Posts

Showing posts from November, 2013

Pesan cinta dari Allah.

Image
Dia adalah sahabat saya  sejak masih di SMP. Setelah 30 tahun lebih berpisah akhirnya kami bertemu kembali dalam satu acara reuni.  Waktu saya datang ke Lampung untuk acara reuni dia menjemput saya di bandara. Hampir saya tidak mengenal lagi dia dalam usia mendekati 50 tahun ini. Namun senyumnya membuat saya langsung mengingat sahabat mungil yang dulu waktu SMP sangat pendiam namun ramah. Ternyata sampai kini dia tetaplah  dia yang dulu , pendiam namun murah senyum.  Setelah itu kamipun sering bersapa baik lewat telp maupun bertemu.  Sampai kini dia masih sendiri. Jodoh dari Allah belum sampai kepadanya. Dia bersabar karena itu tanpa sedikitpun dia berkeluh kesah. Padahal qualifikasi dia sebagai wanita sempurna yang tak sulit mendapatkan jodoh, dia miliki, Dia cerdas, cantik dan terdidik dengan baik serta dengan pekerjaan yang baik pula sebagai profesional di stasiun TV. Dia pernah berkata kepada saya ada pria yang sangat menginginkan dia sebagai istri.  Namun dia berdoa kepada Allah

Pancasila?

Image
Dalam buku Adnan Buyung Nasution, Aspirasi Pemerintahan Konstitusional di Indonesia,  ada mengutp Pidato  Kiai Haji Isa Anshary yang tercatat dalam salah satu dari 17 jilid Risalah Perundingan Tahun 1957, yang diterbitkan Sekretariat Konstituante , ”Kalau saudara-saudara mengaku Islam, sembahyang secara Islam, puasa secara Islam, kawin secara Islam, mau mati secara Islam, saudara-saudara terimalah Islam sebagai Dasar Negara. [Tapi] kalau saudara-saudara menganggap bahwa Pancasila itu lebih baik dari Islam, lebih sempurna dari Islam, lebih universal dari Islam, kalau saudara-saudara berpendapat ajaran dan hukum Islam itu tidak dan tidak patut untuk dijadikan Dasar Negara… orang demikian itu murtadlah dia dari Agama, kembalilah menjadi kafir, haram je-nazahnya dikuburkan secara Islam, tidak halal baginya istri yang sudah dikawininya secara Islam…. ” Isa Anshary berani mengatakan itu setelah ia terpilih sebagai anggota legislative dalam pemilu 1955 yang paling demokratis dan paling juj

Hidup hanya senda gurau

Image
Can I meet you today ? terdengar suara dari seberang. Saya tahu dia sedang berbicara lewat telp satelit diatas ketinggian 45,000 feet dari pesawat pribadinya. Saya tahu dia dalam keadaan tertekan. Demikian email yang saya terima minggu lalu. Transaksi yang dilakukan penuh ambisi akhirnya hancur berkeping keping. Beberapa asset yang dikuasainya di Eropa ,harganya fall down. Padahal sebagian besar asset tersebut ditempatkan sebagai collateral untuk program pembiayaan pengambil-alihan project diberbagai Negara. Sudah bisa dipastikan hanya soal waktu project yang telah dikuasainya akan diambil alih bank karena value collateral tidak lagi sufficient untuk meng cover outstanding loan nya.. Yang menyedihkan adalah seluruh harta yang dia dapat dari kerja keras siang malam dan berpuluh tahun itu, akhirnya menguap ditelan angin badai moneter global. Mungkin bila saatnya tiba, tak ada lagi harta tersisa yang patut dia banggakan kecuali harta pribadinya yang tentu lambat laun akan habis karena di

PNS dan kemandirian

Image
Tepatnya 18 maret 1978, Deng Xiaoping mengundang seluruh intelektual datang ke Aula Besar Rakyat. Yang hadir totalnya 5.585 delegasi yang berasal dari seluruh penjuru China. Mereka adalah guru, dokter, penulis, pakar ilmu pengetahuan dan juga 117 pimpinan institute riset. Sebetulnya untuk beberapa tahun orang orang ini dianggap sebagai “ orang yang ditinggalkan oleh kelompok lama “ dan juga dikenal sebagai “ orang yang belum direformasi”. Mao Zedong menyebut mereka sebagai “ bulu pada selimut “. Mereka bertahan hidup ditengah kritikan dan kerja paksa, penderitaan, dan hinaan. Bahkan banyak diatara mereka yang meninggal dunia dikamp kerja paksa di saat Revolusi Kebudayaan. Dalam pertemuan itu mereka mendengarkan dengan seksama kata kata Deng Xiaoping “ Intelektual adalah bagian dari kelompok yang sukses. Mereka yang bekerja dengan otak adalah bagian dari mereka yang bekerja dengan benar." Deng berkeinginan agar PNS terdidik dalam system birokrasi sudah saatnya diberi kebebasan