudah bisa dipetakan secara ilmiah. Semua itu sudah tercatat dengan rapi dalam kamus besar sel kehidupan, bernama DNA. Apa itu DNA ? Deoxyribonucleic acid adalah materi biologis yang ada dalam setiap sel dalam tubuh kita. DNA bersifat diturunkan dan merupakan kode genetik. Jika DNA diibaratkan sebagai kamus, gen bisa diibaratkan sebagai kalimat yang terdapat pada kamus tersebut.


Tiap orang memiliki DNA yang mengandung semua bakat sekaligus perintang (bukan bakat) yang terprogram dalam 70 triliun kombinasi kode gen. Sekitar satu persen gen berfungsi sebagai pemberi instruksi tentang protein apa yang harus diproduksi di dalam tubuh. Sedangkan sebagian lainnya berperan penting dalam mengatur aktivitas sel. Artinya, 99% isi kamus berisi code mengatur aktivitas sel. Aktivitas sel ini ditentukan oleh karakter anda. Nah kalau kita bicara tentang kesehatan, tidak bisa melihat dari sisi fisik saja. itu hanya 1 % saja. Tuhan mendesain manusia sebagai makhluk free will. Artinya secara sistem tubuh kita tidak bisa membedakan mana perintah yang baik atau tidak. Tubuh akan menurut apa saja yang diperintahkan oleh pikiran. Dalam buku “The Divine Message of DNA” (DM-DNA) (Murakami, 2007), dikatakan bahwa kode-kode genetik DNA memiliki karakteristik on (nyala) dan off (padam). On ( nyala) dan Off ( padam), itu yang perintahkan kita sendiri. Tubuh kita akan ikut saja.


Dengan demikian kita bisa pahami antara penyakit dan sakit. Itu dua hal yang berbeda. Kalau penyakit ( disease), itu berkaitan dengan gangguan fungsi fisik sebagai akibat dari infeksi atau tekanan dari lingkungan. Sebaliknya, sakit (illness) adalah penilaian individu terhadap pengalaman menderita suatu penyakit. Jadi penyakit bersifat objektif, sedangkan sakit lebih subjektif. 99% orang sakit karena alasan subjectif. Yang subjectif itu berkaitan dengan aspek jiwa (soul), spirit, kemauan (will), kesadaran (consciousness) dan pikiran (the mind). Bahasa mesranya adalah karakter. Analogi sederhana, karakter kita merupakan hasil dari semua pikiran kita. Tindakan adalah mekarnya pikiran, dan kegembiraan serta penderitaan adalah buahnya. Jadi, kita memanen buah manis atau pahit dari hal yang kita tanam sendiri. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Jika benak kita dipenuhi oleh pikiran jahat, kita akan menderita kesakitan; jika pikiran kita murni, kegembiraan, kebahagiaan akan mengikuti.


Oleh karena cerdaslah memilih perintah yang akan diberikan kepada sistem tubuh. Orang yang berpikiran negatif akan memanen buah pahit dan beracun. Sebaliknya berpikir positip memanen buah manis dan menyehatkan. Silahkan pilih yang mana? Namun yang namanya manusia bila dihadapkan situasi dan kondisi tertentu sangat sulit memilih dengan cerdas. Itu human being. Wajar saja. Lantas bagaimana bisa memilih dengan mudah? Tuhan ajarkan melalui kitab suci, yaitu visi Cinta : Sincerity ( ikhlas ), grateful (bersyukur), humble (rendah hati) dan generous (bermurah hati). Mengenal Tuhan, mengenal cinta. Itu menyehatkan lahir batin. Nah, kalau anda tidak punya visi cinta, itu artinya anda beragama tapi tidak berTuhan. Agama jadi berhala. Paham ya sayang.

Friday, December 11, 2020

Makna Jihad?




Sejarahnya Jihad itu bermula ketika kerajaan Sassania (Persia) ingin menaklukan kekhalifahan Islam di Madinah. Sassania (Persia) melakukan propaganda melemahkan aqidah islam melalui agent propaganda di wiilayah kekuasaan Islam. Umar bin Khatap sebagai khalifah membalas dengan propaganda keimanan. istilah Jihad dipakainya dalam melawan propaganda bangsa Sassania. Artinya, Umar membangkitkan nilai nilai keimanan untuk tetap istiqamah dan sakaligus mengajak orang beriman menghadapi Sassania. Kalaupun perang dilakukan, itu karena perundingan perdamaian gagal. Sassania menolak berdamai. Akhirnya Perang dimenangkan pasukan Umar. Dinasti Sassania tumbang.


Setelah itu, istilah Jihad jadi populer. Terus dipakai untuk mengajak orang berperang dan mati sahid. Padahal arti jihad itu bukan  panggilan berperang. Secara etimologis “jihad” bukan berarti “perang” melainkan “ berjuang”. Kalaupun ada istilah Jihad dalam pengertian “berperang “ di  Al Quran ( Ash-Shaff: 4) , itu terkait secara eksplisit dengan membela diri. Sejarahnya, Ayat itu diturunkan ketika kaum quraisy berusaha menghapuskan islam dari muka bumi. Dalam konteks itu, tidak berlebihan untuk berpendapat bahwa pertempuran itu memiliki dimensi moral: mempertahankan diri, bukan hendak menghabisi. Samahalnya dengan fatwa Jihad dari Kh Hashim Ashari dalam menghadapi agresi militer Belanda. Itu karena Belanda mengingkari perjanjian yang mereka buat.


Itupun dengan syarat bahwa jihad itu harus dilakukan  atas dasar kepemimpinan. Perhatikan ayat  Ash-Shaff: 4. Tujuannya agar gerakan itu teratur. Satu komando. Engga bar-bar. Tetap dalam dimensi moral. Sama seperti orang sholat berjamaah. Kepemimpinan seperti apa ? Dalam kitab Mu’amalatul Hukkam, Syaikh Abdus Salam bin Barjas atas tafsir Al Quran juz 13 dari al-Imam al-Baihaqi, kitab Syu’abul Iman. Ada dialogh antara khalifah  Ali Bin abi Thalib sebagai rujukan apa yang dimaksud dengan pemimpin itu.


“ Urusan kaum muslimin tidaklah stabil tanpa ada penguasa, yang baik atau yang jahat sekalipun” Kata khalifah Ali bin Abi Thalib kepada rakyatnya.

“ Kalau penguasa yang baik kami bisa menerimanya, lalu bagaimana dengan penguasa yang jahat?”

“ Sesungguhnya (walaupun) penguasa itu jahat namun Allah subhanahu wa ta’ala tetap memerankannya sebagai pengawas keamanan di jalan-jalan dan pemimpin dalam jihad….”


Apa artinya ? tidak ada dalil yang kuat untuk berjihad memerangi penguasa yang sah dipilih oleh kehendak mayoritas rakyat. Apalagi seruan jihad itu datang dari pemimpin yang tidak sah dan hendak menjatuhkan pemimpin yang sah. Apapun alasanya menjatuhkan penguasa yang sah itu tidak ada dalam ajaran Islam. Mengapa? modharatnya lebih banyak daripada kebaikan. Itu akan menimbulkan ketidaktertiban dan menghancurkan perdamaian secara luas. Justru mengikuti dan patuh kepada penguasa yang sah adalah bagian dari jihad itu sendiri.  


