Sunday, July 27, 2014

Akhlak...

Masa kecil saya akrab dengan orang orang miskin. Walau saya sekolah di SMA yang sebagian besar muridnya berasal dari keluarga middle class namun sahabat sejati saya justru adalah remaja miskin yang hidup sebagai kuli di pasar ikan. Karena kehidupan jalanan kadang dia juga melakukan kejahatan kecil seperti mencopet. Dia juga buta hurup. Walau kami bersahabat namun dia dengan dunianya dan saya dengan dunia saya. Saya tidak pernah memaksanya belajar membaca atau berhitung. Saya tidak pernah memintanya berhenti menjadi preman. Namun disetiap kesempatan dia menunjuk sesuatu dan bertanya kepada saya apa yang tertulis.Saya akan mengeja tulisan itu, dan berharap dia mengenal satu persatu hurup yang tertulis. Ketika melihat jejeran botol diwarung minuman, dia minta saya menghitung botol itu. Saya akan menjawabnya dengan menulis diatas meja setiap bilangan itu. Setiap menjelang maghrib, saya sudah ada di masjid dekat rumah saya, dan dia menunggu saya diluar masjid. Entah mengapa , berlalunya waktu dalam kebersamaan degannya, akhirnya dia bisa membaca ,berhitung  dan bisa sholat. Ketika tamat SMA , saya pergi merantau dan dia tetap di kota saya.  10 tahun kemudian sejak perpisahan dengan saya, dia telah menjadi masinis kapal dan berlayar ke berbagai kepulauan Indonesia.  Kini telah lebih dari 30 tahun dan rambut kami sudah mulai memutih.Dia sudah punya cucu, demikian juga saya.  Ada rasa puas tak terbilang ketika dia berkata “ andaikan dulu bukan kamu sahabat saya, mungkin saya membusuk di dalam penjara. Berkat kamu, saya bisa membaca, berhitung  dan sholat,  sehingga saya bisa belajar untuk melihat dunia dan bijak.Alhamdulilah.

Saya punya teman di China. Sedari kecil dia tidak pernah mengenal agama. Suatu saat mengatakan kepada saya bahwa dia sudah muslim. Bagaimana sampai dia bisa memeluk agama Islam?Siapa yang telah mempengaruhinya?. Walau dia sahabat saya dalam dunia bisnis namun saya tak pernah mempengaruhinya untuk masuk Islam. Menurutnya itu berawal karena sifat saya. Bahwa ada banyak pertanyaan tentang saya. Bagaimana mungkin dalam situasi tersulit saya tidak nampak resah?. Tidak berusaha mencari hiburan memanjakan diri padahal saya mampu untuk memanjakan diri?  Tidak berusaha marah padahal saya pantas untuk marah?. Tidak kecewa padahal saya pantas untuk kecewa?.Tidak tertawa padahal saya pantas tertawa?. Selalu sholat walau dimanapun berada. Selalu terbuka bersahabat dengan siapapun. Selalu menghindari pertengkaran yang tak perlu. Demikian pertanyaan membuncah dalam dirinya terhadap saya. Dia yakin bahwa yang membentuk karakter saya adalah agama yang saya anut. Itulah yang mendorong tekadnya untuk belajar tentang Islam. Dia berusaha mencari tahu sendiri. Ternyata lebih satu tahun dia mempelajari agama islam. Lewat internet, dia mendalami agama islam. Berkat search engine google , setiap pertanyaannya dapat segera terjawab lewat tulisan dijejaring sosial dalam bahasa inggeris. Akhirnya dia sampai pada kesimpulan untuk memilih Islam sebagai pedoman hidupnya.

Apa kesimpulan mendasar yang dia dapat dari mempelajari Islam? . Dia mengatakan bahwa Islam adalah agama cinta. Bukan agama sesembahan seperti yang diyakini agama lainnya. Apapun amalan yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri. Berkat cinta Allah, Dia memberi manusia kecintaan akan harta dunia ( QS. Alil- Imran (3): 14 ) dan juga kecintaan akan sesuatu yang berlebihan ( QS. AL Fajr (89) : 20 ). Padahal ini jalan membuat manusia lupa akanNya. Bijaknya Allah, Dia pun mengirim Rasul untuk menyampaikan kabar gembira bagaimana caranya mengelola kecintaan kepada dunia itu tidak sampai membuat manusia lupa akan cintanya kepada Allah. Kalaupun ada ketentuan punishment ( neraka ) dan reward ( sorga), itu bukanlah platform beragama. Karena itu tak lain cara Allah menempatkan system pengelolaan melekat pada diri manusia agar tetap berkiblat kepada Allah. Jadi , Islam bukanlah agama yang dipenuhi oleh euforia metafora akan sorga, bukan pula agama yang menjadi teror akan neraka. Bukan!. Islam adalah agama cinta dan kasih sayang untuk mengenal Allah dan kembali kepada Allah dalam kadar kesempurnan sebaik baiknya ciptaaan Allah. Semua selain Allah adalah ciptaan. Setiap ciptaan tidak ada yang abadi juga tentu tidak sempurna. Namun yang pasti tidak ada pencipta membenci ciptaannya. Demikian uraian teman saya itu. Saya terpesona dengan ungkapanya itu.

