Posts

Showing posts from March, 2012

Subsidi BBM ?

Image
Mana ada pemimpin yang dengan senang hati menaikkan BBM.” Demikian SBY berkata dan Televisi meliput pidatonya. Wajahnya nampak bersedih. Suaranya terkesan mehanan sedih teramat sangat ketika kata kata itu terungkapkan. Andaikan itu adalah pentas teater dan sutradara mengharuskan SBY menangis maka tentu air mata akan mengalir begitu saja. Karena moment nya tepat dan kebetulan sekali memang SBY berhati lembut, romantic. Demikian kata teman saya berkata menanggapi curhat SBY dihadapan Publik. Saya bisa merasakan betapa berat hati SBY untuk berdamai dengan realita. Suka tidak suka dia pihak yang langsung dinilai oleh rakyat tentang salah dan benar suatu kebijakan. Ditambah lagi ada sederet pakar ekonomi yang punya pendapat berbeda bahwa BBM tidak seharusnya naik. Bahwa kenaikan harga minyak international justru  menguntungkan pemerintah. Bahwa kenaikan harga minyak international  tidak berhubungan dengan Defisit APBN atau apalah.. SBY nemang berada pada posisi yang salah dan moment

Tidak jauh dari kita...

Image
Herawati (42)  menyayat urat nadi sebelah kirinya setelah sebelumnya dia membenamkan anaknya Andika berusia 4 tahun kedalam selokan. Demikian berita minggu lalu yang saya baca di Repubika. Menurut keterangan polisi bahwa motif bunuh diri karena factor kesulitan ekonomi. Ujungnya adalah kematian yang sia sia dan kita semua bersalah. Kita harus mengaku. Kita mungkin ikut membunuhnya, atau kita berdiri di kamar kita dengan dosa sejenis itu, karena kita sampai tak tahu bahwa ada ibu berumur 42 tahun yang begitu berputus asa hingga ia menghabisi nyawanya sendiri dan nyawa Andika , anaknya yang berumur 4 tahun, yang tak berdosa , tak mengerti mengapa dia terlahir ditengah kelam kedua orang tuanya. Kita bersalah karena kita sudah jarang menengok. Kita tak pernah ingat dan merasakan sebagian besar mereka yang berjuang dalam kelam. Malapetaka itu tak dapat kita cegah, dan kita bersalah. Herawati dan Andika tak hidup di negeri yang jauh. Ia mati tak di tempat yang jauh. Kejadian itu, di Kampun

Merubah attitude

Image
Ketika dalam perjalanan pulang, sahabat saya menelphone untuk bertemu dengan saya. Kebetulan dia usai menghadiri pertemuan Venture Capital. Excellence is not a skill. It is an attitude, katanya mengawali ketika kami berdialogh. Saya dapat pahami karena keberhasilannya sebagai CEO venture capital berkelas dunia berkat kemampuannya membangun hubungan dengan mitranya lewat sikap mental yang positip. Menurutnya semua orang ketika melihat uang , dia bisa berubah menjadi apa saja agar dapat meraih uang. Lembaga Venture Capital dipandang sebagai lembaga charity yang bisa membuat impian mereka menjadi kenyataan. Karena assessment projet berbeda dengan perbankan. Namun yang paling menentukan dalam business venture bukanlah technology yang dibawa, skill dari pemrakarsa yang hebat tapi ditentukan oleh attitude dari pemrakarsa  Bagaimana mengetahui attitude mereka itu ? tanya saya. Jangan biarkan kita menguasai pembicaraan. Jadilah pendengar yang baik pada setiap pertanyaan yang diajukan.. Dari di

Kejujuran

Image
Prinsip kepemimpinan itu adalah kejujuran. Kata teman saya.  Menurutnya ada keteladanan agung dari Muhammad SAW, Rasul Allah. Sebelum  beliau diangkat sebagai Rasul pada usia 40 tahun, terlebih dahulu beliau sudah digelari oleh kaumnya sebagai Al-Amin. Artinya orang yang bisa dipercaya dan selalu menjaga amanah. BIla orang jujur maka dia akan amanah. Bila dia amanah maka hanya kebenaran yang keluar darinya. Bila kebenaran yang tampak maka hanya kebaikan yang akan ditebar kepada orang sekitarnya. Otomatis keadilan akan tegak. Itu true leader . Allah mengajarkan kita bagaimana memilih pemimpin. Sebagaimana nasihat dari Iman Besar Ja’far Ash-Shadiq bahwa Janganlah engkau melihat kualitas diri seseorang itu dari panjang rukuk dan sujudnya, tetapi lihatlah dari kejujuran dan kesetiaan dalam menjalankan amanah. Rasul memiliki qualifikasi itu semua sebagai pemimpin umat. Ini teladan kita. Demikian pentingnya makna kejujuran dan amanah bagi seorang pemimpin. Keberadaannya bersanding erat den

Konsep memberi ?

Image
Anda boleh bicara apa saja soal program pembangunan , termasuk idealism anda tapi tidak ada artinya dihadapan rakyat. Pada akhirnya yang dihormati rakyat adalah siapa yang bisa member mereka uang disaat mereka sangat membutuhkannya. Itulah kata kunci kalau ingin menjadi pemenang dalam putaran pemilu atau pilkada. Sebagai orang lapangan, saya tahu précis berapa harga per kapala pemilik disetiap daerah. Dari situlah anggaran kampanye dibuat dan akhirnya menjadikan rakyat seperti kerbau di tusuk hidupnya ketika berada dibilik suara. Kira kira seperti itu kata teman saya yang juga salah satu Pimpinan Partai. Saya sempat tersentak dengan kata katanya. Karena ini ungkapkan jujur dari politisi lapangan yang tahu précis bagaimana menjadi pemenang. Itulah sebabnya tokoh agama tidak laku dijual, pencipta socialism tidak laku dijual, pendukung pancasila tidak laku dijual. Ini era semua ada harga dan instant. Namun saya tidak akan membahas soal politik. Saya ingin membahas dari perspektif “ membe