Sekali penguasa yang sah dijatuhkan, walau dalilnya agama sekalipun itu justru merusak nilai agama itu sendiri. Makanya aneh saja kalau ada kelompok ormas membentuk Laskar. Laskar itu artinya pasukan tempur. Padahal sudah ada pasukan resmi dari negara yaitu TNI dan POLRI. Membentuk laskar yang tidak sah itu saja sudah perbuatan maksiat dan zolim. Apalagi menyerukan jihad kepada laskar yang tidak sah itu untuk melawan pemerintah yang sah. 

Sunday, November 29, 2020

Terorisme dan kompromi politik.?

 




Dari media digital lokal ( Kailipost) saya mendapatkan kronologis peristiwa aksi terorisme. Kejadian bermula pada pukul 07.30 WITA saat sumber dan saksi Sdri. Nei yang sedang sarapan pagi bersama suaminya Yess ( korban) melihat ada sekitar 10 Orang Tak Dikenal ( OTK) yang mendatangi rumah milik warga bernama Naka yang berada di Dusun 5 Tokelemo Desan Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.  Nei melihat langsung suaminya yang sebelumnya sudah terikat digorok menggunakan parang dan kemudian dipotong bagian belakang. Pinu ditebas. Naka dibakar hidup hidup di rumahnya. Nasip Naka sama dengan PEDI yang meninggal terbakar di rumahnya. Total korba Jiwa ada 4 orang.


OTK dalam aksinya membakar fasiltas pos pelayan, rumah yang biasa dipakai untuk ibadah  serta 6 rumah warga dibakar. Aparat untuk sementara menduga pelaku adalah kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Walaupun mereka menyebut islam. Namun jelas perbuatan mereka tidak sesuai dengan Al Quran. Katakanlah: ‘Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar (mengaiaya)" (surat Al A'raf ayat 33).


Apa yang mereka lakukan adalah cara perjuangan yang tidak ada dalam ajaran islam. Jadi bagaimana mereka sampai menempuh cara keji tersebut ? Sebetulnya aksi teroris itu berawal pada akhir abad 19. Terjadi hampir di seluruh belahan dunia. Itu tidak dilakukan oleh umat islam. Tetapi dilakukan di Eropa Barat, Rusia dan Amerika. Sebelumnya pada 1890an, bangsa Armenia melakuka aksi terorisme melawan pemerintah Khalifah Turki Usmani. yang berakhir dengan genosida atau pembantaian massal terhadap warga Armenia. Pada dekade tersebut, aksi Terorisme diidentikkan sebagai bagian dari gerakan sayap kiri yang berbasiskan ideologi


Ada tiga jenis terorisme. Pertama, sebelum perang dunia kedua, terorisme dilakukan dengan cara pembunuhan politik terhadap pejabat pemerintah. Kedua Terorisme dimulai di Aljazair pada tahun 50an, dilakukan oleh FLN yang memopulerkan “serangan yang bersifat acak” terhadap masyarakat sipil yang tidak berdosa. Hal ini dilakukan untuk melawan apa yang disebut sebagai Terorisme negara oleh Algerian Nationalist. Pembunuhan dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan keadilan. Ketiga, Terorisme muncul pada tahun 60an dan terkenal dengan istilah “Terorisme Media”, berupa serangan acak terhadap siapa saja untuk tujuan publisitas.


Pelaku teroris di Indonesia, mereka meniru bentuk kedua dan ketiga. Mereka melakukan serangan acakan dengan tujuan menciptakan rasa takut dan mendapatkan publikasi atas perjuangan mereka. Aksi terorisme ini sudah berlangsung sejak era Megawati. Sampai kini tidak pernah bisa dipadamkan. Mengapa? kalau kita  berkaca kepada negara islam seperti Arab Saudi, UEA, Mesir, Malaysia, Brunei,  Turki, aksi teroris itu tidak seperti di Indonesia dimana diketahui siapa dalangnya tapi tidak pernah bisa dituntaskan. Di negara tersebut, setiap aksi teroris , dihadapi dengan keras. Sehingga tidak ada lagi nama itu muncul dikemudian hari melakukan aksi teroris. Samahalnya di China dan Rusia. Tidak ada aksi teroris terjadi berulang-ulang. Sekali berbuat langsung dihabisi. Bukan hanya pelaku tetapi juga aktor dibalik itu. Termasuk provokatornya. Keras ? memang keras. Tidak ada prikemanusiaan. Masalahnya teroris juga tidak mengenal prikemanusiaan.


Mengapa? mereka punya UU sangat keras terhadap pelaku teroris, bahkan siapapun dicurigai bisa ditangkap tanpa perlu izin pengadilan.  Seperti di Malaysia. Para terduga bisa ditahan tanpa diadili hingga dua tahun lamanya, dengan perpanjangan hukuman atas persetujuan. Siapa yang putuskan? bukan pengadilan. Tetapi dewan terorisme Malaysia. Jadi bayangkan. Terduga atau masih dicurigai bisa langsung diambil dan dimasukan penjara. Engga perlu dia berbuat dulu baru ditangkap. Baru diadakan operasi pengejaran. Sehingga hampir tidak pernah terdengar aksi teroris di negara tersebut.


Masalahnya di Indonesia, kita sudah punya UU No 5 Tahun 2018 tentang Anti Terorisme yang merupakan revisi atas Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Sangat keras. Mengadobsi UU di Singapore dan Malaysia. Pasal 1 (4) difinisi ancaman kekerasan yang dimaksud  oleh UU 5/2018 adalah “setiap perbuatan secara melawan hukum berupa ucapan, tulisan, gambar, simbol, atau gerakan tubuh, baik dengan maupun tanpa menggunakan sarana dalam bentuk elektronik atau nonelektronik yang dapat menimbulkan rasa takut terhadap orang atau masyarakat secara luas atau mengekang kebebasan hakiki seseorang atau masyarakat. “ Artinya sangat mudah sekali orang dianggap sebagai terorisme. Apabila perpres disahkan maka tidak ada lagi orang ceramah ngomong seenaknya memprovokasi orang melakukan aksi terorisme.


Namun sejak  UU itu disahkan. Sampai sekarang belum ada Perpres sehingga belu efektif diterapkan. Masih perlu pertimbangan dari DPR. Mengapa ? Karena suka tidak suka. Gerakan terorisme itu masalah yang sangat sensitip dan politis sekali.  Ormas Islam menganggap bahwa UU itu sengaja untuk memusuhi umat islam. Padahal dalam UU itu tidak ada menyebut agama. Tetapi perbuatan terorisme. Kemudian, pegiat HAM juga bersuara keras. Menolak Perpres itu. Perang terhadap Terorisime harus dimenangkan. Para elite harus mengesampingkan soal politik. Utamakan kemanusiaan. Satu nyawa yang melayang akibat terorisme, itu dampaknya luas sekali secara psikologis bagi masyakarat. Mereka merasa tidak aman dan tidak merasa negara hadir untuk melindungi mereka.

