Posts

Showing posts from March, 2020

Berebut hegemoni di tengah krisis.

Image
Kemarin saya chat dengan banker di Eropa. Apa yang dia kawatirkan bahwa keadaan ekonomi dunia sekarang jauh lebih buruk dari krisis tahun 2008, bahkan lebih buruk dari krisis tahun 1929.  Apa itu.? Kalau tahun 2008 krisis terjadi di jantung kapitalis dunia wallstreet. Itu hanya masalah financial dan dapat diselesaikan lewat sistem mata uang. Namun saat sekarang akibat Covid-19, krisis terjadi di jantung kapitalis pabrik dunia, China, yang berdampak sistemik terhadap supply chain dunia. Terjadi penurun kapasitas produksi barang dan jasa secara besar besaran. Ketidak pastian dari sisi demand and supply yang terus memburuk. Semua bidang bisnis slowdown.  Dampak yang mengerikan adalah akan terjadi gagal bayar utang korporat, yang tentu akan berujung semakin besarnya NPL perbankan. Dan memaksa bank harus menambah modal atau jatuh tersungkur oleh sistem perbankan itu sendiri. Sementara  untuk tambah modal sangat sulit. Karena pendapatan bank sebelumnya tidak begitu bagus akibat kredit

Covid-19 sebuah misteri di AS.

Image
Ketika Wuhan mulai di serang wabah Covid-19 pada bulan Desember 2019, pemerintah AS mengambil tindakan yang tidak memadai untuk menghentikan penyebaran virus. Hanya sebatas melarang orang asing dari Tiongkok masuk, tetapi secara tidak konsisten membiarkan orang Amerika dari luar negeri masuk tanpa perlu dikarantina. Ketika anggota Parlemen dari Demokrat menanyakan upaya Trump mengantisipasi penyebaran Covid 19, Trump menjawab sambil tertawa “ itu tipuan baru ( china)”. Akibat sikap Trumps itu terjadi polarisasi di masyarakat dalam memahami informasi dan pencegahan seputar Covid 19. Sebagian masyarakat Amerika anggap enteng Covid 19.  Seharusnya sebagai negara Super Power, penyebaran COVID-19 tidak perlu seluas sekarang. Nah kalau sampai terjadi meluas maka itu adalah bencana. Bukan hanya bencana atas adanya COVID-19 tetapi juga bencana karena sistem kekuasaan yang korup. Mengapa ? bencana wabah ini terjadi akibat kelambatan pemerintah AS mengantisipasi penyebaran virus. Se

Perang dagang yang sia sia..

Image
AS ingin jadi penguasa dunia dan semua negara harus tunduk dengan dia. AS punya pangkalan militer kurang lebih 800 diseluruh dunia, Bayangkan di dunia aja negara engga sebanyak itu. Tetapi itulah AS. Semua pangkalan militer itu pasti makan ongkos besar. Lantas apa gunanya kalau pengeluaran besar tidak berdampak terhadap ekonomi.  Negara lain engga takut dengan AS. Bahkan korea utara yang miskin dan bego aja berani lawan AS. Yang fatalnya lagi, AS tidak leluasa mengeluarkan ancaman militer sejak mereka memperkenalkan kebijakan softpower lewat perang proxy melalui pendekatan demokrasi .Justru ini semakin gede ongkosnya. Karena bayarin orang doyan onani dan pengangguran untuk obok obok negara lain. Pasti hasilnya tidak significant.  Nah diatas pemborosan anggaran yang besar, Ekonomi AS tidak sanggup lagi ngongkosinya. Pendapatan APBN tidak cukup untuk menopang biaya politik luar negeri dan militer. Lambat namun pasti APBN terus defisit dan semakin lama semakin lebar.  Sehingga seca

Lockdown dan kepanikan...

Image
Darurat sipil? Tadi saya sempat ngobrol lewat WA dengan teman aktifis. Dia katakan bahwa  sepertinya pemerintah Pusat sengaja membiarkan Daerah menghadapi sendiri Wabah C-19. Memang efisien tetapi jelas tidak ada kemanusiaan.  Saya katakan “  sebelum kita menyimpulkan apa yang kita lihat, ada baiknya kita ketahui duduk persoalannya. Peran pemda dalam UU 24/2007 tentang bencana nasional, itu jelas sekali dalam pasal 8 dan 9. Dalam pasal 8 pemerintah daerah harus mengalokasi pos bencana dalam APBD nya. Atau disebut dana siaga. Semua Pemda punya pos anggaran itu. Kalau kurang, PEMDA diberi hak melakukan realokasi anggaran untuk focus kepada bencana. Jadi itu bukan Pusat menyerahkan kepada Daerah, tetapi amanah UU memang begitu.” Tapi kan engga cukup” katanya cepat. Saya katakan.  Jangan terlalu cepat menyimpulkan soal anggaran. Dalam hal C-19 persoalan yang harus segera dilakukan dan bisa langsung inisiatif pemda tanpa perlu izi dari pusat adalah pengadaan rapid t