Posts

Showing posts from April, 2022

Berdoa

Image
  Mengapa doa tidak juga didengar Tuhan? Semua permintaan seperti dibawa tiupan angin. Sementara orang kafir terus mendapatkan kemudahan rezeki. Ada teman yang kerjaannya selalu berbuat maksiat tetapi hidupnya lapang aja. Ada yang kerja ala kadarnya,  tetapi rezeki datang terus aja. Apa ada yang salah? tanya teman saya tadi waktu kami amprokan di restoran. Dia sedang mencoba bangkit dari keperpurukan. Namun sudah batas lelah dan putus asa.  “ Apakah ketika kamu berdoa, kamu mendengar suara hati kamu?  Tanya saya. “Apa maksud kamu? “  Saya tanya, ketika kamu berdoa agar Tuhan lapangkan rezeki kamu. Apakah kamu mendengar suara hati kamu yang mentertawakan diri kamu? Kalau tidak, itu artinya kamu tidak berdoa kepada Tuhan, tetapi berdoa kepada nafsumu.” " Bingung saya." " Di saat lain orang sibuk mengejar peluang, merintis jalan selangkah demi langkah, berkeringat dan mengempit rasa kawatir setiap waktu. Terus berpikir agar bisa survive. Dan waktumu lebih banyak dengar dakw

Penyakit mental

Image
  Kemarin sore saya bertemu dengan relasi di Golf PI. Saya didampingi Jessica. Usai buka bersama dengan relasi, saya terus ke CC PIM3 bertemu dengan teman lama. Tapi saya datang, dia belum datang juga. Saya memang datang lebih awal dari janji yang ditentukan. Ada anak muda mendekati table saya. “ Babo ya.” Ah ini pasti nitizen. Dia melirik ke Jesica “ Ini pasti ibu Yuni.” Katanya Jessica tersenyum aja. “ Ganggu engga ? boleh tanya ? Katanya “ Ya tanya aja? “ Apa yang membuat potensi kita tenggelam. Bantu saya memotivasi diri saya.” Katanya. Saya senyum. Saya perhatikan dia. Mungkin usianya belum 30 tahun. “ Saya suka dengan pertanyaan kamu. Itu pertanyaan yang sangat cerdas. “ “ Ya babo. Bantu saya..” Katanya “ Setiap orang punya potensi. Tidak ada manusia yang tidak berguna kecuali dirinya sendiri membuat dia tidak berguna. Setiap orang tidak ada yang tidak punya rezeki, kecuali dirinya menolak rezeki itu. Tidak ada manusia yang tidak hebat kecuali dirinya sendiri yang membuat dia pay

Khilafah haram, Mahfud MD.?

Image
  Saya dapat message panjang sekali dari aktifis islam soal protes mereka terhadap pernyataan Mahfud MD, bahwa  era moder sekarang, tidak bisa mendirikan negara seperti yang dibentuk Nabi Muhammad Salallhu'alihi wassalam (SAW) pada zaman dulu di Mekkah dan Madina. Mahfud MD bahkan menyebut haram hukumnya. Saya baca message nya dalam perjalanan. Panjang sekali sepeti karya ilmiah. Saya baru selesai bacanya setelah sampai di rumah dari bandara. Saya akan jawab lewat komunitas DDB saja. Karena saya tahu dia juga anggota DDB. Jadi tidak ada dusta diantara kita. Baik saya jelaskan pendapat saya secara sederhana, Sekali lagi ini opini. Jadi bisa salah bisa benar. Tergantung persepsi orang masing masing. Pertama . Khilafah yang disebut dengan Khilafah Islamiyyah atau konsep pemerintahan dalam islam. Itu tidak ada secara harfiah dalam Al Quran dan hadith sebagai suatu kewajiban beragama seperti rukun islam dan Rukun iman. Karena sistem kekuasaan secara terorganisir ( ke-khalifahan ) baru a

Ibadah Sosial.