Sunday, November 22, 2020

Politik Baliho dan TNI terlibat.

 



Jauh sebelum MRS datang dari Makkah, baliho tentang dirinya sudah ada. Di tempatkan hampir di semua sudut kota. Bahkan di kawasan perumahan, baliho itu hanya sejengkal dari pos Polisi. Semua diam. Padahal semua tahu. Jangankan pasang baliho besar,  reklame nempel di gedung atau ruko punya sendiri saja, tak lama sudah ada petugas Pemda menanyakan izin reklame. Kalau tidak ada izin, reklame itu harus diturunkan. Mengapa ? karena reklame, billboard, baliho itu salah satu sumber PAD pemda. Tetapi anehnya khusus untuk baliho MRS, Pemda tidak punya nyali bersikap tegas. Kalau diturunkan oleh satpol PP, tak lama akan dipasang lagi oleh FPI. 


Sepertinya FPI/ MRS mempermainkan kekuasaan Pemda. Suatu pembangkangan sipil terjadi di depan aparat dan secara vulgar disaksikan oleh rekyat : betapa pemerintah kalah oleh Ormas. Saya tidak yakin FPI punya kekuatan begitu besar tanpa ada dukungan  politik real. Siapa itu? ya Partai. Setelah mereka desain, MRS dipulangkan ke tanah air. Mereka diam nonton apa yang akan terjadi kemudian. Tentu berharap sesuai dengan desain. Dalam waktu singkat, gerakan MRS akan jadi gelombang besar melanda semua kota. Namun yang tidak pernah mereka perhitungkan sama sekali adalah sikap TNI yang cepat sekali berbalik ke arah Jokowi. Makanya mereka terkejut ketika TNI masuk arena politik. Ya, TNI terlibat dalam menghadapi fenomena MRS / FPI. Sikap TNI tegas demi UU dan konsitusi. Dalam politik,  bila presiden didukung militer maka dialah yang lead politik real.


Perhatikan sikap partai berikut ini. Yang jelas mendukung MRS dan menolak keterlibatan TNI adalah PKS,  Gerindra, Nasdem, PPP, PKB.  PKS berkomentar “Reformasi menempatkan TNI sebagai kekuatan pertahanan untuk menjaga kedaulatan wilayah NKRI. Tugas utamanya perang melawan musuh negara yang mengancam kedaulatan, kelompok sparatis, dan kekuatan asing yang mengancam. Sehingga mohon jangan sampai sikap, kata, dan tindakannya terjebak politik praktis menyangkut dinamika politik di dalam masyarakat,  Nasdem “ Aspek keamanan lingkungan itu domain aparat keamanan, bukan pertahanan. Urusan kriminal, itu urusan polisi. Soal baliho, itu urusan Satpol PP. Jadi mestinya, dalam hal ini, Satpol PP yang melakukan itu. Gerindra “ Rakyat Indonesia mencintai TNI. Kami tidak rela muruwah TNI turun karena urusan baliho. Urusan baliho itu urusan Satpol PP. Kalaupun ada pelanggaran hukum, itu urusan kepolisian, bukan TNI. TNI adalah tentara rakyat. Mari bersama kita jaga NKRI untuk tetap Jaya” 


Nah yang mendukung sikap TNI adalah Golkar, PDIP.  Golkar berkomentar “ Apa yang diutarakan Pangdam Jaya sudah sesuai dengan aturan UU yang berlaku. Mereka tuh melanjutkan apa yang Panglima TNI ucapkan sebelumnya. Jadi ini sudah searah, dan juga ini menegakkan aturan UU. Jadi tidak ada yang dilanggar, justru ini menegakkan.” Sementara PDIP “ mendukung langkah TNI yang mencopot baliho Habib Rizieq Syihab. Dia menilai, TNI harus turun tangan ketika ada ancaman terhadap negara.”


Sementara PD bersikap dengan nada menyidir kepada pemerintah “  Kerterlibatan TNI itu menandakan bahwa negara sudah tidak mampu memainkan perannya sehingga harus menurunkan TNI untuk mencopoti spanduk Habib Rizieq" Apa yang menjadi sikap PD senada dengan Jusuf Kalla “ Kenapa ratusan ribu orang itu, kenapa dia tidak percayai DPR untuk berbicara? Kenapa tidak dipercaya partai-partai khususnya partai Islam? Untuk mewakili masyarakat itu. “ 


Dari politik Baliho ini kita dapat cermati untuk mengetahui peta politik terkini. 


Pertama, bahwa fenomena MRS tidak datang dengan sendirinya. Ini by design. Engga mungkin dilakukan oleh FPI sendiri, tanpa bantuan mesin partai dan logistik kuat ( pengusaha rente). Mudah ditebak siapa di balik itu semua. Bisa  dilihat dari sikap mereka terhadap keterlibatan TNI menurunkan Baliho itu. Proses dan dinamika politik yang terjadi tidak bisa lepas dari operasi intelijen yang rumit. Sehingga ada yang kena trap dan keselek bakiak. Ada yang tersenyum menikmati semua itu.


Kedua, yang menarik adalah sikap JK yang dengan cepat menyimpulkan  bahwa kekuatan formal politik tidak capable dalam sistem demokrasi sehingga terjadinya fenomena MRS. Artinya rakyat tidak percaya lagi dengan kekuatan formal.  Rakyat butuh alternatif yang mereka percaya. Ini sinyal kepada partai beraliran islam bahwa dia punya posisi tawar untuk menentukan kontestan capres/cawapres 2024. Menurut saya kesimpulan JK terlalu prematur. Dia harusnya tahu bahwa jumlah massa MRS tidak mencerminkan seluruh rakyat Indonesia. Kekuatan real partai itu ada di akar rumput, dan itu tidak perlu gebyar bawa massa. Itu akan dibuktikan dalam Pemilu.


Ketiga, keterlibatan TNI dan Polri dalam menyelesaikan fenomena MRS adalah politik negara. Presiden sebagai kepala Negara bersikap pada momen tepat, yaitu membela konstitusi, NKRI, Pancasila dan UUD 45. Namun tidak dilakukan secara formal melalui Kepres tetapi melalui orang yang loyal kepada presiden. Dan mereka seperti POLRI dan TNI dasarnya adalah UU. 

Keempat. Dengan adanya fenomena MRS ini, proses rekonsiliasi diantara elite dapat berlangsung dengan tanpa ada bargain apapun. Semua berpatokan kepada konstitusi dan UU. Tidak ada lagi politik identitas. Yang ada pancasila. Tugas TNI dan Polri selanjutnya  adalah membersihkan segala bentuk gerakan radikalisme politik identitas. Yang jelas mimpi Anies jadi presiden pupus sudah. Indonesia akan baik baik saja. Siapapun nanti tahun 2024 yang jadi presiden, engga penting lagi. Karena dia menang bukan karena politik identitas tetapi Pancasila.


***

Catatan

FPI di tengah gelombang reformasi.


