Posts

Showing posts from August, 2008

Padamu Negeri...

Image
''Proklamirkan kemerdekaan sekarang juga.'' Demikian Chaerul Saleh berkata lantang kepada Soekarno di tanggal 14 agustus 1945, jam 15.00. Soekarno sadar bahwa ada tuntutan dari kaum muda untuk segera merdeka. Namun sebagai orang tua yang sangat mencintai rakyatnya, Soekarno sadar kata kata proklamasi itu sangat berbahaya dalam posisi Jepang masih mencengkram leher bangsa Indonesia. Juga dibayangkan oleh banjir darah rakyat yang tak berdosa menghadapi bedil sardadu jepang. Bayangan paska kemerdekaan yang menyeramkan inilah membuat Soekarno lebih memilih untuk menhikuti protocol Jepang untuk mencapai Indonesia merdeka,yaitu melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).. Yang tua ragu dan yang muda berhati satu its Now or never. Ditengah kecemasan akan balantentara Jepang dan hasrat kaum muda untuk merdeka, Wikana mengancam Soekarno ''Kalau Bung Karno tidak mau mengumumkan proklamasi, esok akan terjadi pertumpahan darah di Jakarta.'' Bung Karno p

Soros

Image
Masa depan perekonomian dunia terancam oleh system pasar modal kapitalis. Ancamn itu datang dari supper bubble asset dipasar modal. Sekarang saham saham emiten yang bergerak dibidang pertanian dan tambang mencapai harga overvalue dan bahkan mengarah ke supper bubble. Bahkan Soros mengatakan bahwa biang kesalahan ini sudah berlangsung sejak 25 tahun lalu. Ini disebabkan oleh kesalahan philosophy mengambil kebijakan.Terutama mengizinkan Wall Street meningkatkan uang dipasar modal melalui credit derivative. " The idea was that regulators always make mistakes, state interference in the markets just messes things up and that was a false idea .... Regulators are human and bound to make mistakes, but markets are also human and they are also bound to make mistakes. Instead of markets always being right, they're actually always groping at trying to find out what the facts are. But they never get it right." Yang menarik dari ungkapan itu adalah karena disampaikan oleh seorang Soro

Pemimpin

Image
Dalam Al Quran tidak ada kata president atau pemilu. Tapi bukan berarti Al Quran tidak mengaturnya. Dalam konteks politik biasanya president disebut dalam dua kata yang bermakna sama namun berbeda secara substantial. Dua kata itu adalah Khalifah dan imam. Dalam bahasa Indonesia, makna kedua kata itu sama yaitu pemimpin atau penguasa namun berbeda secara substantial. Kata Khalifah berakar dari khalafa, yang berarti menunjuk pada seseorang yang berada di “belakang” atau orang yang menggantikan tokoh yang ada didepan ( pendahulunya). Kata Khalifah masih dibagi lagi dalam bentuk tunggal dan jamak. Dalam bentuk tunggal, misalnya , dapat ditemukan dalam Al-Baqarah ayat 30 : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah dimuka bumi” Dalam bentuk jamak, khalaif , disebut empat kali dalam Alquran , dan Khulafa disebut tiga kali Sementara kata imam adalah orang yang ada “didepan”. Artinya tokoh yang harus diteladani dan memberikan te

Manusia

Image
Hari ini saya mendapatkan kirim email dari dua sahabat saya. Entah mengapa email yang dikirim satu sama lain saling berhubungan. Satunya menyampaikan kisah Nabi Ibrahim yang berusaha mengetahui rahasia Illahi. Satunya lagi menyampaikan tentang sifat ihsan yang sesuai tingkatannya seperti mukmin, mutaqin, muhsin dan muchlas.Mereka memberikan pencerahan tentang hakikat manusia diciptakan didunia. Dua email ini kembali memaksa saya membuka Al Quran ( Alhamdulillah software AL Quran juga dikasih Mas Hend, sehingga memudahkan saya melakukan search sesuai dengan topiknya). Saya tergugah ketika mencoba menghayati firman Allah "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan ke dalamnya Ruh Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud". (QS Al Hijir 28-29)" Firman Al

Giliran yang muda

Image
Saya termasuk tergolong tua walau usia saya belum 50 tahun. Tapi saya senang melihat orang yang dibawah usia saya lebih cerdas dan tanggap terhadap situasi yang ada. Mereka yang saya temui dalam keseharian saya adalah mereka para pebisnis muda dan juga para aktivis muda. Ada dua kelompok tempat mereka berada, dunia business dan kemasyarakatan. Dari dua kelompok ini masing masing punya cabang berbeda beda. Pebisnis muda , pertama yang tampil berkat dukungan orang tua atau tepatnya “ lahir sudah berdasi”. Kedua , yang tampil dari komunitas bawah atau tepatnya “ anak kolong”. Sementara politisi muda, terbagi dua juga. Pertama, politisi yang besar karena reformasi dan memilih jalur partai untuk berkarir. Kedua, politisi kelas informal atau tepatnya aktivisi kemasyarakatan. Kelompok aktivis kemasyarakatan ini ada yang memang bergerak bergerilya dibawah tanah untuk keyakinannya. Adapula yang sengaja keliatan sibuk sebetulnya sekedar mengharapkan dukungan dana LSM luar negeri Dua kelompok an