Saya tidak pernah sungkan berteman dengan orang  non islam. Mitra business saya sebagian besar etnis china yang  bukan muslim. Ada juga yang beragama kristen,katolik. Saya juga berteman dengan orang syiah dan Yahudi. Namun saya tetap Islam. Saya tidak memuja mereka karena kekayaannya atau karena mereka membantu saya dalam bisnis. Tapi saya bekerja keras untuk menjaga commitment business dengan mereka.  Saya sangat senang bila ada orang yang mau besilahturahmi dengan saya. Saya selalu senang menerima tamu. Siapapun yang datang akan mendapatkan tempat terhormat walau dia buta hurup ,miskin.  Mengapa? Ibu saya menasehati saya, jangan kamu hina orang duafa dengan cara menceramahinya tapi bantulah mereka dengan harta yang kamu punya. Jangan kau hina orang yang berbeda paham denganmu sehingga kamu mengecapnya kafir tapi bersabarlah. Jangan kau hina orang bodoh dan berakhlak buruk dengan hujatan, tapi nasehatilah dengan sabar. Bertemanlah dengan siapapun dengan niat baik. Tunjukan kepada mereka bahwa kamu peduli. Kamu harus mampu merebut cintanya. Itu hanya mungkin bila akhlakmu baik. Apabila kamu telah merebut cintanya maka jalan hidayah terbuka bagi mereka. Mereka akan datang kepadamu tanpa sungkan untuk bertanya tentang "kebenaran". Bila mereka bertanya maka jawablah dengan bijak tanpa terkesan mengguruinya.

Jadi hanya akhlak pribadi ihsan yang bisa merubah orang lain. Nabi telah mentelandankan betapa agung akhlaknya sehingga bisa merubah mental kaum arab yang jahiliah menjadi berakhlak Al Quran. Islam tidak dibesarkan oleh retorika, kehebatan pidato diatas panggung tapi oleh akhlak cinta dan kasih sayang para pengikutnya.

Thursday, July 24, 2014

Kehendak Allah...

Ambisi Prabowo untuk menjadi Presiden sudah ada sejak tahun 1998. Ia pernah berkata bahwa dia menyesal  tidak melakukan kudeta  pada tahun 1998 itu. Tahun 2004 dia mencoba tampil sebagai capres melalui Konvensi Partai Golkar tapi gagal karena terhalang Wiranto yang lebih ungggul daripadanya. Tahun 2009 dia maju sebagai cawapres mendampingi  Ibu Megawati sebagai capres,tetapi gagal oleh elektabilitas dari SBY. Setelah itu Prabowo focus dengan membesarkan partainya. Selama lima tahun dia mendatangi hampir semua kota di Indonesia, hadir disemua forum interlektual dan universitas di Indonesia untuk  mempresentasikan visi Indonesia bangkit. Ia juga diundang oleh berbagai universitas terkemuka diluar negeri seperti  Singapore , China, Korea untuk menyampaikan pidato tentang visinya. Prabowo selalu rajin mengiklankan dirinya disemua media massa dengan slogan “ kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi” karenanya dia dikenal luas oleh seluruh rakyat Indonesia, salian itu ia memang pemimpin HKTI dengan basis tani dan nelayan diseluruh Indonesia.Ketika verifikasi KPU untuk Pemilu tahun 2014, Partai Garindra menjadi salah satu Partai dengan infrastruktur terbaik dengan menjangkau cabang di semua kabupaten/kota dan provinsi. Semua itu tentu memakan ongkos mahal. Prabowo bersyukur karena ada adiknya, Hashim Djoyohadikusomo sebagai penyandang dana yang selalu ada untuk mendukung ambisinya menjadi RI-1..

