Posts

Showing posts from July, 2009

NKRI

Image
Setiap elite berkata lantang kalau ditanya soal NKRI. Jawaban mereka jelas dan tegas : “NKRI harga mati” atau “ tak bisa ditawar “. Demikianlah adanya. Dulu ketika Indonesia diproklamirkan maka konsep negara kesatuan bukanlah konsep yang mudah untuk dicetuskan. Rapat marathon dalam PPKI berlangsung alot. Satu sama lain bersiteganng soal ini. Pertanyaan mendasar yang sulit dipecahkan adalah “ apa yang mengharuskan kita bersatu”. Sumatera tidak punya kepentingan apapun bila harus bergabung dengan jawa. Begitupula dengan Jawa, Kalimantan dan lainnnya bersikap sama. Tapi sejarah mencatat , bahwa para tokoh pendiri negara kala itu, berhenti berbeda pendapat ketika ruh agama diungkapkan kedepan. Yang mempersatukan kita adalah “agama kita “. Agama kita mengenal satu Tuhan. Mengapa kita harus berbeda bila tujuan hidup kita adalah sama. Mengapa ? Demikian Muhammad Yamin berkata dan kemudian dijabarkan oleh Soekarno. Ini semua diaminin oleh Agus Halim , Hatta dan lainnya. Perbedaan suku d

Berdialogh

Image
Di setiap detik jantung kita berdetak, Allah berdialohg dengan kita. Berbagai peristiwa yang terjadi pada diri kita juga adalah bentuk lain cara Allah berdialogh kepada kita. Saya merasakan ini sebagai cara saya mendidik diri saya sendiri. Punya pemerintah yang zolim karena Allah inginkan ladang ibadah untuk mereka yang peduli.. Punya teman yang lemah karena Allah inginkan kita kuat untuk menjaga mereka. Punya penyakit kolestrol karna Allah inginkan kita menjaga makan kita. Syekh Terbesar, Ibn Arabi yang mengatakan bahwa alam semesta merupakan bentuk tajalli dari Allah. Karena itu kemana saja kita arahkan pandangan mata kita, sebenarnya kita menangkap "tanda" Tuhan di sana untuk mengajak kita berdialogh. Untaian dialogh yang begitu indah lewat berbagai perisitiwa dan perenungan itulah yang akhirnya membuat saya terbiasa menulis dialogh itu dalam buku harian. Ketika saya menulis , saya berupaya melepaskan semua tesis akal saya. Karena ketika kata kata terungkapkan lewat

Alquran dan solusi

Image
Jalanan dijakarta hampir setiap hari macet. Apalagi kalau jam pergi atau pulang kantor. Semua macet dan melelahkan. Kondisi ini setiap hari kita rasasakan. Lantas apa solusinya ? Jawabnya tergantung dari sudut mana orang melihat macet itu. Polisi akan memberikan solusi dengan system Three in one untuk mengatasi macet di Jalan Sudirman dan Pemda menyetujui melalui Perda. Tapi tetap juga macet. Ahli sosilogy menilai kemacetan karena budaya masyarakat yang tidak disiplin. Dan Polisi setuju. Maka setiap sudut jalan ada pos polantas untuk menjaga masyarakat tetap disiplin. Tapi hasilnya tetap macet. Para ahli tata kota menilai perlunya jalan toll dalam kota dan outer ring road. Tapi hasilnya jalan toll pun macet. Ekonom berkata bahwa jalanan tak mampu lagi menampung laju pertumbuhan kendaran makanya tahun depan akan dibuat aturan pajak tinggi bagi pemilik kendaraan. Bagaimana hasilnya ? Thailand juga pernah menerapkan itu tapi gagal mengatasi kemacetan. Karena budaya rakus orang kaya t

Magic word

Image
Ada dua orang pria dalam klise yang sama. Pria pertama melihat seorang gadis cantik berjalan ditempat sepi. Pria ini menyeret si gadis ketempat sempi dan memperkosanya. Besoknya keluarga dan masyrakat geger.Mereka marah dan menggiring pria itu sebagai pesakitan karena memperkosa.. Pria kedua , yang ketika melihat si gadis. Dia tidak menyeret wanita itu ketempat sepi. Tapi menyapanya dengan ramah dan akhirnya membawanya ketempat ramai. Berselang beberapa hari dan minggu. Pria itu berhasil mendapatkan apa yang dia mau. Atau sama seperti yang dimau oleh pemerkosa. Hanya bedanya pria pertama menggunakan otot ( hard Power ) untuk mendapatkan yang dia mau, sementara pria yang terakhir mendapatkannya lewat “magic word”. Bagi saya dua duanya adalah pemerkosaan bila kedua keduanya bertujuan untuk memanfaatkan wanita itu untuk kepentingan pribadinya. Di era sekarang tak terbilang wanita diperkosa oleh orang yang terdekat bahkan orang yang sangat dipercayainya dan dicintainya. Tidak de

Capres

Image
Debat Capres berakhir sudah. Para pihak yang membayangkan debat seperti ala AS mungkin akan sedikit kecewa karena tidak melihat debat sebagai sebuah atraksi memukau penonton. Tidak nampak kepiawaian argument untuk saling menyudutkan secara tangkas. Namun bagaimanapun begitulah bentuk debat yang diatur dalam system demorkasi di negeri kita. Lantas apa yang bisa kita cermati dari ketiga tokoh calon president itu. Soal kehebatan menguasai panggung , itu adalah JK. Tapi soal penguasaan materi dan data serta penyampaian yang terstruktur maka itu adalah SBY. Dan Megawati yang nampak penuh percaya diri namun tak mampu menguasai panggung debat. Tak jauh beda dengan rakyat kebanyakan yang tak pandai bicara tapi punya hati untuk berkata dalam diam dengan mimic memelas dan lelah hingga tak popular dimata middle class yang ikut pooling SMS. Semua itu kini telah lewat. Kita diminta datang ke bilik pemilu pada tanggal 8 juli memilih salah satu dari mereka sebagai pemimpin. Siapakah yang pa