Setelah Soeharto jatuh, yang dikawatirkan oleh TNI adalah dinamika politik yang dipicu oleh mahasiswa pro demokrasi bisa menggiring Umat islam masuk dalam arena. Ini bisa menimbulkan Chaos. Maklum dendam umat islam kepada Soeharto itu beralasan sekali.  Tragedi Tanjung Priok yang menelan korban ulama dan rakyat tidak sedikit. Belum lagi kasus lainnya. Itu tidak mudah hilang dari ingatan. Itu bisa tersulut menjadi api besar bila tidak segera diantisipasi. Tahun 1998 bulan agustus atau 4 bulan setelah Soeharto lengser, FPI didirikan.


Riset yang dilakukan Institut Studi Arus Informasi (ISAI) dalam buku Premanisme Politik (2000) mengungkapkan pembentukan FPI tak dapat dilepaskan dari tiga peristiwa: Kerusuhan Ketapang, Sidang Istimewa MPR, dan pembentukan organ paramiliter Pengamanan (Pam) Swakarsa. Ketiga peristiwa ini merupakan lanjutan gelombang demonstrasi Reformasi 1998 yang bergulir sejak Mei 1998. 


Kerusuhan Ketapang (November 1998)  adalah pertikaian antara Etnis Ambon ( kristen ) dan Betawi (Islam). Bayangkan, kalau kerusuhan terjadi di ibukota. Itu dampaknya luas sekali. Akan menyulut bentrokan horizontal berskala nasional dan meluas menjadi kerusuhan agama. Nah, saat itu TNI menggunakan FPI untuk menjadi pendamai.  Berhasil. Karena itu nama Rizieq Shihab menjadi fenomena. Dia memang punya kharisma di hadapan muslim betawi. Saat itulah dia dianggap aset bagi TNI.


Menjelang Sidang Istimewa 10-13 November 1998 yang melantik B.J Habibie sebagai presiden; lagi lagi TNI gunakan FPI agar massa umat islam lainnya tidak masuk arena yang bisa memanaskan politik.  Tahun 1999 Sidang Umum MPR, FPI juga dimanfaatkan oleh TNI. Dalam rangka pembendung  demonstrasi mahasiswa yang menolak RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya, FPI juga dimanfaatkan. Saat itu, FPI masih bernaung dalam Pam Swakarsa, sebuah organ paramiliter yang dibentuk militer untuk membendung aksi demonstrasi mahasiswa.


Bukan rahasia umum bila  FPI dinilai dekat dengan orang-orang di sekitar Soeharto, khususnya Prabowo Subianto. Setelah Prabowo diberhentikan dari TNI terkait penculikan aktivis, FPI mengalihkan dukungannya kepada Jenderal Wiranto. Dukungan FPI terhadap Wiranto terlihat dalam aksi ratusan milisi FPI ketika menyatroni kantor Komnas HAM untuk memprotes pemeriksaan terhadap Jenderal Wiranto dalam kasus Mei 1998.


Yang jadi masalah adalah FPI punya agenda menjadikan Habibie terpilih lagi dalam pemilu 1999. Namun Golkar kalah. PDIP menang. Lebih kecewa lagi ketika itu Golkar dikuasai oleh HMI. Menolak pertanggungan jawab Habibie. Sehingga peluang bertarung dalam sidang umum MPR gagal. Yang terpilih adalah Gus Dur. Kembali TNI manfaatkan FPI di era Gus Dur. Tahun 2004. FPI ada digaris depan mendukung Wiranto sebagai Capres Golkar dan mendiskriditkan SBY dalam konvensi Golkar. SBY keluar dari Golkar dan buat partai Demoktrat. Pemilu 2004 SBY menang. Wiranto kalah. Setelah itu bisa ditebak. FPI oposan terhadap SBY.


Selama era SBY, Wiranto dan keluarga cendana serta Prabowo dekat sekali dengan FPI. SBY hadapi FPI dengan memberikan kesempatan berkembang ormas islam lain yang dianggap militan, seperti Majelis Rasulullah, HTI dan FUI. Sehingga ada penyeimbang. 2014 FPI ada di kubu Prabowo berhadapan dengan Jokowi. Prabowo kalah. Jokowi menang. Wiranto masuk dalam kabinet Jokowi. Tentu FPI kecewa walau terpaksa harus menerima. Tahun 2016, FPI menjadi motor menjatuhkan Ahok dengan target akhir menjatuhkan Jokowi. Setelah Aksi 411 dan kemudian 212, pamor Wiranto semakin menurun. FPI pun ikut kena imbas. Namun hubungan dengan Prabowo  semakin mesra, begitu juga dengan keluarga Soeharto. 


Tahun 2017 MRS terpaksa menjauh dari arena politik. Namun tidak mengurangi dukungannya kepada Prabowo. Pemilu 2019, FPI ada di belakang Prabowo. Berharap Prabowo menang. Ternyata kalah. Dan lebih menyedihkan lagi adalah Prabowo justru bergabung dengan Jokowi dalam kabinet. Selama di makkah, ada yang tidak disadari oleh MRS yaitu, Jokowi berhasil melakukan konsolidasi TNI agar TNI focus menjadi prajurit profesional. FPI engga lagi asset bagi TNI. Mengapa ? Engga lagi jadi good boy TNI. Apalagi FPI sudah masuk dalam putaran politik kanan. Ya hukum alam berlaku. Kau ( TNI) yang memulai, kau ( TNI) yang mengakhiri (FPI).

Thursday, November 19, 2020

Khilafah bukan solusi...

 



Pendahuluan.

Nabi Muhammad punya tiga putra. Dua dari istri pertamanya, khadijah. Satu dari Istri, Mariah Qibtiyah. Tetapi takdir bagi ketiga putra Rasul itu tidak berumur panjang. Dua putra dari istrinya Khadijah yaitu Abul Qasim, meninggal dalam usia dua tahun. Abdullah, meninggal dunia setelah lahir beberapa hari. Sementara dari istrinya Mariah Qibtiyah, putranya bernama Ibrahim meninggal dalam usia 16 bulan. Seandainya ketika Nabi Muhammad wafat punya putra yang ditinggalkannya , sejarah khilafah 4 mungkin tidak akan pernah ada. Artinya, dengan tidak adanya putra nabi penerusnya maka sumber fitnah dikemudan hari terhadap Islam tidak terjadi. Tidak akan ada orang mendewakan keturunanya dan bahkan mengangkatnya sebagai nabi atau imam besar. 


Mengapa ?


Secara budaya Arab atau penganut adat patriakat, garis keturunan itu ada pada pria, bukan wanita. Hasil penelitian Genetika diabad modern sekarang, memang membuktikan bahwa meski anak mewarisi DNA dari ayah dan ibu, namun GEN  ayah lebih dominan. Itu sudah dibuktikan dalam riset Genetika yang dilakukan oleh team  University of North Carolina’s School of Medicine. Bahkan penelitian yang dilakukan Corry Gellatly dari Newcastle University, ternyata Sperma laki-laki menentukan jenis kelamin bayi. Jadi kalau boleh disimpulkan prialah pembawa dan penentu faktor keturunan.  


