Posts

Showing posts from May, 2013

Asuransi Kesehatan?

Image
Nannini café Plaza Indonesia jam 2 sore. Saya datang terlambat 10 menit dan dia datang lebih awal. Ketika bertemu wajahnya nampak segar. Menurutnya , standard hidup orang modern adalah adanya jaminan social akan kesehatan, pendidikan, perumahan. Sejak awal dia terjun kemasyarakat atau 30 tahun yang lalu ketika usianya 20 tahun, tidak pernah terpikirkan untuk punya asuransi kesehatan. Tidak pernah terpikirkan untuk menabung di Bank agar layak mendapatkan kredit rumah dan Deposito agar punya jaminan untuk masa tua. Sebagian besar orang mengatakan bahwa dia terlalu tidak memikirkan masa depan. Tidak peduli dengan resiko besok.  Dia terlalu yakin dengan dirinya sendiri namun bodoh. Mengapa ? di era modern sekarang, payung perlindungan dari resiko tersedia luas. Cukup membayar premi tertentu, kita sudah merasa aman dari segala resiko dimasa depan. Padahal menurut saya , dia tidak kesulitan untuk membayar premi. Memang benar itu. Tapi tetap dia  tidak peduli. Baginya soal masa depan itu mas

Pilihan...?

Image
Lama kami tidak bertemu. Mungkin lebih dari 30 tahun. Ketika bertemu minggu lalu, wajah kami tak nampak seperti 30 tahun lalu. DIsana sini sudah nampak warna putih dirambut. Kerutan tersamar juga nampak. Yang tak pernah berubah adalah gaya bicara dan senyuman. Masih seperti yang dulu. Dia bercerita pengalaman hidupnya selama 30 tahun itu.  Menurutnya bahwa rasa sesal itu datang bila kita punya banyak pilihan. Setamat kuliah dia punya banyak pilihan. Jadi professional, PNS atau Wiraswasta. Ketiga hal itu mudah diraihnya. Karena dia lulusan terbaik di universitasnya tentu tidak sulit untuk menjadi professional atau PNS. Orang tuanya juga termasuk orang kaya yang tentu tidak sulit baginya mendapatkan modal untuk berwiraswasta. Dia memilih PNS. Alasannya sederhana bahwa orang tuanya juga PNS dan telah memberikan kesejahteraan hidup bagi keluarganya. Dia ingin mengikuti jejak Ayahnya. Hidup serba teratur dan terjamin dari segala resiko kebutuhan hidup dan tunjangan social. Dua tahun setel

Waduk Pluit, Relokasi?

Image
Kita tidak tahu bagaimana awalnya sehingga terjadi komersialisasi lahan waduk pluit.  Yang pasti akibat waduk tidak diurus oleh gubernur sebelumnya maka terjadi pendangkalan dan akhirnya menjadi tanah rata untuk layak dibangun hunian. Apalagi Lokasi tanah itu strategis. Dekat dengan pusat kota. Dekat dengan kegiatan ekonomi. Tentu bila dibangun rumah akan mudah disewakan kepada siapa saja. Uang akan mengalir. Ide menjadikan tanah waduk sebagai tempat tinggal memang datang dari segelintir orang yang cerdas dan dekat dengan aparat Pemda.  Maklum saja bahwa tanpa kebijakan korup aparat perangkat PEMDA dari RT, RW, Lurah , Camat, Walikota, Gubernur tidak mungkin rakyat dapat leluasa membangun hunian diatas tanah negara. Apalagi ini sudah berlangsung bertahun tahun hingga sampai mencapai 7000 kepala Keluarga.   Rakyat tinggal ditanah illegal dan mereka juga memberikan pemasukan illegal kepada pejabat Pemda.  Begitulah brengseknya aparat PEMDA sebelumnya. Kini Jokowi dan Ahok harus m

Islam, terorisme?

Image
Amerika Serikat sebagai biang anti perjuangan islam saja sudah menghentikan operasi Islam teroris sejak Osama bin Laden terbunuh. Tapi  pemerintah Indonesia masih tetap saja pobia dengan perjuangan umat islam. Minggu lalu, media massa dengan lahapnya meliput  operasi penuh gagah berani dari Dansus 88 menempak teroris. Menurut teman saya dari New York bahwa sikap paranoid Pemerintah Indonesia terhadap umat islam harus dihentikan. Ini kegilaan atau teror terhadap rakyatnya sendiri. Apalagi islam diimani oleh mayoritas penduduk. Pantaskan Pemerintah Paranoid terhadap islam? apalagi sebagian besar elite penguasa adalah beragama islam. Seharusnya pemerintah bijak bersikap terhadap umat islam yang berbeda pendapat. Bagaimanapun mereka bukanlah ancaman bagi NKRI.  Bagaimanapun mereka adalah saksi dan pelaku sejarah pengusiran kolonialisme di Indonesia.  Menurut saya bahwa Pemerintah tidak punya masalah dengan islam tapi dengan umat islam yang perpandangan islam fundamental atau umat yang pun

Berterimakasih..

Image
Dalam setiap kesempatan acara keluarga dia selalu hadir lebih dulu dan selalu bertindak sebagai anggota panitia yang kebagian tugas paling melelahkan. Seminggu sebelum Hari Raya dia akan selalu datang kerumah. Bila datang, ada saja yang dikerjakannya. Diminta tolong atau tidak , dia kerjakan dengan senang hati. BIla ada keluarga kami yang di opname di rumah sakit maka dia akan membesuk lebih dulu. Itu bukan hanya sekali besuk tapi berkali kali sampai sehat.  Baginya keluarga kami adalah keluarganya.   Begitulah yang saya tahu tentang dia.Sebetulnya  dulu dia bekerja sebagai supir pribadi saya. Ketika dia berhenti bekerja sebagai supir, saya memberi dia pinjaman uang untuk membeli angkot. Dia berjanji akan mencicilnya. Tidak lebih tiga tahun , hutangnya sudah lunas. Kini, setelah 14 tahun berbisnis angkot, angkotnya sudah berjumlah delapan. Dia sudah jadi juragan angkot dan menjadi ketua asosiasi angkot dikotanya. Dia juga punya usaha restoran yang banyak dikunjungi pelanggan. Juga pu