Ketika Prabowo masuk dalam putaran pemilu melalui Pilpres berhadapan dengan Jokowidodo –Jusuf Kalla ,dia didukung bukan hanya oleh partainya (Garindra) tapi juga oleh Partai  Golkar, PAN, PPP, PBB. Semua ormas Islam sebagian besar ada bersama  Prabowo. Apabila digabungkan suara hasil pileg seluruh partai yang mendukungnya maka totalnya adalah 52 persen dari jumlah keseluruhan kursi di DPR atau sebesar 292 kursi. Bandingkan dengan koalisi Jokowi- Jusuf Kalla yang terdiri dari PDIP,Hanura,PKB, dan Nasdem.Total suara pileg dari partai pendukung itu 39,32%. Jadi kalaulah dengan asumsi mereka yang memilih pada pileg tetap konsisten mengikuti kemana partainya berkoalisi maka dapat dipastikan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa akan menjadi pemenang. Ini pertarungan yang gampang ditebak. Selain itu kekuatan akar rumput PKS dan PPP mampu melakukan panetrasi black campaign bahwa Jokowi keturunan China, Syiah, kafir , korupsi, didukung PDIP yang pro PKI dll.Ini berdampak sangat luar biasa menekan electabilitas jokowi. Hampir sebagian besar umat islam aliran keras menolak memilih Jokowi. Hasil survei lembaga Survey pada bulan Mey , electabilitas  Jokowi semakin menurun , dan sementara Prabowo semakin naik.Pada bulan Juni hasil survery menunjukan perbedaan elektabilitas antara Jokowi dan Prabowo semakin tipis. Bahkan ada laporan Survei yang sempat mengunggulkan Prabowo.Saya yakin ketika itu memang Jokowi sulit bisa menang.

Dengan keadaan diatas angin itulah , Prabowo penuh percaya diri akan berhasil memenangkan pilpres. Impian menjadi RI-1 yang bermukim di Istana Merdeka sudah ada didepan mata. Apalagi pada moment menjelang tanggal pemungutan suara , SBY melepas posisi netralnya dengan mengizinkan Partai Demokrat bergabung bersama Koalisi Merah Putih pendukung Prabowo. Selain itu ada Hatta Rajasa sebagai capres yang juga adalah besan SBY. Maka lengkaplah keyakinan Prabowo kemenangan dipihaknya. Anda bisa bayangkan bahwa ada 50 kepala daerah (walikota ,bupati , gubernur) diseluruh Indonesia yang berasal dari partai koalisi pendukungnya. Sementara kita tahu bahwa peran KPU-D sangat ditentukan dukungan Kepala Daerah. Disisi lain Cawapresnya,Hatta Rajasa  adalah besan SBY yang juga kepala negara dan kepala pemerintahan. Artinya Prabowo didukung luar biasa oleh  elite politik yang kini berkuasa baik di Parlemen maupun dipemerintahan. Tentu dapat dipastikan bahwa Prabowo tidak mungkin akan dicurangi. Karena mesin politik dan mesin kekuasaan para pendukungnya baik dipusat maupun didaerah akan bertindak sebagai pengawal untuk memastikan semua proses pilpres menguntungkan Prabowo-Hatta. Tapi apa yang terjadi kemudian? Tanggal 9 juli setelah pemungutan suara, hasil quick count dari lembaga survey yang kredibel menyatakan pemenangnya Jokowi-JK. Namun ini ditangkal dengan cepat oleh Prabowo- hatta melalui hasil survei lembaga yang kredibilitasnya dipertanyakan. Pada saat ini  team sukses Prabowo tidak mempercayai quick count. Mereka lebih percaya kepada KPU.

Team Prabowo sudah mengetahui pasti Jokowi-JK unggul namun mereka berharap KPU bisa membalik keadaan? Itu sebabnya dengan lantang mereka berkata bahwa quick count dilakukan lembaga yang pro kepada Jokowi, jadi pasti tidak fair.Dan lagi quick count bukan real count. Dengan penuh keyakinan mereka berargumen bahwa meski potensi kecurangan tetap ada, kubu Prabowo-Hatta yakin sekecil apa pun kecurangan dapat dideteksi dan diantisipasi KPU. KPU sudah meyakinkan seluruh lapisan masyarakat akan hal itu. Bahwa KPU bukan hanya satu lembaga yang pegang (formulir C), tapi semua pihak seperti Bawaslu,perserta pilpres ,DKPP juga memegangnya, sehingga semua pihak punya hak kontrol. Apalagi KPU mempunyai kebijakan dimana data pilpres bisa diakses melalui website KPU sehingga semua bisa memantau. Prabowo berkeyakinan tanggal 22 juli KPU akan memenangkannya. Karena itu yang diyakinkan oleh pihak undertaker kemenangannya, yang katanya mampu "mengatur" KPU. Tapi nyatanya pihak undertaker kemenangannya last minute saat akan diadakan rekap KPU justru keluar dari commitment. Maka walau sangat menyakitkan , Prabowo terpaksa menggunakan exit strategy nya dengan menyatakan munarik diri dari proses pilpres. Exit strategy yang akan dilakukannya melalui MK akan kontraproduktif. Upaya lainnya seperti mencari cari kesalahan Jokowi –JK untuk me delegitimasi kemenangan akan semakin mempermalukan Prabowo. Mahfud MD mengatakan bahwa sebetulnya sejak adanya keputusan KPU tanggal 22 Juli maka the game is over. Ini seharusnya disadari tim sukses Prabowo agar memberi saran kepadanya untuk kalah tanpa kehilangan kehormatan.