Lantas mengapa ada orang mengatakan dia keturunan Nabi Muhammad, bahkan meng claim mereka sebagai cucu Nabi? Fakta sejarah yang ada adalah Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein, yang adalah keturunan Sayyidah Fathimah Azzahra yang merupakan putri Nabi yang bersuamikan Ali Bin Abi Thalib. Nah ini disebut dengan keturunan jalur Nasab. Padahal jalur Nasab ini secara genetik bukanlah keturunan Nabi tetapi Ali Bin Abi Thalib.  


Tapi ada juga yang tidak ada kaitanya dengan Fatimah namun mereka dianggap sebagai pewaris Nabi. Siapa mereka itu? ya para ulama besar, yang selain alim juga mengamalkan ilmunya. Ini disebut dengan jalur sebab. Argumen bahwa para ulama itu sebagai pewaris Nabi ada banyak hadith dan Al Quran yang menerangkan itu. Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk bisa dianggap Habib dengan cara mengikuti jejak perilaku Nabi khususnya akhlak beliau, seperti jujur, berprasangka baik, tidak melakukan perbuatan maksiat, tidak membukan aib orang lain dan tidak mencampuri urusan orang lain, hospitality atau ramah, mengerjakan amar ma’ruf nahi munkar tetapi dengan cara yang ma’ruf. Kalau tidak, dia bukan siapa siapa. 


Nabi memang sang messenger atas lahirnya Islam, yang kemudian hari melahirkan dinasti besar di bawah panji Islam. Namun tidak ada hubungannya dengan keluarga Nabi. Keagungan Rasul dan Islam tidak ternoda dengan drama politik kekuasaan yang membawa Panji Islam. Bagaimanapun itu bukan islam. Itu tetaplah politik yang bisa saja menghalalkan segala cara.  Dalam sejarah Islam, cucu Nabi bernama Hasan meninggal karena diracun oleh lawan politiknya. Adiknya Hasein meninggal di Padang Karbala oleh pasukan Yazid bin Muawiyah. Bahkan menantu Nabi Ali Bin Abi Thalib , ayah dari Husein dan Hasan meninggal karena dibunuh  Abdurrahman bin Muljam, seorang kaum Khawarij, ketika ia sedang wudu untuk menunaikan salat Subuh.  Yang membunuh keluarga Nabi juga orang islam. Yang menginginkan kekuasaan atas nama Islam. Tapi itulah politik.


Kekhalifahan Umayyah.

Sejak kekhalifahah Ali bin Abi Thalib, situasi politik memanas. Terutama datang dari keluarga sahabat Nabi dari Bani Umayyah yang juga berambisi menjadi khalifah. Dalam catatan Al-Hamid Al-Husaini ( Dalam buku, Al-Husein bin Ali, Pahlawan Besar dan Kehidupan Islam pada Zamannya-1978), kebencian Muawiyah terhadap Ali bin Abi Thalib dilatari tiga hal: Pertama, fanatisme kekabilahan yang secara turun-temurun menanamkan kebencian dan permusuhan terhadap orang-orang Bani Hasyim (Ali bin Abi Thalib keturunan Bani Hasyim). Kedua, karena Muawiyah tahu bahwa dalam peperangan masa lalu antara kaum Musyirikin Quraisy dan kaum Muslimin, banyak keluarga dan kerabatnya yang tewas di ujung pedang Ali bin Abi Thalib. Ketiga, Muawiyah mengenal tabiat Ali bin Abi Thalib sebagai sahabat Nabi yang keras membela kebenaran dan keadilan serta berani bertindak tegas terhadap kebatilan dan kezaliman. Saat itu Muawiyah berkedudukan sebagai gubernur di Syam atau Suriah.  Pada subuh Ali sedang sholat, datanglah Abdurrahman bin Muljam, seorang kaum Khawarij membunuh Ali Bin Abi Thalib.  Sebelum Ali minggal dia tidak mengamanahkan kekuasaan kepada siapa. Jadi tidak ada suksesi yang dia tentukan. 


Namun kaum Muslimin di Kufah sebagai pusat pemerintahan Islam membaiat Hasan bin Ali atau putra dari Ali bin Abi Abi Thalib.  Hasan awalnya menolak baiat itu. Namu karena didesak rakya kuffah, akhirya dengan berat hati dia menerima juga. Selama dua bulan kekuasaannya dia tidak berbuat apa apa.  Bahkan ancaman dari Muawiyah bin Abu Sufyan tidak ditanggapi serius olehnya. Hasan justru mengirim surat kepada Muawiyah untuk rekonsiliasi. Namun ditolak oleh Muawiyyah. 


Dalam surat balasannya Muawiyyah  yakin jika ia lebih sanggup menjadi khalifah daripada Hasan karena lebih tua dan berpengalaman. Ia bahkan menyuruh Hasan untuk mendukung dirinya sebagai khalifah. Tidak sampai disitu saja. Muawiyah juga menyatakan berontak kepada Hasan. Ia  membawa pasukannya yang besar dari Syam menuju Kufah untuk menggulingkan Hasan. Hal ini dihadapi oleh Hasan dengan menyiapkan pasukannya. Namun prajurit dan penduduk Kufah tidak siap untuk bertempur. Bahkan panglima perang khalifah yaitu Ubaidillah bin Abbas berbalik mendukung pemberontak, Umayyah.


Dalam situasi tidak dapat dukungan militer dan elite politik, terpaksa khalifah mengajukan perdamaian kepada Muawiyah. Khalifah Hasan setuju menyerahkan kekuasaan kepada Muawiyyah. Itu kejadian dicatat sejarah pada 40 Hijrah. Hasan cucu Nabi lebih memilih melepaskan kekuasaannya demi perdamaian. Hasan keluar dari Kufah dan kembali ke Madinah. Sejak itu berdirilah Dinasti umayyah berpusat di Damaskus.  Setelah Umayyah wafat, kekhalifahan diserahkan kepada Putranya, Yazid bin Muawiyah. Walau Hasan sudah meninggal karena diracun oleh elite khalifah, namun masih ada Husen yang juga cucu Nabi.  Yazid tidak merasa aman sebelum Husen dan seluruh putra Ali dibunuh.


Sementara penduduk Kufah merasa kecewa dengan kepemimpinan Yazid. Mereka mengharapkan perubahan, dan harapan mereka ada Husein. Mereka mengirim utusan ke Madinah agar Husen datang ke kufah  untuk mereka baiat sebagai khalifah. Husen tidak serta merta percaya kepada kehendak penduduk kufah itu. Dia mengutus Muslim bin Aqil pergi ke Kufah untuk memperoleh keterangan yang pasti tentang keadaan yang sebenarnya. Tak lama setelah tiba di Kufah, Muslim bin ‘Aqil menulis surat kepada Husein yang isinya menginformasikan bahwa penduduk Kufah telah bulat untuk membaiat Husein sebagai khalifah.


