Posts

Showing posts from April, 2018

Pemain dan pengikut

Image
Untuk menjadi presiden memang diperlukan puluhan jutaan orang atau mayoritas pemilih namun untuk mengelola pemerintahan diperlukan 1000 orang elite politik mendukung. Artinya rakyat memang diperlukan memilih tetapi setelah itu rakyat engga ada urusan lagi. Selanjutnya yang dihadapi adalah 1000 orang. Gagal menghadapi yang 1000 orang ini pemerintahan akan lemah dan bisa bisa jatuh kekuasaan. Inilah demokrasi. Makanya proses menuju pemilu tanpa dukungan elite politik yang ada di partai dan ormas hampir tidak mungkin seseorang terpilih sebagai pemimpin dan kalaupun terpilih pemerintahannya lemah. Siapapun yang masuk arena politik dalam sistem demokrasi harus menyadari ini. Mereka harus menjadi “ pemain” politik yang cerdas. Tidak hanya jujur dan amanah tetapi juga harus cerdas menghadapi pemain lain. Kalau tidak maka dia akan jadi pencundang. Dalam politik tidak ada musim semi yang abadi dan tidak ada musim dingin yang abadi. Semua pasti berganti dan itu hanya masalah waktu. Maka

Bijak terhadap musuh...

Image
Saya nonton video acara CFD dimana ibu dan anak dipersekusi oleh sekelompok orang yang sedang mengkampanyekan ganti presiden 2019. Saya sedih melihat video itu. Kalaulah itu benar adanya maka sesungguhnya pendukung anti Jokowi telah melakukan kesalahan fatal. Mereka menempatkan kubu Jokowi adalah musuh. Dan karenanya menghalalkan segala cara. Ini sangat disesalkan. Mengapa ? Apapun sikap tidak menghormati orang lain , itu semakin menunjukkan kelemahan mereka sendiri. Semakin tidak percaya diri. Ketika mereka menempatkan kubu Jokowi musuh maka saat itu mereka sedang menebar aura negatif; aura kebencian kepada banyak orang dan semakin merendahkan kubu mereka sendiri. Dan semakin menaikan derajat Jokowi dihadapan pemilihnya. Kemenangan Jokowi tahun 2014 membuktikan itu. Semua tahu akibat politik Apartheid oleh penguasa kulit putih di Afrika Selatan , Mandela harus mendekam di penjara pulau Robben selama 27 tahun dan baru merasa udara kebebasan ditahun 1990. Namun ketika dia dibeb

Kita bukan siapa siapa...

Image
Kemarin teman saya baru pulang dari Bankok mengikuti ritual meditasi di kelenteng Buda. Kami berdiskusi tentang banyak hal khususnya mengenak fenomena alam semesta dikaitkan dengan eksistensi Tuhan. Yang menarik adalah ketika dia mengatakan adanya energy prana yang bisa mengubah energy putih menjadi energy gelap. Energy prana ini tidak bisa didapat melalui kekuatan energy normal tetapi melalui kekuatan supranatural. Jadi semacam pemahaman trensendental. Apa yang kita lihat dan ketahui di semesta ini adalah materi putih yang serba terbatas. Sebatas itu saya bisa pahami sebagai sebuah keyakinan. Namun ternyata dalam ilmu pengetahuan itu dapat diterima. Sebenarnya pusat kehidupan ini ada pada Ether yang merupakan otak dari sistem alam semesta beserta isinya. Ether ini terdiri dari materi gelap, energy normal dan energy gelap. Jadi tidak ada ruang hampa. Karena disetiap ruang ada energy dan materi. Bahkan diantara inti sel itu ada ruang dan disetiap ruang ada energy yang jumlahnya l

Kepemimpinan Jokowi

Image
Saat ini ada lima partai politik di parlemen yang telah menyatakan dukungan ke Presiden Jokowi, yakni PDI-P, Golkar, Nasdem, PPP dan Hanura. Sementara PKB, PAN, dan Partai Demokrat belum menyatakan dukungan. Namun dari Ketua Umum PPP, Romahurmuziy didapat informasi bahwa dalam bulan ini ada dua Partai yang akan bergabung. Entah partai mana? bisa saja PKB dan PAN atau PD dan PAN. Yang jelas Gerindra dan PKS sudah bulat berkoalisi yang akan mengusung capres dan cawapres sendiri. Sesuai UU Pemilu, PKS dan Geridra yang berkoalisi cukup suara untuk mencalonkan capres. Siapakah capres dan cawapres nya ? itu masih tanda tanya. Saya lebih tertarik membahas karakter kepemimpinan yang layak memimpin Indonesia. Mengapa ? karena by design bahwa system pemerintahan kita sudah solid. UUD dan Hukum yang memagari sistem pemerintahan berdasarkan NKRI udah tersedia. Kelembagaan yang diamanahkan UU juga sudah terbentuk. Contoh bagaimana menyusun APBN, itu sudad ada UU nya. Bagaimana sistem perbend

Teladan Jokowi..

Image
Sejak Jokowi masuk ke pentas politik Nasional, tidak pernah sepi dari kampanya negatif terhadapnya . Bahkan mengarah kepada Ibunda dan Istrinya, kedua wanita yang tentu sangat dia hormati. Dampak dari kampanye hitam itu menimbulkan kebencian yang meluas terhadapnya. Tetapi apakah Jokowi hancur karena kampanye negatif itu? Tidak. Justru Allah semakin mengangkat derajatnya dan mendudukannya diatas posisi yang tak pernah terbayangkan bagi seorang tukang kayu dari rakyat jelata. Yang mengusik rasa ingin tahu saya adalah mengapa dia bisa setegar itu , yang pada waktu bersamaan Jokowi telah memberikan paradigma baru dalam perpolitikan yang menjunjung tinggi etika dan moral dengan penuh prasangka baik terhadap siapapun. Ada cerita yang mungkin bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua. Orang munafik seperti Abdullah bin Ubay bin Salul memfitnah bahwa Siti Aisyah telah berselingkuh dengan Shafwan. Fitnah itu dengan cepat beredar hingga di Madinah sehingga menimbulkan kegoncangan di ka