Kemenangan  Jokowi adalah kehendak Allah. Pada Ali-Imran 26 Allah berfirman " Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." Sehebat apapun kekuatan manusia untuk menghalangi Jokowi menjadi presiden namun bila Allah berkehendak tak ada yang bisa menghalangi.  Sehebat apapun Prabowo dengan segala resource yang dimiliki namun  kalau Allah berkehendak maka dengan mudah dia terhinakan akibat kekalahannya. Kemenangan Jokowi adalah kemenangan mereka yang merindukan islam menjadi agama cinta untuk membela kaum duafa. Firman Allah SWT dalam surat Al-Qoshash ayat 6, “Dan kami (Allah) akan menolong kaum dhu’afaa di muka bumi dan menjadikan mereka pemimpin dan orang-orang yang akan mewarisi (bumi).” Nabi pun bersabda, “Sesungguhnya kemenanganmu adalah bersama-sama dengan kaum dhu’afaa.”Itulah keyakinan Jokowi ketika menerima tugas sebagai Capres dari PDIP. Dia berbuat untuk cinta dan kasih sayang, sebagai caranya beribadah kepada Allah.Apapun yang terjadi itulah kehendak Allah dan jokowi menerima itu dengan rendah hati..

Saturday, July 19, 2014

Menang atau kalah...

Minggu depan atau tepatnya tanggal 22 juli akan ada pengumuman hasil penghitungan KPU untuk menentukan siapa yang akan terpilih  menjadi Presiden RI.  Inilah puncak dari perjuangan panjang untuk menjadi orang nomor 1 direpublik ini. Kedua calon harus menunjukan kelasnya sebagai petarung sejati atas keyakinannya untuk Indonesia yang bermartabat. Artinya siap menang yang tentu harus siap kalah. Siapapun yang dinyatakan sebagai pemenang oleh KPU maka harus diterima dengan lapang dada tanpa ada pihak yang merasa dikalahkan. Mengapa? Untuk diketahui bersama bahwa siapapun yang menang dalam sistem demokrasi ini bukanlah mereka yang terhebat atau terbaik tapi mereka yang terpilih. Dia menang karena system yang memaksa rakyat yang tidak memilihnya untuk setia kepadanya. Dalam sistem demokrasi tidak ada kekuasaan Absolut. Jabatan Presiden bukanlah segala galanya. Mengapa ?Kekuasaan terdistribusi diantara Executive, judicative, legislative ,yang satu sama lain saling menjaga keseimbangan( check and balance). Selain itu keberadaan ormas dan media massa sesuai UU sebagai subordinate kekuatan yang diakui oleh negara. Artinya didalam pemerintahan ataupun diluar pemerintahan siapapun dia punya peran tersendiri dalam agenda nasional dan siapapun dia harus tunduk dengan konstitusi. Jadi bagi yang kalah, tidak perlu kecil hati. Bagi yang menang tidak perlu berbangga hati karena tidak semua orang memilihnya. Yang penting baik yang menang maupun yang kalah dalam posisi mengutamakan kepentingan Indonesia, kepentingan semua pihak.

Saya yakin bahwa baik Jokowi maupun Prabowo adalah pria mapan secara materi maupun mental. Mereka sudah berada diposisi untuk “memberi”bukan “meminta”.Apapun akan mereka korbankan untuk kepentingan orang lain, apalagi untuk Indonesia yang sejahtera. Andaikan mereka harus mengalah maka itu bukanlah kalah tapi jutru kemenangannya mengalahkan ego pribadinya untuk mau berdamai dengan realita. Bahwa hidup ini tidak selalu seperti apa yang dimau. Hidup adalah pertarungan tentang suka dan tidak suka. Allah berfirman dalam Al Baqarah 216 “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”. Kalaulah apapun yang dilakukan diniatkan karena Allah maka apapun yang terjadi maka itulah sebaik baiknya takdir, dan menerimanya adalah bentuk agung keikhlasan atas dasar taqwa kepada Allah. Ya,  pada akhinya akal sehat yang didasarkan akan cinta dan kasih sayang membuat hidup ini menjadi bermakna. 