Atas surat dari Muslim itu Husen memutuskan untuk berangkat ke Kufah.  Para sahabat dan keluarganya menasihati agar ia membatalkan niatnya berangkat. Namun Husen tetap dengan pendiriannya untuk berangkat. Tentu para sahabat dan keluarganya juga ikut mendampinginya. Sementara itu situasi terkini Kufah yang tidak diketahui oleh Husen adalah pencopotan Gubernur Kufah, Nu’man bin Bisyr dan digantikan oleh Ubaidillah bin Ziyad yang terkenal kejam. Muslim bin ‘Aqil ditangkap dan dibunuh pasukan Ubaidillah bin Ziyad. 


Dalam perjalanan sebelum tiba di Kufah, Husein mengutus Qeis bin Mashar As-Saidawiy untuk masuk kufah terlebih dahulu guna mengetahui situasi terkini.  Namun nahas, Qeis bin Mashar As-Saidawiy tertangkap Ubaidillah bin Ziyad dan pasukannya, lalu ia dibunuh.  Sebelum dapat kabar kematian Qeis, Husen sudah dapat kabar kematian Muslim bin ‘Aqil. Situasi kufah tidak lagi aman bagi dia dan rombongan. Pada 2 Huharram 61 Hijriyah sampailah rombongan Husen di Karbala.  Kehadirannya disambut oleh pasukan berkuda utusan Ubaidillah bin Ziyad yang dipimpin oleh Al-Hurr bin Yazid At-Tamimiy.  Pasukan infanteri yang berkekuatan 4000 orang dengan persenjataan lengkap dikomandani  oleh putra pahlawan perang Badar yaitu Umar bin Sa’ad bin Abi Waqqash. Sementara rombongan Husen hanya 72 orang; ; 32 orang prajurit berkuda dan 40 orang pejalan kaki, selebihnya terdiri dari anak-anak dan perempuan.


Pada 10 Muharam 61 Hijriyah atau 10 Oktober 680 Masehi,  terjadilah pertempuran yang tidak seimbang. Tepatnya adalah pembantaian dengan kejam. Putra Ali gugur adalah Ja’far bin Ali, Abdullah bin Ali, Utsman bin Ali, Umar bin Ali, Abbas bin Ali, Muhammad al-Ashgar bin Ali. Semua pria dalam rombongan itu dipenggal kepalanya. Mereka sahid, kecuali Zainal Abidin cucu dari Ali bin Abi Thalib berusia 11 tahun. Ia putra dari Husein. Ibunya bernama Shahrbānū, adalah putri raja Yazdigird, Kisra terakhir kekaisaran Persia. Bibinya merangkul dia erat erat. Seakan berkata kepada prajurit itu. “Kalian bunuh aku dulu kalau ingin bunuh ponakanku.” Akhirnya dia dijadikan tawanan dibawa ke Kufah. Kemudian dipindahkan ke Damaskus, Syria, dipertemukan dengan Khalifah Yazid. Saat bertemu dengan Khafilah. Bibinya memohon agar dia dibiarkan bebas, apalagi dia sedang sakit keras. Akhirnya Khalifah luluh. Membebaskan dia bersama Bibinya.


Pada zamannya, pengaruh dan kharisma Sayyidina Ali Zainal Abidin sangat kuat. Sehingga seorang khalifah pun mengkhawatirkan tahtanya. Ketika menggantikan ayahnya, Abdul Malik, sebagai khalifah, Walid sempat khawatir, jangan-jangan kharisma Ali Zainal Abidin mampu menggoyang tahtanya. Padahal Ali Zainal Abidin - cicit Nabi itu tidak pernah berambisi kepada kekuasaan. Dia selalu menghindari politik. Hidupnya sangat bersahaja layak seorang sufi. Dia sangat menjunjung tinggi sifat humanis. Baginya kecintaan kepada Allah adalah mencintai makhluk ciptaan Allah, termasuk hewan sekalipun.


Ali Zainal Abidin wafat di Madinah pada 18 Muharam 95 H / 713M. Waktu memandikan jenazahnya orang baru tahu pundaknya lebam, Ternyata itu akibat kebiasaanya memanggul gandum kerumah orang miskin tanpa ada orang tahu. Konon menurut sejarah, dia meninggal diracun oleh suruhan khalifah. Jenazahnya di kebumikan dekat makam sang paman, Sayyidina Hasan. Ia meninggalkan 11 orang putra dan 4 orang putri. Setelah peristiwa Karbala, praktis secara politik kekhalifahan Umayyah sangat kuat. Namun satu hal yang dilupakan oleh Umayyah bahwa mereka yang mencintai keluarga Nabi terus bertambah jumlahnya. Secara diam diam mereka membentuk golongan apa yang disebut denga Syiah. Setelah membesar terjadilah pemberontakan internal khilafah; pemberontakan di Makkah dan Madinah. Kemudian terjadi kerusuhan di Basrah. Diikuti kebencian yang membara di Persia, yang dipicu oleh permusuhan antar golongan. Keadaan ini tentu menggerogoti Pemerintahan Umayyah.


Apa penyebabnya ? Kekhalifahan mengandalkan kesetiaan atas dasar kesukuan. Prajurit berasal suku yang setia kepada khalifah. Akibatnya suku lain terutama Persia atau non Arab merasa diperlakukan tidak adil. Pada waktu bersamaan sistem pengelolaan pemerintahan yang korup.  Pada 747 M, setelah membentuk sebuah koalisi besar kelompok-kelompok pemberontak,  Di bawah pimpinan Abu Muslim, seorang bekas budak berkebangsaan Persia, berhasil menguasai Persia selatan dan Irak. Memukul mundur pasukan Umayyah dari Kufah ke Khurasan.  Khalifah Umayyah terakhir Marwan II melarikan diri ke Mesir. Ia kemudian tertangkap dan dibunuh. Berakhirlah Dinasti Umayyah pada 750 M yang terlah berkuasa selama 89 tahun.


Kekhalifahan Abbasiah.

Yang tampil sebagai Khalifah setelah jatuhnya dinasti Umayyah adalah Bani Abas yang juga keturunan dari paman Nabi.  Dia mendirikan Dinasti Abassiah. Naiknya Bani Abas ini berkat dukungan militan dari golongan Syiah. Makanya walau Abbasiah bermahzab Sunni namun mengakomodasi kelompok Syi'ah baik yang beretnis Arab maupun Persia. Setidaknya dengan runtuhnya Dinasti Muawiyyah, dendam golongan syiah terhadap muawiyyah yang membunuh keluarga Nabi tertunaikan sudah. Keturunan Nabi dari garis Ali yang memperistri Fatimah putri Nabi mendapatkan tempat istimewa. Makam Ali bin Abi Thalib di Najd dan Makam Husein bin Ali di Karbala semakin disucikan.


Dinasti Abbasiyah mencapai puncak kejayaannya ketika dipimpin oleh Khalifah Harun Al Rasyid yang merupakan Khalifah ke-5 dari dinasti Abbasiyah. Saat itu Perdana Mentri  (Wazir) dipercayakan kepada keluarga Barmak yang beretnis Persia yang berasal dari kota Khurasan. Saat itu ilmu pengetahuan, sain dan teknologi berkembang pesat. Berbagai ilmu yang berasal dari Yunani, India, dan China dipelajari,  kemudian dikembangkan dan dimoderenisasi. Banyak sekali temuan baru muncul di era ini. Sehingga Bagdad sebagai ibukota dikenal sebagai kota pelajar, karena para mahasiswa datang dari seluruh dunia.


