Posts

Showing posts from September, 2018

Solusi mengatasi kesenjangan ekonomi.

Image
Gerbang Pembayaran Nasional . Tahukah anda bahwa dari 250 juta penduduk negeri ini, hanya 60 juta yang punya rekening bank.  Di kota, masih sekitar ada 70 orang yang belum memiliki rekening bank, sedangkan di desa mencapai 100 juta orang lagi yang belum memiliki rekening. Tetapi data tahun Januari 2018 jumlah rekening di bank sebanyak 246,9 juta. Artinya apa? satu orang bisa punya rekening lebih dari satu. Dan  tahukah anda bahwa 55,8% dana perbankan yang ada sekarang dimiliki oleh 239 nasabah besar yang total dananya mencapai Rp2.867 triliun dari total Rp5.013 triliun dana perbankan.Tentu pemerintah tidak bisa main main dengan kelompok menengah atas ini. Jumlah mereka sangat minoritas sekali namun mereka mengendalikan lebih dari separuh uang beredar dinegeri ini. Jadi engga gampang menciptakan keadilan sosial bila dilakukan dengan cara cara konvensional. Karena situasi ketimpangan itu sudah terstruktur dan established lewat sistem perbankan. Apalagi saat sekarang sudah d

Pertumbuhan ekonomi.

Image
Masalah Indonesia itu , menurut BPS, setiap tahun jumlah penduduk bertambah 1,1 % atau sekitar 2,6 juta bayi lahir. Jumlah angkatan kerja baru setiap tahun bertambah sebesar 2,6 juta. Nah anda bayangkan. Kalau terlambat saja pemerintah meng-eskalasi pertumbuhan ekonomi, maka masalah pasti dihadapan mata seperti pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja menjadi ancaman serius. Contoh macetnya jalan Jakarta adalah satu bukti pertumbuhan penduduk lebih cepat daripada pertumbuhan ekonomi. Akibatnya jalan macet dan daerah kumuh bermunculan serta penyakit sosial terjadi dimana mana. Kalau tidak segera memaksa pemimpin mempecepat pertumbuhan, maka insfrastruktur ekonomi dan sosial yang sudah dibangun akan rusak begitu saja. Itu jadi mubazir. Artinya, pertumbuhan ekonomi itu adalah mutlak. Masalahnya gimana meningkatkan pertumbuhan ekonomi? Jokowi mewarisi APBN yang defisit primer. Struktur pertumbuhan ekonomi era SBY engga sehat. Era SBY, elastisitas tenaga kerja dari setiap 1 % pertum

Perubahan.

Image
Menurut Sandiaga, tekanan terhadap nilai rupiah disebabkan lemahnya faktor fundamental ekonomi, yakni defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan. Ia berpendapat hal itu disebabkan oleh kekeliruan dalam orientasi dan strategi pembangunan ekonomi. "Antara lain tidak berhasilnya pemerintah dalam mendayagunakan kekuatan ekonomi rakyat sehingga kebutuhan pangan semakin tergantung pada impor seperti beras, gula, garam, bawang putih, dan lain-lain," kata Sandiaga. Selain itu, lemahnya nilai rupiah juga terjadi karena pertumbuhan sektor manufakturing yang berada di bawah pertumbuhan ekonomi. Sandiaga mengatakan, sektor manufakturing yang pernah mencapai hampir 30 persen pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) tahun 1997, saat ini hanya 19 persen. Saya tidak akan mengatakan Sandi salah. Namun saya juga bisa mengatakan bahwa kalau itu adalah kesimpulan keadaan ekonomi sekarang ini disebabkan karena kekeliruan dalam orientasi dan strategi pembangunan ekonomi, jelas

OK Oce VS MA'RUF economic

Image
Ma’ruf economic VS OK Oce. ( Bisnis ). Program Ok Oce. Programnya ideal. Baik saya ilustrasikan secara sederhana. OK Oce sebagai penyedia dana bagi siapa saja yang membutuhkan modal usaha. Modal yang diperlukan bisa untuk modal kerja maupun investasi. Karena itu Ok Oce mempunya program pembinaan kepada anggotanya. Siapa yang lolos pembinaan maka akan dapat akses kepada permodalan. Sekilas bagus. Tetapi, rencana Sandi dalam Ok Oce ini ada yang disembunyikan. Yaitu bagaimana dia bisa menjajikan modal kepada anggotanya ? Orang awam melihat karena dia orang kaya, maka mereka berharap keluarga Sandi yang menyediakannya. Makanya program Ok Oce ini sangat efektif sebagai alat kampanye untuk menggiring orang yang tidak punya akses modal namun tinggi ngayalnya untuk menjadi follower nya. Namun orang awam lupa bahwa Sandi itu adalah pemain hedge fund. Dibalik program itu ada agenda. Agenda lahir karena sebuah ide pooling fund. Apa ide itu ? menjadi lembaga fund provider (penyedia

Memahami ekonomi secara idiot.

Image
Kemarin ada rapat terbatas bidang Ekuin khusus masalah kurs rupiah yang melemah. Rapat dihadiri oleh Menteri Keuangan, Menko Perekonomian, Menko Maritim, Menteri Perdagangan. Gubernur BI. Dalam rapat itu, Jokowi mendapat penjelasan dari Menteri keuangan bahwa kurs yang melemah karena masalah defisit transaksi berjalan. Namun dampak terhadap kurs tidak significant karena inflasi terjaga. Pemerintah akan segera mengeluarkan kebijakan untuk memperbaiki desifit transaksi berjalan. Ada dua yang utama kebijakan pemerintah tersebut. Yaitu pertama, menaikan tarif pajak atas beberapa produki impor agar terjadi proses produksi substitusi Impor. Kedua , karena komponen defisit terbesar adalah impor migas, maka pemerintah akan melarang hasil produksi migas untuk di eksport semua. Tetapi utamakan pasar dalam negeri dengan transaksi rupiah.  Kebijakan pertama, akan butuh waktu untuk dirasakan dampaknya. Tapi kebijakan kedua akan segera dirasakan dampaknya. Kalau melihat Defisit CA USD 8 mil