Kita sebagai rakyat merasa bersyukur karena kedua capres baik Jokowi maupun Prabowo punya agenda yang hampir sama yaitu ekonomi kerakyatan. Ekonomi yang bertumpu kepada kekuatan rakyat mencapai keadilan sosial. Jadi siapapun yang menang maka agendanya memang untuk rakyat khususnya kelas tertindas. Baik Jokowi maupun Prabowo tidak akan jauh dari Rakyat. Dimanapun posisi mereka, maka rakyat akan diuntungkan. Keduanya akan terus bersinergi  untuk Indonesia. Andaikan Prabowo memenangkan Pilpres ini maka Jokowi dapat kembali kepada tugasnya sebagai Gubernur. Jokowi akan menjalankan agendanya untuk rakyat Jakarta. Walau niat untuk mensejahterakan rakya seluruh Indonesia tidak terkabulkan namun setidaknya dia bisa berbuat untuk rakyat jakarta. PDIP berserta partai koalisinya dapat melaksanakan perannya sebagai partai  oposisi mengawal kebijakan pemerintah agar tidak merugikan kepentingan rakyat banyak.  Andaikan Jokowi terpilih sebagai Presiden maka Prabowo dapat meneruskan agendanya memimpin HKTI untuk petani, nelayan yang makmur dan sejahtera. Meneruskan agendanya memimpin organisasi para pedagang kali lima dan pedagang pasar tradisional agar mereka punya akses kepada tempat usaha, permodalan, pemasaran. Prabowo juga bisa mengarahkan Garindra dan Koalisinya agar solid di DPR untu memastikan agenda kesejahteraan rakyat dapat dikawal. 

Kita berharap siapapun yang akan menjadi pemenang maka satu sama lain akan saling berangkulan sebagai sebuah keluarga dan saudara untuk saling menolong dan berbagi. Yang terpilih sebagai presiden harus mau menerima kritik dari yang kalah. Jangan marah atau terbawa emosi dalam menanggapi berbagai kritik atau celaan.Orang bijak berkata bahwa kasihilah orang yang telah menyakiti kita dengan ketulusan dan kerendahan hati. Jika kita mampu melakukannya, maka hidup kita akan menjadi indah dan selalu bahagia karena kita tidak memiliki musuh. Satu musuh terlalu banyak tapi 1000 teman terlalu sedikit. Mencari teman sangatlah sulit namun menciptakan musuh terlalu mudah. Seorang wartawan bertanya pada Abraham Lincoln,”Kenapa Anda membuat musuh Anda menjadi teman baik Anda?” Abraham Lincoln menjawab, “Itulah cara saya melenyapkan semua musuh saya. Dengan menjadikan mereka sebagai teman, saya tidak lagi mempunyai musuh”.

Sunday, July 13, 2014

Amanah...

Kalau lagi dirumah, istri saya selalu menanti sholat subuh berjamaah dengan saya sebagai imam dan dia sebagai ma'mun namun dia sendiri yang menentukan agar saya membaca surat Ali Imran (21s/d30) dan Surat Ar Rahman. Selalu itu yang dimintanya. Jadi seperti surat wajib yang harus saya baca. Baru kini saya bertanya kepadanya mengapa dia selalu minta saya baca surat itu? dengan tersenyum dia berkata bahwa abang pemimpinku dan kehormatan abang itu ada pada Allah bukan padaku, atau anak atau sahabat. Aku ingin abang terus dekat kepada Allah. Bagaimana surat Ar Rahman? ya agar abang terus bersyukur kepada Allah, dalam situasi dan kondisi apapun.Pemimpin yang bersyukur akan menentramkan orang yang dipimpinnya. Demikian kata istri saya. Saya bisa maklum karena istri saya memang menamatkan sekolah Madrasah. Dia cukup tahu soal agama. Bahwa sebagai istri,sebagai orang yang dipimpin oleh suami atas dasar kekuasaan yang diberikan Allah maka dia wajib selalu mengingatkan saya agar menjalankan kekuasaan itu dengan benar untuk Allah. Agar apa? Agar saya bisa berbuat adil, menyejahterakan keluarga yang saya pimpin, menepati janji-janji yang telah  diucapkan, dan sebagainya.Keluarga adalah miniatur dunia. Bila kita bisa melaksanakan misi keluarga sesuai dengan tuntunan Al Quran dan Hadith  maka kita sudah melaksanakan setengah ajaran agama. Saya maklum itu.