Saat itu Bagdad juga menjadi kota industri, karena berbagai produk unggulan dibuat di tempat ini, di samping sebagai kota bisnis yang mengundang para pedagang dari berbagai negara datang ke tempat ini untuk mengadu nasib. Masa kejayaan bani Abbasiyah dilanjutkan oleh putra Harun bernama Al Makmun yang merupakan Khalifah ke-7 dari dinasti Abbasiyah. Pada masanya didirikan Baitul Hikmah (Rumah Kebajikan) yang mengoleksi buku-buku penting yang didatangkan dari seluruh dunia, kemudian diterjemahkan kedalam Bahasa Arab untuk dipelajari publik. Pada saat itu di Barat ilmu menjadi hak esklusif elite agama maupun politik, sementara rakyat terlarang untuk mempelajarinya.


Setelah era puncak kejayaanya, secara gradual dinasti Abbasiyah terus mengalami kemerosotan. Dimulai dari masa khalifah al-Mustakfi yang menjadi khalifah pada 333H atau  944M. Apa penyebabnya ?Perebutan kekuasaan oleh elite kerajaan. Dan timbulnya permusuhan rakyat yang dikarenakan perbedaan mazhab. Konflik ini terjadi diantara pengikut mazhab Hambali dan mazhab Syafii. Akibatnya timbul perselisihan di dalam furu’ syari’at, ini menyebabkan sesat menyesatkan dan kafir mengkafirkan.  Juga terjadi pemberontakan wilayah taklukan. Sebagai catatan di era Khalifah Umar Bin Khatap banyak wilayah yang sudah menandatangi perdamaian dengan kekusaaan islam di Madinah. Namun oleh Dinasti Abassiah mereka dianeksasi untuk menjadi wilayah koloni.


Keadaan ini semakin melemahkan dinasti.Pada saat itulah serangan datang dari Dailam, salah satu daerah koloni Abassiah. Dailam berada di dekat Laut Kaspia. Daerah ini terkenal sebagai daerah perang. Salah satu kaum yang menyebabkan seringnya terjadi peperangan adalah Bani Buwaih, berasal dari kaum keturunan campuran dari bangsa Turki dan Iran. Mereka terkenal kuat, keras, dan pandai berperang.  Tidak terjadi pertempuran. Khalifah memilih jalan damai. Kekuasaan khalifah dalam hal memimpin wilayah kedaulatan Abbasiyah dilucuti. Dia hanya jadi boneka. Kekuasaan  sebenarnya adalah Ahmad ibn Buhaihi.  Dengan demikian walau secara formal khalifah Abassiah masih berkuasa namun secara defacto Dinasti dari keluarga Abassiah sudah berakhir.


Setelah bani Buaihi berkuasa dalam beberapa waktu. Datang serangan dari Bani Saljuq yang akhirnya menggantikan Bani Buaihi. Khalifah berpindah ke Bani Saljuq. Lalu tibalah ke khalifah terakhir yang berkuasa di Baghdad yaitu zaman al-Musta’shim. Pada saat itu terjadi serangan dari bangsa Mongol. Hal ini karena dinasti Khwarezmia (  Islam Sunni ) yang berasal dari mamluk Turki dan menguasai Iran Raya, tumbang oleh serangan pasukan Mongol.  Padahal Khwarezmia merupakan benteng yang kuat antara Mongol dan Abbasiyah. Runtuhnya dinasti ini menyebabkan tidak ada penghalang lagi antara Mongol dan Abbasiyah.


Pada februari 1258 pasukan Mongol berhasil memasuki perbatasan kota Baghdad. Mengepung seluruh kota dan bersiap memulai penghancuran. Surrender or die. Kemudian Khalifah mengirim delegasi menghadap Hulagu Khan dengan membawakan bermacam-macam permata mahal sebagai tanda menyerah. Akan tetapi tak sebutirpun permata diambil oleh Hulagu, tetapi diberikannya kepada komandan pasukannya. Melihat negerinya akan jatuh, khalifah al-Musta’him meminta izin untuk menghadap kepada Hulagu Khan. Khalifah diminta agar menunggu kedatangannya di Pintu Keliazi, salah satu pintu kota. Setelah itu masuklah tentara mongol kedalam kota. Mereka merampas dan membantai siapapun yang di hadapannya.Menghancurkan berbagai macam peradaban dan pusaka yang telah dibina selama ratusan tahun. Buku-buku yang dikarang oleh para ahli selama ratusan tahun ini diangkut dan kemudian dihanyutkan ke dalam sungai Dajlah, sehingga air sungai berubah warnanya menjadi hitam karena tinta yang telah larut ke dalam air.


Pada tahun 1258 M, setelah kota peradaban yang melambangkan masa keemasan Islam ini hancur lebur, Hulagu Khan beserta pasukannya keluar dari kota tersebut untuk melanjutkan serangannya ke negeri-negeri yang lain. Khalifah dan anak-anaknya serta pengiringnya dibawa sebagai tawanan. Di awal perjalan diperintahkannya membunuh khalifah itu beserta anaknya, sementara 6 orang budak dikebiri. Akhirnya pupuslah keturunan Khalifah Bani Abbasiyah dan hancurlah kerajaan yang telah berkuasa selama 542 tahun itu..


Kekhalifahan Usmani.

Dinasti Abbasiyah langsung hancur dengan jatuhnya Bagdad. Tetapi masih ada dinasti islam lain yaitu Turki Seljuk yang kekuasaannya membentang dari Asia Tengah sampai Anatolia (Turki bagian Asia) termasuk wilayah Timur Tengah bagian Utara, dan dinasti warisan bani Umayyah di Andalusia (Spanyol dan Portugis saat ini). Walaupun sebagian besar wilayahnya disapu oleh tentara Mongol, akan tetapi Turki Seljuq masih mampu bertahan dan mengendalikan kekuasaan atas wilayahnya yang tersisa dari Konya. 


Akibat serangan Mongol, suku Turkistan yang beragama islam yang ada  di Utara Khurasan, menyebar ke Anatolia, ke sebelah Barat Iran dan utara Iraq. Diantara suku Turkistan itu ada suku kecil bernama suku Kayi. Semula mereka tinggal di sebelah Utara negeri Cina selama tiga abad. Karena adanya serangan-serangan Mongol, mereka pindah ke daerah Barat mencari tempat pengungsian di Asia kecil tempat saudara-saudara mereka, yaitu bangsa Turki Saljuq. Pemimpinnya bernama Sulayman Sah. Dia membawa sukunya pindah ke Anatolia. Untuk menghindari serangan Mongol. 


