Posts

Showing posts from July, 2011

Belajar dari hewan

Image
Ketika makan malam, teman saya sempat melempar kata kata yang mengundang dialogh. Dia berkata , belajarlah dari hewan ! saya sempat terkejut. Mengapa harus belajar dengan hewan, Bukankah hewan tidak punya akal sehebat manusia. Kenapa pula harus belajar dengan hewan Aneh.! Belum hilang keterkejutan saya , teman ini melanjutkan. Kami orang China , belajar bijak dari hewan. Wah, dia bicara tentang ” bijak ” dan itu belajarnya dari hewan. Rasa ingin tahu saya bangkit. Saya ingin lebih tahu banyak alasannya berkata seperti itu. Teman ini tersenyum sambil menatap saya dan menyuap sup dihadapannya. Kami umat islam, disarankan oleh rasul untuk belajarlah kenegeri China, tapi malah orang china belajarnya dari Hewan. Kata saya. Kini dia tidak lagi tersenyum tapi tertawa berderai derai. Mungkin ada benarnya. Jawabnya. Ada empat jenis hewan yang patut menjadi pembelajaran bagi kita. Katanya. Apa empat hewan itu ? tanya saya. Teman ini menjawab dengan cepat. Pertama adalah kelinci, kedua adal

Pak Karim...

Image
“ Dihadapan Allah kita tidak bisa menimpakan kesalahan kepada ulama bila ternyata fatwa yang dikeluarkan ulama itu salah. Kita bertanggung jawab atas sikap kita sendiri dan tidak bisa orang lain dilibatkan. Manusia memiliki kebebasan dan bertanggung jawab atas setiap pilihannya” itulah prinsip yang diajarkan oleh Pak Karim kepada saya. Dia guru spiritual saya. Yang membuat saya tak bosan mendengar pituahnya yang selalu berdasarkan Al Quran dan Hadith. Bila saya bertanya tentang satu masalah , dia dengan tanggap membuka kitab mulia. Lembaran kitab mulia itu dibukanya dengan cepat untuk sampai kepada jawaban atas pertanyaan saya. Diapun akan membaca ayat ayat Al Quran dan sedikit ulasan dalam hadith yang berhubungan dengan firman Allah itu. Kemudian , dia serahkan kepada saya untuk bersikap. Kalau saya desak , mengapa Allah berfirman seperti itu. Dia tidak mau menjawab. Itu urusan Allah, katanya. Mengapa ? menurutnya satu ayat firman Allah di dalam Al Quran melebihi segala pengetahuan y

Rasa Aman

Image
Kemarin saya bertemu dengan teman. Sudah hampir sepuluh tahun tidak bertemu. Terakhir saya tahu dia terkena AIDS – HIV. Virus mematikan dan merupakan musuh dunia modern nomor satu. Tapi ketika saya bertemu kemarin, dia nampak sehat dan bahkan wajahnya lebih bersih , lebih fresh. Dia sehat?. Saya tak ingin bertanya soal penyakitnya dulu. Cukuplah saya senang bahwa dia sehat. Namun , dia sendiri bercerita kepada saya prihal penyakitnya. Menurutnya, ketika vonis AIDS-HIV itu jatuh kepada dirinya maka yang dia lakukan adalah mempersiakan diri dengan sebaik baiknya untuk mati. Dia tidak punya lagi target hebat seperti orang kebanyakan. Hidupnya dijalani dengan sedemikian rupa tidak membuat dia stress. Pengelolaan pabrik diserahkan kepada istri dan iparnya. Sementara dia memilih pekerjaan yang menyenangkan dirinya. Keluarganyapun dapat menerimana itu. Walau keluarga ingin agar dia dirawat oleh rumah sakit terbaik namun dia menolak. Dia ingin menjadikan AIDS – HIV itu sebagai anggota keluarg

Sekali dan mati

Image
Setelah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam wafat ,tampilah para sahabat beliau menggantikannya sebagai pmeimpin umat islam. Mereka disebut Khulafaur Rasyidin yang terdiri dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali. Dalam sejarah dunia hingga kini , seperti mereka, belum ada tandingannya pemipin yang mampu dan berani menegakan kalamulllah tentang kebenaran, kebaikan dan keadilan. Mengapa ? kerena mereka mendapatkan bimbingan Allah. Pemimpin yang menerapkan syariat Islam dengan kaffah dan adil terhadap rakyatnya. Namun kita semua tahu bahwa semua mereka mengakiri usianya dengan tragis, terbunuh ditangan pengecut , membunuh mereka dengan cara cara tidak kestria. Bahkan Abu Abakar menurut cerita kitab tarikh al-Khulafa’ (1/74, MS) karangan Imam as-Suyuthi dan tarikh ath-Thabari menyebutkan beliau diracun oleh orang yahudi. Setidaknya mereka semua berlaku seperti syair Khairil Anwar " sekali berarti sesudah itu mati. Kita tidak tahu pasti apa rahasia dibalik takdir yang menjemput para pem

hikmah Ilahiyyah

Image
“Saya merasa seolah-olah bedah transplantasi telah menyerahkan tubuh saya kepada jiwa yang asing- perasaan saya, cara saya bertindak, cara saya merasakan berbagai hal, pemikiran dan keinginan saya- semuanya berubah, seolah-olah ada dua jiwa yang menetap di tubuhku.”. Demikian ungkapan penerima donor jantung pada operasi transplatasi. Bahkan dalam beberapa kasus ada kepribadian penerima donor jantung praktis tidak dikenali lagi oleh orang-orang terdekatnya, dan bahkan oleh dirinya sendiri. Para ahli berkeyakinan bahwa seluruh tubuh dan pikiran manusia tidaklah terpisahkan. Ada keterkaitan antara pikiran, emosi, dan tubuh manusia. Kebanyakan orang saat ini menganggap memori (ingatan) hanya terkait dengan fungsi otak, sementara saat ini sudah banyak ilmuwan yang menolak anggapan tersebut. Candace Pert , penulis buku “ Molecules of Emotion: Why You Feel the Way You Feel ” mengatakan, “Memori tidak hanya tersimpan di dalam otak, tetapi juga tersimpan di dalam sebuah jaringan psikoma