Rasulullah berdoa kepada Allah agar suatu waktu Romawi dan Persi jatuh ke dalam kekuasaan umatnya. Kemudian turunlah firman Allah (Ali-Imran 26 Allah) " Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." Ayat ini dengan tegas mengatakan bahwa Allah lah yang memberikan kekuasaan kepada manusia, termasuk kekuasaant terkecil dirumah tangga. Sejarah membuktikan bahwa umat islam berhasil menaklukan persia dan romawi. Apakah kemenangan itu membuat umat islam bangga atau euforia? tidak! Umat islam semakin rendah hati terutama para pemimpinnya. Mengapa? karena mereka ingat akan firman Allah pada surat Ali Imran 26 tersebut. Bahwa kekuasaan yang mereka dapat dari perang penaklukan tersebut bukanlah karena kehebatan perang mereka tapi tak lain karena memang Allah yang memberikan kekuasaan itu kepada mereka.Tugas mereka selanjutnya adalah meneruskan sunatullah bahwa mereka akan menjadi wakil Allah dimuka bumi ini (Al-Baqarah [2]: 30) untuk menegakkan kalimah Allah tentang kebaikan, kebenaran dan keadilan. Karenanya bagaimana cara menjalankan kekuasaan itu maka haruslah mengacu kepada ketentuan dari Allah yang ada pada Al Quran dan sunah Rasul. Jadi kekuasaan ditangan orang beriman adalah bagian dari melaksanakan ayat ayat Allah untuk rahmat bagi alam semesta.

Kekuasaan adalah anugerah Allah dan menjadi beban amanah yang termaha berat bagi manusia namun tidak perlu kawatir karena Allah tidak akan membebani manusia bila manusia tidak mampu melewatinya. Apa yang harus dilakukan manusia adalah perkuat keimanan kepada Allah. Apapun amanah yang diembankan maka jadikanlah itu sebagai cara beribadah kepada Allah. Apabila kekuasaan itu tidak didasarkan kepada keimanan kepada Allah maka kekuasaan suami pada rumah tangga akan menimbulkan penderitaan bagi istri dan anak anak. Kekuasaan pada negara  akan menimbulkan kerusakan moral dan akhlak sehingga alam menjadi rusak akibat ketamakan,lingkungan tercemar dan manusia hidup dalam paradox. Sejarah telah membuktikan ini. Bagaimana ALlah menceritakan hancurnya kekuasaan Firaun. Dalam keseharian kita menyaksikan bagaimana rumah tangga dibangun dengan ongkos mahal akhirnya berujung pada perceraian. Bagaimana banyak pemimpin yang tadinya diidolakan namun pada akhirnya dia terhina dan mati dalam fitnah. Firman Allah yang mengatakan bahwa "Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Itulah mungkin mengapa istri saya selalu mengingatkan akan Surat Ali Imran ini dan meminta saya untuk membaca Ayat ini setiap sholat subuh, sebagai awal saya memulai hari hari saya. Apabila berat beban hidup maka tetaplah bersyukur sebagaimana firman ALlah dalam Surat Ar Rahman" "nikmat mana lagi yang kamu dustakan?

Sebagai orang beriman dan juga rakyat dari negara Indonesia, yang dipimpin oleh pemerintah Indonesia, kita harus senantiasa mengingatkan pemerintah tentang kekuasaan itu berasal dari Allah. Allah lah pemilik kekuasaan. Pemilu hanyalah sunattulah didunia sehingga orang terpilih menjadi pemimpin. Namun sebelum kita dipimpin maka kita harus bisa memimpin diri kita sendiri terlebih dahulu. Rasul bersabda bahwa "ketahuilah! Setiap dari kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu akan diminta pertanggung-jawaban atas kepemimpinan-mu. Pemimpin itu bukan hanya jabatan formal seperti Presiden, Gubernur, Bupati dll tapi juga jabatan tidak formal yang nilainya dihadapan Allah tidak kurang dari jabatan formal bila itu dilakukan dengan ikhlas.  Karenanya status formal atau tidak formal tidak penting sebagai pemimpin. Kita harus melatih pribadi kita mempunyai karakter seorang pemimpin, yang diantaranya adalah memiliki kecerdasan bersikap, amanah (dapat dipercaya), rasa kemanusiaan, keberanian menegakan keadilan dan istiqamah dalam kebenaran, berdamai untuk kebaikan, serta disiplin terhadap waktu. Karakter kepemimpinan itu telah diteladankan oleh Rasul. Kita hanya perlu meniru jejak rasul yang berlandaskan kepada Firman Allah.  Pemimpin sejati selalu menjadi cahaya dimanapun dia berada. Dia menentramkan bagi yang dipimpin dan memberikan harapan bahwa kebenaran akan dibela, kebaikan akan dijunjung dan keadilan tegak.

Bila semua karena Allah maka yang akan muncul kepermukaan adalah cinta dan kasih sayang. Orang kaya akan membantu yang miskin, yang kuat menjaga yang lemah, pemerintah amanah rakyatnya aman sentosa,suami amanah,rumah tangganya sakinah. Semoga bila kelak terpilih presiden maka itu adalah repliksi dari doa kita kepada Allah untuk mendapatkan pemimpin yang amanah, yang menjadikan kekuasaan sebagai cobaan dan juga ladang ibadah untuk beribadah kepada Allah dan berkorban untuk itu.