Sebelum sampai di Anatolia, Sulaiman mendengar kabar bahwa ancaman Mongol sudah mereda. Ia mengalihkan perjalanan ke Negeri Syam. Namun malang. ia mendapat kecelakaan. Hanyut di sungai Euphrat, yang tiba-tiba pasang karena banjir besar tahun 1228. Mereka akhirnya terpisah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama pulang ke negeri asalnya, dan kelompok kedua berjumlah sekitar 400 keluarga dipimpin oleh  Ertuğrul , anak Sulaiman melanjutkan perjalanan ke Anatolia. Ertugrul terus bertahan dan melawan tentara Mongol dengan cara gerilya. Sambil terus bergerak dari Merv di Turkistan ke arah Barat sampai ke Anatolia  (Turki Timur). Nahasnya dari arah Barat, dunia Islam diserang oleh Tentara Salib. Bahkan tidak jarang terjadi kerjasama antara tentara Mongol dengan pasukan Salib untuk menaklukan umat Islam. Karena itu tentara Islam menjadi terjepit di tengah-tengah. Kebetulan saat mereka datang, pasukan Sultan Saljuq ( Sulthan Allaudin Kaikubad)  sedang berperang dengan Romawi. Kedatangan mereka menambah kekuatan Sultan Saljuq. Perang dengan Romawi dimenangkan oleh Sultan Saljuq.


Berkat prestasinya, Sulthan Allaudin Kaikubad yang berkuasa di  Konya kemudian mengangkat Ertugrul sebagai Kepala sejumlah kabilah Turki yang berada di wilayah itu.  Selain itu memberikan hadiah sebidang tanah di Karaca Dag dekat pegunungan Angors (Ankara) yang subur yang berada paling Barat dari wilayahnya, untuk ditempati Erthugrul dan sukunya secara permanen. Dengan berada di lokasi ini, Kabilah Kay yang dipimpin Ertugrul diharapkan menjadi benteng  penjaga wilayah perbatasan kekuasaan Turki Seljuq di sebelah Barat, yang berbatasan langsung dengan wilayah Bizantium yang dikendalikan dari Konstantinopel (kini Istanbul).


Dengan dukungan Sulthan Allaudin, Erthugrul dan pasukannya bukan hanya mampu mempertahankan wilayah perbatasan. Ia terus mengadu taktik dan bertempur melawan tentara Salib, sehingga wilayah yang dikuasai Kesulthanan Turki Seljuk dari waktu ke waktu bertambah luas ke arah Barat. Saat Kesulthanan Turki Seljuk berhasil dihancurkan oleh pasukan Mongol, menyebabkan kabilah-kabilah Turki kehilangan induk. Putra Erthugrul yang bernama Usman yang menggantikannya, kemudian mendeklarasikan Kesulthanan Turki Usmani yang dimaksudkan untuk meneruskan dinasti Turki sebelumnya. Keturunan-keturunannya melanjutkan ekpansi ke Bizantium sehingga berhasil menguasai wilayah Eropa. 


Kemudian di era khalifah Muhammad al-Fatih berhasil menaklukan kota Konstantinopel (857H). Nama Konstantinopel diubah jadi istanbul atau islam bul (kemunculan Islam). Di abad ke-15 sampai ke-17, Kekaisaran Turki Usmani berada pada puncak kejayaannya. Peradaban Turki Usmani sangat maju, mengalahkan kerajaan-kerajaan Eropa. Di masa kepemimpinan Sultan Sulaiman I (1520-1566), kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan perdagangan berkembang pesat. Namun setelah sang Sultan wafat, Turki Usmani mengalami kemunduran. Seperti peradaban hebat lainnya, Turki Usmani runtuh juga.


Dikutip dari Peradaban Turki (2019), ada beberapa faktor yang menyebabkan kemunduran Turki Usmani: Pengganti Sultan Sulaiman I tidak ada yang cakap dalam mengendalikan sistem pemerintahan. Pengangkatan bawahan tidak lagi didasarkan pada kemampuan mengatur daerah, namun pada perasaan suka atau tidaknya sang sultan. Korupsi merajalela dan gaya hidup berfoya-foya. Sikap ini menyimpang dari ajaran Islam. Terjadi pemberontakan pasukan bayaran yang membangkang. Selain disebabkan kesalahannya sendiri, ada faktor eksternal yang mendorong kemunduran Turki Usmani: Ancaman dari Dinasti Shafawi yang semakin kuat. Beberapa daerah di Semenanjung Balkan berturut-turut melepaskan diri dari Kekaisaran Usmani Kekalahan dalam perang melawan Rusia di abad ke-18


Kekalahan dan kemunduran ini membuat Turki Usmani dijuluki oleh negara-negara lain sebagai The Sick Man of Europe. Kondisi ini terus berlanjut hingga Sultan Hamid II naik tahta pada 1876. Pemerintahannya yang otoriter memicu munculnya pemberontakan. Gerakan Turki Muda dipimpin oleh Mustafa Kemal Ataturk. Ia juga didukung oleh tentara. Pada Juli 1908, Revolusi Turki Muda meletus. Revolusi itu berhasil menggulingkan Kekaisaran yang telah berkuasa 600 tahun. Turki berganti menjadi republik dengan Mustafa Kemal Ataturk sebagai presiden pertamanya. Setelah itu sampai kini tidak ada lagi kekuasaan islam seperti era Khilafah Umayyah, Abassiah dan ustmani. 


Hikmah sejarah

Setelah Nabi wafat, kekhalifahan melahirkan intrik politik yang selalu bau amis darah. Setiap lahir satu dinasti selalu darah tertumpah. Bukan dengan orang lain, tetapi sesama mereka juga. Dalam pengantarnya di buku Al-Husein bin Ali, Pahlawan Besar dan Kehidupan Islam pada Zamannya (1978), Hamka menerangkan jika dirinya ditanya akan berpihak ke mana dalam pertentangan yang terjadi pada masa lalu itu, maka ia mengungkapkan bahwa dirinya akan berpendirian seperti para ulama terdahulu seperti Imam Abu Hanifah, Hasan Al Bishri, dan Umar bin Abdul Aziz yang berkata, ”Itulah darah-darah yang telah tumpah, yang Allah telah membersihkan tanganku dari percikannya; maka tidaklah aku suka darah itu melumuri lidahku."


Dan selanjutnya dengan alasan agama, ambisi kekuasaan ekpansionis membuat mereka tidak pernah merasa puas. Seperti minum air laut. Perluasan wilayah tidak diikuti keadilan dan distribusi kemakmuran. Yang pasti makmur adalah ibukota , di Istana di mana sang khalifah dan keluarganya hidup bergelimang harta dengan ratusan selir. Pada akhirnya khilafah itu tumbang karena kehidupan dunia yang memabukan, korup dan intimidasi kepada mereka yang berbeda. Jadi khilafah bukan solusi membangun peradaban, tetapi perbaikan akhlak pribadi muslimlah sebagai solusi. Apapun sistem negara, akhlak itulah yang akan menjadi rahmat bagi semua.

Tidak bisa bersyukur..

  Ketika masuk cafe saya lihat Yuni, Esther, Wenny duduk di table yang sama. Saya temui mereka. Bicara sebentar. Saya keluar cafe untuk mero...