Posts

Showing posts from February, 2011

Sangat takut ...

Image
Kemarin ketemu dengan teman di Musholla Plaza Indonesia. Lama tidak bertemu dan terakhir bertemu setahun lalu ketika dia datang kerumah. Saya melihat ada sesuatu yang berbeda dengan teman ini. Wajahnya lebih bersih dan dia nampak agak kurus dari sebelumnya. Usai sholat , kami berbicara sambil menunggu sholat Maghrip. Mungkin dia melihat ada tanda tanya tersirat diwajah saya tentang dia yang kini. ” Saya takut kepada Allah. Takut sekali” Itu katanya. Saya terkejut ketika dia berkata seperti itu. Takut , benarlah manusia semua merasa takut. Tapi , ”takut sekali” disampaikan dengan roman wajah yang benar benar takut , itulah yang luar biasa. Dia terdiam lama setelah usai mengatakan ” takut sekali.”. Saya tak ingin mengomentari lebih jauh. Karena saya tahu teman ini sedang berpikir sesuatu untuk mengatakan alasan dia berkata ”takut kepada Allah”. Benarlah , dia melanjutkan. Setengah tahun lalu, saya berkunjung kerumah sakit melihat kerabat family yang sakit keras. Kebetulan sekali s

Hakikat.

Image
Teman saya yang boleh dikatakan tidak beragama sejak lahir karena memang tidak didokrin oleh orang tuanya soal agama. Kemarin mengatakan kepada saya bahwa dia sudah masuk Islam. Bagaimana sampai dia bisa memeluk agama Islam ? Siapa yang telah mempengaruhinya?. Walau dia sahabat saya dalam dunia bisnis namun saya tak pernah mempengaruhinya untuk masuk Islam. “ Awalnya dari sikap hidup kamu yang menjadi tanda tanya besar bagi saya dan akirnya saya mencari tahu lebih dalam tentang islam” Saya sempat terkejut dengan alasanya itu. Penilaiannya terhadap saya bahwa bagaimana mungki dalam situasi tersulit saya tidak nampak resah. Tidak berusaha mencari hiburan memanjakan diri padahal saya mampu untuk memanjakan diri. Tidak berusaha marah padahal saya pantas untuk marah. Tidak kecewa padahal saya pantas untuk kecewa.Tidak tertawa padahal saya pantas tertawa. Demikian pertanyaan membuncah dalam dirinya terhadap saya. Saya sendiri tidak menyadari apa yang dia amati tentang saya. Bagi

Pilihan

Image
Bulan lalu adik bungsu saya datang kepada saya. Dia minta restu saya untuk meminang wanita pilihannya. Saya terharu mendengar takadnya. Bagi saya , dia sedang berbaiat untuk melangkah diatas titian yang sangat halus sekali. Dikanan kirinya terdapat jurang menganga siap melahapnya dengan penderitaan.. Dia sadar akan itu semua. Sedikit saja dia tak stabil maka tergelincirlah dia. Tekadnya telah bulat sebulat matanya melihat kedepan, kepada tujuan yang di sunahkah oleh Rasul. Dia tak takut walau bekal penghidupannya hanyalah seorang dosen yang masih honorer. Dia tak kawatir dengan peliknya hidup dengan penghasilan yang terbatas. Tekad telah diikrarkannya. Sayapun memberikan dukungan dengan teriring doa kepada Allah , semoga adik saya menjadikan perkawinannya sebagai caranya menjadi sempurna, sebagaimana Allah mengujinya beragama lewat istri yang akan menjadi makmunnya. Rizki, Jodoh dan Maut adalah takdir Allah. Ini bukanlah soal siap atau tidak siap. Ini soal keikhlasan menerim

Rahmat Allah.

Image
Data FAO menunjukan bahwa gejala kenaikan pangan sekarang ini bukan lagi hal yang biasa seperti dugaan para ekonom dan pemerintah kita. Bayangkanlah sejak tahun 2000 sampai tahun 2004 indek harga pangan tidak pernah tembus 100 poin. Tapi sejak tahun 2010 , bulan desember indek sudah mencapai 223,1 dan kini telah mencapai 230,7 poin. Ini benar benar luar biasa. Tak ada cara mudah lagi untuk mebalik keadaan dengan angka indek yang super tinggi itu. Ini bukan bubble price yang bisa dikoreksi dengan kebijakan seperti pemerintah dengan mencoba meng nol kan bea masuk 57 komoditas terkait pangan, yang justru mengakibat petani semakin terpuruk dan tidak ada pengaruh significant menekan harga. Sementara kebijakan international soal kenaikan harga pangan ini masih belum jelas arahnya. Keliatannya free market kembali diuji dalam konstelasi global setelah kejatuhan wall street dan bursa london akibat subpreme. Kegamangan pemimpin dunia seperti AS dan Eropa mulai nampak. Karena harga pang

Sharing

Image
Minggu lalu berdiskusi dengan teman. Teman ini menceritakan pengalamannya ketika bekerja di perusahaan TNC. Dia mendapat posisi yang diluar dari keahliannya dan tidak punya latar belakang pendidikan atas posisi yang baru itu. Dengan jujur dia mengatakan kepada atasannya bahwa dia tidak mengerti sama sekali bidang pekerjaan yang akan menjadi tanggung jawabnya itu. Pimpinannya menjawab dengan tegas bahwa ” dalam budaya perusahaan , tidak dikenal tidak bisa. Semua orang harus bisa melakukan sesuatu. ” Pimpinannnya menyarankannya untuk belajar kepada mereka yang mengetahui. Diapun mengirim email kepada seluruh teman kerja di group perusahaan yang berada di beberana negara didunia. Keesokan harinya, dia mendapatkan response puluhan email. Semua mereka memberikan informasi selengkap l;engkapnya tentang bidang tugasnya dan sekaligus memberikan literatur yang harus dibacanya dan diiringi dengan kesan bahwa mereka semua siap membantu tugasnya. Dia sempat melontarkan kata kata “ Knowledge