Saturday, July 05, 2014

Komunisme...?

Ajaran Komunis itu berasal dari Karl Marx yang memang semasa hidupnya dikenal sebagai pribadi yang atheis namun Komunisme bukan atheisme. Karena komunis adalah idiologi pergerakan sedangkan Atheisme adalah kepercayaan. Keduanya dengan ide yang sangat berbeda. Komunisme  adalah paham sekular sebagaimana paham nasionalisme,sosialisme yang melarang agama terlibat dalam urusan Politik. Marx pernah berkata dan menimbukan polemik berkepanjangan bahwa Agama sebagai candu rakyat. Namun itu bukanlah repliksi dari ajaran komunis yang anti agama. Itu hanya kegusaran Marx kepada agama yang digunakan oleh elite politik untuk mengexploitasi manusia sehingga terciptanya kelas.  Marx mengakui bahwa Langit dan Bumi sebuah ciptaan Tuhan. Dalam buku yang berjudul ”Kritik terhadap filsafat hegel”, Marx menghimbau agar kaum filsafat meninggalkan kritik terhadap agama demi memperjuangkan perubahan sosial karena Agama bersama dengan kita. Mengapa?  Karena ada kesamaan tujuan antara ajaran Komunis dengan Agama, yaitu sama sama berjuang untuk memberantas eksploitasi dan pendindasan. Dizaman Kolonial, para pejuang kemerdekaan mendirikan Sarikat Islam (SI) yang sebagian anggotanya berhaluan komunis ( Kiri). Karenanya kalaulah memang Komunis iut anti agama,tidak mungkin tokoh Islam yang umumnya terpelajar dan taat beragama mau menggunakan komunisme sebagai metode pergerakan. Memang belakangan terjadi perpecahan dalam SI tapi perpecahan itu bukan karena agama tapi perbedaan strategi untuk melawan kolonial belanda.

Proses sejarah perjuangan kaum terpelajar Indonesia menuju Indonesia merdeka dipengaruhi oleh tiga isme yaitu Nasionalis, Islam dan Komunis. Ini fakta sejarah. Ketiga isme ini bersatu ketika menyusun konsep kemerdekaan Indonesia dengan lahirnya Pancasila. Dalam palsafah Pancasila idiologi ketiga isme itu terwakili. Tapi dalam kenyatannya ketiga isme memang punya agenda masing masing yang tersembunyi dibalik Pancasila. Kelompok Islam ingin mendirikan negara Islam. Kelompok Komunis ingin mendirikan negara komunis. Memang baik Komunis maupun islam punya kesamaan yaitu internationalisasi. Sementara nasionalisme tidak ingin ada negara Agama atau negara golongan. Baik islam maupun komunis , keduanya pernah terlibat pemberontakan. Tahun 1948 terjadi pemberontakan Madiun oleh PKI. Kekuatan islam berkali kali melakukan makar seperti Gerakan DI/TII Daud Beureueh, Gerakan DI/TII Ibnu Hadjar,Gerakan DI/TII Amir Fatah,Gerakan DI/TII Kahar Muzakkar, PRRI yang didukung oleh Tokoh Masyumi. Semua pemberontakan itu berhasil dipatahkan oleh TNI/ABRI. Ketika terjadi pemberontakan G30S PKI, saat itulah TNI melakukan propaganda bahwa PKI anti Tuhan sehingga dengan mudah menarik massa Islam dalam satu barisan untuk menjadikan Soeharto sebagai Presiden.TNI berperan besar mencambuk kaum nasionalis dan komunis paska G30S dengan keluarnya Tap MPRS XXV/MPRS/1966 bahwa PKI sebagai Partai Terlarang di Indonesia karena tidak sesuai dengan Pancasila. Padahal tokoh PKI seperti Tan Malaka, Amir Syarifuddin, Chaerul Saleh, Sukarni dll ikut terlibat membidani lahirnya republik ini yang bersendikan kepada Pancasila. Jadi PKI memang korban politik berebut hegemoni diantara kekuatan idiologi di Indonesia.

