Posts

Showing posts from October, 2007

Ashaff

Image
Seandainya beton itu tidak bercampur pasir, semen , batu, kerikil , besi maka tidak akan bernama beton. Tidak akan mungkin menjadi sesuatu yang kokoh menopang beban berat dan menjadi penyangga bangunan. Juga, Garam laut (NaCL) atau natrium clorida. Terdiri dari dua unsure Natrium dan Clorida. Bila dua unsur ini dipisahkan maka Natrium dan clor akan menjadi gas mulia yang berbahaya bagi manusia. Tapi bila mereka bergabung maka tidak nikmat makanan tanpa garam. Yang menarik adalah bagaimana dua unsure gas mulia ini bersatu. Kedua duanya saling membatu atom agar ikatan mereka menjadi stabil dan kokoh. Natrium (2,8,1) memiliki satu elektron lebih banyak dibandingkan struktur gas mulia (2,8). Jika natrium tersebut memberikan kelebihan elektron tersebut maka natrium akan menjadi lebih stabil. Klor (2,8,7) memiliki satu elektron lebih sedikit dibandingkan struktur gas mulia (2,8,8). Jika klor tersebut memperoleh satu elektron dari tempat yang lain maka klor juga akan menjadi lebih stabil. Jad

Kebijakan Ekonomi ?

Image
Dipesawat saya bertemu dengan orang asing yang hendak ke Hong Kong. Orang asing ini berasal dari Eropa. Punya business di Indonesia yang dirintisnya sejak 5 tahun lalu. Ketika saya tanya pendapatnya tentang perkembangan usahanya, dia menjawab bahwa business di Indonesia sangat menguntungkan. Indonesia merupakan pasar empuk untuk produk impor. Daya konsumsi masyarakat Indonesia diatas rata rata bangsa manapun. Saya tidak tanya apa usahanya di Indonesia. Namun saya dapat menyimpulkan bahwa yang dimaksudnya dengan “masyakarakat Indonesia “ itu adalah kelompok orang kaya baru yang umumnya berada di Kota kota besar di Indonesia. Hampir semua merek terkenal didunia ada dietalage di Mall Mall yang tumbuh bagai jamur dimusin hujan. Juga hampir semua makanan cepat saja saji dari luar negeri bertebaran dibanyak Mal dan selalu ramai dikunjungi oleh pembeli. Juga apartement mewah terus dibangun seakan tidak pernah kehabisan konsumen. Itulah mungkin gambaran potensi business yang dimanfaatkan oleh

Mudik

Image
Tidak pernah terbayangkan bila budaya mudik lebaran ini dapat terjadi dinegera lain. Apa yang kita lihat adalah suatu peristiwa yang sulit dicerna dalam kacamata individualisme . Dimana jutaan orang bergerak serentak meniggalkan kota tempat mereka mengadu nasip untuk kembali kekampung halamannya. Kampung dimana mereka dilahirkan. Kampung dimana menyimpan banyak nostalgia. Dimanapun mereka bermigrasi ,entah didalam negeri maupun luar negeri untuk mengadu nasip, selalu mereka bertekad untuk harus kembali pulang kempung halaman menjelang lebaran. Walau untuk kegiatan ini , mereka harus menyisihkan sebagian pengdapatan harian/bulanannya hanya untuk bekal kembali kekampung halamannya ketika lebaran datang. Andai ada survey tentang jumlah dana yang mengalir kedaerah akibat budaya mudik ini, tentu kita akan mengetahui betapa dahsyat kekuatan financial komunitas Islam ini dalam menciptakan capital flow ke daerah. Mereka adalah komunitas yang terdiri dari berbagai suku di Indonesia dan mempuny

Sikap santun

Image
Ketika yang kalah kecewa maka rasa tidak suka pada yang menangpun terbentuk. Biasanya rasa kecewa itu semakin membukit dan menimbulkan amarah. Inilah sifat dasar kekanak kanakan, yang lebih mengedepankan emosi kepentingan bukan kesadaran. Budaya politik kita memang tidak lebih sama seperti itu. Makanya tidak aneh bila Gus Dur sempat melontar kata kata jenakanya dengan menyebut anggota DPR adalah taman kanak. Dalam konteks budaya kepemimpinan , yang kalah selalu membenci yang menang. Sulit sekali melihat ada tergur sapa antara president yang baru terpilih dengan yang mantan president. Lihatlah, Soekarno tidak bertegur sapa dengan Soeharto, Soeharto tidak bertegur sapa dengan Habibie, Habibie tidak bertegur sapa dengan Gus Dur, Gus Dur tidak bertegus sapa dengan Megawati, Megawati tidak bertegur sapa dengan SBY. Dari sikap ini jelas sekali kita bertanya, mengapa kekalahan adalah kekecewaan? Apakah mungkin menganggap “ sayalah yang terbaik dan pantas memimpin , bukan orang lain”. Atau ka