Image
  Dalam Islam ada jenis berbagi. Zakat, Infak  dan sadakah. Kalau zakat jumlahnya diatur dalam Islam yaitu 2,5% dari penghasilan. Nah kalau infak besarannya tidak terbatas. Namun baik zakat maupun infak hanya bersifat materi atau harta atau uang saja. Sementara sadakah bisa apa saja, bukan hanya uang tetapi termasuk senyuman, nasehat, tulisan disosmed yang menginspirasi orang untuk berbuat baik, buku yang ditulis mencerahkan orang dan lain lain. Jadi zakat infak  dan sadakah adalah ibadah sosial yang sangat penting dalam ajaran Islam. Kekuatan Islam ada pada zakat infak dan sadakah itu. Sampai disini paham ya.  Nah sekarang mari kita pahami esensi dari ibadah sosial itu. Dalam al Quran memang ada janji pahala berlipat dari Allah atas infak zakat dan sadakah itu. Tetapi imbalan itu jangan diartikan seperti MLM yang tanpa berbuat apapun dapat uang dari downline. Engga begitu. Allah engga punya bisnis MLM. Jadi apa? Ada tiga hal yang kita peroleh. Pertama, hubungan silahturahmi jadi beram

Memilih mencintai

Image
  “ Pah, kata Ustad, era jokowi ini sering sekali orang menistakan agama, tapi jarang sekali yang masuk penjara. Padahal sudah ada UU ” tanya Oma. Menurut saya, itu karena orang islam tidak lagi beragama dengan iman tetapi dengan dengan politik.“ Maksud papa” Kata oma mengerutkan kening. Andaikan ada perintah Al Quran agar membenci dan menghukum  orang yang menistakan agama, saya rasa Nabi yang paling banyak membunuh. Karena awal beliau memperkenalkan Islam, masyarakat Arab lebih banyak membencinya. Tetapi disaat Nabi kuat dan diatas angin. Beliau memilih memaafkan semua. Setelah islam berjaya di era Nabi, para oposisi dari kaum Yahudi tidak ada yang dihukum mati. Menurut saya, justru cinta Rasul kepada manusia melewati sekat agama. Rasul memilih bersikap memaafkan daripada membenci mereka. Karena itu islam diterima luas oleh semua etnis dan bangsa. Makanya kalau ada orang berpendapat tentang agama saya. Tidak akan saya tegur, walau terkesan konyol. Tidak akan saya anggap penista agama

Memilih bersabar.

Image
  Bebarapa waktu lalu saya bertemu dengan teman lama di Plaza Indonesia. Dia kelitan tua dan lemah. “ Apa kabar jel.” “ Kabar baik, koh Kim..” “ Sering ketemu dengan Bahtiar? “ Engga pernah lagi.” “ Kamu engga tahu tahun 2008 dia masuk penjara karena Narkoba. “ Oh ya?. Engga tahu. “ Kata saya dengan nada priihatin. “Saya udah bangkrut sejak tahun 2003. Habis semua. Bertahun tahun coba bangkit tetapi gagal. Setelah itu Achia tawarin kerja sama dia. Ya kerjaan remeh aja. Tahun kemarin gua antar jemput cucunya. Jadi supir keluarganya. Anak tunggal saya kerja  TKW di Hong Kong. Bini saya udah lama meninggal.” “ Yang penting sehat.” “ Saya  ada darah tinggi. Gula juga ada.” Katanya. Usianya sama dengan saya. “ sabar aja ya. “ Kata saya.  *** Tahun 90 saya ingat. Kim beri informasi bahwa ada orang mau jual tanah. Dia minta tolong saya carikan pembeli. Kebetulan Bahtiar, ada rencana mau bangun ruko. Dia engga punya uang untuk beli tanah itu. Dia tawarkan kerjasama dengan pemilik tanah. Tetapi