Namun setelah PKI dinyatakan sebagai Partai terlarang,  islampun tidak mendapatkan peran apapun dalam kekuasaan Orde Baru dibawah kepemimpinan Soeharto. Kekuasaan tunggal ada dibawah Soeharto yang di back up ABRI. Partai islam dibolehkan berdiri namun diawasi ketat perkembangannya dan segala infrastruktur politik islam dikebiri. Jadi , bagi Soeharto dan ABRI ,  paham nasionalis,  dan islam  adalah kekuatan yang tidak boleh berkembang secara politik. Caranya menetapkan single ideology, yaitu Pancasila. Soeharto membentuk tiga Partai yang mewakili Nasionalis ( PDI) dan Islam ( PPP), Golongan Karya (Golkar/TNI). Ketiga partai ini asasnya adalah Pancasila namun bukan pancasila seperti penjelasan dalam UUD 45 tapi sesuai dengan Pedoman Penghayatan Pengamalan Pancasilan (PPPP) versi Soeharto. Yang sebetulnya mengebiri kekuatan nasionalis dan Islam. Apa tujuanya? Ya tentu menjadikan negara ini kembali terjajah oleh asing dalam bentuk dan cara baru yaitu neocolonialism.Penjajahan cara baru ini adalah lewat UU PMA yang memberikan kebebasan Asing menanamkan modalnya di Indonesia untuk menguasai Sumber Daya Alam. Negara dibangun lewat hutang luar negeri sehingga semakin membuat indonesia terjajah dan sulit lepas dari ketergantungan dengan pihak Asing. Hal ini dapat dimaklumi karena memang pemerintah Soeharto tidak didasarkan kepada perjuangan idiologi tapi pragmatisme  untuk kepentingan rezim dan kapitalisme. Sementara Idiologi nasionalis,islam,Komunis punya prinsip yang sama yaitu anti kolonialisme dalam bentuk apapun.

Walau paham Komunis sudah tumbang di Unisoviet tapi bukan berarti paham komunis salah. Terbukti di China, paham komunisme justru berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan populasi diatas 1 miliar. China mampu berdaulat disegala bidang,baik ekonomi ,sosial , budaya, maupun politik. China menjadi kreditur terbesar untuk menutupi difisit APBN Amerika. Komunisme di China tidak melarang orang melaksanakan ritual agamanya, bahkan dengan UU negara menjamin kebebasan memeluk agama. DI China, hak orang melakukan ritual agama sampai kepada perkawinan dan warisan sesuai hukum agama diakui oleh negara. Saat sekarang jargon komunisme tentang sama rasa sama rata tidak lagi dalam bentuk phisik “penguasaan”  sumber daya oleh negara tapi dalam bentuk “pengendalian” negara untuk pemerataan. Di China kini semua rakyat berhak menguasai sumber daya alam namun pengendalian ada pada negara untuk memastikan distribusi keadilan atas sumber sumber tersebut dan menolak kapitalisme untuk exploitasi tapi menerima kapitalisme untuk berkompetisi secara adil. Artinya China menerapkan market regulated,yang tetap menghormati kebebasan pasar. Apapun idiologi tergantung dari person yang mengelolanya. Mao sebagai bapak komunis di China menggunakan ajaran Tao sebagai dasar atau prinsip moral kepemimpinan dan menjadikan komunisme sebagai metodelogi berjuang dengan sosialisme sebagai jalan untuk lahirnya keadilan sosial bagi semua.  Kini, mana lebih makmur china atau Indonesia? 

Jadi Komunisme tidak seseram yang diceritakan dalam sejarah Indonesia yang indentik dengan kekerasan,arogan,anti Tuhan. Itu semua fitnah dan selama masa Orde baru semua pengikut PKI disiksa dan dihilangkan semua hak sipil maupun hak politiknya. Di era reformasi kekuatan politik tak ingin meluruskan sejarah akan kekejaman Soeharto itu. Bahkan Tap MPRS tentang PKI sebagai Partai Terlarang diperkuat dengan Tap MPR RI NO I/MPR/2003 Inilah kezoliman bangsa Indonesia dan entah sesampai kapan sejarah akan diluruskan. Sampai kapan kita terus paranoid dengan Komunis dan menjadikannya bahaya laten? Issue  yang mengatakan PDIP itu indentik dengan PKI adalah cara untuk membangkitkan ingatan rakyat tentang stigma PKI anti Tuhan. Tujuannya agar umat islam kembali seperti Era 1965 ketika menggulingkan Soekarno dan menaikkan Soeharto sebagai RI-1,dengan korban lebih dari 3 juta orang PKI dibunuh.Ini sangat picik dan merendahkan intelektual umat islam. Semoga umat islam tidak lagi percaya dengan jargon PKI anti Tuhan.Umat islam yang cerdas tidak bisa lagi dibohongi dan diadu domba untuk menjadi alat merebut kekuasaan para mereka yang haus kekuasaan. Akhirnya teman saya mengatakan bahwa apabila Umat islam dan Nasionalis tidak cerdas berjuang maka hanya masalah waktu nasip mereka akan sama dengan PKI, terkubur oleh kekuatan neocolonialism yang menjadikan penguasa sebagai boneka kapitalisme. 

Tidak bisa bersyukur..

  Ketika masuk cafe saya lihat Yuni, Esther, Wenny duduk di table yang sama. Saya temui mereka. Bicara sebentar. Saya keluar cafe untuk mero...