Posts

Showing posts from October, 2012

Berkorban dalam kemiskinan

Image
Pengurus Masjid itu tidak bisa menahan rasa harunya ketika melihat Kambing yang dibawa oleh  Mak Yati dan suaminya Maman untuk diserahkan sebagai Qurban. Kambing itu berukuran paling gemuk diatara kambing yang lainnya. Apa penyebab pengurus Masjid itu terharu ? karena Mak Yati dan suaminya bukan tergolong nasabah prioritas bank. Mak Yati bukan pegawai PNS yang  minim produktifitasnya namun dapat gaji lebih dari 13 kali dalam setahun. Bukan pula orang kebanyakan yang aman dari resiko tidak makan karena penghasilan tidak pasti dan tabungan tidak ada. Bukan!. Mak Yati dan suaminya Maman adalah pemulung yang hidup melata dari mengais sampah dijalanan.  Dari hasil mengais sampah ini , dia bisa mendapatkan penghasilan Rp.25.000 per hari atau seharga secangkir kopi ukuran terkecil di Starbucks. Bila secangkir kopi dapat habis sekali minum namun Mak Yati mendapatkan uang sebesar itu membutuhkan tenaga dan waktu yang tidak sebentar. Iapun harus mau menyusuri jalanan dalam keadaan panas maupun

Andaikan berbagi...

Image
Seluruh dana yang berputar dimasyarakat, entah itu pedagang, industry, jasa, sampai kepada dana pension, perusahaan sekuritas, asuransi dll , ujungnya akan parkir di bank. Bank adalah hulu dari aktifitas uang. Tapi dana ini tidak gratis. Bank harus memberikan bunga kepada deposan atau penabung. Bagaimana bank membayar bunga tersebut ? tentu dari tugas bank sebagai intermediary   yang mendapatkan bunga dan fee dari peminjam. Selisih pendapatan bank dengan pengeluaran ( cost of fund dan operational cost ) harus positip kalau tidak bank akan merugi. Dengan itu bank tidak boleh rugi. Bank harus untung walau dijejali dengan tanggung jawab moral sebagai agent of development . Ketika kemakmuran meningkat, ekonomi tumbuh pesat, maka uang akan semakin deras masuk kebank dan tidur. Mengapa ? karena ini memang dokrin secular bahwa bila pendapatan berlebih setelah dipotong belanja maka menabunglah dibank.Negara juga, kalau pendapatan berlebih, juga menabung. Makin besar tabungan negara semakin

Meraih ikhlas...

Image
Dalam hadits disebutkan   “ Dahulu ada seekor anjing yang berputar-putar mengelilingi sumur, anjing tersebut hampir-hampir mati karena kehausan, kemudian hal tersebut dilihat oleh salah seorang pelacur dari bani israil, ia pun mengisi sepatunya dengan air dari sumur dan memberikan minum kepada anjing tersebut, maka Allah pun mengampuni dosanya .” (HR Bukhari Muslim). Anjing dan Pelacur itu berbeda. Satu binatang dan satunya lagi adalah manusia. Anjing itu bukan peliharaan wanita itu. Mereka bertemu ditempat yang sama karena sama sama membutuhkan air minum. Anjing tak mampu meraih air itu namun wanita itu dapat dengan mudah meraih air itu karena kedua tanganya. Apabila wanita pelacur itu sampai menggunakan sepatunya untuk mengambil air dan memberikannya kepada anjing itu, maka itu benar benar tidak ada hubungan komersial tersurat maupun tersirat. Ini hanya given. Wanita itu melihat anjing kehausan dan dia sendiri tahu rasanya kehausan. Diapun berbuat begitu saja. Lewat kisah itu A

Mental penegak Hukum, Korup ?

Image
Minggu lalu setelah usai makan siang dengan relasi di restoran rumah daun, saya bertemu dengan teman lama. Dia sudah hampir enam tahun tinggal di Singapore karena alasan mendampingi putranya sekolah disana dan juga karena alasan business nya lebih mudah berkembang disana. Menurutnya hal yang paling aman bagi keluarga adalah apabila mendapatkan lingkungan pendidikan yang baik. Singapore memang dikelola dengan moral hukum yang tinggi. Hukum tegak karena para aparat hukum bekerja secara professional. Mereka dibayar mahal dari uang pajak dan rakyat mendapatkan hasil dari pekerjaan mereka itu. Di Indonesia, hal tersebut masih sangat jauh. Aparat hukum tidak merasa hidup dari uang rakyat. Mereka bergelimang harta dari para criminal. Bagaimana mungkin, tanyanya, seorang yang jelas jelas terbukti sebagai produsen narkoba yang terancam hukuman mati, oleh hakim agung dibebaskan menjadi hukuman 15 tahun penjara. Apakah hakim itu tidak tahu bahwa akibat dari produksi narkoba itu telah mengakib

Tawuran pelajar ...?

Image
Satu kesempatan ketika di luar negeri, saya berkunjung kerumah teman. Ketika itu dia baru saja kedatangan tamu dari Sekolah Anaknya. Dia sempat bercerita sedikit prihal kedatangan guru kerumahnya. Menurutnya , guru merasa prihatin karena anaknya belakangan ini cenderung pendiam. Kadang tidak focus menerima pelajaran. Guru menemuinya untuk berdialogh mencari tahu akar masalah terhadap prilaku anaknya. Dialogh itu diliputi suasana rasa tanggung jawab bersama tanpa ada saling menyalahkan. Menurutnya, Guru sekolah jarang memanggil orang tua murid datang kesekolah. Kebanyakan guru sendiri yang datang ke rumah orang tua. Guru bukan hanya datang untuk bertemu tapi juga melihat lingkungan dimana anak itu dibesarkan. Kadang bila lingkungan anak itu tidak mendukung dan orang tua sulit diarahkan demi anaknya maka Guru wajib melaporkan kepada dinas social untuk diambil solusi yang tepat demi masa depan anak itu. Jadi tanggung jawab kelangsungan mental anak didik menjadi tanggung jawab tidak hany